Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 21


__ADS_3

“Makanlah,”


Tanpa diminta untuk yang kedua kalinya Li Shang Yue langsung mendudukkan dirinya di depan ayam panggan  itu. Ketiganya makan dengan lahap tanpa mengeluarkan pun ocehan dan tanpa adanya gangguan dari luar karena memang kondisi paviliun mawar kini hanya diisi oleh mereka bertiga saja.


Jika dulu paviliun mawar dibanjiri dengan para penjaga dan pelayan yang siap untuk melayani majikannya. Maka saat Li Shang Yue menjadi mana di paviliun itu tidak ada lagi para penjaga dan pelayan. Li Shang Yue memutuskan untuk mengusir para penjaga dan pelayan yang sebelumnya bekerja untuk Putri Wei Rong.


Sedang asyik-asyik makan tiba-tiba saja datang seorang prajurit yang menghadap kepada Li Shang Yue.


“Salam putri,” Prajurit itu segera membungkukkan badannya di hadapan Li Shang Yue.


“Adwa apwa?” tanya Li Shang Yue dengan mulut yang penuh dengan makanan.


“Putri di panggil Yang Mulia Kaisar untuk menghadap segera kepadanya,” ucap dari Prajurit itu yang terdengar sopan dan tidak ada kata sinis di setiap katanya.


“Pergilah, aku akan menghadap setelah aku menyelesaikan acara maanku.” Kata Li Shang Yue dengan enteng.


“Baik Putri,” prajurit itu segera membungkukkan badannya sebanyak 2 kali lalu berbalik pergi dari paviliun Mawar.


“Yuyu makanlah yang pelan, jika kamu mengkhawatirkan perintah dari ayah Kasarmu itu. Tak perlu khawatir kami akan melindungimu,” ungkap Snake dengan membersihkan sisa-sisa makanan di sudut bibir Li Shang Yue.


“Aku hanya lapar,” balas Li Shang Yue dengan terus melahap paha ayam panggang yang ia pegang.


Setelah menyelesaikan acara makannya Li Shang Yue segera berdiri dari taman belakang menuju kembali ke kamarnya di ikuti oleh Snake dan Long yang senantiasa ada di sekitar Li Shang Yue.


“Kalian pergilah ke pasar, cari informati yang mengenai atau yang menjual budak.” Perintah Li Shang Yue kepada Snake dan Long.


“Tapi bagaimana dengan kamu, Yuyu. Nanti jika kamu di apa-apakan oleh pak tua itu bagaimana?” Cemas Snake.


Snake atau pun Long mau saja menjalankan perintah Li Shang Yue hanya saja mereka takut jika sampai mereka pergi ada orang yang menyakiti Li Shang Yue.


“Kalian tenang saja aku pasti akan baik-baik saja. Apa kalian lupa? Jika aku sekarang sudah bisa berkultivasi dan juga sudah sangat kuat.” Kata Li Shang Yue yang menyakinkan untuk Long da Snake ke pasar.

__ADS_1


Li Shang Yue sudah memutuskan untuk membeli para budak untuk ia jadikan sebagai pelayan dan juga penjaga yang akan menjaga kediamannya nanti.


“Sudah sana pergi, jika nanti aku dalam bahaya aku akan memanggil kalian berdua.”


“Kamu janji?”


“Yah aku berjanji sekarang pergilah,” usir Li Shang Yue kepada Long dan Snake.


“Kamu hati-hati, panggil kami jika kamu sudah tidak mampu.” Ucap Long yang mengelus kepala Li Shang Yue dengan lembut. 


Snake dan Long segera meleset pergi meninggalkan kediaman yang di tempati Li Shang Yue menggunakan ilmu meringkan tubuh.


Setelah kepergian Snake dan Long dengan segera Li Shang Yue kembali masuk ke dalam kamarnya. Membasuh mukanya lalu kei keluar.


Sepanjang jalan Li Shang Yue terus menggerutu kesal karena capek berjalan.


“Kenapa coba aku di pindahin di zaman bodoh ini, sudah masuk di tubuh sampah eh…, sekarang bahkan zamannya benar-benar tidak ada kemajuan.” Gerutu Li Shang Yue yang menghentak-hentakan kakinya di lantai keras itu.


“Diam!” gertak Li Shang Yue kepada penjaga yang menjaga ruangan Kaisar.


Brak


Penjaga yang melihat aksi dari wanita bercadar di depannya itu yang tak lain adalah Li Shang Yue hanya bisa melongo. Sedangkan di dalam kaisar yang sedang duduk bersama seorang pria yang seumuran dengannya langsung kaget saat pintu itu melayang hampir mengenai mereka berdua jika mereka tidak menghindar segera.


“Siapa yang menendang pintu ini dengan begitu keras hingga sampai terbang seperti ini.” Guman pria paruh baya yang berada di samping Kaisar Li.


“Siapa…,”


“Saya..!”


Dengan tanpa rasa bersalahnya Li Shang Yue masuk ke dalam ruangan Kaisar yang baru saja dia tendang pintunya.

__ADS_1


Deg


 Li Shang Yue tertegun menatap pria paruh baya di samping Kaisar Li.


“Li Shang Yue!” 


Li Shang Yue yang sedang menatap pria paruh baya di samping Kaisar langsung tersadar saat namanya di sebut oleh Kaisar Li.


“Hmm, kenapa memanggilku? Kamu tahu kedatangan prajurit mu itu mengganggu makanku, tahu!” kata Li Shang Yue yang langsung duduk di kursi dengan memakan cemilan kue kering di atas meja yang digunakan Kaisar beserta dengan pria paruh baya di sebalahnya.


“Nyam nyam  enak, harusnya seperti ini ada juga di kediamanku.” Guman Li Shang Yue yang masih di dengar oleh Kaisar dan juga Pria paruh baya di samping.


“Kamu bisa meminta pelayan untuk membuat kamu,” sahut Kaisar Li.


“Bisa saja, tapi kecuali aku membunuh mereka dulu.” Kata Li Shang Yue.


“Apa maksud ucapan kamu itu?” Tanya Kaisar Li yang tidak mengerti.


“Cih mereka hanya tahu tentang menghinaku saja, Darpada aku mendengarkan ocehan mereka lebih baik aku buat mereka bungkam selamanya.” 


Kaisar Li yang mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Li Shang Yue hanya bisa terdiam.


“Sekarang katakan ada apa sehingga kamu memanggilku kemari?”


“Jendrang Feng sepertinya kita harus menunda apa yang kita bahas. Karena saat ini saya masih memiliki urusan dengan Li Shang Yue.” Kata Kaisar Li kepada pria paruh baya di sampingnya yang ternyata jendral Feng.


“Jika begitu saya undur diri dulu Yang Mulia,” Jendral Feng segera membungkukkan badannya dengan segera pergi. 


“Ayahanda..,”


“Jangan memanggil dirimu dengan Ayahanda, karena kamu tidak pantas untuk menjadi seorang ayah. Aku akan mencari orang untuk menjadi ayahku.”  Kata Li Shang Yue dengan enteng

__ADS_1


__ADS_2