Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
BAB 131


__ADS_3

‘‘Wahhh baguslah jika seperti itu. Gege pasti senang aku bawa oleh-oleh untuknya,” guman Li Shang Yue memikirkan sang kakak.


Setelah mengontrak sang rubah terlihat luka-luka yang di alami oleh sang rubah langsung sembuh dan kembali tersedia kalah.


“Gadis kecil kau berada di ranah apa?” tanya sang rubah dengan gugup karena dirinya merasakan menerobos masuk ke tahap ranah surgawi padahal tadi dirinya baru berada di ranah Nirwana tingkat 2 sekarang dia berada di Ranah Surgawi tingkat 2 dengan melakukan terobosan 5 kali terobosan hingga mencapai Ranah Surgawi tingkat 2.


“Ranah Pengusaha tingkat akhir,” jawab Li Shang Yue santai.


Uhukk uhukk


Sang rubah dan harimau yang mendengar itu rasanya ingin muntah darah. Bagaimana dengan Ranah dengan begitu tinggi gadis kecil di depan mereka itu mencapainya dengan umur yang masih sangat muda.


“Hey rubah siapa namamu?” Li Shang Yue menatap sang rubah yang baru saja dia kontrak.


“Saya tidak punya nama Tuan,” jawab sang rubah dengan menundukan kepalanya sedikit.


“Baiklah aku akan memberimu nama, bagaimana dengan…., Foxy?” tanya LI Shang Yue dengan senyum manis di wajahnya menatap penuh binar ke arah sang rubah.


Sang rubah yang mendengar nama apa yang di berikan padanya langsung menganggukan kepalanya dengan semangat.`


“Baiklah Foxy untuk saat ini kamu harus aku masukan ke dalam ruang dimensi. Sedangkan kamu harimau, kau hanya perlu mengikutiku karena kamu tidak mungkin masuk ke dalam ruang dimensiku karena kamu bukan hewan kontrakku,” kata Li Shang Yue memberi pengertian kepada sang harimau.


“Yuyu mereka juga bisa masuk keduanya. Walaupun harimau bukan hewan kontrak mu tapi dia juga bisa masuk kesini dengan kamu sendiri yang membawa mereka,” ucap Nino memberitahu Li Shang Yue jika sang harimau bisa masuk ke dalam ruang dimensi.


‘‘Kalau mereka bertengkar di dalam bagaimana? Aku tidak ruang dimensiku kacau hanya karena masalah ini,” kata Li Shang Yue yang memberikan sebuah ancaman kepada Nino.


“Maaf Nona,”


Li SHang Yue hanya diam lalu melambaikan tangannya ke arah Foxy hingga detik berikutnya sang rubah langsung menghilang dari hadapan Li Shang Yue dan juga sang harimau. Melihat itu Li Shang Yue langsung mengeluarkan sebuah pil yang berwarna hiju pekat.


“Makanlah pil ini terlebih dahulu agar kau sembuh dari luka-lukamu itu,”Li SHang Yue menyodorkan pil itu ke arah mulut sang Harimau.


Dengan patuh harimau itu langsung membuka kecil mulutnya lalu memakan pil di tangan Li Shang Yue dengan hati-hati takut melukai tangan gadis kecil itu dengan taringnya yang tajam.


Setelah memakan pil itu harimau itu melototkan matanya hingga langsung duduk untuk menyerap energi spiritual yang begitu banyak mengalir di aliran darahnya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian terlihat sang harimau yang membuka matanya. Walau tidak melakukan terobosan seperti sang rubah namun harimau juga merasa senang karena bisa sembuh dari luka-lukanya.


“Terima kasih gadis kecil,” ucap sang harimau yang menundukan kepalanya sedikit.


“Tak apa, sebagai gantinya kamu harus menjadi tunggangan Gege ku. Dia juga memiliki elemen api dengan tipe penyerang sepertimu. Pasti kalian akan menjadi partner yang sangat mengagumkan,” kata Li Shang Yue dengan mata yang berbinar membayangkan sang kakak untuk bertarung.


“Tapi bagaimana caraku membawamu keluar jika dengan ukuran tubuhmu yang seperti raksasa itu? Jika aku keluar seperti ini yang ada kita hanya akan menjadi buronan para kultivator tinggi,” kata Li Shang Yue yang menatap sang harimau yang memiliki tubuh besar 3 kali lipat dari ukurannya.


“Saya bisa berubah menjadi kecil Gadis kecil,” kata harimau itu dengan suara tegasnya.


Li Shang Yue yang mendengarnya langsung menoleh ke arah harimau, “ benarkah?”


“Benar Gadis kecil,”


“Jika sepertiitu amka berubahlah, kita harus segera keluar dari hutan karena aku sedang menjalankan lomba berburu,” kata Li Shang Yue yang memberi instruksi kepada sang harimau besar.


Harimau itu langsung berubah seperti apa yang di inginkannya hingga sedetik kemudia harimau dengan badan yang super besar itu langsung berubah menjadi kucing putih dengan tubuh yang gemuk dan terlihat sangatlah lucu.


Melihat itu Li Shang Yue tak bisa untuk tidak menganga. bagaimana hewan yang tadinya menakutkan kini berubah menjadi hewan yang sangat cantik dan manis seperti itu. Namun karena merasakan hari sudah sore Li SHang Yue langsung mengambil harimau yang sudah berubah menjadi kucing itu.


Kikkk


“Hahaha aku tahu kau rindu padaku, sekarang mari kita keluar dari hutan  ini,” kata Li Shang Yue membelai halus bulu sang kdua putih.


Hap


Hanya satu kali lompatan Li Shang Yue langsung bisa berada di atas punggung kudanya. Tanpa berbasa basi Li Shang  Yue langsung memacu kudanya membela hutan belantara itu.


Hia


Hia


Hia


Kuda putih milik Li Shang Yue berlari dengan sangat cepat dengan Li Shang Yue yang berada di atas punggungnya. Li Shang Yue terus menerobos hingga di pertengahan jalan Li Shang Yue melihat salah satu rombongan yang ikut lomba berburu sedang menghadapi seekor banteng raksasa dengan sebuah tanduk besar di kepalanya. Melihat jika orang-orang itu kesulitan menghadapi banteng itu membuat Li Shang Yue memutuskan untuk turun tangan.

__ADS_1


“Harimau manis kamu berdiam dirilah disini aku harus membantu mereka dulu,” Li SHang Yue meletakan kucing manis itu di atas punggung sang kuda tak lupa juga mengikatnya agar tidak jatuh.


“Bro serang banteng gila itu…!” perintah Li Shang Yue pada si kuda.


BUkannya takut kuda putih itu justru benar-benar berlari kencang ke arah banteng yang sedang mengamuk itu.


“Hm kau memang kuda yang pemberani, tenang saja setelah ini aku akan memberikanmu hadiah,” kata Li Shang Yue yang langsung mengeluarkan kedua belati kembarnya.


“Hey kawan kali ini kalian benar-benar harus menunjukan kepadaku kehebatan kalian. Jika tidak aku akan mengembalikan kalian di tempat goa jelek itu,” bisik Li Shang Yue pada kedua belati kembarnya.


“Putaran bernyawa…!” Li SHang Yue langsung melemparkan kedua belati di tangannya ke arah banteng.


“Blue Moon,”


Sring


Sebuah pedang langsung berada di genggaman tangan Li Shang Yue. Tanpa rasa takut Li Shang Yue langsung berdiri di atas kudanya dengan memegang erat pedang miliknya.


“Tebasan Penghancur..!” Li SHang Yue langsung mengibaskan pedangnya ke arah sang banteng membuat banteng itu terlempar beberapa meter.


Li Shang Yue langsung melompat dari kudanya menghampiri pria muda yang hampir saja di injak oleh banteng tadi.


“Kau tidak apa-apa?” tanya Li Shang Yue yang memapah pria muda itu.


“Nona Feng…!” ketiga orang itu menatap kaget orang yang menolong mereka ternyata adalah anak angkat dari Jendral Feng dari kekaisaran benua Li.


“Kalian beristirahatlah, jangan lupa telan pil ini,” kata Li Shang Yue yang memberikan sebuah pil kepada ketiga orang itu.


Setelah memberi mereka pil Li Shang Yue segera berjalan ingin menghadapi banteng itu yang sudah mulai bisa bangun.


“Anda mau kemana Nona?” ucap pria yang di tolong oleh Li Shang Yue tadi.


“Melawan banteng itu,” jawab Li SHang Yue dengan nada dingin.


“APA…?”

__ADS_1


__ADS_2