Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 145


__ADS_3

“Ba…bagaimana bisa?” pria itu menatap kedua tangan dan kakinya yang sudah terlepas dari rantai yang mengikatnya selama ratusan tahun itu.


“Tentu saja bisa, sudah ayo makan,” kata Li Shang Yue yang kembali duduk memakan buah-buahan yang di bawah Long.


Long hanya bisa melihat Li Shang Yue dari jauh. Terlihat dari wajahnya sepertinya  Long sedang menyembunyikan sesuatu.


“Aku tidak tahu harus bahagia atau tidak dengan sifat Nona sekarang. Dengan sifat  Nona yang seperti ini aku semakin takut Nona di manfaatkan oleh orang lain,” kata Long dalam hati melanjutkan pekerjaannya yang terttundah.


“Kamu tenang saja Long, aku tidak akan seperti itu. Aku akan berhati-hati pada semua orang, anggap saja apa yang aku lakukan barusan adalah seperti menanam biji padi akan ada saatnya aku menanamnya nanti,” kata Li Shang Yue dalam hati.


Li Shang Yue juga tidak tahu entah kenapa dia sangat ingin menolong pria itu. Bukan karena hanya dia terus dikurung namun ada alasan lain yang membuat Li Shang Yue melepaskan pria itu. Wajahnya yang tedug menatap dingin namun terasa hangat sama seperti apa yang dia rasakan di dunianya dulu. Walau Li Shang Yue yakin jika mereka orang berbeda namun entah kenapa di dalam sana ada sesuatu dorongan yang membuatnya melepaskan pria itu.


“Aku juga tidak tahu kenapa aku sangat ingin menolong pria ini namun hati kecilku menyuruhku untuk menolongnya. Mungkin suatu saat nanti aku akan menemukan alasannya sendiri,” kata Li Shang Yue dalam hati melanjutkan acara makannya.


Beberapa saat kemudian tercium bau daging bakar buatan Long membuat Li Shang Yue yang sedang berbaring langsung membuka matanya lebar-lebar dan langsung bangun duduk.


“Yuyu, kau juga kemarilah makan, ini sudah matang,” panggil Long yang memanggil Li Shang Yue dan pria itu.


‘‘Siap komandang..!” teriak Li Shang Yue dengan langsung berdiri.


Sedangkan sosok yang baru saja di lepaskan oleh Li Shang Yue itu langsung menatap ke arah Li Shang Yue melihat gadis itu berlari menuju makanan.


“Apa memang dia sangat gila dengan makanan? Dia baru saja menghabiskan beberapa buah tapi sudah mau makan lagi,” guman pria itu.


“Hey kau cepatlah datang…! Jika tidak aku tidak akan berburu hanya akan mencarikan kamu makanan,” ketus Long yang menatap tajam pria itu.


“Maaf,” sosok itu berdiri lalu berjalan dengan tertatih-tatih menuju Long dan Li Shang Yue yang sudah asyik makan.


“Ini makanlah,” kata Long yang meletakan beberapa potong daging yang sudah di potong-potong di depan sosok itu.


“Nyam-nyam ini sangat enak,” kata Li Shang Yue dengan mulut penuh.


Terlihat sosok pria itu yang menatap daging di depannya dengan tatapan datar. Sudah ratusan tahun dirinya tidak memakan makanan seperti itu bahkan buah saja tadi adalah kali pertamanya ia memakannya setelah tidak makan selama ini. Namun melihat Li Shang Yue yang makan dengan lahap membuat sosok itu juga ingin memakannya. Dengan ragu sosok itu mengambil satu paha ayam itu lalu mengangkatnya.


Sebelum memasukan ke dalam mulutnya sosok itu kembali melihat ke arah Athena yang seperti anak kecil jika sudah makan. Dengan ragu sosok itu mulai membuka mulutnya menggigit kecil paha ayam itu.


Crasssh


Sosok itu membulatkan mata saat merasakan rasa makanan itu yang sangat enak. Dengan lahapnya sosok itu mulai memakan makanannya dengan cepat hingga kini terlihat sosok itu sudah berada di depan Li Shang Yue memakan daging rusa di depan Li Shang Yue.


Ngehhh


Tanpa rasa malu-malu Li Shang Yue langsung bersendawa dengan mengelus-elus perutnya yang sedikit buncit karena kekenyangan.


“Aku tidur dulu,” kata Li Shang Yue yang langsung bangun dan berjalan kembali ke arah batu tempat ia tidur selama ini.


Sampai di atas batu Li Shang Yue langsung berbaring dan langsung menuju alam mimpi.


“Kenapa ayam itu kau simpan disana?” tanya sosok itu saat melihat Long yang sedang meletakan ayam satunya di atas batu kecil. Tak lupa juga Long membungkus ayam itu dengan daun pisang.

__ADS_1


“Makan saja yang itu, yang ini walau kau masih lapar jangan makan. Jika kau masih lapar berburu saja sendiri,” ketus Long yang menatap tidak suka pada sosok itu.


“Memangnya kenapa?” tanya sosok itu lagi dengan enteng.


“Dengar, dia bisa melepaskan kau dari rantai itu tapi demi makanan juga dia bisa membunuhmu. Jadi jangan mencari masalah, ayam itu untuk Yuyu…!’


“Jadi namanya Yuyu?” kata sosok itu dengan dingin dan datar.


“Bukan…! Itu hanya kami orang terdekatnya yang akan memanggilnya dengan sebutan Yuyu. Jika orang asing sepertimu jangan memanggilnya,” ketus Long yang langsung menuju ke tempat Li Shang Yue.


Sosok itu hanya menatap ke arah Li Shang Yue dan Long sebentar sebelum kembali melanjutkan makannya. Merasa sudah kenyang sosok itu langsung menuju batu yang dekat dengan Li Shang Yue.


Sosok itu langsung menjentikkan jarinya hingga kedua sayapnya langsung menghilang dari punggungnya. Tak hanya sayap yang menghilang tapi tanduk dan juga matanya langsung berubah dari emas langsung menjadi mata hitam pekat yang dapat memabukan siapapun yang melihatnya saja.


Badan yang tanpa pakaian kini telah terpasang jubah hitam dengan corak leher warna merah hitam. Dengan pelan sosok itu menidurkan dirinya di atas batu yang tidak jauh dari Li Shang Yue.


Di tengah malam sosok itu terbangun saat merasakan ada suara di dalam goa itu. Namun matanya menyipit saat melihat gadis kecil yang menyelamatkannya sedang berjalan sambil mengendus-ngendus hingga sampai di ayam bakar yang telah di bungkus oleh Long tadi.


“Apa dia kelaparan lagi?” kata sosok itu dalam hati.


Namun apa yang di lihatnya sekarang justru membuat sosok itu membulatkan mata. Bagaimana tidak sosok itu melihat jika Li Shang Yue benar-benar kembali melahap makanannya dengan sangat cepat.


“Astaga dia benar-benar lapar? Aku tidak menyangka ini,” batik sosok itu syok dengan menutup kembali matanya.


‘‘Gadis kecil apa kau kelaparan?” tanya sosok itu yang sudah berada di samping Li Shang Yue membuat gadis itu terkejut.


“Ka..kamu siapa?” tanya Li Shang Yue menatap tajam sosok di depannya.


“Oh kau si mata emas?” kata Li Shang Yue dengan mengangguk-anggukan kepalanya.


“Mata emas? Kenapa panggilannya terdengar sangat…,”


“Kau lapar ya? Tapi maaf-maaf saja yah ini makananku. Jika kamu lapar kamu berburu saja sana,” ucap Li Shang Yue dengan santai.


Uhukk uhukkk



Lagi lagi sosok itu hanya bisa menelan ludah dengan kasar. Orang manan yang sangat rakus akan seperti itu pikir sosok itu.


“Apa dia benar-benar seperti ini? Kenapa dia sangat menyukai makanan?” kata sosok itu dalam hati.


“Siapa namamu gadis kecil,” tanya sosok itu.


“Namaku..,? Namaku Shang Yue,” jawab Li Shang Yue.


“Nama yang indah secantik orangnya,”


“Aku memang cantik,” balas Li Shang Yue dengan narsis.

__ADS_1


“Kamu memang selalu cantik gadis kecil,” balas sosok itu dalam hati.


‘‘Apa kau mau berjalan-jalan di luar? AKu lihat cahaya bulan sangat terang pasti pemandangan langit juga akan penuh dengan bintang,” kata sosok itu.


Li Shang Yue yang baru saja menyelesaikan makannya dan meminum air kehidupan langsung menatap ke arah sosok di depannya itu.


“Baiklah aku juga penasaran dengan pemandangan malam hari,” kata Li Shang Yue yang berdiri dari duduknya.


Akhirnya Li Shang Yue dan  sosok itu langsung keluar dari gua. Seperti apa yang dikatakan bintang memang bertaburan di atas sana membuat Li Shang Yue terpesona akan dengan pemandangan seperti itu.


Srettt


“Yue’er” bisik sosok itu yang memeluk pinggang ramping Li Shang Yue.


Sedangkan Li Shang Yue yang melihat wajah tampan di depannya itu langsung mematung. Bulu mata yang lentik. mata yang tajam setajam pisau namun terasa teduh, hidung yang mancung, alis yang setajam pedang, dan bibir yang sedikit tebal membuatnya semakin terlihat sempurna.


“A…apa yang kau lakukan?” tanya Li Shang Yue menatap polos sosok di depannya itu.


“Zhing Young, itu adalah namaku. Kau harus mengingatnya,” ucap sosok itu yang ternyata bernama Zhing Young.


“Shit, wajah ini, wajah ini yang akan menggemparkan seluruh daratan nantinya. Aku harus segera mengumpulkan semua kekuatanku agar bisa melindunginya,” kata Zhing Young dalam hati.


“Terima kasih karena telah membebaskanku dari penderitaan yang selama  ini telah membelengguku,”


“Sama-sama lagipula aku juga tidak tahu kenapa aku sampai menolongmu,”


“Apapun itu, aku tetap mengucapkan terima kasih dan…,” ungkap Zhing Young yang menatap Li Shang Yue dengan pandangan yang sulit di artikan.


“Dan apa?” tanya Li Shang Yue penasaran.


"Aku makhluk yang paling dibenci di dunia ini, tidak ada tempat yang aman atau menerima kesadaranku. Hanya padamu saja aku merasa diterima dan dilihat seperti pada makhluk hidup pada umumnya. jadilah istriku, Akan aku buktikan Aku tidak seburuk apa yang mereka lihat. Aku tidak menawarkan kemewahan apapun Papa namun aku menjanjikan kamu sebuah kebahagiaan,"


Deg


Li Shang Yue yang mendengarnya sampai mematung engan tatapan polosnya.


Cup


LI Shang Yue melototkan matanya saat sosok di depannya itu justru mengecup bibirnya dengan sembarangan.


"Tak perlu menjawabnya sekarang, aku harus pergi. Suatu saat aku akan kembali lagi untuk menjadikanmu istriku,"


"Bagaimana jika kau sudah menikah atau jika aku ingin membangun sebuah harem?" cecar Li Shang Yue.


"Lakukan apapun yang kamu mau aku akan tetap mendukungmu. Jika kamu memang ingin membangun harema maka lakukan saja tapi ingat untuk memberiku sebuah posisi di suamimu,"


Sosok itu mengambil tangan kiri Li Shang Yue lalu mengecupnya dengan membacakan sebuah mantra hingga tiba-tiba saja sebuah cincin perak ada di jari manis Li Shang Yue.


"*Selamat tinggal dan sampai bertemu kembali istriku,"

__ADS_1


Cup*


__ADS_2