Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 155


__ADS_3

Prang


Brukk


“Aaaa sialan…!’’


Selir Hua Rong mengamuk habis-habisan di dalam kamarnya saat mendengar laporan dari mata-mata yang dia pasang jika saat ini Kaisar Li akan mengangkat seorang selir baru. Jika dulu-dulu Selir Hua Rong bisa mencegahnya dengan mengancam akan bunuh diri atau pergi membawa Putri Wei Rong dari Kaisar Li maka sekarang dirinya tidak bisa melakukan apapun.


Selir Hua Rong bisa menahan rasa marah dan juga kekesalannya di dalam hati. Apa yag harus dia lakukan untuk menghentikan semua itu sedangkan kini tidak ada yang bisa dia banggakan lagi. Kultivasi yang hancur, wajah yang buruk rupa, badan yang terlihat mengerikan, apa yang harus dia banggakan dengan semua itu. Hidupnya yang mewah dan penuh dengan perhatian cinta Kaisar Li kini sudah tidak ada lagi.


“Apa yang harus aku lakukan untuk menghentikan semua ini? Kenapa Kaisar sangat tega padaku seperti ini? Harusnya dia berada di dekatku mencarikan aku tabib yang hebat untuk mengobatiku. Tapi apa yang dia lakukan? Dia justru akan menikah lagi dengan para wanita muda itu? Tidak aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi begitu saja. Aku harus membuat semuanya kembali seperti semula,” kata Selir Hua Rong penuh dengan tekad.


Sedangkan di sisi lain Li Shang Yue bersama dengan ke empat temannya akhirnya sampai di kekaisaran Ming setelah melakukan perjalan selama berhari-hari.


“Kita makan dulu,” kata li Shang Yue yang turun dari kudanya.


“Baik Nona,”


Mereka semua mulai turun dari kudanya lalu berjalan berbaur dengan masyarakat kekaisaran Ming. Setelah mencari tempat yang cocok akhirnya mereka menemukan tempat yang mereka anggap cocok untuk mereka singgahi makan. Li Shang Yue segera memberikan kudanya pada penjaga di depan restoran mewah itu untuk di ikatkan kudanya.


“Tolong ikatkan dengan kuat paman, mereka juga ya,” Li Shang Yue memberikan kudanya pada seorang pria dewasa yang sepertinya seumuran dengan sang ayah.


“Baik Nona,” pria itu langsung mengambil tali-tali kuda Li Shang Yue dan lainnya lalu membawanya ke sebuah n


tiang untuk di ikat agar tidak kabur atau meresahkan para pejalan kaki lainnya.


Setelah melihat jika kudanya tidak akan hilang LI Shang Yue langsung masuk ke dalam restoran itu. Lay yang mengetahui jika sang Nona sudah kelaparan langsung memanggil pelayan untuk memesan menu istimewa di restoran itu. Tak lupa juga ia memesan cemilan yang merupakan kue bulan semua karena ia mengetahui LI Shang Yue menyukai kue bulan.


“Mohon menunggu Nona muda dan Tuan muda,” ucap pelayan itu yang langsung berbalik pergi untuk menyiapkan pesanan Li Shang Yue dan yang lainnya.


Tak berapa lama datanglah pelayan yang membawakan cemilan untuk mereka sebelum hidangan mereka datang. Li Shang Yue yang melihat kue bulan langsung saja berbinar-binar matanya. Di tambah dengan perutnya yang lapar membuat gadis itu lupa segalanya. Tangannya terulur untuk mengambil kue bulan itu akan tetapi dengan gerakan cepat Lay memukul punggung tangan Li Shang Yue dengan tangannya.


Tak


“Aiih apa yang kau lakukan?” kesal Li SHang Yue menatap tajam Lay.

__ADS_1


‘‘Cuci tangan dulu Nona,” kata Lay yang menyodorkan mangkuk cuci tangan.


Dengan wajah cemberut LI Shang Yue segera mencuci tangannya sampai bersih. Setelah itu tangannya langsung di keringkan menggunakan elemen anginnya. Matanya melirik kepada Lay yang masih menatapnya dengan tajam.


“Sekarang aku bisa makan?” cicit Li SHang Yue yang seperti anak kucing.


“Hm, makanlah,” kata Lay yang mendekatkan piring kue bulan itu pada Li Shang Yue.


Li Shang Yue langsung mengulurkan kedua tangannya hingga kedua tangannya ada isinya. Gadis itu makan dengan sangat lahap dan juga tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. Pipinya yang mengembangkan karena isinya penuh membuat pipinya terlihat menggemaskan dengan mata bulatnya.


“Nyam nyam ini enak,” kata Li Shang Yue dengan terus menggigit kue bulan itu.


“Eh…” Li Shang Yue melihat ketiga piring kue bulan itu telah kosong.


Li Shang Yue menatap ke empat orang di depannya yang menggelengkan kepala mereka dengan cepat. Mana mungkin mereka menghabiskan kue itu. Mereka bahkan hanya mengambil satu saja per orang sisanya ya di makan sama si rakus Li Shang Yue.


“Sudah habis?” tanya Li Shang Yue dengan wajah bingungnya.


“Hm”


Dengan serentak ke empat orang itu menganggukan kepala mereka semua.


“Ada apa?” tanya seorang lelaki yang memiliki baju zirah.


“Dia memakan 3 piring kue bulan bahkan teman-temannya hanya mengambil satu. Tapi dia merasa seperti tidak mengambil sama sekali haha,” gadis itu menutup mulutnya menahan tawa.


Dengan serentak mereka semua langsung menatap ke arah Li Shang Yue. Mereka dapat melihat wajah menggemaskan Li Shang Yue yang sedang berkedip-kedip lucu.


“Apa dia dik mereka?”


“Ku rasa bukan lihat wajah mereka sangat berbeda,”


“Eh tapi laki-laki itu,”


“Sudahlah jangan membicarakan orang lain,”

__ADS_1


Mereka hanya bisa berbisik-bisik menatap li Shang Yue yang memainkan sumpitnya hingga makanan yang mereka pesan datang.


“Silahkan di nikmati Tuan-Tuan dan Nona muda,”


Li Shang Yue tak perlu membalas sapaan orang itu krena dia sudah mulai memakan daging di mangkuknya tanpa menunggu Lay dan yang lainnya.


“Aku khawatir jika nanti Nona di culik hanya bisa di sogok dengan makanan,” guman Yuren yang dapat di dengar oleh Chan Si.


“Aku juga setuju akan hal itu, Nona sangat polos jika sudah menyangkut makanan,” kata Chan Si yang ikut berbisik.


“Makanlah, jika tidak maka si Nona rakus ini akan menghabiskannya,” kata Lay yang menegur Chan Si dan juga Yuren.


“Baik,”


Mereka makan dengan damai dan juga tenang namun ketenangan mereka tidak berlangsung lama karena tiba-tiba ada segerombolan orang-orang yang menggunakan pakaian serba merah masuk ke dalam restoran itu.


BRAKKK


“BERIKAN KAMI KOIN…!” teriak pria yang berbadan gempal itu.


BRAKKK


“CEPAT SIALAN…!”


Li Shang Yue mematung menatap mejanya yang terbalik membuat makanannya ikut tumpah. Jika saja Yuren tidak cepat menariknya mungkin Li Shang Yue akan tertindih oleh meja itu.


“Makananku,” Li Shang Yue menatap nanar daging bebek yang di atas lantai itu.


Yuren dan Lay yang merasakan hawa dingin sekitar mereka langsung menatap ke arah Li Shang Yue yang kini wajahnya sudah mengeras dengan mata yang menatap tajam pria yang baru saja menendang meja mereka.


“Gawat…!”


Ke empat orang itu langsung menjauh dari Li Shang Yue saat merasakan alarm di kepala mereka berdering tanda bahaya.


“KENAPA MELIHATKU SEPERTI ITU? MAU AKU TUSUK MATAMU HA…?”

__ADS_1


Syutttt


Brukk


__ADS_2