Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 158


__ADS_3

Gelapnya malam tidak menghentikan pergerakan Li Shang Yue bersama teman-temannya memasuki hutan. Dengan Fan Hu dan Lay yang memimpin jalan bersama Li Shang Yue yang berada di tengah-tengah mereka. Mereka semua melompat dari pohon yang satu ke pohon yang lain layaknya ninja.


Setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka sampai di depan markas kalajengking merah. 


“Penjagaan mereka lumayan kuat,” bisik lay yang menatap keadaan sekitar.


Li Sheng Yue menatap ke arah sekitar markas lewat dari atas pohon yang dia naiki.


“Cih ini tidak ada apa-apanya di duniaku dulu,” guman Li Shang Yue yang langsung merentangkan jari tangannya hingga dengan secepat kilat tangannya penuh dengan jarum perak.


Syut


Syut


Syut


Bruk


Penjaga langsung roboh dengan napas yang melayang dari badan mereka.  mereka tentu langsung mati setelah menerima jarum perak milik Li Shang Yue. Lay yang sedang mengintai langsung menoleh ke arah Li Shang Yue saat penjaga itu langsung jatuh tak bernyawa secara tiba-tiba.


“Sebenarnya kenapa mereka di namai dengan kelompok kalajengking merah?” guman Li Shang Yue yang merasa aneh dengan nama mereka semua.


‘‘Sebenarnya mereka menamai kelompok mereka dengan nama kelompok Kalajengking merah karena di dalam markas itu ada seekor kalajengking merah. Kalajengking merah adalah binatang spiritual dengan level tingkat tinggi dengan berada di level 8 akhir,” kata Hi An yang menjawab pertanyaan Li Shang Yue.


Sebagai informan kelompok tentu saja Hi An sangat tahu akan hal seperti itu walau dirinya juga tidak melihat secara langsung kalajengking merah.


Li Shang Yue yang mendengar akan hal itu langsung menyinggungkan senyum miring. Matanya langsung berbinar seperti baru saja mendapatkan mainan baru.


“Ada apa dengan Nona?” batin Yuren yang melihat Li Shang Yue yang tengah tersenyum-senyum sendiri.


“Gege An apa kau tahu letaknya kalajengking merah itu?” tanya Li Shang Yue dengan mata yang berbinar-binar.


‘‘Em kalau nggak salah, ada di penjara bawah tanah Yuyu,” jawab Hi An dengan menggaruk kepalanya dengan tidak yakin.


“Itu bagus,” guman Li Shang Yue dengan menatap sekitar yang serasa aman.


“Bergerak sekarang…!” titah Li Shang Yue yang langsung meleset terbang masuk ke dalam halaman markas itu.


Hap


“Siapa kau…?” teriak pria kekar yang melihat kedatangan Li Shang Yue.


“Dewi kematianmu…!” jawab li Shang Yue yang langsung melemparkan jarum peraknya pada pria itu.


“Hei…!”

__ADS_1


“Blue Moon..!’


Wussssh


Sekali tebasan markas mereka langsung bergetar dengan tebasan pedang biru penghancur Li Shang Yue.


“Yuyu kenapa kau menyerang sekarang? Cepat mask dalam perlindungan kami…!” teriak Fan Hu dan Lay secara bersamaan.


Li SHang Yue hanya menoleh sebentar sebelum langsung tersenyum miring.


“Kalian tangani yang disini aku akan masuk ke dalam sebentar..!” ucap Li Shang Yue yang langsung meleset masuk ke dalam markas Kalajengking merah.


“NONA…!”


“YUYU…!”


Mereka berteriak bersamaan saat melihat bagaimana nekatnya Li Shang Yue masuk ke dalam markas kalajengking merah tanpa rasa takut sama sekali. 


“Kalian bisa menyelesaikannya bukan?” Lay menoleh ke arah Yuren dan juga Chan Si serta May Yun.


“Kami bisa,” jawab Yuren dengan tegas.


“Baik, kalian saling bekerjasamalah, aku akan masuk ke dalam mencari keberadaan Nona,” kata Lay yang langsung masuk menyusul Li Shang Yue dan juga Fan Hu yang sudah lebih dulu masuk ke dalam markas.


 


Syut


Srettt


Jleb


“Cih hanya kekuatan seperti ini ingin menyalahkanku? Mimpi saja. Bahkan kecepatan sihir mereka tidak secepat peluru,” kata Li Shang Yue yang menebas kepala lawannya.


Srett


Uhukkk uhukkk


“Katakan dimana penjara bawah tanahnya…!” ucap Li Shang Yue yang tidak bertanya melainkan memberikan sebuah ancaman.


“Di…disana..!” jawab pria itu yang langsung menunjuk ke sebuah lorong.


“Bagus,”


Slasssh

__ADS_1


Kepala pria itu langsung saja bergelinjang di atas lantai. Tanpa rasa bersalah Li Shang Yue langsung menuju lorong yang di tunjuk oleh pria itu tadi.


Li Shang Yue melihat dengan seksama lorong itu sebelum mulai melangkahkan kakinya menuruni tangga.


“Sepertinya pria itu tidak berbohong, lorong ini memang lorongnya sampai di ruangan bawah tanah,” guman Li Shang Yue.


Li Shang Yue berlari menuju lantai bawah yang di jelaskan oleh Hi AN tadi. Sampai di dalam ternyata disana juga banyak para penjaga yang sedang berjaga.


“SIAPA KAU…?” teriak salah seorang yang menyadar lebih awal keberadaan Li Shang Yue.


“Malaikat mautmu,” jawab LI Shang Yue dengan senyum manis semanis madu di wajahnya.


‘‘Hei hentikan pekerjaan kalian semua…! Cepat bunuh wanita sialan ini…!” teriak seorang pria kekar dengan suara yang menggelegar.


Sontak mendengar teriakan dari sang rekan mereka semua menghentikan pekerjaan mereka lalu menoleh ke arah Li Shang Yue. Mereka semua langsung mengambil senjata mereka masing-masing mengarahkannya pada Li Shang Yue.


“Blue les’t go…! Saatnya bermain di game sebenarnya Blue,” teriak Li Shang Yue yang langsung mengangkat pedangnya tinggi-tinggi berlari menerjang musuh lawan.


Sreng 


Sring


Syutt Wushhh


Bruk bruk bruk


Uhukk- uhukk.


“Hati Hati pada pedangnya…! Dia bisa membunuh kalian..!” teriak pria kekar yang menghinanya sedari awal tadi.


“Sudah aku katakan aku akan datang menjadi Dewi kehancuran. Sekarang mari kita buat untuk masuk ke dalam markas kalian sendiri,” kata Li Shang Yue yang menebas 2 kepala secara bersamaan.


Pedang biru telah berubah menjadi pedang yang akan dengan di penuhi darah yang terus mengalir membuat siapapun yang melihatnya akan bergidik ngeri dan mungkin akan ada yang munta darah.


“Wanita ini bukan manusia, dia membunuh dengan bgitu brutal dan juga sadis,” kata mereka semua dalam hati.


Li Shang Yue maju akan tetapi apa yang terjadi membuat Li Shang Yue merasa akan lucu dengan semua ini. Li Shang Yue yang melihat jika mereka mundur secara teratur saat setiap kali ia mengangkat dan melangkah satu langkah ke depan maka mereka akan mengambil 5 langkah ke belakang. Hal itu membuat Li Shang Yue merasa lucu akan dengan predikat yang mereka pegang selama ini sebagai kelompok yang ditakuti dan sulit untuk dikendalikan. Melihat akan kelakuan konyol mereka membuat Li  Shang Yue tertawa terbahak-bahak dengan wajah yang dipaksakan untuk tetap tersenyum manis.


“ kenapa kalian pada mundur? Kemarilah temani aku bermain sebentar,’ ucap Li Shang Yue dengan suara yang dilembut-lembutkan akan tetapi di telinga Sang Raja dan yang lainnya terdengar seperti nyanyian kematian yang akan mencabut nyawa mereka kapan saja.


 “Sebenarnya kamu siapa? Kenapa datang mengacau di markas ini? Kamu tahu kami tidak mencari masalah juga denganmu,’


“ kalian tidak membuat masalah secara langsung kepadaku tetapi kalian telah membuat rakyat ku menjadi menderita yaitu rakyat kekaisaran Ming. Aku adalah Putri angkat dari yang mulia Kaisar Ming…!”


“Tidak mungkin…!”

__ADS_1


“Sayangnya itu kebenarannya, kata terima ajal kalian menjemput dengan baik,’’ sarkasme LI Shang Yue dengan senyum menyeramkan berlari menyerang mereka semua dengan brutal menggunakan pedang penghancur yang bercahaya biru itu mengikuti gerakan dan alunan tangan dari seorang Li Shang Yue


__ADS_2