Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 181


__ADS_3

''Permaisuri, api milikmu bukanlah api biasa. Api adalah hal yang kami takutkan dan hindari karena dia bisa membunuh kami dengan membakar kami. Jika api biasa kami bisa selamat maka dengan api biru surgawi milikmu hanya terkena satu percikan saja maka kami semua akan langsung musnah,'' terang Yang Hong.


''A...APA?" Li Shang Yue menatapp Yang Hong dengan kepala yang di miringkan.


''Api adalah kelemahan kami Permaisuri,'' terang Yang Hong dengan jujur.


''Hehe jadi api aku ini sangat kuat ya?" tanya Li Shnag Yue yang cengengesan sendiri.


''Ya memang kekuatan api Nona sangat menakutkan,'' sahut Baize dengan menatap ngeri tangan Li Shang Yue yang tadi memercikan api hanya lewat tangannya saja.


''Ini akan seru, jika ada yang mengganggu ras vampir akan aku bakar dia menjadi abu,'' kata Li Shang Yue dalam hati dengan senyum jahatnya.


Jika saja Yang Hong dan Baize tahu apa yang ada di dalam otak kecil Li Shang Yue mereka akan langsung mati berdiri. Gadis kecil yang mereka kira hanya gadis polos biasa ternyata memiliki pikiran yang sangat menakutkan. Seangkan Long dan Snake beserta para makhluk yang mendengar apa yang di katakan oleh junjungan mereka hanya bisa menggelengkan kepala mereka saja.


''Long aku rasa Nona Yuyu itu seperti kamu yang begitu kejam,'' ucap Nino.


''Cih aku tidak sepertinya. Gadis itu hanya tahu makan dan menyiksa orang saja. Bahkan ikan pelangi yang sudah aku rawat selama puluhan tahun habis 5 ekor langsung di makan oleh anak itu,'' sahut Long dengan nada kesal.


Long akan selalu kesal jika mengingat bagaimana Li Shang Yue dulu dengan rakut memakan ikan pelangi miliknya yang sudah di rawat bertahun-tahun lamanya. Setelah Li Shang Yue datang bukannya meminta gadis kecil itu bahkan dengan enteng memakan ikan pelanginya yang berharga.


''Jangan becanda Long..! Ikan pelangi adalah obat ampuh bagi yang memiliki rancung mematikan namun akan menjadi racun jika orang yang memakannya adalah orang yang normal,'' ucap Nino dengan kesal karena tidak terima nonanya di fitnah.


''Dasar bodoh, aku mengatakan yang sebenarnya,'' ucap Long dengan mendengus kesal.


''Itu benar adanya, bahkan karena hal itu pula yang membuat  Yuyu kebal dengan racun,'' tmpal Snake.


''Berhenti bertengkar..! Kalian membuat kepalaku ingin pecah saja.,''


Suara Li Shang Yue yang menghentiikan mereka langsung saja mereka berdiam diri. Jika mereka masih berani embuka suara maka dapat di apstikan mereka akan langsung di jadikan hewan panggang. Gadis itu tidak akan peduli jika mereka adalah hewan kontraknya. Jika Li Shang Yue lapar mereka akan di jadikan daging panggang oleh gadis licik itu.


''Permaisuri ...,''


''Ck ck berhentilah memanggilku Permaisuri. Itu terdengar menggelikan di telingaku tahu..!;''  kata Li Shang Yue yang memotong ucapan darii Yang Hong.


''Lalu aku harus memanggilmu apa?" tanya Yang Hong dengan memasang wajah lembutnya menatap Li SHnag Yue penuh akan perasaan.

__ADS_1


''Yuyu..! Kau bisa memanggilku Yuyu,'' ucap Li Shang Yu edengan tegas.


''Bagaimana jika dengan Yue'er?" tanya Yang Hong.


''Tidak, itu khusus bagi orang terdekat aku saja,'' tolak Li Shang Yue.


Perkara kecil memang tapi Li Shang Yue tidak akan mengizinkan siapapun memanggilnya dengan nama itu kecuali Jendral Feng dan juga Xin Qion yang merupakan ayah dan juga kakak laki-laki milik Li Shang Yue.


''Apa aku bukan orang terdekatmu?"


''Tentu saja bukan, kamu hanya orang asing yang masuk ke dalam hidup aku dengan singkat. Aku tidak tahu apa niatmu mendekatiku selain alasan aku adalah pasanganmu karena yang aku tahu banyak ras manusia yang menjadi pasangan ras kalian banyak yang mati. Alasannya cuma satu karena ras kalian tidak menyukai manusia, aku tidak akan menyerahkan hidup aku pada musuhku. Orang terdekatku bagiku cuma ayah dan Gege saja sedangkan orang lain mereka hanya orang baru saja. Jika kamu tulus maka ada saatnya aku mengizinkanmu memanggilku dengan nama itu,'' ucap Li Shang Yue dengan membakar daging rusa itu dengan tenang.


Sedangkan Yang Hong tertegun sesaat saat mendengara pa yang dikatakan oleh Li Shnag Yue padanya. Walau merasakan perasaan sakit tapi Yang Hong menepis akan hal itu.  Yang Hong tahu gadis seperti Li Shang Yue hanya kelakuannya saja seperti anak polos dan lugu namun sebenarnya pikiran mereka telah dewasa sebelum waktunya apalagi setelah mengetahui masa lalu Li SHnag yue yang sebenarnya.


''Aku akan merebut kepercayaanmu. Jika saat ini aku menjadi orang asing maka akan aku terima. Suatu saat nanti aku akan menjadi orang yang berdiri di salah satu sisimu Yuyu itu janjiku,'' kata Yang Hong dalam hati menatap Li Shang Yue dnegan pandangan dalam.


''Yuyu biarkan aku saja yang membakarnya,'' kata Yang Hong yang menangkap tangan Li Shang Yue yang ingin membalik daging.


''Baiklah,'' Li Shnag Yue kembali berdiri berbalik lalu menuju tempat Snake yang masih  di tempat semula. Melihat Li SHnag Yue ke arahnya dengan gerakan cepat Snake langsung membuat tubuhnya seperti lingkaran. Li Shang Yu enaik dan berbaring di atas tubuh Snake yang sudah melingkar seperti bola saja.


''Hey kalian tidak kaget dengan ularku?" kata Li Shang Yue yang bermaksud untuk menyombongkan ularnya.


'Li Shnag Yue yang mendnegarnya tentu saja merasa tidak senang. Gadis itu langsung mendengus kesal dengan apa yang balasan oleh Yang Hong.


''Cih tidak seru,'' guman Li Shang Yue masih bisa di dengar Yang Hong.


Yang Hong yang mendnegar gumanan Li Shnag Yu ehanya bisa menggelengkan kepalanya saja dengan kelakukan Li Shnag Yue yang ada-ada saja. Yang Hong tahu jika gadis itu bermaksud menyombongkan ularnya namun Yang Hong sengaja menjawab seperti itu. Sesuai apa ygadis itu langsung diperidiksi Yang Hong jika Li Shang Yue langsung kesal.


''Yuyu kemarilah, ini sudah masak,'' kata Yang Hong memindahkan daging panggang itu di atas daun pisang.


Li Shang Yue dengan langkah cepat langsung menuju tempat daging itu. Dengan segera tangannya terulur untuk menyopot satu namun langsung di hentikan oleh Yang Hong.


''Panas...!''


Baize yang melihat kelakuan kedua orang di depannya itu hanya bisa menarik napas dalam-dalam karena tidak tahu harus berbuat apa.

__ADS_1


''Lord seperti mengurus anak kecil saja. Bagaimana jadinya jika Paman dan bibi melihat Nona Yuyu bisa-bisa mereka tidak akan langsung merestui,'' kata Baize dalam hati.


Skip sajalah


Li Shang Yue membuka matanya menatap keadaan sekitar yang masih saja gelap. gadis itu menggaruk kepalanya tidak gatal memikirkan apa sekarang sudah pagi atau belum karena keadaan semua keadaan di hutan itu sama saja senuanya gelap. Li Shang Yue melihat sebuah jubah yang menutupnya dengan bau maskulin yang memabukan membuat gadis itu menatap ke arah sampingnya.


''Kau sudah bangun...!''


Li Shang Yue menatap ke arah asal suara sebelum menganggukan kepala saja. ''Ini sudah pagi atau belum?" tanya Li SHang Yu epada Yang Hong.


''Sudah pagi, ayo kita ke tempat kamu menginap. Aku yakin teman-teman kamu pasti kalang kabut mencarimu,'' ucap Yang Hong yang langsung menggendong Li Shang Yue membawanya terbang di atas sana.


Sedangkan di tempat lain seperti yang para readers duga jika teman-teman Li Shang Yue kini sedang kalang kabut mencari si gadis biang kerok yang suka mencari masalah yang siapa lagi jika bukan Li Shnag Yue.


''Yuren abgaimana bisa kamu tidak menyadari jika Yuyu keluar?" sentak Lay menatap tajam Yuren.


''Aku benar-benar tidak tahu, aku bangun Nona sudah tidak ada. Aku ingat sekali tadi amlam aku hanya duduk disini sebentar lalu aku tertidur dan bangun sekarang,'' terang Yuren yang juga sangat khawatir dengan keadaan Nonanya itu.


''Lay sudah jangan terus memarahi Yuren. Kamu tidak tahu saja Yuyu sangat nakal dan selalu mencari gara-gara,'' ucap Chan Si menghibur Lay.


''BAGAIMANA AKU TENANG DIA MENGHILANG CHAN SI...! DIA SANGAT PENTING BAGIKU BUKAN HANYA SEKEDAR BAWAHAN DAN NONA TAPI DIA  ADALAH HIDUPKU, NYAWAKU, DUNIAKU, DIA ADALAH SEGALANYA BAGIKU. BAGAIMANA AKU TENANG JIKA DIA MENGHILANG? AKU SUDAH MENCARINYA BERTAHUN-TAHUN DAN AKU MENEMUKANNYA LALU MENGHILANG DI DEPAN MATAKU. APA KAU PIKIR AKU BISA TENANG HA...?" teriak Lay dengan mata memerahh.


''A..apa maksudnya?"


''Hi An kemari cepat...!'' teriak Bonzhu yang berada di sisi runagan.


Semuanya langsung menatap ke arah pria itu sebelum segera mendekati Bonzhu yang berdiri menatap dalam sebuah dupa yang masih tersisa sedikit itu walau sudah mati.


''Ada apa Bonzhu?" tanya Hi An dengan tenang.


''Coba periksa dupa ini? Entah kenapa aku merasakan ada sesuatu dengan dupa ini,'' ucap Bonzhu dengan menatap dupa di depannya itu dengan intens.


Hi AN langsung maju ke depan lalu menatap dupa itu tak lupa juga mencium baunya hingag matanya langsung membulat sempurna.


''Ada apa?"

__ADS_1


''Ini dupa yang membuat seseorang tertidur lelap,'' jawab Hi An.


''APAAAA?'


__ADS_2