
`Li Shang Yue duduk di antara Jendral Feng dan juga Xin Qion yang mengapitnya di tengah-tengah. Ternyata saat Jendral Feng datang Kaisar Ming bersama keluarganya belum juga datang.
“Kenapa lama sekali,” gerutu Li Shang Yue yang memonyongkan mulutnya.
“Diamlah Yue’er, jangan nakal,” bisik Jendral Xin yang melototi LI Shang Yue.
“Ayah, lihat gege Xin melototiku,” lapor li Shang Yue dengan menarik lengan baju sang ayah.
Jendral Feng yang merasakan tarikan di lengan bajunya langsung menoleh ke arah Li Shang Yue.
‘‘Xin Qion jangan ganggu Yue’er” Jendral Feng menatap tajam sang putra yang selalu menjahili Li Shang Yue.
“Cih dasar tukang ngaduh,” ejek Xin Qion kepada Li Shang Yue.
“Biarin wlee…,” Li Shang Yue meledek balik sang kakak dengan menjulurkan lidahnya.
“YANG MULIA KAISAR MING TIBA…!”
“YANG MULIA PERMAISURI MEMASUKI RUANGAN…!
“SELIR AGUNG MEMASUKI RUANGAN..!”
“PUTRA MAHKOTA MEMASUKI RUANGAN..!”
“PANGERAN KEDUA MEMASUKI RUANGAN…!”
Ruangan yang tadinya berisik kini langsung hening saat keluarga kerajaan masuk ke dalam ruangan itu. Terlihat Kaisar Ming berjalan lebih dulu di ikuti Permaisuri lalu Selir baru para Pangeran.
“Kasian sekali kasim yang sedang berteriak itu, pasti tenggorokannya sakit,” guman Li Shang Yue dengan pelan.
“Suuttts diamlah Yue’er,” bisik Jendral Xin menatap tajam sang adik.
__ADS_1
Li Shang yue yang melihat itu hanya memutar malas matanya. Lagian untuk apa takut yang membedakan hanya kata dan jabatan semuanya juga sama-sama fana makan nasi.
“SALAM YANG MULIA SEMOGA PANJANG UMUR 1000 TAHUN..!” ucap mereka serentak yang langsung bersujud kecuali para Kaisar, Raja, Pangeran dan Putri hanya membungkukkan badan saja.
“Bangunlah salam kalian aku terima,” ucap Kaisar Ming dengan tegas.
Semua orang langsung bangun dari sujud mereka masing-masing. Putri Wei Rong yang melihat jika Li Shang Yue tidak bersujud hanya diam berdiri membuat dirinya memiliki niat busuk.
“Hee akhirnya ada kesempatan untuk mempermalukan mu anak si4l4n…,” batin Putri Wei Rong dengan senyum jahatnya.
“Maaf Yang Mulia, saya ingin berbicara,” ucap Putri Wei Rong dengan membungkukkan badannya pada Kaisar Ming.
“Bicaralah,” Kaisar Ming melambaikan tangannya pada Putri Wei Rong sebagai tanda jika dia mengizinkan Putri Wei Rong berbicara.
“Kena kau Li Shang Yue,” batin Putri Wei Rong yang semakin melebarkan senyumnya karena merasa jika rencananya kali ini akan berhasil.
“Nona Feng, kenapa anda tidak memberi hormat kepada Yang Mulia Kaisar Ming? Semua orang memberi hormat kepada Kaisar Ming bahkan kami para Putri dan Pangeran begitu pula para Kaisar dan juga Raja-Raja disini?” ucap Putri Wei Rong lantang.
Sontak semua orang langsung menatap ke arah Li Shang Yue yang masih duduk tenang di kursinya. Semua orang tentu menatap Li Shang Yue dengan pandangan yang merendahkan karena tidak mengetahui tata krama.
“Entah anak dari kalangan mana yang anda pungut hingga mencoreng nama baikmu,” timpal salah satu Mentri dari kekaisaran Li yang tak lain adalah paman Putri Wei Rong.
Li Shang Yue yang mendengar jika ada yang berani menyudutkan ayahnya langsung saja menatap tajam mereka berdua. Lebih tetaptnya semua orang.
‘‘Jadi aku harus apa menurutmu Putri Wei Rong yang terhormat?” tanya Li Shang Yue dengan menatap tajam Putri Wei Rong.
“Apalagi anda harus memberi penghormatan pada Yang Mulia Kaisar Ming,” jawab Putri Wei Rong dengan senyum lebarnya namun di mata Li SHang Yue itu adalah senyum yang sangat menyebalkan.
“Dengar Yang Mulia Kaisar Ming, saya tidak akan pernah bersujud pada siapapun itu selain pencipta saya. Kedua saya tidak akan berlutut jika itu bukan guru saya. Ketiga saya akan membungkukkan badan jika orang itu adalah orang tua saya. Keempat saya akan menundukan kepala saya jika saya bersalah..!” ucap Li Shang Yue dengan lantang.
Sontak ucapan Li Shang Yue itu membuat semua orang kaget. Terutama Kaisar Ming yang tertegun mendengarnya. Gadis di depannya itu tak memiliki ketakutan apapun selama dia merasa benar.
__ADS_1
“Saya rasa Yang Mulia Kaisar Ming juga bukan orang yang gila hormat bukan?” Li Shang Yue melirik Kaisar dengan senyum dingin.
Glek
Jendral Feng dan juga Jendral Xin yang berada di kanan dan kiri Li Shang Yue langsung menelan ludah sendiri dengan susah payah.
Bukan hanya Jendral Feng dan juga Jendral XIn yang menelan ludah tapi Kaisar juga. Matanya meolirik putra keduanya yang kini wajahnya masih ada bekas babak belur yang pelakunya tak lain dan tak bukan adalah Li Shang Yue.
“Y-ya aku bukan orang seperti itu,” Kaisar Ming menjawab dengan tegas walau saat ini keningnya sudah keringat dingin.
“Kau dengar sendiri Putri Wei Rong yang terhormat? Daripada anda mencemaskan akan tata krama dan sopan santun saya lebih baik anda berkaca terlebih dahulu,” sindir Li Shang Yue dengan sinis dan tajam.
“A…apa maksudnya?” kata Putri Wei Rong gugup.
“Apa pantas putri seorang Selir perampas semua milik dari Putri seorang Permaisuri? Apa pantas Putri seorang Selir menginginkan tahta Putri Mahkota saat Putri Mahkota yang sebenarnya masih ada? Seorang Putri Mahkoya di tempatkan di gubuk reok bahkan kandang kuda lebih baik. Sedangkan Putri Selir ini tengah menikmati kediaman yang harusnya milik dari Putri Mahkota? Aku rasa tidak. Tapi setelah aku pikir-pikir itu bukanlah juga kesalah putri itu harusnya di sini si Selir juga sangatlah patut di salahkan. Sebagai seorang ibu dan juga seorang Selir harusnya dia mendidik anaknya untuk tahu diri bukan? Jangan hanya mengajari bagaimana caranya mendapatkan tahta yang bukan miliknya,” sarkasme Li Shang yue dengan senyum dingin yang tercetak sempurna di wajahnya.
Deg
Selir Hua Rong langsung berwajah pucat pasi begitu pula Putri Wei Rong yang kini suidah seputih kertas. Semua orang langsung menatap ke arah mereka berdua tak lupa dengan tatapan sinis dan juga merendahkan.
“Aku rasa apa yang dikatakan oleh Nona Feng itu memang benar. Harusnya seorang selir mengajari anaknya untuk tahu bagaimana kedudukannya nanti,”
“Benar, sebagai seorang ibu harusnya menyadarkan sang anak agar sadar dimana posisinya,”
“Kalian lupa jika Selir Hua Rong itu menjadi selir karena tidak sengaja tidur bersama Yang Mulia Kaisar Li,”
“Cih amna ada yang seperti itu..! Itu pasti karena Selir Hua Rong memanjat tempat tidur Yang Mulia Kaisar Li,”
“Ah itu benar juga, mana ada hal seperti itu,”
“Benar-benar Selir yang tidak tahu di untung. Sudah merebut kebahagiaan orang lain kini anaknya juga ingin merebut hak orang lain,”
__ADS_1
“Namanya buah tidak akan jauh dari pohonnya, jika saja ibunya perebut yah anaknya juga pasti perebutlah. Entah itu tahta atau malah suami orang. Anak sama Ibu sama saja, sama-sama tidak tahu malu,”
“CUKUP…..!”