Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
BAB 127


__ADS_3

“Ini bukan yang kau inginkan? Baiklah mari kita lihat dan sampai berjumpa di dalam hutan,” kata Li Shang Yue dalam hati.


Li Shang Yue langsung menuju tempat kuda yang telah di siapkan untuk para peserta gunakan saat mengikuti lomba berburu. Pilihan Li Shang Yue jatuh pada seekor kuda putih yang memiliki bulu begitu halus dan indah. Kuda itu setiap orang  mendatanginya maka akan mengamuk karena tidak menyukai mereka. Namun saat Li Shang Yue datang kuda itu langsung saja menjadi kuda jinak.


“Putra Mahkota siapa yang membebaskan kuda putih itu?” tanya Kaisar Ming dengan suara pelan.


Putra Mahkota Ju yang mendengar pertanyaan dari Yang Mulia Kaisar langsung menoleh ke arah kumpulan para kuda. Matanya langsung terbelalak saat melihat kuda putih yang sangat susah di atur itu saat ini berada disana. Lebih mengagetkan lagi kuda itu langsung saja jinak saat Li Shang Yue mendatanginya.


“Aku tidak memberi perintah untuk melepaskan kuda itu Yang Mulia. Tapi sepertinya kuda itu telah memilih gadis kecil itu sebagai Tuannya. Lihatlah bahkan dia menjadi kuda jinak hanya karena gadis kecil itu mendekatinya,” kata Putra Mahkota Ju yang menatap Li Shang Yue yang membawa kuda itu keluar.


“Kau benar, sepertinya kuda itu bisa mencari Tuannya sendiri,” balas Kaisar Ming dengan menatap lekat Li Shang Yue yang menjauh disana.


Balik lagi disisi Li Shang Yue, gadis itu tanpa ragu naik di atas kuda putihnya lalu melaju dengan kencang masuk ke dalam hutan di ikuti yang lainnya. Di punggung Li Shang Yue terlihat anak panah yang menjadi senjatanya untuk menangkap buruan dengan busuk yang berada di tangan kanannya dan tangan kirinya memegang tali kuda.


Saat semua orang menuju utara maka berbeda dengan Li Shang Yue yang langsung menuju selatan arah yang berlawanan. Putri Wei Rong yang melihat dari jauh tersenyum puas karena tanpa di minta Li Shang Yue menyerahkan nyawanya sendiri.


“Ternyata aku tak perlu capek-capek memikirkan untuk membawamu di tempat sepi karena kamu sendiri yang mencari mati,” kata Putri Wei Rong dengan senyum sinis di balik cadarnya.


Putri Wei Rong langsung memberikan kode pada anak buahnya untuk mengikuti Li Shang Yue dari belakang.


Sedangkan Li Shang Yue terus memacu kudanya dengan cepat menuju arah selatan. Dia memang sengaja memisahkan diri dari rombongan yang lain karena dia memiliki misi tersembunyi.


“Bagaimana Long apa mereka mengikuti?”” tanya Li Shang Yue kepada Long untuk melihat jika mangsanya mengikuti umpan yang dia berikan.


“Mereka sudah mendekat Yuyu,” suara Long terdengar di pikiran Li Shang Yue.


“Berapa orang?” tanya li SHang yue lagi yang melambatkan laju kudanya sengaja menunggu orang-orang itu.


“Sekitar 50 orang, Putri anak selir itu berada di dedpan memimpin mereka semua,” kata Long.


“50 orang ya? Baguslah aku ingin bermain jadi akan seru jika aku bisa bermain sebanyak itu,” kata Li Shang Yue tersenyum jahat dengan pikiran kotornya.


“Dasar aneh..! Bagaimana bisa membunuh orang kau katakan bermain Yuyu?” terdengar suara Snake yang sepertinya kesal dengan apa yang di alami oleh Li Shang yue.

__ADS_1


“Kau yang aneh, dasar ular putih. Di dunia yang aku tinggali membunuh adalah keahlianku tahu,” kesal Athena dengan wajah cemberut.


“Harusnya di mulai dari ini kamu harus bia membuat kamu mempunyai bakat lain Yuyu. Bukan hanya bakat menghabiskan makanan dan membunuh orang,” kata Snake dengan kesal.


Bagaimana tidak kesal jika master yang mereka sangat banggakan itu tak memiliki bakat apapun layaknya seorang wanita normal lainnya.


“Jadi aku harus apa? Belajar nari gitu? Ogah ngapain tuh lengok-lengok sana sini. Terus puisi, nyanyi? Suara aku jelek. Menyulam? Ogah bikin sakit tangan kalau tertusuk jarum,” kata Li Shang Yue yang bergidik ngeri membayangkan jarinya di tusuk oleh jarum menyulam.


Wusshhh


Trang


Li Shang Yue langsung menatap tajam belati yang hampir mengenainya itu. Jika saja dia tidak cepat mungkin belati itu telah bersarang di dadanya.


“Sudah datang rupanya,” guman Li Shang yue yang tersenyum sinis.


Wusssh


“Mana Tuanmu Putri Wei Rong si4l4n itu?” Li Shang Yue langsung menanyakan keberadaan Putri Wei Rong.


“Oh rupanya kau sudah mengetahuinya jika aku adalah dalang semua ini. Jika sudah seperti itu maka kamu harus mati di hutan ini jugfa,” kata Putri Wei Rong dengan senyum jahatnya.


“Mati? Aku tidak akan mati secepat itu sebelum membalas dendam sampai tuntas. Lagi pula bagaimana dengan kado yang aku berikan wahai Kakak tercintaku?” kata li Shang Yue yang tersenyum manis ke arah Putri Wei Rong.


“Apa maksud?” tanya Putri Wei Rong menatap aneh ke arah Li Shang Yue.


“Maksudku adalah…, apa wajahmu semakin terlihat cantik Jiejie?”


Deg


Putri Wei Rong yang mendengar pertanyaan dari li SHang Yue langsung menegang di tempat. Dengan refleks tangannya menyentuh wajahnya yang berada di belakang cadarnya. Putri Wei Rong menatap Li SHang Yue dengan pandangan yang tidak mengerti namun di detik berikutnya Putri Wei Rong l;angsung paham apa yang dikatakan oleh sebenarnya Li Shang Yue. Tangannya terangkat menunjuk Li Shang Yue yang masih memasang wajah polos dan lugu yang semakin membuat amarah Putri Wei Rong semakin berada di ubun-ubun.


“KAU… JADI KAU YANG MEMBUAT WAJAHKU SEPERTI INI HA…?” bentak Putri Wei Romng dengan amarah yang meluap-luap.

__ADS_1


“Adududh aku tidak bermaksud  seperti itu Jiejie. AKu hanya  mengembalikan apa yang kalian berikan padaku,” balas Li Shang Yue dengan senyum manis.


Sedangkan Putri Wei Rong yang melihat itu semakin meradang oleh amarahnya hingga wajahnya sampai memerah karenamenahan amarah yang meledak-ledak dalam dirinya.


“KALIAN…! CEPAT BUNUH WANITA J4L4NG INI…!” teriak Putri Wei Rong yang memberi perintah kepada anak buahnya untuk menyerang Li Shang Yue.


“Baik Putri…!”


Li Shang Yue yang melihat itu langsung siaga dengan memanggil pedang birunya.


“Blue Moon..!”


Trang


“Ingin membunuhku? Akan aku bawa kalian semua menghadap Raja Yama. Pasti Raja Yama sangat senang karena aku mengirimkan orang-orang jahat seperti kalian di Nerakanya,” kata Li Shang Yue dengan semyum manisnya.


“TEBASAN PENGHANCUR…!” teriak Li Shang Yue yang langsung menebaskan pedangnya ke arah pasukan Putri Wei Rong.


Wusssh


BRAKKKK


Uhukk uhukkk


Mereka langsung terbang menghantam pohon hingga terbatuk-batuk darah. Putri Wei Rong yang melihat jika anak buahnya di serang langsung saja menyerang Li Shang Yue.


“Mati kau sialan…!”


Trang


Jleb


AAAAA

__ADS_1


__ADS_2