Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 61


__ADS_3

“TUNGGU JANGAN PERGI!”


Fan Hu dan Li Shang Yue yang mendengar teriakan itu segera menghentikan langkah kaki mereka. Keduanya membalikkan badan mereka dengan pelan dan patah-patah mengapa datar seorang wanita paruh baya yang maju di depan kepala desa dengan berani.


“Tuan Nona saya mohon jangan pergi,” wanita paruh baya itu segera berlutut di tanah.


“Tuan jangan pergi,”


“Tuan kami akan menerima saudara perempuan anda,”


“Kami akan menerimanya,”


“Tolong jangan pergi,”


“Selamatkan desa kami Tuan Nona, kami sudah tidak tahan dengan monster itu Tuan,”


“Kami hanya bisa bertahan hidup dengan menjadi pelayan dan bertani namun laut adalah penghasilan kami yang utama. Namun, semenjak adanya monster itu kami sudah tidak bisa ke laut lagi. Semua jaring dan perangkap yang kami pasang di laut semuanya dihancurkan monster itu hingga hancur tak bisa diselamatkan lagi. Tolong kami Tuan-Nona.”


“Kami mohon Nona, Tuan jangan tinggalkan desa ini. Kami sudah beberapa kali mencoba membayar pendekar untuk mengalahkan atau mengusir monster itu tapi tak ada yang bisa mengalahkan monster itu bahkan ada beberapa dari mereka yang justru tewas.”


“Hey apa yang alian lakukan? Kalian membiarkan gadis busuk itu masuk ke dalam desa? Apa kalian semua tidak waras?” bentak wanita muda yang merupakan putri dari kepala desa.

__ADS_1


“Jika kami tidak waras bagaimana dengan anda sendiri? Anda juga kepala Desa, seharusnya anda mementingkan kepentingan warga anda daripada kepentingan putri anda. Apa anda pikir kami tidak tahu maksud Kpela Desa yang tidak mengizinkan Nona ini masuk? Kami semua tahu itu karena Kepala desa takut jika kecantikan putri anda tersaingi. Anda sampai lupa jika di atas langit masih ada langit secantik apapun putri anda pasti akan ada yang lebih cantik.”


Deg


Kepala desa yang mendengar itu wajahnya langsung berubah pucat pasi. Terllihat Kepala desa yang ingin marah namun melihat tatapan tajam para warga desa akhirnya kepala desa hanya bisa terdiam dengan kepala yang menunduk menahan malu.


Sedangkan Putri kepala desa yang mendengar ucapan para warga tentu saja merasa marah dan tidak terima karena di anggap dan di tegur seperti itu. Putri Kepala desa itu merasa malu karena seorang warga desa biasa justru mempermalukannya.


“Ayah aku tidak…,”


“Hentikan Saw We! Jangan membuat ulah lagi. Sudah ayah putuskan mereka akan masuk kedalam desa kita untuk membunuh monster itu.” bentak Kepala desa terhadap sang putri yang bernama Saw We.


“Ayah membentakku?” Saw We memandang sang kepala desa dengan perasaan yang kecewa.


Saw We yang melihat itu tentu marah dan kecewa karena ayahnya tidak membelanya lagi seperti dulu.  Tatapan mata Saw We langsung jatuh pada Li Shang Yue yang sedang di apit kedua pria tampan yang tak lain adalah Fan Hu dan Lou Yi. Melihat wajah cantik Li Shang Yue membuat kemarahan dan rasa iri dengki Saw We kepada Li Shang Yue semakin besar.


“Semua ini karena wanita sialan itu! Harusnya dia tidak perlu muncul di desa ini dengan begitu aku tidak akan di permalukan seperti ini. Ini memang semua salahnya, apa yang perlu dibanggakan oleh wanita itu sehingga orang-orang bodoh ini percaya padanya. Bahkan aku tidak melihat tingkatan kultivasi di dalam diri wanita ini,”  kata Saw We dalam hati dengan menatap benci ke arah Li Shang Yue.


Kepala desa yang sudah bisa menyenangkan dan membuat bungkam Sang Putri langsung berbalik menatap ke arah Li Shang Yue dan para teman-temannya. Kepala desa dengan gugup berjalan mendekat ke arah mereka hingga sampai di depannya kepala desa langsung berlutut meminta maaf.


“ Maafkan perkataan saya dan putri saya barusan nona, saya tidak bermaksud untuk menghina anda saya hanya takut jika hewan peliharaan Anda membuat warga saya celaka.” ucap sang kepala desa dengan setengah berbohong dan setengah jujur.

__ADS_1


Li Shang Yue yang mendengar alasan sang kepala desa hanya menganggukkan kepala saja sebagai tanda Jika dia menerima permintaan maafan sang kepala desa. Tanpa diberitahu sekalipun Li Shang Yue tentu saja tahu alasan yang sebenarnya Kenapa sang kepala desa tidak mengizinkannya masuk ke dalam desa tersebut.


“Tidak apa aku mengerti, di sini aku hanya menegaskan bahwa dia,” Li Shang Yue menunjuk White serigala putihnya dengan telunjuknya.


“Dia bukan hewan peliharaanku Tetapi dia temanku.” kata Li Shang Yue dengan senyum tipis di bibirnya.


Sontak saja karena ucapan dari Li Shang Yue membuat semua orang kaget Begitu juga dengan rombolan Bonzhu. Tidak ada yang menduga jika sedari awal Li Shang Yue tidak menganggap White sebagai peliharaannya melainkan temannya. Fan Hu yang berada di samping LI Shang Yue menatap Gadis itu dengan Tatapan yang sulit diartikan.


“Apa Hidupmu terlalu menderita sehingga kamu menganggap hewan buas sebagai teman? Ataukah kamu tidak mempunyai seseorang lain sehingga menganggap hewan sebagai teman atau sahabat?” 


Ingin rasanya Fan Hu menanyakan apa yang ada di pikirannya saat ini. Akan tetapi memikirkan banyaknya orang pria itu mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada Li Shang Yue.


“Tuan Nona ayo kita masuk ke dalam desa,” sang kepala desa segera mengajak Li Shang Yue dan Bonzhu beserta anggota lainnya untuk masuk kembali ke dalam desa.


Seperti biasa Bonzhu akan berjalan paling depan sedangkan Fan Hu selalu berjalan di sisi Li Shang Yue. Ternyata mereka di bawah di rumah kepala desa karena di desa itu hanya rumah kepala desa yang luas dan besar.


“Bisa jelaskan secara rinci tentang monster itu?” Ucap Bonzhu setelah terdiam cukup lama dengan meminum teh dan cemilan yang di siapkan oleh sang kepala desa.


“Monster itu akan berkeliaran di malam hari dia akan menghancurkan apapun itu seperti sampan kapal ataupun jaring ikan yang terpasang di laut akan dia hancurkan. Aku tak pernah melihatnya secara langsung tapi kata para nelayan yang selamat dari kejarannya monster itu terlihat begitu besar. Monster itu seperti ikan akan tetapi kulitnya keras memiliki tanduk di punggungnya. Selain itu monster itu memiliki gigi yang sangat tajam dan juga mulut yang besar dan lebar.” Terang sang kepala desa dengan serius.


Semua orang langsung terdiam kaku mendengar penjelasan kepala desa yang sudah bisa di tebak jika monster itu sangat menakutkan. Sedangkan semua orang terlihat bingun maka berbeda dengan Li Shang Yue yang sedang memikirkan sosok seperti apa monster itu hingga tiba-tiba Li Shang Yue langsung membulatkan mata saat menyadari ada satu hewan laut yang memiliki ciri-ciri yang sama persis seperti apa yang di terangkan oleh kepala desa.

__ADS_1


“Ini…, tidak mungkin hiu kan?”


__ADS_2