Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 118


__ADS_3

“Kaisar Li maaf sepertinya anda harus kembali lebih dulu,” ucap Kaisar Ming dengan suara yang rendah.


Sebenarnya Kaisar Ming merasa bersalah karena harus mengusir Kaisar Li seperti itu. Namun mau bagaimana lagi dirinya juga ingin membuat wanita yang di cintainya bahagia.


Kasiar Ming sesungguhnya saat mencintai Selir Agung mereka adalah sepasang kekasih. Namun karena Kaisar sudah dijodohkan dengan Permaisuri Shashang membuat Kaisar hanya pasrah menikahi Permaisuri Shashang. Namun Permaisuri Shashang yang mengetahui hubungan keduanya membuat Kaisar Ming menikahi Selir Agung.


Sampai saat ini juga Kaisar Ming masih terus mencintai Selir Agung Zhishu bahkan Permaisuri juga mengetahui akan hal itu. Permaisuri juga tahu jika Kaisar Ming sama sekali tidak mencintainya namun Permaisuri tak pernah merasa dendam dengan Selir Agung.  Permaisuri sadar diri jika disini dia-lah yang membuat kedua orang itu terpisah.


Bukan hanya permaisuri yang tahu tapi Putra Mahkota dan juga pangeran kedua Ming Jiang sudah mengetahui akan hal itu. Kedua pangeran juga itu tidak terlalu peduli toh walau selama ini Kaisar tidak mencintai Permaisuri Shashang tapi Kaisar Ming selalu memperlakukan ibu mereka dengan baik dan juga penuh hormat. Walau sang Ayahanda tidak memberi cinta pada sang Ibunda Kaisar juga tidak menyakiti Permaisuri.


Kaisar membagi perhatiannya sama rata hanya saja hatinya tidak bisa mencintai Permaisuri karena seluruh hatinya telah ia berikan pada Selir Agung.


“Kaisar Li…!” panggil Kaisar Ming dengan suara yang sedikit lebih tinggi.


“Ah maaf Kaisar Ming, baik saya undur diri dulu,” Kaisar Li yang tersadar dari lamunannya langsung berbalik pergi begitu saja.


“Sekarang kita ke ruanganku saja,” kata Kaisar Ming ayng langsung membopong mereka semua ke ruangan kerja miliknya.


“Baik Yang Mulia,” jawab mereka serentak.


Kaisar Ming langsung berjalan menuju ruang kerja di ikuti yang lain di belakangnya. Ternyata kediaman Selir Agung lebih dekat dengan kediaman Kaisar Ming di bandingkan dengan Permaisuri Shashang.


Mereka semua masuk ke dalam ruangan itu setelah masuk Kaisar Ming langsung membuat array pelindung agar tak ada yang bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


“Silahkan duduk,” Kaisar Ming mempersilahkan mereka duduk.


Setelah mereka duduk semuanya terdiam tanpa mengelarkan suara satu kata pun membuat suasana ruangan itu menjadi sangat sunyi.

__ADS_1


“Jendral kali ini aku bertanya dengan melepaskan jabatanku sebagai Kaisar. Saat ini yang bertanya padamu adalah sahabatmu bukan Kaisar Ming. Sebenarnya ada apa? Kenapa kamu ingin kita bicara seperti ini?  Kami hanya ingin mengangkat Gadis kecil itu untuk menjadi Putri kami,” kata Kaisar Ming dengan wajah heran menatap Jendral Feng.


Huhh


Terdengar Jendral Feng yang menghembuskan napas berat. Matanya melirik Kaisar Ming dan juga Selir Agung Zhishu. Lalu matanyanya melirik LKi SHang Yue yang sedari tadi hanya diam dengan pandangan kosong.


“Pertama-tama aku akan memperkenalkan siapa Yue’er sebenarnya. Selagi aku sedang berbicara jangan asda yang bertanya atau memotong ucapanku,” kata Jendral Feng dengan tegas.


“Baik…!” mereka semua menganggukkan kepala sebagai jawabannya.


“Apa kalian pernah mendengar nama Putri Li Shang Yue? Jika kalian tidak tahu Putri Li Shang Yue maka dengan sebutan sampah dan gadis buruk rupa kekaisaran Li, apa kalian pernah mendenger itu?” tanya Jendral Feng.


“Hemmm,” mereka semua lagi-lagi menganggukan kepala sebagai jawaban.


“Gadis itu sekarang berada di depan kalian semua. Gadis yang akan kalian angkat menjadi putri itu adalah gadis yang di kenal sebagai sampah masyarakat, gadis yang dibuang oleh ayahnya sendiri, gadis yang hidup di istana selama 14 tahun penuh penderitaan, gadis yang harus melewati maut setiap saat, gadis yang di benci semua orang saat ini sedang berada di dpan kalian. Gadis itu tak lain dan tak bukan adalah Yue’er…!” ucap Jendral dengan tegas menunjuk Li Shang Yue yang masih diam.


Semua tertegun dengan menahan napas sesaat saat mendengar apa yang dikatakan oleh Jendral Feng. Kenyataan yang di ungkapkan Jendral Feng benar-benar membuat semua orang kaget bukan main. Terutama Selir Agung, ia tak menyangka gadis kecuil yang terlihat ceria itu ternyata memiliki masa lalu yang begitu kelam. Selir Agung tak menyangka jika apa yang di ceritakan gadis itu adalah kenyataan.


Namun Selir Agung tak menyangka jika ayah yang di ceritakan oleh Gadis kecil itu adalah Kaisar Li. Selir Agung tajk habis pikir bagaimana seorang ayah tega membuang anaknya sendiri.


“Dengan masa lalu seperti itu alian pasti tahu jika Yue’er sangat trauma dengan kehidupan dalam istana. Apalagi jika harus berebutan kasih sayang dari anda Yang Mulia. Kalian bisa dengan lapang dada menerima Yue’er tapi bagaimana dengan kedua putramu?” tanya Jendral Feng yang tepat sasaran.


Jendral senang jika Li Shang Yue ada seorang ibu yang mau mengasuhnya. Akan tetapi jika harus hidup menderita lagi seperti masa lalu amka Jendral Feng tidak akan membiarkan hal itu. Dirinya sudah cukup berperan dalam dua peran sekaligus yaitu sebagai ayah dan juga sebagai ibu untuk Li Shang Yue.


“Putra Mahkota panggil Pangeran kedua untuk datang kemari…!” titah kaisar Ming dengan tegas dan tak ingin di bantah.


“Baik Ayahanda,” Putra Mahkota Ju langsung bangkit membungkukkan badannya lalu segera opergi dalam ruangan itu.

__ADS_1


Kini mereka terdiam kembali tak ada yang berbicara hingga kesunyian itu di pecahkan oleh Li Shang Yue sendiri.


“Gege Yue’er lapar, apa kue itu bisa di makan?” bisik Li Shang Yue kepada Xin Qion yang berada di sampingnya.


Ternyata bisikan Li Shang yue bisa di dengar semua orang dalam ruangan itu. Sebenarnya suara Li Shang Yue sudah kecil akan tetapi karena suasana yang sepi membuat mereka bisa mendengarnya secara jelas.


Selir Agung yang tersadar duluan langsung mengambilkan sepiring kue kering di atas meja lalu berdiri membawanya ke hadapan Li Shang Yue.


“Makanlah,” ucap Selir Agung dengan lembut memberikan piring kue kering itu.


“Kenapa tidak di makan?” tanya Selir Agung saat menyadari jika Li Shang Yue tidak memakan kue itu.


“Em aku mau kue bulan itu,” tunjuk li Sjhang Yue yang menunjuk kue bulan yang berada di depan Kaisar Ming.


Uhukkk uhukkk


Jendral Feng dan Xin Qion langsung tersedak ludah mereka sendiri saat mendengar Li Shang Yue dengan gamblangnya menunjuk kue di depan Kaisar Ming. Ayah dan anak itu dengan serentak emnepuk jidatnya sendiri akan kelakuan Li Shang Yue yang bar-bar.


Kaisar Ming menatap Li Shang Yue yang sedari tadi terus memperhatikan kuenya. Kaisar Ming sampai tersenyum sendiri karena wajah menggemaskan Li Shang Yue.


“Jadi ini yang membuatmu luluh pada gadis ini?” batin Kaisar Ming yang tersenyum misterius.


“Ambillah,” Kaisar mengangkat piring itu.


Tanpa di beri perintah dua kali Li Shang Yue langsung melompat mengambil piring itu dengan gerakan cepat bahkan Kaisar Ming sampai tertegun dengan kecepatan Li Shang Yue.


“HEYYY APA YANG KAU LAKUKAN…!

__ADS_1


__ADS_2