Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 153


__ADS_3

Setelah menahan rasa sakit hampir setengah dupa akhirnya anak buah Li Shang Yue satu persatu mulai tenang. Rasa sakit yang mereka rasakan perlahan mulai berkurang hingga sedikit demi sedikit mulai menghilang lalu mereka merasakan rasa dingin di lengan kanan mereka. Sontak semuanya langsung membuka gulungan lengan baju mereka semua hingga mereka semua bisa melihat sebuah tato bunga mawar terlukis indah di lengan mereka semua.


Prok prok prok


Semua orang langsung menatap ke arah asal suara yang ternyata berasal dari Li Shang Yue. Di depan sana Li Shang Yue bertepuk tangan dengan wajah yang sumringah.


“Selamat…! Kalian semua lolos dan menjadi pengikutku. Mulai sekarang kalian tidak akan pernah tunduk pada siapapun selain perintah dariku…!” ucap Li Shang Yue dengan lantang.


“Kami siap Nona…!’ jawab mereka semua dengan serentak.


“Tato di tangan kanian adalah penanda jika kalian adalah anggotaku. Jika kalian berani berkhianat maka tato itu akan membunuh kalian secara perlahan…!” seru Li Shang Yue dengan tegas.


Tak ada tatapan ketakutan dari mereka semua karena memang mereka tidak memiliki niat untuk berkhianat. Li Shang Yue adalah penolong dan juga penyelamat abgi mereka, mereka tidak akan mungkin melakukan hal bodoh dengan mengkhianati Li Shang Yue melupakan jasa gadis kecil itu.


“Kalian semua bergegaslah kita akan berangkat ke dunia bawah. Petualang kita akan di mulai akan tetapi aku hanya akan memasukan kalian di dalam ruang dimensi milikku untuk mencegah adanyakecurigaan sekitar,”


“Baik Nona,” jawab mereka lagi dengan serentak.


“Nona biarkan aku menjadi pelayan pribadi anda,” kata Yuren yang langsung membungkuk.


Yuren tidak berlutut karena dia tahu hanya musuh Li Shang Yue yang bisa berlutut pada Li Shang Yue sedangkan untuk kawan dan sekutu Li Shang Yue menyuruh mereka untuk tidak berlutut.


“Yuren, Chan Si, May Yun dan Lay, kalian akan menemaniku sedangkan siosanya akan aku masukan ke dalam ruang dimensi,”


“Baik Nona,”


Li Shang Yue langsung melambaikan tangannya hingga dengan sekali lambaian tangan puluhan orang langsung menghilang begitu saja.


“Apa yang harus kita lakukan Nona?” tanya Yuren kepada Li Shang Yue.


“Kita keluar dari hutan kematian ledih dulu lalu mencari kuda dan melanjutkan perjalanan menuju kekaisaran Ming karena jalan menuju alam bawah ada di hutan iblis di kekaisaran Ming,” terang Li Shang Yue.

__ADS_1


“Baik Nona…!”


Li Shang Yue dan yang lain segera berjalan keluar dari hutan menuju desa di dekat hutan kematian. Sedangkan di istana kini istana sedang di kacaukan dengan berita sang Selir Hua Rong dan juga Wei Rong yang sudah tidak bisa berkultivasi tersebar luar di luar istana. Para pelayan maupun  Prajurit mengawal menjadikan Selir Hua Tong dan juga Putri Wei Rong sebagai bahan obrolan hingga kebenaran itu semakin ganas.


Di sisi lain Kaisar Li hanya bisa menahan amarahnya di dalam kamarnya dengan membanting semua barang-barang yang berada di kamarnya. Kaisar Li semakin kalut dan frustasi akibat kondisi Selir Hua Rong dan juga Putri kesayangannya yaitu Putri Wei Rong teresebar di luar. Kaisar Li tidak menyangka jika kenyataan ini akan tercium padahal selama 3 bulan lamanya keadaan Selir dan Putri Wei Rong aman-aman saja tidak terseba di luar istana. Lalu bagaimana bisa tersebar gini.


Brak


Prang


Trang


“Sialan….! Siapa yang berani menolak perintah dariku? Siapa yang berani menentangku? Jika seperti ini  maka semuanya akan kacaur. Putri Wei Rong tidak akan bisa naik tahta menjadi Putri Mahkota,” kata Kaisar Li dengan terduduk dengan napas yang ngos-ngosan.


Tok 


Tok


Tok


“Masuk…!” teriak Kaisar Li dengan keras.


Ceklek


“Salam Yang Mulia,” seorang pria yang seumuran dengan Kaisar Li membungkukkan badannya terhadap Kaisar Li.


“Ada apa Mentri?” tanya Kaisar Li terhadap orang yang baru saja masuk.


Ternyata yang baru masuk adalah An Rong Mentri kiri kekaisaran Li yang merupakan paman dari Wei Rong dan juga kakak Selir Hua Rong.


“Yang Mulia di para Mentri dan juga petinggi istana sedang menunggu Yang Mulia di ruang rapat. Mereka tidak ingin pergi sebelum Yang Mulia datang kesana,” lapor sang Mentrik.

__ADS_1


Kaisar Li yang mendengar akan hal itu semakin saja pusing tujuh keliling. Dengan menahan amarah dalam dirinya Kaisar Li berdiri lalu berjalan keluar dari kamarnya menuju ruang rapat.


Sampai disana ternyata apa yang di laporkan oleh Menteri An Rong mereka semua ribut.


“SALAM YANG MULIA SEMOGA HIDUP[ MAKMUR SERIBU TAHUN LAGI…!”


Kaisar Li langsung berjalan menuju singgah singgasananya. Kaisar Li duduk di singgasananya dengan menatap para menteri dan pejabat istana lainnya yang tadinya ribut kini langsung diam.


“Apa yang kalian ributkan?” tanya Kaisar Li dengan datar dan lantang.


Semuanya langsung terdiam dengan wajah yang pucat pasi saat melihat wajah mengeras sang Kaisar yang sedang menahan amarah./


“JAWAB…! KENAPA DIAM? APA KALIAN SEMUA BISU…?” teriak Kaisar Li.


“Maaf Yang Mulia Kaisar, kami semua berkumpul hanya ingin mengetahui kebenaran dari rumor yang sedang panas-oanasnya di luar istana. Apakah benar jika Selir Agung Hua Rong dan juga Putri Wei Rong tidak bisa berkultivasi?” tanya seorang pria paruh baya dengan menatap sinis Menteri An Rong.


Kaisar Li yang mendengarnya langsung terdiam membisu. Apa dia harus menjawabnya dengan mengatakan kebenarannya ataukah dia harus mengatakan tidak namun rumor itu sudah sangat panas di luar istana tidak menutup kemungkinan pasti akan langsung tercium kebenarannya.


“Yaj itu benar, saat ini Selir Agung Hua Rong dan Putri Wei Rong sedang sakit hingga mengalami penurunan kultivasi. Akan tetapi, bukan berarti mereka tidak berkultivasi,” ucap Kaisar dengan lantang dan tegas seakan-akan menyakinkan jika itu hanyalah penyakit biasa saja.


“Mohon maaf Yang Mulia saya juga mendengar kabar jika saat ini Putri Wei Rong hanya bisa terus bertahan di tahap pemula. Selain itu juga saya mendapat kabar jika saat ini wajah dari Putri sudah menjadi buruk rupa,” ucap lantang pria itu lagi.


“Saya juga mendengar akan hal itu Yang Mulia. Apa semua itu benar Yang Mulia atau hanya sebagai rumor saja?”


“Tidak, kemarin au juga tidak sengaja melihat Putri Wei Rong keluar dari tempatnya. Wajahnya memang sangat buruk rupa selain itu juga sangat berbau busuk,”


Sontak rena ucapan itu membuat semua orang semakin yakin jika memang umor itu bukan hanya rumor semata.


Kaisar Li tak punya pilihan lain selain jujur saat ini. Menelak Pun juga percuma sudah banyak saksi yang melihat keadaan Putri Wei Rong. Kaisar Li tidak menduga kenapa Putri Wei Rong sampai keluar dari kediamannya padahal dia sudah memperingatinya uuntuk tidak keluar dari kediaman.


“Ya semua itu benar, Putri Wei Rong memang hanya bisa bertahan di tahap pemula dan mengenai keadaannya sekarang memang seperti yang kalian lihat itu. kan tetapi itu hanya sakit biasa setelah sembuh dia akan kembali seperti semula,” terang Kaisar Li.

__ADS_1


“Lalu bagaimana jika tidak kemali? Keadaan Putri Wei Rong sangat memprihatinkan. Selain itu Selir Agung juga tidak bisa membantu Yang Mulia. Bagaimana jika Yang Mulia mengangkat selir baru atau juga bisa Permaisuri baru? Bukankah tahta Permaisuri sudah sangatlah lama kosong?”


Deg


__ADS_2