Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
Bab 32


__ADS_3

“Yuyu sebenarnya kita ingin kemana?”Tanya Snake yang berada di lengan Li Shang Yue menjadi seperti gelang sedangkan Long lebih memilih menjadi cincin di tangan Li Shang Yue.


“Diamlah, aku ingin mengambil cemilan di dapur.” 


Li Shang Yue menuju dapur istana dengan wajah datar miliknya. Sampai disana beberapa penjaga yang melihatnya langsung membungkukkan badan mereka tidak seperti biasanya. Jika biasanya mereka akan membicarakan menghina dan menatap sinis Li Shang Yue kali ini mereka langsung membungkukkan badan mereka saat Li Shang Yue lewat.


“Put…ri, a-apa ada ya-ng bisa kami bantu?” kepala pelayan bertanya dengan gugup.


“Aku ingin cemilan kering bawakan aku kesini!” jawab Li Shang Yue yang penuh penekanan.


“Kami akan segera membawakannya, Putri.” Balas sang Kepala Pelayan yang membungkukkan badannya pada Li Shang Yue.


Kepala pelayan itu langsung memberi instruksi kepada pelayan lain untuk segera membawakan Cemilan kering.


Li Shang Yue yang melihat itu tentu merasa lucu dan juga heran secara bersamaan. 


“Ada apa dengan mereka? Apa mereka takut?” guman Li Shang Yue dengan mengelus dagunya.


“Mereka jelas takut Yuyu, apa kamu tidak tahu jika apa yang kamu lakukan tadi telah tersebar di seluruh istana?” ucap Snake tiba-tiba membuat Li Shang Yue mengangkat alisnya.


“Apa secepat itu?” guman Li Shang Yue yang tidak percaya jika efek dari apa yang dia kerjakan beberapa waktu lalu telah sampai di ketahui oleh seluruh istana.


“Rumor akan cepat menyebar Yuyu.” Timpal Long yang menimpali apa yang di katakan oleh Snake.


“Baguslah, dengan begitu tidak ada yang berani mengusikku lagi selain kedua ulat bulu itu.” 


“Lalu apa yang akan kamu lakukan kepada mereka, Yuyu?”


“Sekarang belum saatnya Snake, aku ingin mencari budak dulu. Nanti sore kita akan menuju tempat yang kalian maksud itu.”


“Baik,”


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya para pelayan berdatangan membawa cemilan kering yang berupa seperti kue dan lain-lain pada Li Shang Yue.


“Ini Putri, semuanya untuk putri.” Kata kepala pelayan.


“Ambilkan aku keranjang kecil untuk aku gunakan menyimpan semua ini.” Titah Li Shang Yue dengan nada arogant.


“Akan segera datang Putri,” 

__ADS_1


Wanita paruh baya itu segera berlari keluar dari barisan untuk mencarikan benda yang di inginkan oleh Li Shang Yue. Beberapa saat kemudian wanita paruh baya itu telah kembali dengan sebuah keranjang kecil yang terbuat dari rotan.


“Biar saya yang mengisikannya Putri,”


“Lakukan tugasmu.” 


Wanita itu dengan gerakan hati-hati menyusun kue-kue itu ke dalam keranjang itu. Setelah selesai kepala pelayan itu segera menyodorkan keranjang yang telah di isi dengan berbagai cemilan pada Li Shang Yue.


“Terima kasih” Li Shang Yue segera mengambil cemilan itu lalu membawanya pergi bersamanya.


Setelah Li Shang Yue menjauh baru para pelayan dan juga para prajurit bernapas lega. Jika dulu yang mereka takuti adalah Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong maka berbeda dengan sekarang. Sekarang orang yang paling mereka takuti adalah Li Shang Yue bahkan gadis itu tanpa takut dan ragu sedikitpun membunuh di hadapan Kaisar sendiri.


"Kepala pelayan, cemilan yang Putri Li Shang Yue bawa salah satunya adalah kue bulan kesukaan Putri Wei Rong. Bagaimana jika Putri Wei Rong mencari cemilan itu?" Tanya salah satu pelayan.


"Apa kalian bodoh, cepat buatkan yang baru. Jika Putri Wei Rong kita masih memiliki waktu tapi jika Putri Li Shang Yue jika kita tidak cepat mungkin kita sudah mati semua!" Bentak kepala pelayan itu.


"Baik Kepala pelayan," 


Beberapa pelayan segera bergegas untuk membuat kue bulan kesukaan Putri Wei Rong sedangkan beberapa lainnya mengerjakan yang lain.


Di tempat lain Li Shang Yue dengan langkah riang memasuki Paviliunnya yang kembali sepi sepertinya Kaisar Li telah menarik orang-orangnya.


Ceklek


"Apa yang kalian lakukan? Aku menyuruh kalian bertiga untuk istirahat." Tanya Li Shang Yue yang menatap tajam ketiga pria di depannya itu yang sedang mondar-mandir.


"Putri…! Akhirnya anda kembali kami takut  Yang Mulia menghukum anda juga." Ucap salah satu pria itu.


"Memangnya ada apa?" Tanya Li Shang Yue yang mendudukan diri di sebuah kursi kayu.


"Tadi para prajurit kepercayaan Yang Mulia Kaisar datang kemari, mereka membawa semua orang kecuali kami bertiga."


Li Shang Yue yang mendengar itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya mengerti karena itu pasti karena perintahnya tadi.


"Ohh itu, aku tadi meminta Kaisar untuk menarik semua orang-orang yang dia kirim."


"APA…!" ketiga pria itu menatap ke arah Li Shang Yue yang tampak santai dan biasa saja.


"Kenapa Putri tolak? Dengan adanya mereka maka Putri akan memiliki penjaga dan pelayan yang melayani Putri."

__ADS_1


"Aku tidak mungkin memelihara musuh di kandangku sendiri, bukan?"


"Musuh?" Beo mereka bertiga serentak.


"Mereka memang urusan Kaisar tapi Tuan mereka yang sebenarnya adalah Selir Hua Rong dan Putri Wei Rong." Terang Li Shang Yue.


"Mereka…,"


"Jika aku membiarkan para hama itu hidup dan berkeliaran di kandangku bukankah aku dalam bahaya? Daripada sibuk menyerang sembunyi-bunyi lebih baik kibarkan bendera permusuhan secara terang-terangan." Ucap Li Shang Yue dengan senyum miring yang terlihat misterius.


"Apa putri tidak ingin balas dendam?" 


Hahahahah


Li Shang Yue tertawa dengan menutup mulutnya menggunakan satu tangan hingga terlihat anggun dan mempesona. Akan tetapi, entah kenapa ketiga orang itu merasakan adanya aura lain dari arti tawa Li Shang Yue.


"Tujuanku kembali ke tempat ini hanyalah 2 saja. Pertama membalas dendam dan kedua merebut tahta Kaisar."


Deg


Jantung ketiga pemuda itu sepertinya mau copot mendengar pengakuan blak-blakkan Li Shang Yue yang ingin merebut tahta Kaisar. Ketiga pemuda itu langsung saling melirik satu sama lain sebelum ketiganya langsung berlari keluar dari ruangan itu.


"Hey…! Mereka mau kemana?" Guman Li Shang Yue yang menggaruk-garuk kepalanya.


"Yuyu lain kali jaga suara mu dan mulutmu itu agar tidak kurang ajar." Gerutu Snake kesal.


"Ih aku ngapain apa? Aku hanya bilang yang kenyataannya saja jika aku kembali kesini karena aku ingin merebut tahta dan istana ini." Terang Li Shang Yue dengan santai.


"Yuyu jika kamu ingin merebut tahta itu maka kamu harus bisa menjadi lebih kuat lagi." Sahut Long tiba-tiba membuat Li Shang Yue tersedak.


Uhuuk uhuuk


"Apa aku masih kurang kuat? Aku sudah di Ranah Penguasa alam bumi tingkat awal." 


"Di dunia tengah ini manusia memang hanya bisa mencapai, Ranah Kaisar. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan jika jumlah mereka banyak kita tetap akan kalah." Jelas Long dengan tenang.


Li Shang Yue yang mendengar penjelasan dari Long langsung terdiam. Li Shang Yue terlalu percaya diri dan merasa puas diri dengan pencapaian yang dicapainya. Hingga lupa jika saat ini ia tidak memiliki satu orang pendukung pun selain Long dan Snake.


"Apa yang di katakan oleh Long benar, aku memang kuat. Akan tetapi, saat ini aku tidak memiliki pendungkung yang kuat. Jika begitu…, maka aku akan membangun kembali kelompokku. Aku akan membangun kembali Black Rose di zaman ini, aku akan membela kebenaran seperti di dunia sebelumnya." Kata Li Shang Yue dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2