Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 156


__ADS_3

Syutttt


Brukk


sebuah jarum perak melayang  menancap sempurna di tengah-tengah kening pria itu. Tak sampai satu menit pria itu langsung tumbang dengan  tubuh yang langsung kejang-kejang.


“Hey apa yang kau lakukan pada rekan kami?” bentak rekan lainnya.


“Apa yang kau lakukan? Tentu saja membunuhnya,” jawab Li Shang Yue dengan santainya.


“Kau dasar j4l4ng sialan…!” bentak pria itu yang mengarahkan pedang besarnya ke arah Li Shang Yue.


Yuren yang melihat itu langsung mengangkat kursi lalu menghantamkannya kepala pria itu. Melihat teman mereka yang diserang orang-orang itu langsung menoleh ke arah Li Shang Yue.


“Dasar wanita sialan, kalian semua cepat habisi mereka semua…!” teriak seorang pria dengan luka panjang di wajahnya yang diduga sebagai ketua penyerangan itu.


Melihat akan hal itu Yuren dan Lay dengan sigap langsung maju di depan Li Shang Yue sedangkan Chan Si dan May Yun langsung bergerak melindungi Li Shang Yue dari belakang.


“Ingin menyentuh Nona kami, maka langkahi dulu mayat kami,” ucap mereka berempat dengan serentak.


“Cih mencari mati rupanya, cepat habis mereka semua…!” 


Hiaaaaaay


Pertarungan tak lagi bisa dielakan antara Kubu orang-orang yang memakai pakaian merah itu dan juga Kubu Li Shang Yue. Lay dan lainnya berusaha keras membentuk posisi melingkar hingga Li Shang Yue berada di tengah-tengah mereka. Keempat itu saling membelakangi melindungi satu sama lain dan menyerang musuh. Akan tetapi karena orang-orang yang berpakaian merah itu menggunakan senjata membuat Lay dan yang lainnya merasa kesulitan karena mereka hanya menggunakan tangan kosong saja.


Karena kurang jumlah dan juga terdesak membuat Lay dan yang lain mulai terdesak membuat posisi pertahanan mereka runtuh dan terpecah bela.


“Yuren lindungi Nona,” teriak Lay yang menghalangi seseorang yang ingin melindungi Li Shang Yue.


Yuren yang mendengar ucapan Lay langsung bergerak ingin mendekati Li Shang Yue yang berada di tengah-tengah ruangan itu. Namun baru saja bergerak Yuren langsung di serang oleh komplotan orang-orang yang berbaju merah itu membuat Yuren langsung mundur seketika. 


Sedangkan di sisi Li Shang Yue gadis itu masih saja menatap makanannya yang jatuh karena pertarungan mereka tanpa menyadari jika seseprang menyerang Li Shang Yue dari belakang.


“NONA AWAS…!” teriak Chan Si yang berlari ingin menolong Li Shang Yue.


Trang…


“Ingin menyakiti adikku? Tak akan aku biarkan,” ucap seseorang yang baru saja masuk di pertarungan itu dengan menangkis pedang pria yang ingin menusuk Li Shang Yue.


“Fan Gege…!” pekik Li Shang Yue karena melihat siapa yang menolongnya.


“Kau tak apa Yuyu?” tanya Pria itu yang tak lain adalah Fan Hu.


“Tidak apa, hanya saja aku lapar dan makananku terbuang gara-gara mereka,” kata Li Shang Yue dengan kesal.


Fan Hu yang mendengarnya menggertakan giginya mendengar penuturan Li Shang Yue. Tentu saja Fan Hu tahu jika gadis kecil itu sangat suka makan dan tanpa makanan dia tidak akan bisa berbuat apa-apa. Dengan gerakan cepat Fan Hu membuka buntelan kain di bahunya hingga sebuah roti yang masih hangat dia keluarkan dari sana lengkap dengan pembungkusnya.


“Kamu makan ini dulu ya, gege akan memberikanmu makanan banyak setelah ini,” ucap Fan Hu dengan lembut.

__ADS_1


“Hm,” Li Shang Yue tidak menjawab melainkan segera menerima roti itu.


“Hi An jaga Yuyu, aku akan membantu mereka dulu,” ucap Fan Hu yang langsung memberikan Li Shang Yue pada pria yang menggunakan hanfu biru.


Trang


Lay menoleh ke arah samping melihat siapa penolong yang sudah menangkis pedang itu.


“Terima kasih,” ucap Lay.


‘’‘Tak apa kita punya orang yang sama untuk di lindungi,” kata Fan Hu yang langsung menyerang orang berbaju merah itu.


Wushhh


Bruk


Uhukk uhukk


“YUREN….!” 


Li Shang Yue menghentikan makannya saat melihat Yuren yang terlempar menghantam dinding hingga memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


“SIALAN…! BERANINYA KALIAN MELUKAI ORANGKU…!” teriak Li Shang Yue yang langsung memasukan potongan terakhir Rotinya lalu melompat di tengah-tengah pertarungan.


Syut


Syut


Syut


“Kalian berani menyakiti orangku akan aku ratakan kalian semua…!” teriak Li Shang Yue yang mengamuk dengan mulai menyerang membabi buta lawannya.


Trang


Syut


Li Shang Yue menggila dengan melemparkan jarum perak yang langsung membuat lawannya tumbang. Tak hanya itu Li Shang Yue bahkan sampai mematahkan leher mereka hingga Tak lama kemudian orang-orang yang berjumlah sekitar 20 orang itu langsung tumbang di atas lantai dengan senyawa yang menghilang dari badannya.


“Cih segitu saja kekuatan mereka sudah berani menggangguku,” gerutu Li Shang Yue yang menepuk-nepuk tangannya.


“Yuren,” 


Li Shang Yue langsung menghampiri Yuren lalu membantunya untuk berdiri.


“Yuyu,”


Li SHang Yue menoleh hingga ia bisa melihat keempat pria yang pernah satu kelompok dengannya saat menjalankan misi dulu.


Bagi yang lupa siapa Fang Hu, Bonzhu, Hi An dan Lou Yi, mereka adalah orang yang mau menerima li Shang Yue di kelompok mereka saat li SHang Yue menjalankan misi saat masih di kekaisaran Li. Nanti bisa lihat di bab sebelumnya ya,.

__ADS_1


“Kalian disini?” tanya Li Shang Yue pada mereka semua.


“Kami memang mengembara Yuyu, beberapa bulan lalu kami pernah ke istana tapi kami malah di usir katanya kamu sudah keluar dari istana,” terang Hi An dengan sedih.


“Benar, sejak itu kami memutuskan untuk berkelana dan juga menjalankan misi tertentu,” timpal Lou Yi.


Beberapa bulan yang lalu mereka memang datang ke istana kekaisaran Li untuk mencari keberadaan Li Shang Yue. Akan tetapi para penjaga mengusir mereka secara kasar dan mengatakan jika orang yang mereka cari telah diusir dari istana. Sejak saat itu mereka berputus asa jika akan bertemu lagi dengan Li Shang Yue  sehingga mereka memutuskan untuk Berkelana ke beberapa tempat salah satunya adalah kekaisaran Ming.


Li Shang Yue yang mendengar cerita mereka merasa bersalah karena waktu itu dia mengatakan jika ingin mencarinya maka datanglah ke istana. Padahal dirinya sendiri tahu jika dia akan keluar dari istana itu lambat atau cepat. Namun, Li Shang Yue tidak menduga jika kepulangannya akan langsung disambut seperti itu.


“Maaf, waktu itu aku memang memutuskan untuk keluar dari istana itu,” kata Li Shang Yue dengan rasa bersalah.


“Tak apa, lalu setelah keluar dari istana kamu tinggal di mana apa kamu bersama dengan mereka?” tanya Fan Hu dengan nada lembutnya.


“Nanti aku ceritakan, sekarang kita bayar dulu kerugian ini,” kata Li Shang Yue yang menatap ke sekelilingnya.


“Biar, aku yang membayarnya,” kata Bonshu yang langsung menghentikan pergerakan Li Shang Yue.


“Tak apa Gege, biar aku saja,” Li Shang Yue menolak dengan halus niat Bonzhu.


Mendengar penolakan yang dilakukan oleh Li Shang Yue padanya membuat Bonzhu hanya bisa menghela nafas dalam-dalam.


“Pelayan ini ganti rugi semua kekacauan ini,” kata Li Shang Yue yang memberikan 5 kantong koin emas kepada seorang pelayan.


“Tunggu Nona,” teriak seorang pria dewasa yang datang menghentikan Li Shang Yue.


“Ada apa Paman?” tanya Li Shang Yue.


“Begini Nona muda, mengenai kekacauan dan kerugian yang terjadi di restoran milikku ini tidak perlu diganti rugi resep pun. Justru saya sangat berterima kasih kepada Nona muda karena telah membuat orang-orang itu membayar harga mahal yang mereka lakukan pada orang-orang ku. Mereka adalah kelompok yang beberapa hari ini membuat onar dan merampok beberapa restoran salah satunya adalah milikku. Bahkan mereka juga tak segan membunuh jika pemilik atau kasir tidak memberi mereka upah. Bukan satu atau dua nyawa yang mereka lenyapkan tetapi sudah banyak nyawa yang mereka hilangkan. Saya sangat berterima kasih kepada Nona muda yang sudah membantu kami untuk membereskan mereka,” kata pria paruh baya itu yang membungkukkan badannya secara berulang-ulang kali.


Li Shang Yue yang melihat itu tentu saja merasa risih karena dia di perlakukan seperti itu.


“Jadi mereka sudah beroperasi sejak beberapa hari ini paman?”


“Benar Nona muda, bahkan restoran mewah di depan sana sampai gulung tikar karena pendapatannya terus mereka ambil dengan paksa,”


Li Shang Yue yang mendengarnya langsung mengepalkan tangannya dengan kuat. Walaupun di dunia tempatnya ia hidup dulu Dia adalah seorang penjahat akan tetapi dia juga tidak pernah membunuh orang yang tidak bersalah apalagi merampas hak yang memang bukan miliknya.


“Jika mereka sudah bergerak beberapa hari apa tidak ada pergerakan dari istana yang membantu kalian untuk mengusul kasus ini?”


“ Bantuan istana sudah ada Nona muda, akan tetapi dengan kekuatan prajurit yang biasa saja mampu dikalahkan oleh orang-orang itu,” jawab pria paruh baya itu dengan tegas tanpa adanya kebohongan.


“Jika seperti ini maka aku yang harus turun tangan. Lebih baik aku menginap di sini saja malam ini, aku juga akan mengirim surat kepada Gege Jun. Mereka harus tahu jika aku yang mengambil alih tugas ini agar nanti mereka tidak mencari siapa yang membantu mereka,” kata Li Shang Yue dalam hati.


“Baiklah paman terima kasih informasinya. Mengenai koin-koin itu bagaikan lah kepada para pekerja paman bisa juga pada orang-orang yang membutuhkan. Jika bisa berikanlah makanan gratis pada orang-orang yang kurang mampu,” ucap Li Shang Yue yang segera berlalu.


“Terima kasih atas kemurahan dan kebaikan Nona muda,” ucap mereka semua dengan menundukan kepala mereka.


***

__ADS_1


Fiks ini udah 4 bab yah jadi jangan pada minta Crazy up lagi. Othor Capek Bos. Jangan lupa beri like, komen, and votenya biar othor makin semangat untuk menulisnya.


__ADS_2