Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
BAB 113


__ADS_3

“Bukankah kau juga rakus makan?” ucap Yang Hong dengan menggigit bibir bawahnya menahan senyum.


Li Shang Yue yang sedang asyik makan langsung berhenti mendongak menatap ke arah Yang Hong.


“Mana ada, aku sedikit makan makanya kurus,” elak Li Shang Yue.


“Benarkah?” 


Yang Hong menatap Li Shang Yue yang memang memiliki tubuh yang lebih kurus dan kecil mungkin karena kekurangan gizi.


“Hm, Long makan banyak-banyak,” balas Li Shang Yue dengan menunjuk Long menggunakan paha ayam yang dia pegang.


Long yang melihatnya hanya bisa pasra akan dengan keadaan sang Nona yang sepertinya benar-benar menjadikannya sebagai tersangka.


“Nona saya bahkan hanya makan satu atau dua potong daging yang selalu kita bakar sisahnya Nona yang habiskan,” kata Long dalam hati.


Sayangnya Long tidak tahu jika apa yang diakatakan dalam hati itu bisa di dengar oleh Li Shang Yue.


“Makanlah ini banyak dan juga besar-besar, kami hanya akan mengambil satu potong saja lalu temanmu 2 potong sisanya untukmu,” kata Yang Hong dengan mengambil 2 potong ayam itu lalu di berikannya kepada Baize satu.


“Hm memang seperti itu,” kata Li Shang Yue yang mulai kembali makan dengan lahapnya.


Beberapa saat kemudian terlihat Li Shang Yue menyelesaikan acara makannya. Gadis itu bahkan tanpa malu mengelus perutnya yang sedikit membuncit karena kekenyangan.


“Minum dulu,” Long menyodorkan sebuah botol teko kepada Li Shang Yue untuk minum.


Li Shang Yue dengan patuh mulai meminum minuman itu yang ternyata adalah air kehidupan di dalam dimensi miliknya.


“Apa sekarang kau sudah kenyang?” tanya Yang Hong yang mendekat ke arah Li Shang Yue.


“Hm aku sudah kenyang,” jawab Li Shang Yue dengan suara pelan.


“Hey Nona mu tertidur..!” pekik Baize yang melihat Li Shang Yue tertidur dengan bersandar di pohon.


“Jangan berisik…! Sudah tahu Nonaku tidur kenapa masih berteriak…!” ucap Long dengan suara rendah menatap tajam Baize dengan menggunakan mata merahnya.


“Eh…,” Baize kaget karena melihat mata Long yang merah.


“Mata mu merah? Kenapa bisa?” tanya Baize dengan bingung.

__ADS_1


“Bukan urusanmu..!” ketus Long yang menatap Baize dengan tajam.


Long mengatur api agar tidak mati lalu berjalan mendekati Li Shang Yue. Sampai di dekatnya Long langsung membuka jubah luarnya lalu memakaikannya pada Li Shang Yue.


“Kalian tidak takut tidur di hutan?” tanya Yang Hong.


“Apa yang ditakutkan? Bahkan aku bersama Yuyu bisa tinggal di hutan selama setahun lamanya,”


“Tinggal di hutan? Kenapa bisa?”


“Itu bukan hak-ku untuk mengatakannya,” ucap Long datar.


“Untuk apa kamu mendekati Nona-ku?” tanya Long dengan datar.


“Itu juga bukan hak mu untuk mengetahuinya,” jawab Yang Hong dingin.


Baize yang melihat perseteruan antara Long dan Yang Hong hanya bisa geleng-geleng kepala saja karena mereka itu memiliki tingkat sifat dingin hampir sama satu sama lain.


“Baize kita harus kembali,” ucap Yang Hong yang langsung berdiri dari duduknya.


“BaiK,” Baize langsung berdiri mengikuti apa yang sedang di lakukan Yang Hong.


“Aku tidak peduli kamu siapa yang jelas aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Yuyu,” guman Long yang sebelum bersandar pada pohon itu.


Malam yang sunyi dan gelap mereka lewati di dalam hutan itu. Hingga tak terasa sinar matahari pagi mulai masuk ke dalam hutan dengan kicauan burung yang saling bersahutan.


Li Shang Yue yang sedang tertidur langsung terbangun saat merasakan sebuah cahaya matahari mengenai matanya yang tertutup. Mata yang tertutup itu mulai terbuka hingga bulu mata yang lentik itu sangatlah membuat siapa yang melihatnya bisa ikut terpesona.


“Long dimana?” guman Li Shang Yue karena tidak menemukan keberadaan Long di sekitarnya.


Walau begitu Li Shang Yue tidak panik karena ia tahu jika Long tidak akan pernah meninggalkannya di dalam hutan`. Beberapa saat kemudian Li Shang Yue melihat Long dari kejauhan sana  sedang menuju ke arahnya dengan seekor ayam di tangannya.


“Kau sudah bangun?” tanya Long yang langsung menghidupkan api untuk membakar ayamnya tapi di hentikan oleh Li Shang Yue.


“Long kita harus kembali aku takut ayah dan gege mencariku,” kata Li Shang Yue dengan cemas.


Long yang ingin membakar ayam di tangannya langsung berhenti menatap ke arah Li Shang Yue yang sepertinya benar-benar cemas dengan keadaan ayah dan kakanya.


“Baiklah lalu bagaimana dengan ayam ini? Apa kita buang saja,” kata Long yang menunjuk ayam yang sudah dia bersihkan di tangan kirinya itu.

__ADS_1


“Janganlah, itu saya tahu. Sini aku pegang saja,” Li Shang Yue langsung mengambil ayam itu lalu membawanya.


“Yuyu jika kamu ingin cepat sampai lebih baik kamu naik ke punggungku,” ucap Long yang sudah berubah menjadi seekor nafa bersayap.


“Ah aku melupakan hal itu. Baiklah cepat ke istana sekarang juga…!” titah Li Shang Yue.


Sedangkan di sisi lain Jendral Feng dan Xin Qion kini langsung panik saat tak menemukan keberadaan Li Shang Yue di dalam kamarnya.


“YUE’ER…..!” 


Jendral Feng dan Jendral Xin bergegas mencari keberadaan gadis kecil mereka itu. Jendral Xin sudah berkeringat duluan mengingat bagaimana nakalnya gadis yang menjadi adiknya itu.


“Meiemei aku harap jiwa jahilmu tidak salah mengerjai orang lain,” kata Jendral Xin dalam hati yang sedang mencari Li Shang Yuedi bagian taman bunga kediaman yang mereka tinggali bbersama.


“Apa mu tidak melihat kemana Yue’er pergi Xin Qion?” tanya Jendral Feng dengan menatap kesal ke arah Xin Qion.


“Aku tidak tahu ayah, aku memang sudah disana tapi aku tidak mengetok pintu kamarnya karena aku tak ingin emmbangunkan Yue’er bangun,”


“Kenapa kamu tidak ketok? Harusnya kamu ketok dulu pintunya..!”


“Aku tidak berani melakukan hal itu ayah, aku pernah di tendang oleh Yue’er bahkan samapi pincang. Aku tidak berani lagi melakukannya,”


“Cih ini juga Kemana perginya Aron dan pelayan Se se yang bertugas sebagai pelayan pribadi milik Yue’er?”


“Ah iya aku baru ingat jika Pelayan Se se tidur satu kamar dengan Yue’er. Lalu dimana pelayan itu ayah?”


“Jika aku tahu aku tidak mungkin bertanya padamu anak bodoh..!” kesal Jendral Fengyang entah kenapa merasa jika putranya yang pintar langsung bodoh.


“Jendral Feng apa yang sedang kau akukan disini?”


Jendral Feng langsung menoleh ke arah asal suara hingga matanya melotot sejenak saat melihat jika Kaisar Li dan Kaisar Ming sedang berbincang-bincang.


“Salam Yang Mulia Kaisar,” Jendral Feng dan juga Xin Qion langsung membungkukkan badan mereka sebagai bentuk penghormatan.


“Ada apa? Kenapa wajahmu terlihat cemas seperti itu?” tanya Kaisar Ming.


“Saya sedang mencari putri saya Yang Mulia,” jawab Jendral Feng.


“PUTRI…?”

__ADS_1


__ADS_2