
“Lalu bagaimana?” tanya Li Shang Yue penasaran.
“Vampir memang banyak karena yang menjadi vampir adalah keturunan biasa dari vampir dan vampir atau bisa juga manusia dan vampir. Akan tetapi, untuk menjadi Demon itu tidak bisa sekuat apapun vampir itu, karena yang menjadi Demon adalah hanya anak sang penguasa atau keturunan sang penguasa langsung. Jika bukan maka ia tidak akan menjadi Demon. Bisa juga seorang manusia bisa menjadi Demon apabila wanita. Lalu wanita itu menikah dengan Lord atau pemimpin kaum kami. Setelah menikah wanita itu akan di beri pilihan antara mau jadi Demon atau tidak. Jika tidak maka tak apa namun jika ia ingin menjadi Demon maka mereka akan melakukan sebuah upacara penyatuan Demon,” terang Yang Hong.
“YANG HONG KAU MEMBERI TAHUNYA…?” kaget Baize karena Yang Hong memberi tahu sejarah tentang mereka.
“Aku hanya mengatakan yang sebenarnya,” ujar Yang Hong dengan santai.
Baize yang mendengarnya ingin sekali membenturkan kepala sepupunya itu yang sangat bodoh. Bagaimana bisa ia membongkar tentang mereka kepada Li Shang Yue walaupun gadis itu ada Mate Yang Hong sendiri.
“Berarti kau dan juga dia adalah keturunan Demon?” tanya Li Shang Yue yang menunjuk Yang Hong dan Baize sendiri.
Deg
Yang Hong yang mendengarnya langsung tersadar saat Li Shang Yue mengajukan pertanyaan seperti itu. Secara tidak langsung ia menunjukan identitas mereka kepada Li Shang Yue.
“Kenapa diam? Sekarang ngertikan gimana aku nggak kaget? Sekarang identitas kita diketahui oleh mereka,” ucap Baize dalam telepati.
Yang Hong yang mendengarnya hanya bisa memasang wajah datar dan dinginnya saja. Karena sudah terlanjur Yang Hong memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya saja.
“Kamu benar, aku dan Baize adalah keturunan salah satu pemimpin bangsa Demon jadi tidak mengherankan jika kami berdua memiliki sayap demon,” jawab Yang Hong.
“Oh seperti itu,” Li Shang Yue hanya mengangguk-anggukan kepala saja sebagai tanda mengerti.
“Lalu bagaimana jika kamu ternyata adalah salah satu Mate bangsa kami?” tanya Yang Hong dengan serius.
__ADS_1
“Mate? Mate itu apa? Apa seperti makanan?” tanya polos Li Shang Yue.
Pffft
Baize yang mendengarnya sampai membuang muka untuk menahan tawa saja. Bagaimana bisa Mate adalah makanan. Apa di otak kecil gadis di depannya itu hanya tahu makanan saja pikir Baize yang menatap Li Shang Yue dengan lucu.
“Yang Hong lihat Mate mu itu, bagaimana bisa mate dia anggap makanan? Apa di otak kecilnya itu hanya ada makanan? Mungkin jika dia jadi Ratu mu dia akan menjadi seperti balon udara,” telepati Baize kepada Yang Hong. Tak lupa juga Baize melempar senyum penuh ejekan kepada Yang Hong.
“Diam kamu…! Berani sekali kamu menertawakan Ratu-ku? apa kamu bosan hidup damai?” gertak Yang Hong lewat telepati.
“Aku akan menjadi apa yang aku inginkan sendiri. Aku tak akan pernah di atur oleh siapapun. AKu hanya akan menjalani hidup sesuai dengan apa yang aku inginkan. Aku akan menjalani takdir dengan menulis takdirku sendiri. Aku pernah di permainkan takdir maka kali ini aku juga akan mengukir takdirku sendiri,” terang Li Shang Yue dengan dingin.
Ingatan Li Shang Yue berputar saat ia menjalani hidup menjadi Clara. Saat menjadi Clara ia di buang oleh orang tuanya, lalu di pungut orang dan di besarkan pula. Namun lagi-lagi dia di tinggalkan tanpa kepastian. Dia menjadi anak yang baik dengan menolong banyak orang tapi banyak orang yang justru selalu di manfaatin oleh oarang-orang.
Jika di kehidupan dulu Clara di permainan takdir maka di kehidupan ini Clara yang hidup sebagai Li Shang Yue maka akan menjalani dan mengukir takdirnya sendiri. Tak ada yang bisa mengubah apa yang akan dia lakukan karena takdirnya hanya dia yang akan jalani.
“Aku tak ingin menjadi apa yang tidak aku inginkan. Kalian mungkin abadi tapi apa kalian pernah merasa jika kalian hidup dalam kehampaan dan kesepian ratusan tahun atau bahkan ribuan tahun?” tanya Li Shang Yue datar.
Deg
Yang Hong dan Baize langsung tertegun saat mendengar akan hal itu yang sangatlah benar. Bahkan mereka seperti hidup dalam sebuah labirin yang penuh kehampaan. Mereka hidup lama akan tetapi kadang hidup mereka seperti monoton saja.
“Aku yakin kalian bisa merasakan itu karena manusia fana saja merasakan hal itu. Apalagi kalian yang hidupnya sampai ribuan tahun,”
“Kau benar, kami kadang hidup dalam kehampaan apalagi jika Mate atau pasangan kami belum kami temukan keberadaannya. Tujuan orang seperti bangsa kami biasanya pertama ada memimpin kerajaan dan kedua mencari Mate yang akan menjadi ratu akmi nanti. AKan tetapi, apa Nona tidak tergiur dengan kehidupan abadi?” tanya Baize.
__ADS_1
Li Shang Yue yang mendengar apa yang di katakan oleh baize seketika itu juga langsung terkekeh lucu. Sontak saja hal itu membuat Yang Hong dan juga Baize merasa heran kenapa Li Shang Yue justru merasa lucu dengan apa yang ditanyakan oleh Baize.
“Kehidupan abadi? Apanya yang kehidupan abadi? Apa demon tidak bisa mati?” tanya Li Shang Yue balik kepada Baize.
“Eh itu…,”
Baize tidak tahu harus menjawab apa karena mereka juga bisa mati jika mereka di bunuh dengan kelemahan mereka itu.
“Yuyu makanlah,”
Long datang membawa tusukan ayam-ayam itu kepada Li Shang Yue. Li Shang Yue yang memang sedang kelaparan dengan senang hati mengambil 2 tusuk potong ayam itu lalu mulai memakannya dengan lahap.
“Hati-hati itu panas,” ucap Yang Hong yang memperingati Li Shang Yue jika ayam itu panas.
“Ka..kalian tidak mak..khan?” tanya Li Shang Yue dengan mulut yang penuh.
“Apa boleh?”
Baize membuka suara walaupun mereka adalah demon makhluk penghisap darah tapi tetap saja mereka juga bisa makan seperti makanan manusia biasa.
“Makanlah tapi jangan banyak-banyak soalnya Long banyak makan,” ujar Li Shang Yue.
Uhukkk uhukkk
Sedangkan Long yang mendengarnya langsung tersedak daging ayam yang dia makan. Bagaimana bisa namanya di bawa-bawa, bukankah selama ini Li Shang Yue yang makan banyak tapi kenapa dia yang di jadikan tameng pikir Long.
__ADS_1
Sedangkan Yang Hong yang melihat wajah masam Long dan wajah santai Li Shang Yue yang seperti tidak melakukan apapun hanya bisa menahan senyum. Yang Hong tentu tahu jika yang banyak makan bukan makhluk kontraknya namun pemiliknya yang rakus makan.
“Bukankah kau juga rakus makan?” ucap Yang Hong dengan menggigit bibir bawahnya menahan senyum.