
HAri hari berlalu dengan cepat hingga kini tak terasa satu bulan berlalu begitu saja. Tak terasa Li Shang Yue sudah satu bulan melatih Aron bersama lainnya dengan latihan setannya dan juga beladiri yang menurut mereka aneh tapi bagi Li Shang Yue itu adalah beladiri di zaman modern.
Selama 1 bulan ini juga Li Shang Yue berlatih dengan sangat gila. Pada pagi sampai sore ia melatih anak buahnya dan juga Pengawal Aron maka ppada malam harinya Li SHang Yue akan berlatih dengan keras mempraktekkan jurus-jurus baru yang ada di dalam ruang dimensi miliknya. Tak hanya berkultivasi Li Shang Yue mulai belajat tentang obat-obatan juga. Mulai menekuni bidang alkemis.
Seperti sekarang Li Shang Yue dengan konsentrasi tinggi mencampurkan bahan-bahan yang di perlukan ke dalam tungku. Api di tangannya ia sesuaikan agar tidak meledak seperti sebelum-sebelumnya.
Wushhhh
Bau harum menyebar di dalam ruangan iotu lalu sebuah pil yang berwarna emas melayang-layang di udara.
Srepppp
Empat butir pil berwarna emas langsung berada di dalam genggaman tangan Li Shang Yue.
“Akhirnya, dengan pil-pil ini aku sedikit lebih tenang meninggalkan Ayah dan gege nanti,” kata Li Shang Yue.
Li Shang Yue langsung memasukan pil-pil itu ke dalam botol kecil yang sudah di siapkan sebelumnya.
“Lebih baik aku ke istana, aku penasaran bagaimana dengan keadaan kedua ulat bulu itu. Ya lebih baik aku bersiap,” guman Li Shang Yue yang langsung berdiri lalu masuk ke dalam permandiannya.
Tak berapa lama Li Shang Yue keluar dari kamarnya dengan menggunakan pakaian yang serba hitam. Dengan lincahnya Li Shang Yue terbang menepak kakinya di atap lalu terbang keluar melewati gerbang belakag yang tidak terlalu ketat penjagaan.
Li Shang Yue tidak menyadari jika ada seseorang yang sedang memperhatikannya sedari tadi. Melihat ilmu Li Shang Yue semakin hari semakin tinggi dan kuat membuat sosok itu tersenyum tipis.
‘Cepatlajh kuat adikku, agar kita bisa kembali ke sana dengan menemui Ayahanda. Aku yakin ayahanda pasti sangat senang jika melihat kamu,” kata sosok itu dengan menatap Li Shang Yue yang sudah menghilang di dalam kegelapan malam.
__ADS_1
Setelah melihat jika Li Shang Yue sudah tidak terlihat agi sosok itu langsung pergi begitu saja dari tempat itu.
“Kamu dari mana Lay?” tanya Chan Si yang melihat Lay baru amsuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar itu memang di huni 3 orang setiap kamarnya seperti asrama. Hingga May Yun, Chan Si dan Lay satu kamar.
“Aku tidak bisa tidur lalu mencari udara segar di luar,” jawab Lay yang merebahkan badannya di atas ranjang yang bisa di tiduri 1 orang.
Di sisi lain Li Shang Yue dengan santainya masuk ke dalam istana dengan cara yang mengendap-ngendap. Hingga beberapa sata kemudian Li Shang Yue sampai di depan sebuah kediaman yang menjadi targetnya. Kediaman itu adalah kediaman Kaisar Li. Terlihat jika kediaman Kaisar Li ternyata sangatlah ketat akan penjagaan.
“Sial, aku tidak mungkin lewat depan, belakang juga tidak aman. Pilihan terakhir hanya bisa berada di atap,” guman Li SHang Yue dengan kecepatan tinggi langsung melompat dan mendarat sempurna di atas atap kamar Kaisar Li.
Dengan kesiagaan yang tetap waspada Li Shang Yue membuka atap kamar Kaisar Li dengan lembut. Tangannya langsung mengeluarkan sebuah bubuk yang langsung di sebarkan di dalam kamar sang Kaisar.
Hap
Li Shang Yue mendarat sempurna tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Li Shang Yue menatap ke sekitar mencari petunjuk untuk mendapatkan bukti hingga matanya menatap lukisan di dinding sang Kaisar.
‘‘Lukisan ini…,” Li Shang Yue menatap intens lukisan di dinding itu yang merupakan potret seorang sosok wanita cantik dengan menggunakan hanfu biru.
“Aku ingat wanita ini adalah ibunda kandung Putri Li Shang Yue yang asli,” guman Li Shang Yue yang memperhatikan wajah wanita itu yang sangat cantik dan juga lembut secara bersamaan.
“Shit, aku datang kesini karena mau mencari sesuatu bukan malah menatap lukisan itu. Tapi entah kenapa aku merasakan perasaan akrab dengan wanita yang ada di lukisan itu. Dia bukan ibu kandungku, mungkin ini hanya perasaan asli pemilik tubuh ini,” guman Li Shang Yue yang mulai mencari sesuatu di dalam Kaisar Li.
Setengah dupa berjalan tapi Li Shang Yue juga tidak menemukan apapun di dalam kamar itu padahal semua tempat sudah di cari tapi tidak ada.
__ADS_1
“Ayo berpikir….! Stop…! Jika aku ingin mendapatkan sesuatu petunjuk maka aku harus bisa berfikir seperti mereka,” guman Li Shang Yue yang duduk di lantai.
“Aku berada di jaman Kuno, jika aku jadi Kaisar dimanakah aku akan menyimpan informasi berhargaku?” pikir Li Shang Yue yang mengetuk-ngetuk keningnya.
“Aaa.. pilihannya hanya ada dua di bawah bantal atau di bawah kolong ranjang..!” seru Li Shang Yue dengan suara yang rendah.
Dengan gerakan cepat Li Shang Yue langsung bergerak cepat menuju ke kolong ranjang. Seperti apa tebakannya. Di bawah kolong ranjang ada sebuah kotak. Tanpa banyak berfikir Li Shang Yue Langsung meraih kotak itu lalu membuka nya dengan cepat.
Mata Li Shang Yue menyipit saat melihat sebuah catatan di dalamnya. Li Shang Yue membaca kertas-kertas itu dengan dahi yang semakin mengkerut dalam.
“Jadi benar jika Putri Li Shang Yue bukanlah anak kandung dari tua bangka ini? Lalu siapa ayah kandungku? Disini Ibunda hanya menulis jika aku bukan anaknya akan tetapi anak dari pria yang dia cintai dari alam lain. Maksudnya bagaimana?”
Li Shang Yue membulatkan mata saat mendengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah kamar sang Kaisar. Dengan gerakan cepat ia langsung memasukan kembali surat-surat itu dalam kotak itu lalu menyimpannya di tempat semula. Dengan kekuatannya Li Shang Yue langsung keluar dari kamar Kaisar Li menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Hah hah hah
Napas Li Shang Yue terdengar tersenggal-senggal karena berlari dari kejaran para prajurit yang hampir menangkapnya. Li Shang Yue memutuskan untuk masuk ke dalam hutan mencari aman dulu.
“Apa maksud semua itu? Ayahku adalah pria yang memiliki ilmu tinggi dan juga merupakan pria yang dicintai ibunda? Lalu jika pria itu yang dicintai Ibunda, kenapa Ibunda bisa menikah dengan Kaisar Li? Apa pria itu mencampakan ibunda? Tapi jika di pikir-pikir tidak mungkin juga jika memang seperti itu, kenapa aku bisa ada? Atau jangan-jangan pria yang menjadi ayahku adalah seorang Kaisar juga? Sialan…! Kenapa pria selalu mempermainkan hidup wanita. Jika memang ayahku seperti itu maka aku tidak akan segan-segan untuk memberinya pelajaran. Kenapa tidak di zaman ini, di zaman kehidupanku dulu semuanya sama saja. Pria brengs3k…!” umpat Li Shang Yue yang berteriak nyaring di dalam hutan.
“Sa…sakit…!”
“Siapa…?” teriak Li Shang Yue yang langsung waspada.
“Sa…kittt arggggg,”
__ADS_1