Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 130


__ADS_3

“Tebasan Pedang Penghancur…!”


Dhuarrrrr


Sebelum rubah dan harimau bertemu tiba-tiba saja serangan dari arah lain yang ditujukan pada pertengahan langsung meluncur dan menghantam tanah.


“SIAPA ITU…?” teriak rubah dan harimau bersamaan.


Asap mulai menghilang hingga terlihat Li Shang Yue yang berada di tengah-tengah dengan baju yang penuh darah akan tetapi juga debu menempel padanya.


Uhukkk uhukkk


Li Shang Yue terbatuk-batuk saat debu berterbangan kesana kemari ke arahnya.


“Sial aku salah tempat, harusnya aku tidak mendarat di tengah-tengah,” umpat Li Shang Yue dengan menggosok hidungnya yang gatal.


“Gadis kecil,’ guman rubah dan harimau bersamaan menatap ke arah Li Shang Yue.


“Apa dia yang melempar serangan tadi? Tapi kenapa dia juga ikut mendarat disitu? Itu sama saja mencari mati sendiri,” kata harimau dalam hati menatap Li Shang Yue dengan lemah.


‘‘Gadis kecil ini…, apa dia ingin menghentikan pertarungan kami? Jika ia tak di sangka dia begitu berani walau ceroboh,” kata rubah dengan membuang muka merasa lucu dengan ulah Li Shang Yue.


“Emmm hay…,” Li Shang Yue melambaikan kedua tangannya ke arah harimau dan juga rubah.


Kedua hewan spiritual tingkat tinggi itu hanya saling melirik satu sama lain dengan keanehan yang dilakukan oleh gadis kecil di depan mereka itu.


‘‘Kenapa kau kemari gadis kecil?” tanya harimau dengan geraman kesal.


“Aku kemari? Tentu saja menghentikan pertarungan kalian. Sebenarnya apa yang kalian ributkan apa karena serigala betina? atau harimau jantan?” tanya Li Shang Yue dengan polos.`


“Dasar manusia bodoh..! Apa kami seperti kalian para manusia yang akan rela saling membunuh hanya karena seorang wanita atau seorang pria,” terdengar suara si rubah yang mendengaus kesal dengan cara pikir Li Shang Yue.

__ADS_1


“Lalu kalian bertarung karena apa?” tanya Li Shang Yue yang berpura-pura tidak tahu.


“Kami sedang adu kekuatan. Jika ayng bertahan sampai akhir maka itu adalah pemenangnya dan berarti dia yang lebih kuat,” kata harimau dengan tegas.


“Dasar bodoh…! Sampai kapan pun jika kekuatan kalian seperti ini juga akan tetap sama yaitu sama-sama mati. Kalian itu sama dari segi kekuatan ataupun apapun jika kalian terus bertarung yang ada kalian berdua akan mati dengan sia-sia. Sudah mati sia-sia kalian juga merugikan hewan lainnya. Kalian tidak lihat kekacauan apa yang telah kalian sebabkan. Lihat sekekliling kalian yang jadi hancur berantakan membuat banyak pohon yang tumbang,” kata Li SHang Yue yang terdengar bijak.


Li SHang Yue seakan lupa dengan apa yang baru saja ia lakukan beberapa saat lalu membunuh para pembunuh bayaran dengan tragis, membunuh setiap hewan yang menyerangnya dengan sangat brutal dan terakhir adalah niat hati ingin menghentikan pertarungan antar kedua hewan itu justru menciptakan sebuah serangan yang berskala besar membuat tanah apan itu langsung rusak satu kali.


‘‘Hey Nona, apa anda lupa dengan apa yang anda lakukan? Tidak sadarkah jika yang membuat serangan dalam skala besar ini adalah Nona sendiri. Harusnya jika ingin menghentikan ami yang sedang bertarung Nona tidak perlu memberikan serangan sekuat ini,” kata sang harimau menatap tajam Li Shang Yue.


“Lalu aku harus apa? Aku muncul di tengah-tengah kalian begitu? Apa kau bodoh? Aku pasti akan menjadi serpihan kecil jika aku muncul di tengah-tengah serangan lian yang mematikan itu,” teriak Li ShangYue kesal menatap tajam sang harimau tak lupa juga sedang mengangkat pedangnya.


“Lalu apa mau mu Nona/” tanya sang Harimau dengan tegas.


“Daripada kalian selalu saja bertengkar merebutkan siapayang paling kuat lebih baik kalian ikut aku saja. Misalnya jadi hewan kontrakku bagaimana?” tanya Li Shang Yue yang menaik turunkan alisnya kepada sang harimau dan sang ruba.


Sontak saja baik harimau maupun sang rubah langsung menggeram marah. Bagaimana tidak beraninya mereka di tawari kontrak dengan manusia yang bahkan kekuatannya mereka tidak tahu berada di tingkar apa.


Li Shang Yue yang merasa di hina langsung mendengus kesal menatap nyalang sang rubah.


“Benar-benar rubah yang sombong dan angku. Kau mengatakan aku lemah? Baiklah mari aku tunjukan manusia lemah ini,” kata Li Shang Yue yang mengangkat pedang birunya.


Tadinya Li Shang Yue ingin mengontrak rubah itu namun melihat bagaimana sombong dan angkuhnya hewan berbulu itu membuat Li SHang Yue membuang jauh-jauh keinginannya yang tadi itu. Saat ini Li Shang Yue memutuskan untuk membunuh rubah itu dengan tangannya.


“Kau mengatakan aku lemah bukan? Jadi mari kita bertarung sampai mati,” kata Li Shang Yue yang memegang erat pedangnya.


Rubah ekor sembilan yang tadinya tenang berdiri sombong kini langsung siaga. Jujur saja dirinya merasa was-was untuk melawan Li Shang Yue entah kenapa dia merasakan jika dirinya dalam bahaya.


“Nona kendalikan kemarahan Nona, bukankah Nona ingin mengontrak rubah itu amka anda harus tenang Nona,” bujuk Nino dari ruang dimensi membujuk Li Shang Yue agar tidak membunuh rubah itu.


“Tidak lagi aku tidak mau mengontrak hewan jelek sepertinya jadi mari kita buat mati saja,” balas Li Shang Yue yang langsung berlari meleset kencang menyerang sang rubah.

__ADS_1


Pertaruangan antara Li SHang Yue dan sang rubah ekor sembilan kini langsung di mulai terlihat Li Shang Yue yang begitu santai menghadapi sang rubah. Walau serangan sang rubah terkesan cepat da akurat namun di Li Shang Yue masih bisa di lihatnya walaupun agak kesusahan. Namun setelah beberapa waktu mempelajari teknik serangan sang rubah lLi Shang Yue langsung tersenyum senang dengan sebuiah senyum miring tercetak di bibirnya.


“Dapat kau,” guman Li Shang Yue yang melompat hingga mendarat sekitar 1 meter dari jaraknya dengan sang rubah.


‘Harus ku akui cara bertarung dan menghindarmu begitu cepat dan akurat. Namun pada diriku amka aku akan mengalahkanmu dengan caraku sendiri. Tak ada yang boleh lolos jika bukan aku yang mengizinkannya,” kata Li Shang Yue yang mengangkat kedua tangannya memegang pedang biru di tangannya.


“Gadis ini…,” sang rubah kaget melihat jika gadis kecil yang dia anggap lemah itu ternyata adalah seorang yang tak sesederhana apa yang dia lihat. Melihat kumpulan cahaya biru yang mengelilingi pedang yang di pegang Li Shang Yue membuat sang rubah takut dan merasa krisis akan kepercayaan diri tentang dia yang akan menang.


Terlihat sang rubah diam sampai ia langsung berseru dengan mengangkat kedua tangannya. “Aku menyerah…!” teriak sang rubah.


Li SHang Yue yang mendnegar suara dari sang rubah langsung tersenyum sinis. Bukannya menurunkan pedangnya Li Shang Yue semakin mentransfer kekuatan spritualnya pada pedang birunya membuat cahaya biru yang mengelilingi pedang biru itu semakin pekat dan juga memiliki aura kuat.


“HEY GADIS KECIL BERHENTI….! AKU SUDAH BERJANJI DAN MENGATAKAN MENYERAH PADAMU KENAPA MASIH MAU MENYERANGKU JUGA?” teriak sang rubah yang ikut panik karena sepertinya gadis kecil di depannya itu tidak mau main-main seperti apa yang ada dalam pikirannya.


“BAIKLAH AKU AKAN MENJADI HEWAN KONTRAKMU…!” teriak sang rubah lagi.


Wussssh


Pedang biru itu langsung menghilang begitu saja dari tanganLi Shang Yue membuat sang rubah ikut bingung begitu juga harimau yang sedang santai tadi itu.


“Jika sedari tadi kau sudah bilang iya kamu tidak mungkin aku perlakukan kasar seperti tadi. Kemarilah..!” perintah Li Shang Yue yang memberi perintah kepada rubah itu untuk mendekat ke arahnya.


Sedangkan sang rubah tak punya pilihan lain selain menurut dengan mendekati li Shang Yue. Sampai di depan Li Shag Yue gadis kecil itu langsung menggigit jarinya lalu menetaskan darahnya di atas kepala sang rubah.


“Nona kontrak saya juga,” kata sang harimau yang tiba-tiba datang padanya.


Li Shang Yue yang mendengar itu sebenarnya sangat senang tapi mengingat jika saat ini harimau itu adalah hewan spiritual dengan elemen api tipe penyerang membuat Li Shang Yue mengingat sang kakak yaitu Xin Qion. Li SHang Yue tidak tahu makhluk apa yang menjadi hewan kontrak dari sang kakak tapi jika dia membawakannya satu tak apa bukan pikir Li Shang Yue.


‘Maaf harimau aku tidak bisa mengontrakmu karena kita beda tipe. Tapi jika kau mau aku punya saudara laki\=laki yang juga memiliki elemen api dengan tipe penyerang. Kamu bisa mengontrak dengannya. Apa kau mau?” tawar i Shang Yue dengan santai,.


“Tidak apa Nona, aku akan tetap setuju,” jawab sang harimau.

__ADS_1


‘Wahhh baguslah jika seperti itu. Gege pasti senang aku bawa oleh-oleh untuknya,” guman Li Shang Yue memikirkan sang kakak.


__ADS_2