Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 115


__ADS_3

“Ini ayamku, aku tidak akan memberikannya padamu…!” ketus Li Shang Yue.


HAHAHAHA


Selir Agung terlihat terbahak-bahak melihat tingkah gadis kecil di depannya itu. Bahkan pelayang Selir Agung yang berada di sampingnya sampai melongo melihat dan mendengar suara tawa lepas tanpa beban sang junjungan. Sudah bertahun-tahun sejak saat itu Selir Agung tidak lagi pernah tertawa. Jangkan tertawa bahkan tersenyum saja tidak pernah seakan bibirnya tak pernah lagi bisa mengukir sebuah senyuman. Namun, hari ini pelayan itu melihat dengan secara langsung menggunakan mata kepalanya sendiri jika sang majikan tertawa lepas.


“Selir Agung tertawa? Ya Dewa sudah puluhan tahun Selir Agun hanya bisa menghabiskan harinya untuk mnangis. Sekarang dia bisa tertawa,” kata sang pelayan dengan terharu.


Selir Agung tak menyangka di dunia ini saat para nona bangsawan lain sibuk mempercantik diri tapi lihatlah gadis di depannya itu yang memeluk ayam telanjang dengan erat seperti takut akan di ambil saja. Selir Agung tahu walau gadis kecil terlihat urakan dengan dan berpakaian seperti laki-laki Selir Agung tahu gadis kecil di depannya itu memiliki identitas yang tidak main-main.


“Gadis kecil kamu dari mana? Kenapa rambutmu hanya penuh dengan daun?” tanya Selir Agung yang menatap Li Shang Yue dengan  penasaran.


“Aku dari hutan,” jawab Li Shang Yue dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Apa yang kamu lakukan di hutan?” tanya Selir agung penasaran apa yang dilakukan gadis kecil itu di hutan.


Krucukkk krucukkk


Li Shang Yue menunduk memegang perutnya yang meminta makan karena kelaparan.


“Aku lapar,” cicit Li Shang Yue yang melihat ayam di tangannya.


“Kamu bisa membakarnya di pohon itu,” kata Selir Agung yang memberi izin kepada Li Shang Yue untuk membakar ayamnya.


Li Shang Yue yang memang kelaparan segera mencari dahan kayu yang sudah kering lalu mulai menghidupkan api. Li Shang Yue memvbakar ayamnya tanpa peduli pada kahadiran Selir Agung dengan pelayannya di sekitar itu.


Beberapa saat kemudian ayam Li Shang Yue telah matang dengan cepat gadis itu mengangkatnya lalu menggigitnya dengan tidak sabar.


“NONA…!”


“GADIS KECIL ITU MASIH PANAS..!”


Selir Agung dan sang pelayan berteriak memperingati Li Shang Yue untuk tidak ngsung menggigit ayam itu. Namun sayang seribu sayang karena semua itu terlambat dengan Li Shang Yue yang langsung berteriak sakit.


“Aaaa sh sh ini sakit…!” teriak Li Shang Yue dengan mata yang memerah menahan tangis.


Li Shang Yue tidak tahu kenapa semenjak di dunia kuno ini dia menjadi gadis yang sangat manja. Dulu dia bergantung pada Long dan Snake yang selalu menyediakan segala sesuatu tentangnya apalagi seperti makan.  Setelah di kediaman Jendral Feng gadis itu juga mulai bergantungan pada Jendral Feng yang benar-benar mendambakan kasih sayang seorang ayah.


“Harusnya kamu tidak ngsung memakannya, lihat kamu kepanasan. Ini bibir kamu sampai merah,” gerutu Selir Agung yang meniup-niup bibir dan area dagu Li Shang Yue yang memerah karena terkena dengan ayam tadi.


“Aku mau ketemu ayah,” cicit Li Shang Yue dengan mata yang memerah menahan air mata.

__ADS_1


Deg


Selir Agung yang mendengarnya tertegun entah kenapa merasa tak rela jika gadis kecil itu sekarang pergi.


“Nanti, sekarang makan dulu nanati ayam-mu akan kami makan..!” kata Selir Agung seperti ancaman.


Sontak saja Li Shang Yue langsung menarik ayam di tangan kanannya mendekat ke arahnya.


“Tidak, ini ayamnya sedikit kalian tidak boleh memakannya. Aku tidak mau berbagi…!”


“Makanlah, tapi tiup-tiup dulu,”


Li Shang Yue hanya diam menuruti apa yang dikatakan oleh Selir Agung. Dia memakan sedikit demi sedikit ayam di tangannya itu. Namun melihat Selir Agung dan pelayannya yang terus menatapnya membuat Li Shang Yue tak tega hingga memberi mereka ayamnya dengan potongan yang kecil.


“Bibi kenapa menangis tadi?” tanya Li Shang Yue dengan terus memakan ayamnya.


“Aku menangis karena Dewa tidak adil padaku,” jawab Selir Agung.


“Jahat bagaimana?”


Dewa membuatku tidak bisa memiliki anak,”


“Dewa juga jahat padaku oleh karena itu aku tidak akan lagi memikirkan mereka. Aku akan menjalani hidup dan membuat ttakdirku sendiri,” terang Li Shang Yue kembali menggigit ayamnya.


“Dewa jahat kepadamu bagaimana?”


“Aku tak punya ibu dan ayahku membuangku seperti sampahm,”


Deg


Selir Agung yang mendengarnya sampai tertegun karena ucapan Li Shang Yue yang sangat menusuk. Matanya emnatap Li Shang Yue dengan iba, Sedangkan Li Shang Yue yang melihat itu langsung berekspresi datar dan dingin.


“Ibuku mati saat melahirkanku, aku juga tidak tahu seperti apa wanita yang melahirkanku. Aku hidup di rumah yang seharusnya emmberikanku rasa aman tapi aku justru seperti berada dui neraka.  Ayah yang seharusnya melindungiku hanya memberiku punggung dingin. Aku tidak tahu kasih sayang Ibu itu seperti apa dan bagaimana rasanya di peluk oleh ayah sebelumnya”


“Lalu kau hidup dengan siapa selama ini?” tanya Selir Agung dengan suara pelan.


“14 Tahun hidup dalam rumah seperti neraka, 1 tahun hidupdi dalam hutan namun aman, dan beberapa bulan hidup bersama seseorang yang mengangkatku sebagai Putrinya. Namun lagi-lagi Dewa tidak melihatku, aku tetap tidak memiliki seorang ibu,” jawab Li Shang Yue.


“Kau ingin merasakan kasih sayang ibu?”


“Aku ingin namun jika tidak itu juga tidak masalah. Bagiku sudah cukup aku hanya punya ayah tak apa,”

__ADS_1


“Jika begitu apa kau mau menjadi putriku?” Selir Agung menatap Li Shang Yue dengan mata penuh binar harapan.


Uhukk uhuukkk


Li Shang Yue yang mendengarnya sampai tersedak karena apa yang dikatakan oleh Selir Afgung emmbuatnya kaget setengah mati.


“Hati-hati, minum dulu,” Selir Agung memberikan air minum di gelas kepada Li Shang Yue.


“Anda seorang Selir Kaisar Ming bukan?”


“Benar…! Aku memang Selir Kaisar Ming,”


“Aku tak ingin menjadi seorang putri Kaisar yang dimana selalu berebutan dengan putri lain,”


“Apa kamu tidak tahu jika Kekaisaran Ming tidak memiliki seorang Putri? Kaisar Ming hanya punya 3 anak seorang putra semuanya. Kamu tidak akan berebutan karena para pangeran tidak memiliki hati yang dengki dan iri,”


“Benarkah?”


“Benar, kalau kau tidak percaya padaku kau bisa bertanya pada pelayanku Moni,”


Li Shang Yue menatap pelayan di depannya itu yang langsung menganggukan kepalanya.


“Kaisar Ming memang tidak memiliki seorang putri Nona,” ucap pelayan itu.


“Apa aku akan di terima oleh Kaisar nanti?”


“Tentu saja, Kaisar juga sangat mendambakan seorang putri bahkan Permaisuri Shashang juga,”


“Apa aku terima saja? Walau aku memang bersyukur punya ayah tapi tetap saja aku juga ingin merasakan kasih saya seorang ibu. Selain itu aku juga mengurangi rasa kesepian dan kesedihan wanita ini.Di tambah jika aku jadi putrinya maka aku akan dengan sesuka hati keluar masuk di dapur cari makanan,” kata Li Shang Yue dalam hati.


“Yuyu jangan ahnya terus memikirkan makanan,” suara Snake menggema dalam pikirannya.


“Itu kan hanya keuntungan,” balas Li Shang Yue dalam hati.


“Baiklah, aku setuju. Akan tetapi aku harus menunggu persetujuan ayahku dulu,” ucap Li Shang Yue dengan datar.


“Memangnya siapa ayahmu?”


“Jendral Feng…,”


“APA…?”

__ADS_1


__ADS_2