
Syuttt
Sebuah anak panah meleset cepat ke arah Li Shang Yue yang hanya memasang ekspresi terkeju dan juga menegang di tempat.
Hap
Anak panah itu langsung di tanggap oleh Lay hingga tidak jadi mengenai Li Shang Yue yang hanya diam saja.
''Sial, siapa yang melakukan hal ini?" terik Fan Hu yang maju di depan Li Shang Yue menatap keadaan sekitar dengan tajam.
Tidak hanya Fan Hu namun Yuren dan juga semuanya langsung dalam posisi siaga dengan mengelliulingi Li Shang Yue di tengah-tengah mereka. Mereka semua menjadikan diri mereka sendiri dengan sebagai tameng bagi Li Shang Yue.
Mereka semua membulatkan mata saat melihat banyaknya anak panah yang datang dari berbagai arah. Yuren dan May Yun yang memiliki elemen angin dan es langsung membentuk pertahan dan juga serangan. Yuren dengan elemen es nya membentuk sebuah serangan yang terbuat dari es lalu di arahnyakannya pada setiap arah. May Yun di bantu dengan Bonzhu langsung membangun pertahan dengan menggunakan elemen tanah milik mereka berdua.
''Lou Yi lakukan penyerangan..!''' titah Bonzhu dengan memerintah Lou Yi untuk ikut menyerang.
''Baik,''
Lou Yi langsung terbang ke atas bersamaan dengan Yuren yang sudah mempersiapkan serangannya. Sampai di atas mereka menatap segala penjuru sebelum saling memberi kode pada Lou Yi untuk menyerang secara bersamaan.
Wushhh
Brukkk
Tabrakan tombak pada dan juga anak-anak panah dar Yuren dan Lou Yi membuat suara yang dashyat.
''Siapa kalian? Kenapa datang mengacau di desa kami?' tanya seorang pria paruh baya yang keluar dari persembunyiannya lengkap dengan anak panah di punggungnya dan juga busuk di tangannya.
Yren dan Lou Yi yang ada di udara langsung menunduk menatap pria paruh bya itu dengan sengit. Terutama Yuren yang menatap pria paruh baya itu dengan tatapan sengit yang ingin menguliti pria paruh baya itu.
''Jadi kau yang menembakan anak panah pada Nonaku?" Yuren menatap pria itu dengan tajam.
__ADS_1
''Iya emang benar, saya yang menembakan anak panah itu pada gadis kecil itu,'' jawab pria paruh baya itu dengan jujur dan tegas.
Yuren yang mendengar akan hal itu langsung mengeraskan rahangnya dengan amarah yang meledak-ledak segera melemparkan anak panah yang terbuat dari elemen es nya pada pria paruh baya itu.
Trang
Anak panah yang di tembakan oleh Yuren langsung di halangai seorang pemuda yang menangkis panah itu.
''Nona maafkan kami yang menyerang kalian terlebih dahulu. Kami hanya berjaga dan melindungi warga kami yang tak ingin di mangsa oleh iblis lagi,'' terang pemuda itu.
''Yuren, turunlah,''
Mendengar suara lembut itu Yuren langsung turun dan mendarat sempurna di samping Li Shang Yue dengan wajah datar miliknya. Matanya masih menatap tajampria paruh baya dan juga pemuda itu yang sudah berani menyerang Nona nya dengan diam-diam.
''Jika saja Nona ku sampai terluka hanya seujung kuku saja maka aku sendiri yang akan meratakan tempat ini dengan tanganku sendiri...!''kata Lay dengan penuh penekanan setiap katanya. Tidak hanya itu Lay juga bahkan sampai mengeluarkan aura kultivasinya membuat pemuda dan pria paruh baya di depannya itu merasa tertekan dengan kekuatannya.
''Hanya kekuatan seperti itu berani menyerang Nonaku? Sungguh mencari mati.'' siis Lay dengan pedas.
''Maafkan kelalaian kami Tuan, Nona. Kami hanya berfikir jika kalian adalah iblis yang menyamar,'' terang pria paruh baya itu.
''Keluar juga Nona, hanya saja mereka akan bereaksi pada malam harinya saja,'' terang pria paruh baya itu lagi.
Li Shang Yue yang mendengar akan penuturan dan penjelasan pria paruh baya itu langsung menganggukan kepalanya dengan pelan seperti mengerti saja apa yang akan dilakukannya.
''Perkenalakan namaku Shang Yue bisa di panggil Yuyu, mereka teman-temanku. Kami kemari untuk mencari tahu tentang para gadius yang menghilang di desa ini,'' ucap Li Shang Yue dengan datar.
''Kalian utusan kerajaan?" tanya pria paruh baya itu penuh binar.
Li Shang Yue yang mendengarnya langsung sajamenggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Dirinya juga bingung harus meenjelaskan bagaimana karena memang mereka bukan datag dari pihak kerajaan.
''Sebenarnya kami bukan utusan siapapun. Kami hanya pengembara yang akan membantu desa yang kami lalui. Kebetulan saat kami lewat desa ini kami merasakan keanehan jadi oleh karena itu kami memutuskan untuk membanti sebisa kami,'' Ucap Lou Yi dengan panjang kali lebar.
__ADS_1
Lou Yi tidak mungkin menyuruh anggota lainnya yang akan menjeleaskan masalah itu. Fan Hu yang tak bisa tersentuh, Bonzhu si dingin, Lay si ketus, Hi An yang menyebalkan. Hanya dia saja yang masih waras pikir Lou Yi dengan bangga merasa paling waras.
''Jadi seperti itu? Baiklah, mari kita menuju ke rumah ku saja,'' ucap pria paruh baya itu yang langsung berjalan di depan Li Shang Yue.
''Tapi paman, kemana pemanah yang lainnya?" tanya Li Shang Yue yang menatap sekitar.
''Mereka akan terus berjaga karena hanya ini satu-satunya cara membuat pergerakan para iblis sedikit terhambat hingga para gadis dan wanita muda di desa ini terselamatkan,'' jawab sang pria paruh baya itu.
Mendengar akan hal itu Li Shang Yue dan yang lainnya hanya diam mengikuti langkah kaki dari pria di depan mereka ini menuju rumahnya. Setelah berjalan beberapa saat mereka akhirnya sampai di sebuah rumah yang menurut Li Shang Yue itu adalah rumah yang paling bagus di desa itu.
''Silahkan masuk,'' pria paruh baya itu mempersilahkan Li Shang Yue dan yanng lainnya masuk ke dalam rumahnya.
''Bon ambilkan minuman dan cemilan untuk tamu kita,'' kata pria paruh baya itu menyuruh pria muda itu.
''Baik ayah,'' pria muda itu langsung berbalik menuju dapur untuk mengambil apa yang di perintahkan oleh sang ayah.
''Perkenalkan aku adala kepala desa di desa ini. Pria tadi adalah putraku namanya adalah Bon,'' ucap pria patruh baya itu yang memperkenallkann diri.
''Salam kenal Paman,''mereka semua menundukan kepala kecuali Li Shang Yue yang hanya diam menatap ke sekililingnya.
''Apa disini sudah tidak ada lagi pendudukannya? Aku lihat tadi tidak ada yang membuka pintu atau bahkan mengintip kedatangan kami?" kata Li Shang Yue dengan bingung.
''Mereka masih ada Nona akan tetapi, mereka memang tidak akan keluarr dari rumah karena takut di culik,'' jawab kepala desa dengan jujur.
"Apa kalian tidak meminta bantuan opada kerajaan?" tanya Fan Hu datar.
"Kami sudah berulang kali meminta bantuan akan tetapi mereka bahkan belum sampai sudah mati duluan atau baru masuk saja sudah tewas di depan sana,'' kata kepala desa dengan menarik napas berat.
''Mereka bereaksi kapan?" tanya Li Shang Yue yang sudah tidak sabar.
''Pada malam hari Nona, saat semua orang tertidur biasanya di saat itulah mereka beraksi,''
__ADS_1
''Baiklah, malam ini kita akan berjaga..!'' katta Li Shang Yue dengan dingin.
''Baik Nona..!"