
“Kalian memilihku?” Li Shang Yue bertanya dengan wajah bingung.
“Benar, Putri kami memilih dan percaya kepada anda.” Jawab ketiganya dengan tegas dan yakin.
“Tapi bagaimana jika aku kalah?”
“Tak apa, kami tidak akan kecewa akan hal itu.” Jawab ketiga prajurit itu dengan tegas.
Li Shang Yue yang mendengar apa yang di katakan ketiga orang itu tersenyum tipis. Apa yang di lakukan oleh ketiga prang itu mengingatkannya tentang rekan-rekannya di dunia modern yang dengan ikhlas menerimanya tanpa memandang kasta dan juga dari mana ia berasal.
“Dasar prajurit bodoh, ap yang di harapkan dari putri sampah seperti itu?”
“Mereka mempermalukan diri sendiri saja.”
“Putri sampah ini juga merasa sangat yakin bisa mengalahkan Jendral Xin. Padahal dia jelas-jelas tahu jika dia hanya merupakan sekumpulan debu untuk jendral Xin.”
“Kamu benar, mereka semua tengah mempermalukan diri sendiri. Si Putri sampah mencari mati dan ketiga prajurit bodoh itu sedang melakukan tindakan bodoh.”
Banyak hinaan yang Li Shang Yue dengar dari para prajurit di depannya itu. Tekad Li Shang Yue semakin kuat untuk menang dan menjadi kuat lagi. Harus di akui oleh Li Shang ue sendiri jika pria di depannya itu sudah cukup kuat dengan tingkatan Ranah Jendral tingkat awal. Namun, dengan kekuatan Li Shang Yue yang sekarang Jendral di depannya itu tidak ada apa-apanya.
“Dengar, jika nanti Putri Li hang terpojok kalian segera membawanya. Biar aku yang menahan Jendral Xin.”
“Baik.”
Li Shang Yue yang memiliki pendengaran tajam jelas mendengar apa yang di katakan oleh ketiga orang yang berada di pihaknya itu.
"Setidaknya di dunia ini masih ada orang yang mau memihakku tanpa di suruh," Guman Li Shang Yue dalam hati.
"Aku ingin mengajukan taruhan!" Ucap Li Shang Yue dengan lantang.
Ucapan lantang Li Shang Yue tentu mengejutkan bagi semua orang termaksud Jendral Xin dan Jendral Feng. Kedua pria itu tidak menduga jika Li Shang Yue akan senekat itu.
"Katakan!" Balas Jendral Xin dengan datar.
"Jika aku menang maka mereka bertiga akan menjadi milikku," ucap Li Shang Yue yang menunjuk ketiga orang yang berada di pihaknya.
"Baiklah, tapi jika kamu kalah bagaimana?" Tantang Jendral Xin.
"Maka aku akan menjadi pelayan kalian semua selama 1 bulan penuh." Mantap Li Shang Yue yang mengagetkan ketiga orang di pihaknya.
__ADS_1
"Putri…! Apa yang Putri lakukan? Itu sangat beresiko." Ucap salah satu orang yang berada di pihak Li Shang Yue.
"Tenanglah, aku tidak akan pernah mengecewakan orang-orang yang berada di pihakku. Tak perlu takut, selagi aku masih bernapas tidak akan ada yang bisa menyentuh kalian bahkan jika Kaisar sendiri pun."
Lagi lagi ucapan Li Shang Yue membuat semua orang tercengang begitu juga Jendral Xin dan Jendral Feng.
Jendral Feng yang merupakan pria paruh baya yang ada di ruangan Kaisar tadi hanya bisa tertegun. Gadis kecil di depannya itu bukan lagi Putri Li Shang Yue yang lemah dan penakut. Gadis kecil yang berdiri tegak di depannya sekarang ini adalah gadis kecil yang memiliki sisi misterius dan juga orang yang tak bisa di singgung sembarang.
"Baiklah aku terima tantangan darimu Putri Li Shang Yue. Jangan menyesal untuk menjadi pelayan kami, walaupun anda adalah Putri Mahkota tapi karena perkataan anda hari ini. Maka anda harus tepati." Ucap Jendral Xin datar.
"Tenang saja Jendral, saya tidak akan menyesal karena saya tidak akan pernah kalah. Karena kekalahan tidak masuk ke dalam kamusku walaupun di atas langit masih ada langit. Namun, aku tidak akan mati dengan cepat sebelum aku bisa membungkam mulut sampah-sampah yang menghinaku." Balas Li Shang Yue dengan senyum manis.
Namun, Jendral Xin dan Jendral Feng dapat memahami ada maksud lain dari senyuman manis itu.
"Majulah Jendral!"
Sring….
Jendral tanpa aba-aba langsung menarik pedangnya dari sarungnya hingga terlihat sebuah pedang panjang dan sangat tajam mengkilat di depan Li Shang Yue.
"Eh tunggu dulu!" Cegah Li Shang Yue kepada Jendral Xin saat akan mengangkat tangannya.
"Kamu punya pedang tapi aku tidak., Tunggu dulu, aku cari senjata dulu." Li Shang Yue ingin memanggil pedang hitam miliknya namun ingatannya langsung teringat dengan ucapan Long yang sangat melarangnya mengeluarkan pedang hitamnya sebelum kekuatannya benar-benar kuat.
Ucapan Long menari-nari di dalam pikiran Li Shang Yue membuat gadis itu kesal.
"Haiish jika begini aku pakai apa?" Kesal Li Shang Yue.
"Putri, anda bisa menggunakan pedang saya. Hanya saja ini tidak akan seberapa dengan pedang Jendral Xin," ucap ketiga orang yang berada di pihak Li Shang Yue.
Li Shang Yue menoleh ke arah mereka bertiga lalu tatapannya turun ke pedang masing-masing yang mereka sodorkan. Satu kali lihat saja Li Shang Yue bisa langsung tahu jika pedang ketiga orang itu tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan Jendral Xin.
"Tak apa, ambillah kembali aku sudah punya pedang sendiri tapi terima kasih karena telah memberiku pedang." Ucap Li Shang Yue dengan senyum tipis namun terlihat tulus.
"Tak punya pilihan lain…," Guman Li Shang Yue yang mendongak menatap ke atas.
"Blue Moon!" Teriak Li Shang Yue dengan lantang.
Wuuussssh
__ADS_1
Sebuah pedang tajam dan panjang bertengkar manis di genggaman tangan Li Shang Yue dengan sinar biru yang mengelilingi pedang itu. Bersamaan dengan itu rambut Li Shang Yue mulai berubah menjadi biru dengan bola mata yang juga berubah biru.
Tak mau menunggu Jendral Xin langsung berlari dengan kecepatan tinggi menerjang Li Shang Yue. Gerakan Jendral Xin memang terlihat cepat di mata para prajurit akan tetapi lambat di mata Li Shang Yue.
Wusssssssh
Trang
Tebasan pedang dari Jendral Xin langsung di halangi dengan pedang Li Shang Yue hingga bunyi tabrakan kedua pedang itu menciptakan angin menghempaskan debu yang ada di sekitar.
Trang
Trang
Wusssh
Jendral Xin menyerang Li Shang Yue dengan menggunakan setengah kekuatannya karena 0ria itu tak ingin menyakiti Li Shang Yue bagaimana pun Li Shang Yue tetaplah Putri Mahkota yang harus mereka lindungi.
"Gunakan kekuatan penuh anda Jendral, jika anda hanya menyerang saya dari setengah-setengah maka saya tidak akan membalas serangan anda." Ucap Li Shang Yue dengan nada tegas dan penuh keyakinan tidak ada keraguan di matanya.
"Jangan menyesal." Jendral Xin langsung menerjang Li Shang Yue.
Trang
"Aku tidak akan menyesal karena aku tidak akan pernah kalah. Jadi, bersiaplah." Bisik Lo Shang Yue yang langsung mundur hingga jarak mereka berdua lumayan jauh.
"Sebenarnya dia cukup lemah untuk lawanku namun dia sebagai orang yang menjadi lawan pertamaku. Lebih baik aku tidak perlu mengeluarkan kekuatanku. Akan terasa semakin kuat dan tajam seranganku jika aku menyerangnya menggunakan ilmu beladiri saja." Kata Li Shang Yue dalam hati.
Pegangan tangan Li Shang Yue pada pedang birunya semakin erat membuat pedang itu semakin di kelilingi cahaya biru. Jendral Xin yang melihat itu tentu merasa kaget begitu pula Jendral Feng.
"Blue ayo kita bermain!" Smirk Li Shang Yue.
Wussssssj
"Xin hati-hati!" Teriak Jendral Feng yang memiliki rasa panik di dalam hatinya.
Prang
Wusssh
__ADS_1
Srettt
Beberapa menit berlalu Li Shang Yue masih terus menyerang Jendral Xin tanpa memberi waktu untuk sang Jendral membalas serangannya.