Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 80


__ADS_3

“Ingin menculikku putriku akan aku penggal kepala kalian semua,”


“Ingin membawa kabur meimei ku cih akan aku bantai kalian,”


Sontak para prajurit itu segera bersujud meminta ampunan pada Jendral Feng dan Jendral Xin karena memiliki niat yang tidak baik pada Li Shang Yue.


“Ampuni kami Jendral…!”


“Ayah gege ayo kita masuk kakiku sudah kram,”


“Apa..? Kram? cepat naik di punggung ayah, akan ayah bawah kamu masuk di kediamanmu,” Jendral Feng langsung berjongkok di depan Li Shang Yue bersiap untuk menggendong putri kecilnya.


Jendral Xin yang melihat itu tentu saja tidak akan tinggal diam begitu saja. Jendral Xin dengan cepat mendorong Jendral Feng lalu berjongkok di depan Li Shang Yue.


“YUyu cepat naik..! Jangan naik di punggung pria tua itu, dia sudah tua tidak akan mampu lagi menggendongmu bisa-bisa pinggangnya patah nanti,” kata Jendral Xin yang terdengar khawatir akan kesehatan Jendral Feng.


Akan tetapi Jendral Feng bisa dengan muda menangkap maksud yang sesungguhnya dari apa yang dikatakan oleh Jendral Xin. Putranya itu berani mengatakan jika dirinya sudah tua.


Li Shang Yue melihat Jendral Xin lalu menoleh ke arah Jendral Feng yang memasang wajah teraniaya.


“Yuyu kamu tidak perlu khawatir, Ayah masih kuat tentu ayah akan mampu menggendongmu sampai ke dalam sana. Jadi Ayo naik di punggung ayah,” Jendral Feng kembali berjongkok di depan Li Shang Yue.


“Cih Pak Tua ini, sudah tua Kenapa sangat keras kepala. Tidak bisa di biarkan, Aku tidak akan membiarkan Pak Tua ini menang,” kata Jendral Xin di dalam hati menatap kesal ke arah Jendral Feng.


“Ayah kenapa sangat keras kepala, Bagaimana jika sakit pinggang Ayah kambuh lagi? Ingat aku tidak akan mau memijit Ayah apalagi mencarikan obat untuk ayah,” ucap Jendral Xin dengan nada kesal.


Sedangkan Jenderal Feng yang mendengar penuturan dari jenderal Xin langsung mengerutkan dahi dengan mata yang memicing tajam. Sejak kapan dirinya memiliki penyakit sakit pinggang pikir jenderal Feng.


Namun beberapa saat kemudian Jenderal Feng langsung mengerti kenapa Jendral Xin mengatakan jika dirinya memiliki penyakit sakit pinggang. Jendral Xin sengaja melakukan itu untuk membuat Li Shang Yue tidak naik ke punggungnya.


“Baiklah karena Ayah memiliki sakit pinggang maka Yuyu akan naik ke punggung gege saja,” Li Shang Yue Lalu naik ke punggung jenderal Xin.

__ADS_1


Jendral Xin dengan senang hati menggendong gadis kecil yang sudah menjadi adiknya itu. Tak lupa juga jenderal Xin melemparkan senyum penuh kemenangan kepada Jendral Feng selaku sang ayah.


“Anak kurang ajar, Bagaimana bisa dia menipu Yuyu seperti itu?” kesal Jendral Feng.


Tak punya pilihan lain Jendral Feng hanya bisa mengikuti Li Shang Yue dan Jendral Xin dari belakang walaupun di dalam hati pria paruh baya itu sedang mengumpati Sang putra sulung.


“Selamat datang Tuan besar, Tuan Muda…,”


Terlihat beberapa prajurit yang berjaga di depan kediaman itu langsung memberi penghormatan kepada Jendral Feng dan juga Jendral Xin. Akan tetapi saat melihat sosok gadis kecil di atas punggung Jendral Xin para prajurit itu langsung menatap sosok itu penuh tanda tanya. Jendral Feng yang tahu maksud dari para prajurit itu langsung memberitahu mereka.


“Dia Shang Yue Putriku, mulai saat ini kalian bisa memanggilnya dengan Nona muda kalian,” ucap Jendral Feng dengan lantang.


“Selamat datang Nona muda,” ucap mereka serentak.


“Sudah meimei ku ingin istirahat,” Jendral Xin membawa Li Shang Yue pergi diikuti Jendral Feng yang senantiasa mengikuti dari belakang.


Jendral Xin membawa Li Shang Yue di sebuah kediaman yang sangat cantik dengan papan kayu memiliki ukiran yang sangat sempurna.


Itulah nama Paviliun itu yang akan di tempati oleh li Shang Yue saat ini. Li Shang Yue menatap ke sekelilingnya yang dimana kediaman itu sangat bersih dan sangat terawat seperti memiliki penghuni saja.


“Ayah gege ini paviliun siapa kenapa sangat indah dan terawat?” Li Shang YUe yang tidak tahan menahan rasa penasarannya langsung bertanya kepada Jendral Xin dan juga Jendral Feng.


Jendral Xin dan Jendral Feng hanya saling menatap satu sama lain sebelum keduanya melanjutkan langkahnya menuju gazebo kecil di depan kediaman itu.


Dengan penuh kelembutan Jendral Xin menurunkan Li Shang Yue di gazebo. Jendral Feng juga berharga di belakang Li Shang Yue takut jika putri kecilnya sampai terjungkal.


“Duduklah Putriku,” ucap Jendral Feng dengan senyum lemb ut di wajahnya.


Li Shang Yue hanya menganggukan kepala sebagai tanda setuju lalu duduk di samping Jendral Feng. Jendral Xin yang melihat itu segera duduk di samping Li Shang Yue hingga saat ini posisi duduk mereka Li Shang Yue berada di tengah-tengah antara kedua jendral itu.


Tiba-tiba beberapa pelayan datang membawakan beberapa cemilan di atas gazebo itu. Li Shang Yue yang tadinya mengantuk langsung segar kembali saat melihat banyaknya kue kering di atas gazebo itu.

__ADS_1


“Apa aku bisa mengambilnya?” Li Shang Yue menatap kue-kue itu dengan mata yang berbinar-binar.


Kedua pelayan yang sedang menata cemilan itu sampai terkekeh lucu melihat wajah menggemaskan LI Shang Yue yang melihat kue seperti melihat harta karun. Apalagi saat pelayan itu meletakan piring kue bulan bintang di mata Li Shang Yue semakin terang.


“Makanlah,” kata Jendral Feng yang mengelus kepala Li Shang Yue.


“Ini punyaku..!” seru Li Shang Yue yang langsung mengangkat piring kue bulan itu saat melihat Jendral Xin ingin mengambilnya.


“Hei YUyu beri denganku, aku juga menyukai kue itu,” kesal Jendral Xin karena dia juga memang menyukai kue Bulan.


“Tidak ini punyaku, gege cari saja di dapur sana,” usir Li Shang Yue yang memeluk piring kue bulan itu.


“Kau…, apa masih ada kue bulan di dapur? Ambilkan aku satu piring,” titah Jendral Xin.


“Maaf Tuan Muda tapi kue bulannya tinggal itu saja,” jawab sang Pelayan yang  menahan tawa.


Jendral Xin yang mendengar jika kue kesukaannya sudah habis langsung membulatkan mata. Matanya melotot ke arah Li Shang Yue yang sedang memeluk piring kue bulan itu.


“Yuyu kita harus bagi dua,” Jendral Xin ngotot untuk mengambil kue bulan yang ada pada Li Shang Yue.


“Enak saja, ini semua punyaku Aku tidak akan kenyang jika hanya memakan satu piring ini saja. Bagaimana bisa gege memintanya untuk berbagi,” kesal Li Shang Yue.


Perlu diketahui bahwa Clara yang hidup di dunia modern akan sangat pelit jika menyangkut makanan yang dia sukai. Bahkan Kadang orang yang tidak mengenalnya dengan dekat akan menganggapnya sebagai orang yang peluk karena jika sudah memakan makanan yang disukainya maka Clara tidak akan membaginya dengan orang lain sebanyak apapun itu.


“Tapi masih banyak kue yang lain Yuyu,”


“Ya sudah gege saja yang makan itu, Yuyu mau makan ini,” 


“Mana bisa seperti itu Yuyu?”


“Xin Qiong biarkan adikmu makan dengan tenang. Di istana adikmu tak pernah merasa seperti ini, biarkan dia makan dengan tenang,” Jendral Feng melototi Jendral Xin.

__ADS_1


Deg


__ADS_2