
“Lalu siapa ayah kandungku maksudku siapa ayah kandungmu? Di dalam surat itu Ibunda mu hanya menulis jika ayahmu adalah pria yang memiliki kekuatan tinggi dan berada di dunia lain? Apa maksud semua itu?”
`
“Rupanya kau sangat penasaran ua?” kata Putri Li Shang Yue yang terkekeh kecil.
“Ck malah ketawa, coba saja bukan arwah sudah ku giling tubuhnya jadi bubur ayam,” gerutu Li Shang Yue kesal.
Glek
Putri Li Shang Yue yang mendengar apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue langsung saja menelan ludah kasar.
“Mau aku beritahu sesuatu?” ucap Putri Li Shang Yue yang menaik turunkan alisnya.
Li Shang Yue yang melihat itu bukannya penasaran malah semakin kesal dengan sosok yang sama persis dengan dirinya itu.
“Cih tidak perlu…! Aku bisa mencarinya sendiri,” ketus Li Shang Yue yang emmbuang muka.
Putri Li Shang Yue yang mendengar itu tentu saja mendengus kesal. Putri Li Shang Yue berharap Li Shang Yue akan merayunya agar memberi tahunya. Namun apa yang dia terima, bukannya menerima rayuan Putri Li Shang Yue justru cuek bebek saja.
“Sudahlah kembalikan aku saja di dunia nyata,” kesal Li Shang Yude yang entah kenapa moodnya malah buruk.
“Iya iya jangan galak donk,” Putri Li Shang Yue dengan cemberut menjentikan jarinya hingga seluruh padang bunga itu gelap gulita.
Di dunia nyata sosok dengan mata emas menatap sendu gadis kecil yang sudah tertidur selama 3 hari berturut-turut.
“Kapan dia akan bangun?” tanya sosok itu dengan menatap Long yang melakukan hal yang sama dengannya menatap Li Shang Yue dengan pandangan mata yang kosong.
“Aku tidak tahu,” jawab Long lesu.
Jika di tanya menyesal atau tidak maka dia akan menjawab dia sangat menyesal. Long sangat menyesal karena memberitahu akan hal itu. Harusnya dia diam saja sama seperti apa yang dilakukan oleh Nino.
Tangan Long terulur mengusap kening Li Shang Yue yang mengeluarkan keringat.
“Yuyu bangunlah, apa kau tidak ingin pulang? Ayah dan gegemu pasti cemas dalam mencarimu,” bisik Long yang mengelus kepala Li Shang Yue.
Tanpa mereka ketahui tangan Li Shang Yue bergerak sedikit demi sedikit hingga matanya terbuka pelan.
“Long,”
Long yang mendengar suara lemah Li Shang Yue langsung membangun kepalanya.
“Yuyu kau sudah bangun…!” seru Long dengan wajah berseri-seri.
“Gadis kecil,” sosok itu memanggil Li Shang Yue yang baru tersadar dari tidurnya.
__ADS_1
Li Shang Yue dengan lemah langsung bangun dari tidurnya. Matanya melirik pria yang masih di rantai itu.
“Long kenapa kau tidak membebaskannya?” kata Li Shang Yue menatap Long lalu melirik ke arah sosoh yang masih di rantai itu.
“Melepaskannya? Bagaimana caranya?” tanya Long balik kepada Li Shang Yue.
“Tentu saja menggunakan pedang ini,” kesal Li Shang Yue yang menunjuk pedang hitam di sampingnya.
“Mana bisa Yuyu…! Apa kamu lupa jika pedang itu tidak sembarangan orang bisa memegangnya. Jika bukan pemiliknya bahkan jika aku menggerakan seluruh kekuatanku maka pedang itu masih belum bergerak sedikitpun,” kata Long dengan di selilingi rasa kesal saja.
“Aku tidak tahu,” balas Li Shang Yue yang tersenyum polos.
Hahhhhh
Long hanya bisa mengelus dada dan menarik napas dalam-dalam. Menghadapi Li Shang Yue seperti menghadapi dan menjaga anak kecil 5 orang.
“Long aku lapar…, Aku sepertinya akan mati saja,”
Jedarrrr
Apa yang baru saja Li Shang Yue katakan seperti sambaran petir yang menyambar Long di siang bolong. Gadis itu baru tersadar dari tidur panjangnya sekarang malah minta makan. Padahal jika kultivator pada umumnya ilmu yang sudah setinggi Li Shang Yue walau tidak makan selama 1 bulan tetap juga masih bisa hidup. Lalu bagaimana bisa Nonanya yang hanya tertidur 3 hari mengatakan sangat lapar hingga sampai mati karena kelaparan.
“Aku rasa Nona Ku bukan manusia,” kata Long dalam hati yang lupa jika Li Shang Yue bisa mendengar apa yang di ucapkan Long hati.
“Berhenti mengumpatku cepat carikan aku makanan…!” sentak Li SHang Yue dengan mata melotot.
Tak ingin di hukum seperti beberapa minggu lalu Long langsung berdiri lalu berlari keluar gua untuk mencari buruan. Kini di dalam goa tinggal Li Shang Yue dan sosok pria yang masih di rantai itu.
“Gadis kecil, apa kau baik-baik saja?” tanya sosok itu lagi dengan nada suara dingin namun matanya menatap Li Shang Yue dengan hangat.
“Aku tidak apa-apa tapi aku lapar,” kata Li Shang Yue yang berguling-guling di atas batu besar itu.
“Apa disini tidak ada makanan?” tanya Li Shang Yue polos menatap ke arah pria yang di rantai itu.
Uhukk uhukkk
Pria itu langsung tersedak ludahnya sendiri saat di tanya seperti itu. Bahkan dirinya yang sudah terkurung disana selama ratusan tahun tidak pernah makan lagi.
‘Gadis kecil, aku di kurung di dalam tempat ini bukan setahun dan dua tahun. Aku sudah di kurung di sini dalam waktu yang lama dan aku lupa rasa makanan itu seperti apa,” kata sosok itu dengan wajah sendunya.
Entah kenapa dirinya dengan begitu terbuka berkata jujur pada gadis kecil di depannya itu. Mungkin karena gadis kecil tidak ada niat jahat atau karena gadis itu menyelamatkannya membuat dirinya tidak menaruh curiga dan juga waspada pada gadis kecil di depannya itu.
“Berarti kau sudah lama terkurung disini ya?” tanya Li SHang Yue dengan memasang ekspresi sedih.
“Seperti itulah,”
__ADS_1
Setelah pembahasan itu terlihat jika tak ada lagi pembahasan yang di keluarkan keduanya. Pria yang dia karena di rantai sedangkan Li Shang Yue sedang uring-uringan karena merasa lapar.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya Long kembali ke dalam gua dengan membawa beberapa hewan buruan. Long membawa satu ekor rusa dan juga 2 ekor ayam hutan di tangan kirinya.
“Yuyu…!”
“Kau sudah datang? Apakah kau tidak membawa buah?” tanya Li Shang Yue dengan wajah menyedihkan.
Long yang mendengarnya langsung saja meletakan buruannya di atas batu lalu membuka kain yang ada di lehernya. Ternyata di dalam kain itu ada beberapa buah yang dia ambil di hutan tadi.
“Ini, makanlah,” Long memberikan buntelan kain itu pada Li Shang Yue yang langsung di terima oleh Li Shang Yue.
Crasssh
Li Shang Yue dengan tidak sabaran menggigit apel di tangannya dengan rakus hingga kini ia menjadi pusat perhatian sosok yang sedang di rantai itu.
Li Shang Yue yang sadar jika dirinya sedang di intai langsung menatap ke arah sang penatap.
“Kau mau ini?” tanya Li SHang Yue dengan lugu.
Ya jelas mau lah Yuyu, kan itu sudah di kurung ratusan tahun pasti pengen makan jugalah. Kau sih mana rakus nggak bagi-bagi lagi.
Othor kesal deh sama si otak Yuyu… waau Othor yang ciptain gitu wkwkw
“Sebentar,”
Li Shang Yue menghabiskan satu apel lagi di tangannya. Setelah habis Li Shang Yue langsung bangun berdiri di depan pria yang terikat rantai itu. Di lihatnya keempat pondasi rantai itu.
Sringgg
Li Shang Yue tanpa ragu mengangkat pedang Kematian miliknya dengan mulai melakukan gerakan aneh hingga semua gumanan keluar dari mulutnya.
“Pedang Seribu Bayangan…!”
Ratusan pedang terbang di belakang Li Shang Yue membuat pria itu membulatkan matanya. Long yang sedang menghidupkan api langsung menoleh ke arah Li Shang Yue.
“Tebasan Penghancur…!” teriak Li Shang Yue yang langusng mengibas pedangnya ke arah depan.
Brukk
Brakk
Dhuarrr
Dhuaaar
__ADS_1
Empat batu besar yang dijadikan sebagai pondasi rantai yang mengikat pria itu langsung hancur berkeping-keping. Tak hanya batunya namun rantai yang dikatakan telah diberi dengan kekuatan rantai pengikat jiwa iblis itu kini hancur seperti Debu membuat pria yang melihat itu membulatkan mata.
“Ba…bagaimana bisa?”