
“Aku rasa apa yang dikatakan oleh Nona Feng itu memang benar. Harusnya seorang selir mengajari anaknya untuk tahu bagaimana kedudukannya nanti,”
“Benar, sebagai seorang ibu harusnya menyadarkan sang anak agar sadar dimana posisinya,”
“Kalian lupa jika Selir Hua Rong itu menjadi selir karena tidak sengaja tidur bersama Yang Mulia Kaisar Li,”
“Cih amna ada yang seperti itu..! Itu pasti karena Selir Hua Rong memanjat tempat tidur Yang Mulia Kaisar Li,”
“Ah itu benar juga, mana ada hal seperti itu,”
“Benar-benar Selir yang tidak tahu di untung. Sudah merebut kebahagiaan orang lain kini anaknya juga ingin merebut hak orang lain,”
“Namanya buah tidak akan jauh dari pohonnya, jika saja ibunya perebut yah anaknya juga pasti perebutlah. Entah itu tahta atau malah suami orang. Anak sama Ibu sama saja, sama-sama tidak tahu malu,”
Selir Hua rong yang sudah tidak tahan mendengar bisik-bisikan yang di tujuhkan secara terang-terangan itu membuatnya marah.
“CUKUP…..!” teriak Selir Hua Rong dengan napas yang memburu.
“Kenapa bukannya itu nyata kalau kau merayu Yang Mulia Kaisar Li/” ucap seseorang dengan lantang.
“Kau…!”
“Hentikan…!” ucap tegas Kaisar Ming dengan lantang.
“Apa kalian sudah tidak menganggapku ada?” kesal Kaisar Ming dengan wajah gelap.
Semua orang langsung terdiam dengan kepala yang tertunduk hanya Li Shang Yue yang berdiri tenang dengan senyum penuh kemenangan.
“Ingin menyerangku apalagi berani mengusik ayahku? Akan aku buat kalian merasakan dua kali lipat,” kata Li Shang Yue dalam hati dengan senyum provokasi pada Putri Wei Rong.
“Sial4n…! Kenapa jadi begini? Jelas-jelas aku ingin mempermalukannya kenapa malah aku dan Ibunda yang kena malu? Lihat saja kamu anak pembawa sial, aku akan membalasmu,” kata Putri Wei Rong dalam hati dengan menatap penuh benci kepada Li Shang Yue.
“Kenapa menatapku seperti itu? Ingin marah silahkan aku menantikan rencana licikmu itu. Aku akan membuat mental mu jatuh sedikit demi sedikit seperti kalian yang membuat Putri Li Shang Yue yang asli menderita selama ini. Aku akan membalas setiap tetesnya air mata yang telah kalian berikan pada anak yang tak berdosa itu,” batin Li Shang Yue yang mengepalkan tangannya dengan kuat.
Kedua saudara beda ayah itu saling menatap tajam satu sama lain. Kaisar Ming yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala dengan menatap Li Shang Yue yang bersikap santai tapi matanya menatap tajam.
“Gadis ini tampak diam dan tenang namun dalam kediamannya itu justru bisa menghanyutkan jika tidak hati-hati. Bergerak pelan namun mematikan seperti mawar cantik namun penuh duri,” kata Kaisar Ming dalam hati menatap Li Shang Yue dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
__ADS_1
‘Dia sangat menarik sayangnya aku tidak bisa memilikinya,” guman Putra Mahkota Ju.
“Memang ada baiknya kau tidak memilikinya gege, gadis itu seperti monster,” kata Pangerang kedua Ming Jian yang ternyata mendengar apa yang di katakan oleh sang Putra Mahkota Ju.
“Itu salahmu sendiri yang membentaknya,” balas Putra Mahkota Ju dengan dingin.
“Aku tidak tahu jika Ayahanda sendiri yang memberikannya,” bela Pangerang kedua Ming Jian.
“Cih konsepnya semua sama, kamu mengusiknya lebih dulu,” kata Putra Mahkota Ju menatap malas ke arah Pangeran Kedua yang merupakan adik kandungnya itu.
Kaisar Ming memberikan kode pada kasim untuk memulai acaranya.
“ACARA DI MULAI…! YANG INGIN MEMBERI KADO PADA YANG MULIA MAKA DI PERSILAHKAN. SETELAH INI AKAN ADA PERTUNJUKAN BAKAT DARI PUTRI DAN PANGERAN,”
Semua orang langsung memberikan hadiah ulang tahun mereka pada Putra Mahkota Ju termasuk Jendral Feng yang maju mewakili sang keluarga.
Acara yang di tunggu-tunggu para Putri dan nona bangsawan lainnya akhirnya tiba yaitu pertunjukan bakat. Para Putri dan juga Nona bangsawan dengan penuh antusias menunjukan bakat mereka satu persatu hanya Li Shang Yue yang sedari tadi hanya terus sibuk dengan urusannya sendiri.
Apa urusan Li Shang Yue? Apalagi jika bukan isi perutnya. Gadis itu bahkan bodoh amat sama apa yang terjadi di sekitarnya. Di saat para gadis muda berlomba-lomba ingin menunjukan bakat maka berbeda dengan li Shang Yue yang sibuk dengan memilih makanan di atas meja.
“Bakat? Aku tidak punya bakat tapi jika bakat lomba makan aku akan ikut,” jawab Li Shang Yue dengan senyum tipis.
Uhukk uhukkk
Jendral Feng yang sedang menyesap tehnya langsung tersedak mendengar pengakuan Li Shang Yue yang begitu gamblang.
“Ayah hati-hati, kenapa minum buru-buru aku tidak akan merebutnya,” kata Li Shang Yue yang menepuk-nepuk punggung sang ayah.
“Yue’er ayah tersedak juga gara-gara kamu,” kata Jendral Feng yang geregetan sendiri akan sifat anaknya itu.
“Memangnya Yue’er kenapa Ayah?”
“Apa kamu tidak memiliki bakat apapun?”
“Tidak, Yue’er hanya tahu banyak makan,” jawab polos Li Shang Yue.
“Astaga lalu bagaimana jika kamu di panggil nanti oleh Yang Mulia Kaisar? Kamu tidak mungkin menampilkan keahlianmu dalam menghabiskan makanan bukan?” Jendral Feng memijat kepalanya yang sedikit berdenyut sakit.
__ADS_1
Sepertinya Jendral Feng alah mengadopsi putri atau lebih tepatnya anak yang dia anggap putri itu sebenarnya seorang pria. Dari segi pakaian, sifat bahkan kini bakat semuanya tak mempunyai apapun.
“Sepertinya dia bukan seorang gadis tapi seorang pria. Aku salah jika menganggapnya seorang gadis kecil yang anggun putriku tidak ada anggun-anggunnya sama sekali,” batin Jendral Feng yang menangis meratapi nasibnya.
“Yuyu kamu harus bersiap aku merasakan wanita jahat itu akan kembali mempermalukanmu,” suara Long tiba-tiba terdengar di pikiran Li Shang Yue.
Li Shang Yue yang sedang mengelus punggung Jendral Feng langsung menatap ke arah panggung kecil untuk di adakan pertunjukan bakat. Di atas sana berdiri Putri Wei Rong yang berdiri di tengah-tengah panggung kecil itu.
“Cih Nenek lampir itu lagi, aku yakin pasti akan ada lagi rencananya,” kata Li Shang Yue dalam hati.
“Yuyu lebih baik kamu siaga sekarang juga,” suara Snake terdengar juga sepertinya mereka di cemaskan dengan keadaan Li Shang Yue.
“Tenang saja, aku akan baik-baik saja,” kata Li Shang yue dengan menyakinkan kedua mahluk kontraknya itu jika dia kan baik-baik saja.
Ting
Alunan musik tradisional terdengar lembut bersaman dengan itu pula tubuh Putri Wei Rong mulai bergerak meliuk-liukan badannya dengan lembut mengikuti alunan lagu. Semua mata terpesona akan kepandaian Putri Wei Rong dalam menari.
“Indah sekali tak salah jika Putri Wei Rong di beri julukan si gadis tarian Phoenix. Lihat gerakannya sangat lembut dan indah,”
“Benar, terlihat indah dan lembut,”
“Benar-benar si penari Phoenix,”
Li Shang Yue yang mendengar decakan kagum itu langsung menatap sinis Putri Wei Rong yang sedang menari.
“Sejak kapan si burung Phoenix lemah lembut kek mau terbang seperti itu? Perasaan burung Phoenix itu dikenal dengan sayapnya yang indah dan juga dikenal arogan bagaimana bisa tarian itu disebut tarian Phoenix?” kata Long dengan decakan kesal.
“Mungkin mata mereka semua rabun,” balas Li Shang Yue dengan santai.
“Nona Feng maukah kau mempertunjukan bakatmu kepada kami semua?” suara Kaisar Ming memanggil Li Shang Yue tiba-tiba.
Deg
Li Shang Yue melototkan matanya dengan bulat jangan lupakan mulutnya yang masih terisi penuh itu hanya bisa menganga lebar.
‘Mati aku,”
__ADS_1