
DHUARRRR
Di serangan terakhir perisai sang penyihir langsung pecah bersamaan dengan serangan Li Shang Yue yang tak memberi waktu bagi sanbg penyihir untuk emngambil napas. Tak punya pilihan lain sang penyihir hanya bisa menarik pedangnya menghadapi Li Shang yue yang terlihat menakutkan dengan keadaan seperti ini.
Trang
Jleb
Srettt
Li Shang Yue tersenyum sinis saat melihat pedangnya yang memiliki warna merah yang tak lain adalah darah dari sang wanita penyihir.
''Kau?'' wanita penyihir itu memegang lengannya yang terluka karena pedang Li Shang Yue.
''Jangan berteriak padaku...! Ini baru awal,'' ucap Li Shang Yue yang langsung mnatap tajam penyihir itu.
''Kau ingin menumbalkan orang-orang ku demi ritualmu itu maka akan aku ganti dengan melakukan ritual dengan menumbalkan darahmu,'' lanjut Li Shang Yue dengan nada sinisnya.
Li Shang Yue langsung mengangkat kembali pedangnya lalu menyerang wanita penyihir itu dengan cepat dan akurat. Serangan kali ini terlihat Li Shang Yue yang tidak lagi menahan kekuatannya. Terlihat dengan jelas Li Shang Yue menggerak-gerakan pedangnya dengan begitu lincah dan juga membuatserangannya begitu cepat.
Tendangan dan pukalan terus di lakukan oleh Li Shang Yue membuat wanita penyihir semakin terpojok di tambah dengan berbagai serangan lain dari Li Shang Yue datang padanya membuat wanita iitu langsung merasa terpojok.
''Kenapa terus mundur? Sudah tidak bisa melawan lagi?' sinis Li Shang Yue yang mengejek sang penyihir itu dengan nada sinis dan juga merendahkan.
''Jangan harap, aku masih cukup kuat untuk melawanmu?" teriak sang penyihir itu.
__ADS_1
'',aka buktikan saja, aku ingin melihat kekuatan kamu yang sebenarnya penyihir tua,'' ejek Li Shang Yue yang tersenyum menyebalkan pada sang penyihir.
''Kau yang meminta maka terima akibatnya...!'' teriak sang penyihir yang melemparkan sihir apinya pada Li Shang Yue.
Brukk
Uhukk uhukk
Li Shang Yue mundur beberapa langkah dari belakang dengan menyeka darah dari mulutnya yang sepertinya cukup terkena serangan dari sang penyihir.
''Sial, aku lupa jika dia adalah penyihir tentu saja serangan jarak jauhnya kuat dari pada serangan jarak dekatnya,'' guman Li Shang Yue dengan terbatuk-batuk.
''Yuyu hati-hati, sudah aku bilang jika sedang bertarung maka fokus jangan hanya terus mengoceh seperti burung Beo,'' terdengar suara Long yang sepertinya benar-benar kesal.
''Bagaimana gadis kecil, apa kamu sekarang mengerti jika jarak kita adalah bagaikan langit dan bumi,''
''Iya, kamu buminya dan aku langitnya,'' balas Li Shang Yue dengan santai.
;''Dasar keras kepala,'' sosok itu langsung menyerang Li Shang Yue dengan jarak jauh yang dengan mudah di hindari oleh Li Shang Yue.
Saat sedang meghindar Li Shnag Yue juga menyerang sang penyihir dengan kekuatan pedangnya hingga walau jelas kekuatan sanng Penyihior lebih tinggi darinya. Akan tetapi, dengan adanya pedang biru di tangannya kekuatan mereka terlihat seimbang.
''Sial, dia bukan lawan yang bisa di anggap remeh,'' guman sosok itu yang melihat Lii Shang Yue dengan lihai menghindari serangannya. Saking mahirnya bahkan Li Shang Yue juga masih bisa menyerang ke arahnya.
Tatapan sang penyihir langsung berpindah pada kumpulan teman-teman Li Shang Yue yang sedang mengobati Chan Si dan Yuren yang berusaha menghentikan pendarahan pada luka dari Fan Hu. Tiba-tiba saja tatapan tajam sang penyihir langsung berpusat pada mereka dengan tersenyum licik sebelum mengarahkan serangannya pada mereka semua. Li Shang Yue yang melihat itu tentu saja kaget akan tetapi saat akan menghindari serangan yang terarah padanya Li Shang Yue melihat anak kecil di belakangnya membuat Li Shang Yue di lema sekaligus.
__ADS_1
''Perisai seribu bintang...!'' teriak Li Shang Yue yang langsung memutar tubuhnya untuk melindungi anak dibelakangnya.
Selesai memastikan aak itu aman Li Shang Yue langsung berlari secepat kiulat menghalangi serangan sang penytihir akan tetapi karena tak membentengi dirinya dengan perisai membuat Li Shang Yue langsung tersungkur ke tanah karena serangan sang penyihir.
Brukk
''YUYU...!'' mereka segera mendekati li Shang Yue yang terkurap di tanah.
''Penyihir sialan beraninya kau menyakiti Nona ku...!'' teriak Yuren marah.
Dengan kemarahannya yang meluap-lupa Yuren langsung berdiri di depan sang penyihir hingga tiba-tiba saja hawa di sekiar mulai dingin dengan puluhan bahkan ribuan belati yang terbentuk dari es terbentuk mengelilingi Yuren dan yang lainnya. Sang penyihir yang melihat dan merasakan aura dari gadis kecil di depannya itu langsung mengerutkan dahi.
''Ada apa ini? Auranya terasa seperti...,'' sang penyihir menatap aneh ke arah Yuren yang sepertinya benar-benar marah.
''KAU KIRA HANYA KAU YANG BISA MEMILIKI ILMU SIHIR? AKU JUGA MEMILIKINYA...!'' ucap Yuren yang dengan lantang bersamaan dengan itu tiba-tiba saja rambut Yuren yang awalnya berwarna hitam kini mulai memutih sebagai ciri khas bangsa penyihir.
''A..apa ini? Ka...kau penyihir?" tanya sang penyihir dengan nada tak percaya.
''Ya aku penyihir...!!" ucap Yuren dengan nada tegas tanpa ada kebogongan sedikitpun
.
Li Shang Yue yang berada di belakang saja sampai tertegun di buatnya. Gadis kecil itu menatap Yuren dengan tatapan yang sulit di artikan dan juga menatap Yuren dengan tatapan yang sulit di artikan.
''Yu...Yuren kau...,''
__ADS_1