
“SILAHKAN MENGAJUKAN SATU PERMINTAAN,” ucap sang kasim yang meminta Li Shang Yue untuk mengajukan satu permintaan.
“Bisakah untuk segera menghidangkan makanan? Saat ini aku sedang kelaparan hingga rasanya seperti ingin mati saja,”
Kaisar Ming yang mendengarnya seperti ingin muntah darah saja. Entah kenapa Kaisar Ming merasa jika Li Shang Yue sengaja menyindirnya yang tidak menyajikan makanan.
“Gadis ini…, apa di kepalanya hanya ada makanan saja,” gerutu Kaisar Ming yang melirik Li Shang Yue.
Setelah meminta permintaan Li Shang Yue langsung turun dari tenda dengan menuju kembali pada tempat ia duduk bersama Jendral Feng dan juga Jendral Xin.
Tanpa Li Shang Yue sadari jika sejak tadi Selir Hua Rong menatap ke arahnya dengan pandangan benci dan penuh akan dendam yang membara.
“Kenapa anak itu masih saja sehat-sehat dan juga selamat bahkan saat dia sudah melawan harimau surgawi itu? Jika seperti ini terus maka tahta Putri Mahkota tidak akan pernah bisa jatuh ke tangan Wei Rong. Aku harus memikirkan cara agar bagaimana caranya membuat anak sialan itu segera mati menyusul ibunya,” kata Selir Hua Rong dengan kembali menyusun rencana.
Mungkin semua orang hanya menganggap jika dia adalah putri angkat Jendral Feng tanpa mengetahui identitas asli dari Li Shang Yue. Ap jadinya jika masyarakat tahu jika gadis kecil yang mereka panggil Nona Feng adalah Li Shang Yue putri Kaisar Li atau biasa di kenal dengan sampah dan wajah buruk rupa. Memikirkan saja itu semua membuat Selir Hua Rong sudah tidak sanggup.
Saat makanan telah di hidangkan Li Shang Yue dengan cepat mengambil makanannya lalu makan dengan lahap tanpa menjaga imegnya yang seorang wanita.
Bahkan pelayan e se yang berada di belakang Li Shang Yue langsung menepuk jidatnya. Disaat semua gadis muda sedang menunggu pelayannya untuk mengambilkan makanan maka berbeda dengan Li Shang Yue yang dengan entengnya memakan makanannya.
“Kenapa Nona muda ku tidak mencerminkan seorang gadis? Nona Shang Yue terlihat seperti seorang pria di bandingkan seorang gadis,” kata Pelayan Se se dalam hati.
Setelah acara berburu selesai semuanya langsung menuju ke kediaman mereka masing-masing karena besok mereka akan pulang pada tempat mereka semua.
Jendral Feng dan bersama Xin Qion dan Li Shang Yue segera berdiri lalu menuju kediaman mereka yang di persiapkan saat mereka berada di kerajaan itu.
Sampai di kamar Li Shang Yue tidak langsung tidur melainkan langsung masuk ke dalam ruang dimensinya untuk melakukan kultivasi. Sampai disana Li SHang Yue langsung di sambut oleh keempah hewan kontraknya.
“Kau datang Yuyu?” seru mereka bertiga sedangkan si White hanya menglolong kecil.
__ADS_1
“Yah aku datang untuk berkultivasi,” kata Li SHang Yue yang langsung menuju ke mata air kehidupan karena ingin segera berkultivasi.
“Yuyu apa kamu tidak ingin membuka rantai dantian kamu?” tanya Snake.
Hewan kontrak Li Shang Yue sudah mengetahui jika ternyata sang master mereka adalah seorang yang memiliki dantian emas.
“Untuk saat ini belum, aku harus bekerja keras lagi untuk bisa memutuskan rantai ketiga dan keempat. Aku tidak ingin menyakiti ayah lagi,” kata Li Shang Yue dengan tegas.
Masih segar di ingatan Li SHnag Yue saat ia melepaskan rantai pertama dan kedua yang membuat keadaan sang ayah Jendral Feng sampai sekarat. Bahkan jika ia terlambat semenit saja pasti pria yang dia panggil ayah itu sudah mati. Tentu saja Li Shang Yue tidak akan membiarkan hal itu terjadi pada dirinya lagi. Dia tidak ingin di tinggalkan lagi cukup di kehidupan pertamanya ia di tinggalkan oleh semua orang yang dia sayang. Di kehidupan ali ini tidak akan dia biarkan orang-orang yang dia sayang meninggalkannya.
Walaupun mereka memang bukan makhluk abadi akan tetapi Li Shang Yue akan tetap membuat mereka berumur panjang dengan sedikit waktu yang lebih lama untuk menemaninya. Li Shang Yue langsung menuju ke air kehidupan lalu duduk lotus di tengah-tengah danau itu.
Setelah berkultivasi selama 3 hari 3 malam di dalam ruang dimensi akhirnya Li SHang Yue membuka matanya. Walau ia tidak bisa menerobos masuk ke dalam ranah selanjutnya setidaknya dia sudah bisa lebih kuat. Ia juga merasakan jika meridiannya terasa terisi penuh akan qi.
“Kalian diam dulu disini aku harus kembali ke dunia nyata dulu,” kata Li Shang Yue yang langsung menghilang dari hadapan hewan kontraknya.
Pelayan Se se siapkan air mandiku..!” perintah Li Shang Yue yang bangun bersandar di kepala ranjang miliknya.
“Baik Nona,”
Pelayan Se se langsung saja berbalik masuk ke permandian untuk menyiapkan air mandi pada sang Nona muda. Setelah beberapa saat akhirnya Pelayan Se se keluar dari permandian.
“Nona airnya sudah siap,” lapor snag pelayan kepada Li Shang Yue.
“Pergilah, siapkan aku makanan. Aku kelaparan,” kata Li Shang Yue yang mengusir pelayan Se se.
“Baik Nona muda,”
Li Shang Yue langsung bangun dari tidurnya lalu berjalan dengan malas menuju ke permandian untuk membersihkan dirinya. Hingga beberapa saat kemudian terlihat Li Shang Yue keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan kain tipis polos. Li Shang Yue langsung mencari hanfu yang menurutnya paling simpel dan mudah di pake dan di lepas.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
Li Shang Yue menatap ke arah pintu dengan tangan yang masih sibuk memakai hanfu.
“Siapa?” teriak Li Shang Yue dari dalam kamar.
“Ini saya Pelayan Se se Nona muda,” jawab sang pelayan yang berada di luar kamar.
Kenapa Pelayan Se se tidak masuk ke dalam karena Li Shang Yue pernah mengatakan jika keluar bisa sesuka hati namun saat masuk harus di beri izin jika tidak maka tidak boleh masuk ke dalam kamarnya.
“Tunggu sebentar,” teriak Li Shang Yue lagi.
Li Shang Yue mempercepat memakai hanfu hingga setelah selesai dirinya langsung saja menuju pintu kamarnya.
Ceklek
“Mana makanannya?” tanya Li Shang Yue karena tak melihat jika pelayan Se se tidak membawa makanan apapun di tangannya.
“Nona muda di tunggu di meja makan di ruangan makan oleh Yang Mulia Kaisar Ming,” lapor pelayan Se se.
“Ruang makan?” seru Li Shang Yue yang berkacak pinggang.
“Benar Nona, di ruang makan bahkan saat ini mereka menunggu Nona muda. Bahkan pangeran kedua yaitu Pangeran Ming Jian mengatakan jika tidak akan makan jika tidak ada Nona muda,” terang sang pelayan lagi.
“Jika seperti mari kita kesana..! Aku akan melakukan pesta makanan hari ini haha…!”
__ADS_1