
“Bisa jelaskan secara rinci tentang monster itu?” Ucap Bonzhu setelah terdiam cukup lama dengan meminum teh dan cemilan yang di siapkan oleh sang kepala desa.
“Monster itu akan berkeliaran di malam hari dia akan menghancurkan apapun itu seperti sampan kapal ataupun jaring ikan yang terpasang di laut akan dia hancurkan. Aku tak pernah melihatnya secara langsung tapi kata para nelayan yang selamat dari kejarannya monster itu terlihat begitu besar. Monster itu seperti ikan akan tetapi kulitnya keras memiliki tanduk di punggungnya. Selain itu monster itu memiliki gigi yang sangat tajam dan juga mulut yang besar dan lebar.” Terang sang kepala desa dengan serius.
Semua orang langsung terdiam kaku mendengar penjelasan kepala desa yang sudah bisa di tebak jika monster itu sangat menakutkan. Sedangkan semua orang terlihat bingun maka berbeda dengan Li Shang Yue yang sedang memikirkan sosok seperti apa monster itu hingga tiba-tiba Li Shang Yue langsung membulatkan mata saat menyadari ada satu hewan laut yang memiliki ciri-ciri yang sama persis seperti apa yang di terangkan oleh kepala desa.
“Ini…, tidak mungkin hiu kan?” guman Li Shang Yue yang setengah sadar jika ciri-ciri itu sama seperti hiu.
“Masa di zaman kuno ini sudah ada Hiu yang benar saja? Tapi jika seperti apa yang di katakan oleh kepala desa ini maka bukan lain lagi ciri-cirinya emang seperti hiu. " lanjut Li Shang yue yang sibuk menebak apa monster itu benar-benar hih atau bukan.
"Sial ini akan sulit," umpat Li Shang Yue.
“Apanya yang ulit Yuyu?” tanya Fan Hu yang ternyata mendengar apa yang di gumankan oleh ;Li Shang Yue barusan.
“Eh tidak ada Fan gege,” elak Li Shang Yue.
“Baiklah jika seperti itu kami akan bergerak pada malam hari nanti,” kata Bonzhu dengan tenang.
“Baik anak muda kami akan mengirimkan juga beberapa orang untuk mengantarkan kalian ke tempat biasa monster itu ada.
“Jika begitu kami pamit kepala desa karena kami akan mencari penginanpan terlebih dahulu.”
“Silahkan anak muda,”
Setelah bercakap-cakap akirnya Bonzhu dan Li Shang Yue bersama yang lain. Berdasarkan rekomendasi dari para warga desa akhirnya mereka menemukan penginapan di desa itu.
“Kita pesan 3 kamar saja, satu untuk Yuyu dan duanya untuk kita berempat setiap kamar di tempati dua orang.” Kata Bonzhu dengan adil.
“Kamu setuju tapi usahakan harus dekat dengan kamar Yuyu,” sahut Hi An.
“Baiklah mari kita ke kasir,”
Seperti kesepakatan tadi akhirnya mereka memesan 3 kamar yang kebetulan ketiga kamar itu saling bersampingan hingga hingga mereka semua setuju menempati Yuyu di kamar tengah. Sedangkan Li Shang Yue yang mendengar apa yang dikatakan oleh ke empat pria itu hanya bisa mendengus kesal.
__ADS_1
Hari begitu cepat berlalu hingga tak terasa hari yang terang telah berlalu berganti dengan malam yang sunyi. Di malam sunyi itu di saat para warga sedang terlelap tidur rombongan Li Shang Yue beserta Bonzhu dan lainnya segera menuju pantai yang menjadi tempat bersarangnya monster itu.
Sampai disana Li Shang Yue bersama yang lainnya naik di tempat sebuah kapal yang tidak terlalu besar namun tidak juga kecil. Saat di tengah laut Li Shang Yue dan teman yang lainnya di suruh turun dari kapal itu hingga hanya menggunakan sebuah bambu yang sudah di satukan hingga bisa mengembang di atas air. Li Shang Yue satu bambu dengan Fan Hu dan Lou Yi sedangkan Bonzhu dan Hi An juga satu bambu akhirnya mereka menuju ke tengah laut berjalan sesuai peta yang di berikan warga.
“Apa ini tempatnya?” tanya Laou Yi setelah Bonzhu menyuruh mereka untuk berhenti di tempat itu.
“Menurut peta ini sudah tempatnya walaupun beda pasti sudah di sekitar ini,” jawab Bonzhu yang menatap sekitar namun tidak ada ap[apun yang mencurigakan.
Li Shang Yue diam berjongkok dengan meletakan tangnnya di atas permukaan air. Hingga beberapa saat kemudian Li Shang Yue bisa menggerakan gerakan samar-samar gerakan yang sedang menuju mereka semua.
“Bersiaplah dia sudah datang!” ucap Li Shang Yue dengan lantang.
Sontak Bonzhu dan yang lain langsung kaget saat mendengar ucapan Li Shang Yue yang begitu terlihat serius. Bonzhu yang melihat ekspresi serius dari Li Shang Yue langsung memasang posisi siaga.
“Satukan bambu kita!” Kata Bonzhu dengan tegas.
Mendengar apa yang diperintahkan oleh Bonzhu Lou Yi dan Hi An dengan gerakan cepat segera menggabungkan kedua sampan bambu itu.
Bonzhu beserta Lou Yi dan Hi An segera bersiaga namun mata mereka melotot saat melihat ombak yang sangat tinggi itu.
Brak
Dengan sapuan ombak yang besar mereka semua basah kulup sekarang. Mereka semua semakin siaga hanya Li Shang Yue yang nampak terlihat santai dengan wajah datar dan dinginnya itu.
“Gunakan elemen es dan api!” ucap Li Shang Yue dengan datar menatap sesuatu yang bergerak di depan mereka itu.
“Bagaimana bisa? Kedua elemen itu bertolak belakang!” syok Hi An yang tidak percaya pada ucapan Li SHang Yue yang bagaimana di saat seperti ini gadis itu ingin menggunakan elemen itu.
“Aku serius, untuk mengalahkan monster itu kita harus menggabungkan kedua elemen itu.” Terang Li Shang Yue dengan weajah serious.
“Bagaimana caranya?” tanya Fan Hu dan Bonzhu yang memilih percaya pada ucapan Li Shang Yue.
“Gunakan elemen es dulu untuk menahannya lalu serang menggunakan elemen api karena hanya itu yang bisa kita lakukan sekarang.”
__ADS_1
“Bagaimana?” tanya mereka semua serentak.
“Perhatikan di depan sana ada sebuah tanduk yang dengan cepat bergerak ke arah kita. di saat hewan itu melompat dari air laut segera buat ai ini menjadi bongkalan es. Lalu elemen api akan jadi penyerang apda monster itu. Selain penyerang sang pemilik elemen api harus melindungi si elemen es dari serangan monster. Sisanya akan menjadi tim penyerang jarak dekat ke arah monster.” kata Li Shang Yue yang memberi mereka arahan.
“Lou Yi! Hi An mundur di belangkan.” Perintah Bonzhu.
“Baik ketua,” Hi An dan Lou Yi segera berjalan ke arah belakang Li SHang Yue dan lainnya.
“Ikuti aba-aba dari Yuyu.” perintah Bozhu.
“Baik Bos,”
“DIA DATANG!”
BRAKKK
Mereka sekali lagi di hantam oleh ombak yang lebih besar dari sebelum. Mereka di kagetkan dengan sebuah monster yang keluar dari laut.
KAHHHHHHH
“HIU!” Li Shang Yue memekik kaget saat sadar jika hewan itu benar-benar hiu.
“Kamu mengetahuinya?” tanya Fan Hu dengan terus memastikan keadaan sekitar aman.
Hiu itu terus memberi serangan pada Li SHang Yue dengan menciptakan ombak yang keras dan besar. Namun karena adanya kerja tim yang keras Li Shang Yue dan lainnya tidak jatuh dari sampan bambu.
“Bersiap dia akan melompat lagi. Disaat aku bilang bekukan maka lakukan!”
“Baik Yuyu.” Mereka semua mulai bersiap untuk menyerang balik ke arah monster itu.
WUSSSSHHHH
“Sekarang!!”
__ADS_1