
“Selamat makan Tuan Tuan Nona,”
“Ini bayarean kalian ambillah,” Li Shang Yue langsung memberikan mereka 5 koin emas membuat kedua pelayan itu kaget.
“Nona ini kelebihan, harga semuanya hanya 3 koin saja.”
“Maka 2 koinnya untuk kalian saja.” Jawab Li Shang Yue dengan ringan duduk di lantai.
“Terima kasih banyak Nona,” Kedua pelayan itu membungkukkan badan mereka lalu segera pergi.
“Ayo makan!”
`
Mereka semua mulai duduk lalu makan dalam diam. Seperti biasa Li Shang Yue selalu makan dengan lahap begitu pula juga sekarang. Gadis kecil itu makan dengan begitu lahap setiap menu akan dia cicipi namun sayuran akan selalu ditinggalkan karena Li Shang Yue tidak menyukai ia lebih menyukai daging di bandingkan Sayur.
“Yuyu makanlah dengan sayur, itu bagus untuk pertumbuhanmu nanti.” Kata Fan Hu yang akan mengambilkan sayur ke mangkuk Li Shang Yue.
“Aku tidak menyukai sayuran Fan gege,” jawab Li Shang Yue dengan cemberut karena Fan Hu meletakan sebuah sayur di atas mangkuk yang dia gnakan.
“Makanlah biar sedikit itu sangat penting untuk memperkuat tubuh,” timpal Bonzhu yang ikut menimpali apa yang di katakan oleh Fan Hu.
Li Shang Yue menunduk menatap dengan cemberut sayuran di atas mangkuknya sebelum mengambil sumpit lalu memakannya.
“Dari dulu aku tidak suka sayur sekarang tambah tidak suka mengingat rasanya sangat hambar tidak ada rasa lain.” Gerutu Li Shang Yue yang menggeruti rasa sayuran di dalam mulutnya.
“Makanlah,” Lou Yi meletakan sepotong daging di dalam mangkuk Li Shang Yue.
“Terima kasih Lou gege,” Li Shang Yue dengan gerakan cepat segera mengambil daging itu lalu membawanya masuk ke dalam mulutnya.
“Dasar! Giliran daging langsung di ambil tanpa ada protes,” Batin keempat pria itu yang geleng-geleng kepala oleh ulah dari Li SHang Yue.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka menyelesaikan acara makan mereka dengan Li Shang Yue yang hampir menghabiskan seluruh hidangan itu.
“Bonzhu gege minumlah ini,” Li Shang Yue sebuah porselin kecil ke arah Bonzhu.
Bonzhu yang melihat itu segera menerima pemberian Li Shang Yue. Namun pria itu tidak langsung membuka tutup botol itu melainkan menatap Li Shang Yue yang tersenyum kecil ke arahnya.
“Ini apa Yuyu?” tanya Bonzhu dengan bingung.
__ADS_1
“Lou gege, Fan gege, An gege, kalian juga kemarilah,” Li Shang Yue memanggil ketiga pria yang tadinya hanya menonton dirinya dan Bonzhu.
“Ada apa Yuyu?” tanya Hi An yang lebih dulu mendekat ke arah Li Shang Yue.
“Ini ambilah,” lagi lagi Li SHang Yue menyodorkan tiga porselin kecil ketiga pria di depannya itu.
“Ini apa?” Lou Yi langsung menerima botol itu dengan hati-hati.
“Itu obat, jika kalian terluka kalian hanya perlu meminum air itu sebanyak 3 tetes jika kalian terkena racun di saat terdesak maka tetesilah racun kalian dengan air itu sebanyak tiga tetas pula,” terang Li Shang Yue dengan tenang.
“Kami akan mengingatnya Yuyu,” Fan HU segera memasukan botol itu ke dalam ruang dimensinya begitu pula yang lain.
Sedangkan Bonzhu sebenarnya ingin menyimpannya tapi karena keadaannya yang memburuk dia dengan enggan meminum air itu lalu menetesi lukanya dengan air itu pula. Tiba-tiba sesuatu hal yang ajaib terjadi luka di paha dan tangan Bonzhu dengan sendirinya mulai mengelupas dan membentuk sebuah kulit baru. Sedikit demi sedikit akhirnya luka itu menutup pelan-pelan hingga menjadi sempurna membentuk sebuah kulit baru menutup rapat luka Bonzhu.
“I…ini bagaimana bisa?”
Syok? Tentu saja mereka syok dengan sesuatu yang mereka lihat dan saksikan barusan adalah hal yang mustahil.
“Aku tidak mau kalian bertanya, kita harus menyelesaikan misi ini dengan cepat aku harus cepat kembali. Aku merasakan sesuatu yang buruk menimpa teman-temanku.” kata Li Shang Yue dengan dingin.
“Baiklah, ayo kita bersiap. Kita akan berangkat sekarang juga.” Kata Bonzhu yang menyuruh mereka untuk segera bersiap karena mereka akan segera berangkat menuju hutan selanjutnya.
“Tuan Nona tunggu,” seorang wanita segera bergegas mendekati rombongan Li Shang Yue.
Li Shang Yue yang melihat wanita paruh baya mendekati mereka segera menghentikan langkahnya begitu pula Bonzhu dan yang lainnya.
“Ada apa bibi?” tanya Hi An dengan tenang.
“Kami dari warga desa ada sedikit rezeki untuk kalian, maaf kami tidak punya koin emas atau benda berharga lainnya kami hanya punya hasil kebun saja. Mohon di terima Tuan Nona,” ucap sang wanita paruh baya utu dengan penuh permohonan.
Li Shang YUe segera melihat ke arah rombongan warga desa yang memang di setiap tangannya pasti ada buah tangan seperti jagung, sayuran, buah-buahan, dan beberapa ekor ayam. Li Shang Yue yang melihat beberapa ekor ayam itu langsung berbinar.
“Paman bibi bawakan aku ayam itu,” kata Li Shang Yue dengan riang.
Mereka yang mendengarnya tentu saja merasa senang. “Baik Nona,” beberapa orang yang memegang seekor ayam segera maju ke depan Li Shang Yue.
Ternyata yang membawa ayam ada 8 orang hingga ayamnya juga 8 ekor. Terlihat ayam-ayam itu begitu gemuk dan besar membuat Li Shang Yue semakin berbinar.
“Paman bibi aku hanya mengambil 4 ekor saja dan sisanya kalian bisa pelihara agar nanti bisa berkembang biak.” Kata Li Shang Yue dengan tenang.
__ADS_1
“Baik Nona, silahkan pilih mana yang akan Nona ambil.” balas seorang pria paruh baya itu.
Li Shang Yue segera memilih 4 ekor ayam yang akan di ambilnya. Li Shang Yue segera melambaikan tangan dalam sekejap mata ayam-ayam itu menghilang dari tempatnya. Bonzhu dan yang lain juga mulai mengambil satu persatu buah tangan warga desa namun mereka tidak mengambil sayuran.
“Maaf Paman maaf bibi kami tidak bisa menerima sayuran paman dan bibi karena kami akan terus berada di hutan. Selain itu, saudara perempuan kami tidak menyukai sayuran.” Kata Bonzhu tidak enak hati karena menolak menerima sayuran itu.
“Kami mengerti Tuan,” jawab mereka dengan senyum kecil yang tidak menandakan jika mereka merasa tersinggung.
“Jika begitu kami pamit dulu,”
Li Shang Yue bersama rombongan Bonzhu segera berbalik melangkah pergi dari penginapan itu. Namun baru beberapa langkah ada seseorang yang menghentikan lagi langkah mereka.
“Kakak cantik tunggu!”
Li Shang Yue yang dapat mendengar ada yang memanggilnya langsung berhenti dan berbalik. Di lihatnya seorang anak kecil yang sekitar berumur 10 tahun mendekat ke arahnya.
“Ada apa adik tampan?” tanya LI SHang Yue yang mengelus kepala sang anak.
“Kakak cantik, keluargaku bukan keluarga kaya kami hanya bisa bertani dan berburu. Tidak ada yang berharga yang bisa kami berikan untuk kakak cantik pahlawan desa kami.” Ungkap anak lelaki itu dengan serius.
“Tidak apa-apa yang penting desa kalian sudah aman dari gangguan monster,” Li SHang ue memberi senyum tulus kepada anak di depannya itu.
“Kakak cantik terimalah burung ini,” anak itu mengeluarkan sesuatu dari balik bajunya.
“Aku tak tahu burung ini burung apa tapi setidaknya ini sangat berharga bagiku karena bisa menjadi temanku. Namanya Brin aku menemukannya saat berburu di hutan, sekarang Brin akan menjadi teman kakak cantik.” Anak itu meletakan burung itu di atas tangan Li Shang Yue.
“Eh kenapa kamu memberikannya padaku?” tanya Li Shang Yue dengan kaget.
“Menunduklah,”
Li Shang Yue yang mendengarnya hanya bisa menuruti anak itu lalu menunduk hingga anak itu bis berbisik padanya.
“kakak cantik burung ini bukanlah burung sembarangan ia bisa berubah seperti apa yang Kakak perintah. Aku sengaja menyerahkannya pada kakak karena ini bisa melindungi kakak selain itu ia juga aman bersama dengan kakak. Jika bersamaku dia tidak aman.” bisik anak itu lalu mulai menjauh dari Li Shang Yue.
Anak itu berbalik lalu berlari kencang membela barisan orang-orang itu. Li Shang Yue hanya melihat punggung anak itu yang mulai menjauh sebelum melihat burung di tangannya.
“Aku tahu burung ini bukan burung sembarangan,” bisik Li Shang Yue.
“Yuyu ayo berangkat!” kata Bonzhu.
__ADS_1
“Baik Bonzhu gege,”