
“Sudah mulai bereaksi seperti yang aku duga,” guman Li Shang Yue
`
Li Shang Yue menatap Putri Wei Rong dan juga Selir Hua Rong. Mungkin bagi orang lain mereka tidak akan sadar dengan apa yang terjadi pada kedua orang itu. Namun dimata Li SHang Yue sangat mudah menebak jika keduanya kini mulai merasakan efek racun buatannya.
Li Shang Yue tahu jika wajah dari Putri Wei Rong kini sudah mendekati hancur begitu pula dari Selir Hua Rong yang mulai terkena akan dampak dari racunnya itu. Li SHang Yue sengaja memberikan racun yang efek sampingnya bekerja lambat karena jika dia membalas dendam dengan cepat saat keluar dari istana waktu itu. Maka dapat dipastikan jika dirinya akan menjadi tersangka. Namun jika sudah seperti ini apa mereka juga masih bisa menyebutnya sebagai tersangka? Jelas saja tidak dan itu adalah hal yang diinginkan oleh Li Shang Yue.
Bergerak lambat dan tenang namun mematikan itulah tujuan Li Shang Yue. Membunuh mereka dengan cepat bukanlah balas dendam yang sempurna untuk mereka karena kematian terlalu mudah. Jadi biarkan racun itu menggerogoti mereka berdua.
Racun buatan Li Shang Yue adalah racun pelemah tubuh namun sudah di modifikasi dengan bahan lain membuat racun itu semakin ganas. Tidak hanya melemahkan tubuh namun juga membuat sang penderita lama kelamaan akan mengalami penurunan kultivasi hingga dantiannya rusak.
“Yuyu kamu harus berhati-hati aku merasakan niat jahat dari Selir itu,” suara Long memperingati Li Shang Yue dalam pikirannya.
“Aku tahu, Selir Hua Rong ataupun Putri WeI Rong pasti sudah mempersiapkan rencana untuk menyerangku di dalam hutan nanti. Hanya saja mungkin Putri Wei Rong akan turun tangan sendiri dalam menyerangku. Sedangkan Selir Hua Rong sepertinya akan menggunakan orang suruhannya,” baas Li Shang Yue dalam hati.
“Yue’er kenapa kamu menatap Putri Wei Rong dan Selir Hua Rong seperti itu? Apa kamu merasakan jika kamu akan di celakai oleh mereka lagi? Jika seperti itu maka lebih baik kamu tidak ikut perburuan ini saja. Ayah tidak ingin kamu celaka nanti,” kata Jendral eng dengan cemas.
“Ayah tenang saja semuanya kan baik-baik saja. Yue’er akan baik-baik saja, percaya kepada Yue’er. Lagi pula sudah waktunya u turun tangan untuk membalas dendam pada apa yang mereka lakukan padaku selama ini,” kata Li Shang Yue dengan nada datar dan wajah dingin.
“Tapi Yue’er ayah takut…,’
“Apa ayah tidak percaya pada kemampuan Yue’er? Ayah tidak tahu saja jika penderitaan dan penghinaan yang Yue’er terima selama bertahun-tahun ini adalah ulah mereka. Wajah Yue’er rusak dan tidak bisa berkultivasi itu semua karena mereka meracuniku selama aku masih kecil. Selir Hua Rong membuat dantian ku tersumbat hingga tak bisa berkultivasi. Sedangkan Putri Wei Rong membuat wajah cantik ku terlihat seperti monster,” ucap Li Shang Yue dengan menggebu-gebu.
__ADS_1
Jendral Feng yang mendengarnya langsung kaget bukan main. Siapa yang menyangka jika penderitaan yang di alami gadis kesayangannya itu adalah ulah dari dua orang yang sangat dekat dengannya juga.
Sedangkan Li Shang Yue mengepalkan tangannya dengan erat saat niat membunuh dalam dirinya meronta-ronta untuk keluar.
“Baiklah, lakukan apapun yang kau mau. Tak peduli itu kejahatan atau kebaikan selama itu adalah membalas perbuatan mereka ayah akan mendukungmu walau semua orang menentangmu,” kata Jendral Feng mengelus kepala Li Shang Yue.
Dari jauh sana Putri Wei Rong sedari kedatangan Li Shang yeu sudah menatap tajam ke arah Li Shang yue seakan-akan mengibarkan bendera perang padanya. Namun saat melihat jika Li Shang Yue sepertinya sangat disayang oleh Jendral Feng membuat Putri Wei Rong lagi-lagi iri dengan apa yang dimiliki oleh Li Shang Yue. Terbukti dengan Putri Wei Rong yang mengepalkan tangannya dengan kuat.
“Sial, aku tidak terima anak itu mendapatkan kasih sayang seperti itu. Harusnya dia dibuang dimanapun dia berada bukan malah di katakan seperti itu. Aku tidak terima seperti ini terus. Ataukah aku menyuruh Ayahanda untuk membuat Jendral Feng juga mengangkatku sebagai Putrinya? Dengan aku menjadi putrinya Jendral Feng maka aku juga bisa merebut kasih sayang Jendral Feng seperti kasih sayang Ayahanda,” kata Putri Wei Rong dengan senyum jahat.
GONG….
Semua orang langsung menoleh ke arah suara yang dimana di singgasananya Kaisar Ming sudah duduk tenang bersama anggota kerajaan lainnya.
Semua para Putri, Pangeran dan semua orang yang ikut langsung berkumpul di aula salah satunya adalah Li SHang Yue dan juga Xin Qion yang ikut berburu karena mereka masih mudah dan juga lajang.
“Peraturannya kalian bisa saling berebut buruan akan tetapi di larang untuk saling membunuh. Untuk pemenangnya an ada 3 orang yaitu Juara 1 sampai 3. Pemenang pertama bisa mengajukan permintaan apapun pada Yang Mulia Kaisar Ming,” ucap sang Kasim.
“Sebelum matahari terbenam kalian harus kembali. Jika ada yang kembali saat sudah matahari terbenam maka itu dianggap gagal,” lanjut sang kasim lagi.
“Baik…!” jawab mereka serentak.
“Kalian bisa berkelompok maupun individu perorangan,” kata Kasim itu dengan lantang.
“Yue’er kamu ikut denganku..!” Xin Qion langsung menarik pergelangan tangan Li Shang Yue dengan lembut agar sang adik mau mengikutinya.
__ADS_1
“Shit, aku tidak mungkin bisa bereaksi dengan adanya Xin gege di dekatku,” kata Li Shang Yue dalam hati.
“Gegeg maaf kali ini Yue’er ingin sendiri saja, Gege bisa dengan mencari teman kelompok lain saja. Gege tak perlu Khawatir Yue’er akan baik-baik saja,” kata Li Shang Yue yang melepaskan dengan lembut pegangan tangan Xin Qion.
“Tapi Yue’er…,” ucapan Xin Qion langsung di potong oleh Li Shang Yue.
“Percayalah gege, Gege lupa jika aku ini sekarang sudah kuat?” Li Shang Yue menaik turunkan alisnya.
“Jika Gege dalam bahaya putuskan tali ini saja,” lanjut Li Shang Yue yang mengikat sebuah gelang merah pada pergelangan tangan Xin Qion.
“Ini apa Yue’er?” tanya Xin Qion.
“Ini tanda bahaya Gege, intinya jika saat itu Gege sudah tidak bisa menghadapinya maka putuskan saja bala bantuan akan datang membantu gege,” kata Li Shang Yue dengan tenang.
‘‘Terima kasih Yue’er,” ungkap Jendral Xin yang mengelus kepala sang adik.
“Sama-sama, ingat untuk memutuskannya..!” Li Shang Yue mengingatkan Xin Qion sebelum pergi menjauh.
Putri Wei Rong yang melihat jika Li hang Yue memutuskan untuk berjalan seorang diri langsung tersenyum jahat.
“Menjauhlah Li SHang Yue bodoh, karena itu mempermudahkan ku untuk menyingkirkanmu,” kata Putri Wei Rong dalam hati.
Sedangkan di sisi lain Li SHang Yue juga tersenyum licik saat melewati Putri Wei Rong.
“Ini bukan yang kau inginkan? Baiklah mari kita lihat dan sampai berjumpa di dalam hutan,” kata Li Shang Yue dalam hati.
__ADS_1