Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 47


__ADS_3

“Hentikan Yuyu! Lihat, anggotamu butuh makanan.”


Li Shang Yue yang mendengar apa yang dikatakan oleh Long langsung menghentikan larinya. Matanya menatap ke seluruh arah melihat para anggotanya yang sepertinya kecapean dan juga kehausan.


“Yun, Chan Si, Lay, Kemari!” teriak Li Shang Yue memanggil ketiga prajurit itu.


Ketiga pria itu langsung berlari kecil ke arah Li Shang Yue yang masih berdiri kokoh di bawah salah satu pohon yang rindang.


“Ada apa Nona?” tanya ketiganya dengan serentak.


“Ikut aku,” Li Shang Yue segera berbalik berjalan terlebih dahulu lalu di ikuti oleh ketiga pria di belakangnya itu.


Hingga setelah berjalan beberapa saat akhirnya Li Shang Yue bersama ketiga prajurit itu sampai di sebuah bangunan yang merupakan dapur istana.


BRRAKKKK


Li Shang Yue yang kesal karena mereka sadar akan kedatangannya tapi tidak ada satu orang pun yang mau memberikannya muka.


“Apa harus aku membunuh kaklian semua agar kalian tahu jika jangan pernah main-main denganku?” gertak Li Shang Yue yang menatap kesal para pelayan.


“U….untuk a…apa kami ta…takut padamu? Se….sekarang kamu bukan lagi Putri Mahkota kerajaan ini jadi kami tidak harus patuh dan hormat kepada kamu lagi.” Balas salah satu pelayan yang berani membalas ucapan dari Li Shang Yue.


Li Shang Yue yang mendengar apa yang dikatakan oleh pelayan itu langsung mengernyitkan alisnya. Sejak kapan kabar itu sampai di luar padahal kejadian itu baru kemarin saja. Li Shang Yue menatap tajam pelayan yang tadi membalas ucapannya sebelum sebuah senyum miring tercetak di bibirnya. Li Shang Yue ingat jika menurut ingatan Li Shang Yue yang asli pelayan wanita di depannya ini adalah salah satu pelayan yang sering menyiksa Li Shang Yue yang asli. Tidak hanya itu pelayan ini juga merupakan pelayan kepercayaan dari Selir Hua Rong.


“KEPALA PELAYAN….!”


Kepala pelayan yang sedang bersembunyi langsung keluar dari persembunyiannya saat mendengar teriakan amarah dari Li Shang Yue.


“Sa-saya Pu-putri,” Sang kepala pelayan langsung bersujud di depan Li Shang Yue.


“Panggil Kaisar kemari jika dalam 5 menit kalian tidak datang maka akan aku hancurkan bangunan ini!”


“Baik Putri…,” kepala pelayan itu langsung bangun dan berlari keluar dari ruangan dapur itu.


“Chan Si, carikan aku cambuk brduri sekarang juga!” titah Li Shang Yue.

__ADS_1


“Baik Putri,”


Sedangkan di tempat lain terlihat Kaisar duduk bersama dengan Jendral Xin dan juga Jenderal Feng. Saat sedang berfokus membahas sesuatu tiba-tiba saja masuk menerobos membuat sang Kaisar murka.


“Apa kamu bosa hidup ha…?” bentak Kaisar Li.


“Salam Yang Mulia, di dapur istana terjadi keributan antara Putri Li Shang Yue dengan seorang pelayan.” Lapor sang Kepala pelayan.


“APAAAA?”


Sontak saja ketiga orang di dalam ruangan itu lansgung berdiri dari kursi mereka masing-masing menuju ke dapur. Masih jauh namun mereka sudah mendengar jeritan kesakitan yang dapat di duga jika itu bukan suara dari Li Shang Yue.


Sampai di halaman dapur baik Kaisar Li maupun Jendral Feng dan Jendral Xin cukup kaget melihat Li Shang Yue yang dengan entengnya mencambuk seorang pelayan.


“Li Shang Yue!” teriak Kaisar Li yang murka.


Li Shang Yue yang mendengar namanya di panggil langsung menghentikan gerakan tangannya di udara. Matanya melirik Kaisar Li yang sedang menatapnya dengan tajam dan penuh aura kemarahan. Bukannya takut Li Shang Yue hanya tersenyum dingin sebelum sebuah api yang merambat ke arah cambuk itu.


Wusssssh


“API….!”


AAAAAA


Pelayan itu berteriak kesakitan saat merasakan dagingnya yang di konyak hingga di detik berikutnya pelayan itu langsung tak sadarkan diri.


“Apa yang kamu lakukan Shang Yue? Bagaimana bisa seorang putri melakukan dan mempunyai sifat seperti kamu?” ucap Kaisar Li yang menatap Li Shang Yue yang menurutnya terus saja membuat masalah.


“Lalu bagaimana dengan anda sendiri Yang Mulia Kaisar, bukankah Yang Mulia tahu sendiri jika hidupku selama 14 tahun hanya di isi dengan penyiksaan yang saya dapatkan dari pelayan dan pengawal di istana ini. Apa anda pernah memberi mereka hukuman atau menghentikan perlakuan mereka terhadapku?”


Diam


Kaisar Li langsung terdiam saat mendengar balasan Li Shang Yue yang lebih menohok daripada apa yang ada di pikirkannya.`


Sedangkan Jendral Feng yang berada di belakang Kaisar Li terlihat menahan tawa dengan membuang muka. Entah kenapa Li Shang Yue yang sekarang sangatlah bisa membalik keadaan apapun. Bahkan Kaisar sampai ikut terdiam.

__ADS_1


“Lalu apa yang kamu inginkan?” Kaisar Li memilih untuk mengalah entah kenapa dirinya semakin merasa bersalah pada Li Shang Yue.


“Apa yang aku inginkan? Tentu saja balikkan nama baikku, aku memang bukan lagi Putrimu tapi aku tetap Putri Mahkota. Lalu apa hak dari selir tercintamu itu menyebarkan rumor jika aku bukan lagi Putri Mahkota? Dengar Yang Mulia Kaisar jika kamu tidak ingin melihat dengan cepat maka ajari sopan santun pada selirmu itu. Atau aku yang harus mengajarinya, bagaimana?”


“Tidak biarkan aku saja yang menasehatinya nanti,”


“Sekarang! Jika besok aku masioh mendengar rumor yang mengatakan jika aku bukan lagi Putri Mahkota maka jangan salahkan aku jika aku membunuhnya di depan matamu.” Balas Li Shang Yue dengan dingin.


“Kenapa kau semakin berubah Shang Yue? Kau bukan lagi Shang Yue ku yang dulu yang selalu meminta kasih sayang, kini kau terlihat membenci ayahandamu ini.” Batin Kaisar Li menatap sendu Li Shang Yue.


“Pelayan…!”


“Iya Putri,”


“Bawa makanan dan minuman yang banyak ke Paviliunku, aku tidak mau tahu jika nanti kalian tidak datang maka kalian akan bernasib sama sepertinya.” Tunjuk Li Shang Yue kepada pelayan yang dicambuknya tadi kini sudah tak berdaya lagi.


“Baik Putri!”


Mendengar itu Li Shang Yue tersenyum senang lalu berbalik pergi begitu saja. Bahkan Kaisar melangkahi Kaisar Li begitu saja tanpa melakukan penghormatan dan juga menatapnya seperti dulu.


Bugh


Uhukkk uhukkk


Jenderal Xin yang tidak siap akan serangan dari Li Shang yue langsung terbatuk-batuk menerima serangan itu.


"Ada apa Jendral Xin?" Tanya Kaisar Li yang menatap ke arah Jendral Xin.


"Tidak ada Yang Mulia," jawab Jendral xjn dengan cepat.


Sedangkan Jendral Feng sudah membuang muka sedari tadi. Jendral Feng bahkan sampai menggigit bibir menahan tawa yang segera meledak.


"Bagaimana rasanya?" Tanya Jendral Fend dengan nada mengejek.


"Ayah menertawakanku?" Kesal Jendral Xin karena sang ayah yang menertawakannya.

__ADS_1


"Bukankah kamu kuat, kenapa hanya pukulan dari tangan kecil Yuyu bisa membuatmu sakit?"


"Cih ayah tidak tahu saja jika kekuatan Yuyu itu sangatlah di luar nalar." Gerutu jendral Xin.


__ADS_2