Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 52


__ADS_3

“Anak nakal itu masih terlalu labil dan naif, bagaimana dia berfikir jika tidak akan mengalami yang namanya kegagalan?”


Long hanya bisa geleng-geleng kepala memikirkan Li Shang Yue yang terkadang begitu dewasa dan juga bijak. Namun, di satu sisi kadang pula gadis itu akan seperti anak kecil yang polos dan Naif.


Li Sahng Yue menutup matanya mulai berkonsentrasi yang penuh membuka matanya lalu mulai mengayunkan pedangnya di udara. Menyabet, menusuk, menyerang, terus di lakukan Li Shang Yue sehingga gerakannya terlihat seperti tarian pedang.


Keringat mulai membasahi wajah Li Shang Yue yang masih terus meliuk-liukkan badannya hingga putaran terakhir Li Shang Yue langsung mengarahkannya pada batu besar yang beada di tengah danau.


BOOOM


BRUUKKKK


Lonmg yang sedang tertidur di dahan pohon langsung jatuh saat mendengar ledakan yang begiru besar.


“Siapa yang mengganggu tidurku?” kesal Long yang merapikan hanfunya.


“YUHUUUUUUU AKU BERHASIL…!”


Long yang mendengar suara Li Shang Yue langsung tersadar dan menoleh dengan cepat ke arah Li Shang Yue yang entah apa yang di akukannya di atas batu itu yang terus berjoget ria.


“Anak itu benar-benar..,”


Long tidak lagi menlanjutkan kata-katanya melainkan segera berubah dirinya menjadi naga besar menghampiri Li Shang Yue.


“Gadis bodoh, cepat naik di punggungku! Kita dalam bahaya,”


Li Shang Yue segera menoleh ke arah Long tapi bukannya naik ke punggung Long justru sebaliknya. Li Shang Yue dwengan entengnya menari-nari tidak jelas.


“Aku berhasil aku ber…., AAAAAAA”


Long yang merasakan adanya bahaya langsung menyambar Li Shang Yue dengan kedua kakinya lalu terbang ke arah langit dengan kecepatan tinggi.


“Long apa yang kau lakukan? Kau menjepitku dengan kaki jelekmu ini…!” teriak Li Shang Yue di udara namun tidak di hiraukan oleh Long.

__ADS_1


“Diam, sekarang kita benar-benar dalam bahaya karena ulah kamu itu,” kesal Long dengan menatap ke arah bawah sana.


“Apanya yang salahku? Aku hanya bernyanyi dan berjoget ala di dunia modern.”


“Dasar bodoh, kamu memancing para kultivasi kuat untuk datang disana bodoh,”


Jika saja bukan junjungannya ingin sekali Long memakan kepala Li Shang Yue yang ada pintar dan kadanng pula sangat bodoh seperti sekarang.


“Harusnya aku menyuruh Snake yang menjaganya,” guman Long dengan kesal.


Sedangkan di tempat air terjun tadi berkumpul puluhan orang dengan pakaian yang berbeda-beda di antaranya ada beberapa pria tua yang sepertinya ketua sekte atau mungkin sebuah ketua perguruan.


“Apa yang kalian lakukan disini?” seorang pria tua dengan jubah hijaunya menatap sinis seorang pria paruh baya yang memiliki pakaian hitam.


“Apa yang kami lakukan bukan urusanmupak tua,” balas si pria tua yang menggunakan hanfu hitam.


“Cih, berani sekali aliran hitam seperti kalian menampakkan diri,”


“Kami memiliki julukan aliran hitam karena kami memang berasal dari sana dan kami mengakuinya. Akan tetapi, daripada sibuk sendiri lebih baik tanyakan pada kalian yang memiliki atau memilih memakai pakaian putih lalu berdiri di belakang para aliran putih menunjukan jika kalian adalah aliran putih tapi tidak ada yang bisa menebak apa hati kalian aliran putih atau hanya kedok luar saja jika kalian adalah aliran hitam.”


Semuanya langsung terdiam kaku mendengar ucapan pria yang memiliki pakaian hanfu hitam itu. Apa yang dikatakan oleh pria tua itu memang benar, siapa yang menjamin dan siapa pula yang bisa menebak jika di antara mereka semuanya adalah aliran putih.


“Jangan hanya tahu menghina kami dan perguruan kami, cobalah untuk mencari tahu diri atau anggota perguruan kalian sendiri.” Sambung salah satu pria yang berada di belakang pria tua yang memakai pakaian hitam itu.


“Sudah cepat cari petunjuk,” perintah pria tua berpakaian hitam itu menyuruh muridnya untuk mencari asal ledakan dan juga aura kuat tadi.


“Baik Guru,”


Beberapa orang anggota pria itu segera mencari sesuatu yang bisa di jadikan sebagai petunjuk.


Melihat pergerakan pria tua itu beberapa orang itu segera memerintahkan anak buah dan murid mereka untuk segera mencari sesuatu. Setelah mencari beberapa saat mencari mereka hanya bisa mendengus kesal karena tidak menemukan apapun selain batu besar yang hancur berkeping-keping.


Karena tidak menemukan apapun akhirnya mereka semua memutuskan untuk pergi hingga hanya tersisa kelompok pria tua yang berpakaian hitam tadi yang berada di tempat itu dengan tatapan tenang menatap batu yang hancur berkeping-keping sebelum sebuah senyum muncul di bibirnya.

__ADS_1


Ternyata itu anda Yang Mulia,” guman pria tua itu dengan suara pelan.


“Mari kita kembali, ini adalah berita yang baik.”


pria tua itu mengajak anak muridnya untuk segera kembali dengan cepat. Mereka semua bingun dan bertanya-tanya kenapa sang Guru mengatakan jika apa yang terjadi barusan adalah berita baik, sementara bagi mereka itu adalah sebuah ancaman jika sosok penghancur itu datang sebagai musuh untuk mereka semua. Namun, mereka juga tak memiliki kuasa untuk bertanya kepada sang guru.


Disisi lain Li Shang Yue terus mengomel dengan kesal karena Long tidak mau menaikannya di punggungnya melainkan terus menyapitnya dengan kaki besarnya.


“Long lebih baik kita cari tempat bangau api itu terlebih dahulu,”


“Baiklah,”


Long segera menambah kecepatannya menuju sebuah gunung berapi yang entah dari mana. Li Shang Yue di letakan di tanah dengan selamat lalu Long berubah menajadi manusia.


“Long kamu yakin ini tempatnya?” Li Shang Yue menatap keadaan sekitar yang memang terasa panas karena di atas sana ada leleng gunung berapi.


“Aku tidak terlalu yakin hanya saja jika seperti namanya maka bangau api hanya akan tinggal di tempat yang memiliki hawa panas yang kuat. Di antara semua tempat hanya ada dua tempat yang memiliki hawa panas yang tiada tara yaitu yang pertama ini dan yang satunya lagi ada di hutan dingin.” Terang Long dengan tenang.


Mendengar hal itu Li Shang Yue memilih mencari di tempat itu hingga beberapa saat mencari akhirnya mereka menemukan bangau yang Li Shang Yue cari. Namun, saat melihat ukuran bangau itu Li Shang Yue melongio di tempat.


“Itu bangaunya?” tanya Li Shang Yue polos menoleh ke arah Long.


“Bangau man lagi? Jela sudah itu bangaunya, kamu tidak lihat di kepalanya ada api kecil yang menyala?” balas Long dengan kesal.


“Lain kali aku tidak akan mengikuti gadis ini lagi, kenapa di saat seperti ini tidak ada Snake yang menjelaskan semuanya.”


Long hanya bisa mendengus kesal di dalam hati karena sifat bodoh Li Shang Yue yang datang di saat yang tidak tepat. Selama ini ada Snake yang selalu menghadapi kecerewetan Li Shang Yue hingga Long tidak perlu banyak bicara namun kali ini dia benar-benar habis.


“Kenapa semua binatang dan hewan di dunia ini terlihat aneh dan besar. Jika saja bangau itu ada di masa modern maka ia akan menjadi monster.” guman Li Shang Yue yang masih terpaku.


“Yuyu kau ingin menyerangnya atau hanya menatapnya seperti itu? Sebentar lagi matahari akan keluar dari tempatnya dan kamu bahkan satu bulunya saja belum kau gugurkan!”


“Aku akan menyerang sekarang,”

__ADS_1


Wussshhh


BOOOM


__ADS_2