
Gubrakkk
Semuanya langsung menghentikan langkah kaki mereka saat melihat Baize yang bahkan sampai terjungkal ke depan.
Li Shang Yue dan Long hanya saling melirik dengan dahi yang mengkerut dalam terhadapa apa yang terjadi pada Baize. Sedangkan Yang Hong yang sebagai biang keroknya hanya memasang ekspresi datar dan dingin.
Yang Hong yang merasa karena di ejek oleh Baize langsung membuat kaki pria itu saling bersilangan membuat Baize jatuh ke depan dengan wajah yang mencium tanah.
“Yang Hong sialan…! Lihat karena ulahnya lagi aku harus sampai menanggung malu dua kali pada gadis di depannya itu. Sudah di kalahkan kini dia juga harus jatuh dengan posisi yang tidak elit seperti ini di depan seorang gadis pula.
“Katanya penglihatan kalian terang seoperti siang hari, lalu kenapa masih sampai jatuh? Ku rasa mata yang kalian banggakan itu sedikit rabun,” ejek Li Shang Yue yang langsung menampar wajah Yang Hong dan Baize secara tak kasat mata.
“Nona saya terpeleset karena…,”
“Cepat bangun atau aku makan sayap kau saja…!” kesal Li Shang Yue yang mengancam Baize.
“Baik Nona,”Baize langsung bangun lalu mengedarkan pandangannya ke sekitar hingga tiba-tiba ia melihat sesuatu di depan sana.
“Nona kalian tunggu saja disini, aku akan segera kembali,” kata Baize yang langsung terbang melesat pergi jauh.
Li Shang Yue yang melihatnya tentu merasa kesal karena Baize pergi tanpa mereka. Akan tetapi saat melihat jika satu orangnya masih berada di dekatnya Li Shang yue langsung bersikap tenang.
“Long ayo kita cari kayu bakar?” ajak Li Shang Yue yang mengajak Long mencari kayu bakar.
“Baiklah,” Long dengan penurut mulai mencari kayu bakar di sekitar.
Yang Hong yang melihat itu tak ingin ketinggalan mulai mencari kayu bakar untuk Li Shang Yue. Setelah merasa cukup Li SHang Yue langsung berjalan menuju sebuah pohon besar di ikuti dengan Long di sampingnya.
“Ini…,”
Li Shang Yue menatap kayu bakar yang di sodorkan padanya yang ternyata memang berasal dari Yang Hong.
“Terima kasih,” ungkap Li Shang Yue.
“Sama-sama,” balas Yang Hong dengan senyum kecil.
__ADS_1
Yang Hong tentu merasa senang karena Li Shang Yue menerima dengan baik pemberiannya walau itu hanya sebuah kayu bakar.
“Long bakar kayu-nya..!” titah Li Shang Yue kepada Long.
Long hanya menganggukan kepalanya saja lalu mengeluarkan api dari tangannya dan membakar kayu yang telah di tumpuk-tumpuk oleh Li Shang Yue.
“Nona ini ayamnya,” Baize muncul di depan Li Shang Yue dengan membawa 3 ekor ayam yang super besar. Tak hanya itu Baize bahkan sudah membersihkan ayam-ayam itu.
“Terima kasih,” ucap Li Shang Yue yang langsung mengambil ayam itu.
Dengan penuh semangat Li Shang Yue membakar ayam-ayam itu di bantu dengan Long yang membakarnya.
“Dimana kamu mendapatkan ayam-ayam itu?” tanya Yang Hong dengan telepati.
“Di hutanlah, mana lagi coba,” jawab Baize yang masih kesal dengan apa yang dilakukan oleh Yang Hong tadi.
Long yang berada di samping Li Shang Yue hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat Li Shang Yue yang sudah sangat tidak sabar menunggu ayam itu matang. Bahkan jika bisa mungkin saat ini bintang-bintang kecil bisa keluar dari mata Li Shang Yue.
‘Long apa itu belum matang?” tanya Li Shang Yue yang mengulurkan tangannya ingin mengambil paha ayam.
“Itu panas terlebih masih belum masak. Kamu duduk saja sana,” kata Long yang memukul tangan Li Shang Yue yang hampir mengambil paha ayam yang belum masak dan juga panas.
Li Shang Yue yang melihat wajah datar Long hanya bisa beringsut mundur duduk di dekat Yang Hong dengan wajah masam.
Yang Hong dan Baize sampai kaget melihat Li Shang Yue yang begitu menggemaskan di mata mereka. Terutama Yang Hong di dalam hatinya ingin sekali mencubit dan mencium bibir merah alami itu.
“Mereka seperti ayah dan anak bukan hewan kontrak dan Tuannya,” kata Baize dan Yang Hong dalam hati.
Baik Yang Hong maupun Baize mereka tahu jika Long adalah hewan kontrak Li Shang Yue karena tidak sengaja melihat jika Long tadi keluar dengan wujud gelang saja.
“Yang Hong jika Mate mu seperti ini kaum kita tak akan percaya jika dia adalah calon atu. Lihat…! Dia terlihat seperti anak kecil yang sedang merajuk pada ayahnya karena tidak di beri permen haha,” kata Baize yang tertawa lucu melempar telepati kepada Yang Hong.
“Berhenti mengejeknya dan jauhkan tatapanmu itu dari Mate-ku…!” teriak Yang Hong yang menggema di pikiran Baize.
“Cih dasar pelit apa susahnya berbagi sedikit, aku hanya melihat-lihat saja…!”
__ADS_1
“Apa kamu sudah bosan hidup? Atau mu ingin aku mengirim kamu di kandang peliharaanku?” ancam Yang Hong.
“Kau…, baiklah. Aku tidak akan melihat lagi, di bandingkan dengan masuk ke kandang kesayanganmu itu lebih baik aku diam disini,” kesal Baize.
“Tuan Vampir siapa namamu?” tanya Li Shang Yue yang menatap ke arah Yang Hong dan Baize secara bergantian.
“Namaku Baize sepupu dia,” jawab Baize dengan cepat.
Yang Hong yang melihat jika Baize ingin menggoda Mate nya langsung memberikan tatapan laser kepada Baize.
“Dasar posesif,” guman Baize dengan pelan.
“Kalau kau siapa?” Li Shang Yue beralih k\=menatap ke arah Yang Hong.
“Panggil saja Yang Hong dan kami sebenarnya bukan Vampir tapi Demon,” kata Yang Hong dengan lembut.
“Eh iyakah? Tapi kalian sama kok, sama-sama punya gigi taring,” ucap Li Shang Yue dengan polos.
“Hm kami memang sama tapi juga berbeda. Vampir mempunyai taring tapi tak bisa terbang melainkan berlari. Sedangkan Demon mempunyai taring, mempunyai sayap, dan bisa terbang,” terang Yang Hong dengan panjang kali lebar menjabarkan perbedaan Vampir dan Demon.
“Jika seperti itu bukankah kalian adalah kakek dan nenek buyut vampir?”
Uhukkk uhukkk
Kali ini Baize dan Yang Hong langsung terbatuk-batuk mendengar ucapan polos tanpa saring dari Li Shang Yue. Entah bagaimana bisa gadis itu menganggap jika Demon adalah kakek dan nenek buyut vampir.
“Entah kenapa aku merasa Mate Yang Hong ini benar-benar lucu. Dengan kepolosannya ini tak akan ada yang menyangka jika wajah polos ini bisa membunuh orang di saat ia sedang marah,” kata Baize dalam hatinya.
Walau pertarungannya tadi adalah dia yang lebih unggul tapi jika lawan-nya manusia biasa mereka akan langsung mati setelah menerima serangan dari Li Shang Yue. Lebih menakutkankan-nya lagi adalah Li Shang Yue tidak menggunakan energi spiritual yang banyak. Entah kenapa Baize merasakan jika Li Shang Yue hanya terus mengandalkan ilmu beladiri yang membuat Baize sedikit kewalahan adalah pola serangan Li Shang Yue tidak beraturan dan bergerak acak.
“Sebenarnya konsepnya tidak seperti itu Nona,” kata Yang Hong dengan menahan senyum apalagi tangannya yang sudah sangat ingin mencubit pipi Li Shang Yue.
“Lalu bagaimana?” tanya Li Shang Yue penasaran.
“Vampir memang banyak karena yang menjadi vampir adalah keturunan biasa dari vampir dan vampir atau bisa juga manusia dan vampir. Akan tetapi, untuk menjadi Demon itu tidak bisa sekuat apapun vampir itu, karena yang menjadi Demon adalah hanya anak sang penguasa atau keturunan sang penguasa langsung. Jika bukan maka ia tidak akan menjadi Demon. Bisa juga seorang manusia bisa menjadi Demon apabila wanita. Lalu wanita itu menikah dengan Lord atau pemimpin kaum kami. Setelah menikah wanita itu akan di beri pilihan antara mau jadi Demon atau tidak. Jika tidak maka tak apa namun jika ia ingin menjadi Demon maka mereka akan melakukan sebuah upacara penyatuan Demon,” terang Yang Hong.
__ADS_1
“YANG HONG KAU MEMBERI TAHUNYA…?”