
''Hong Ge?" panggil Li Shang Yue.
Cup
''HEY....!''
Tianzhi menatap tajam ke arah Yang Hong yang sudah berani mencium Li Shang Yue sedangkan yang di tatap seperti itu hanya tersenyum penuh kemenangan saja.
''Sudahlah. Masih ada hal penting lainnya yang ingin aku bicarakan,'' ucap Li Shang Yue dengan wajah datar membuat kedua pria di depannya itu langsung saja diam tak berkutik.
''Walau aku sudah menjadi Ratu iblis dan mengingat kamu siapa tapi aku tidak bisa menetap disini. Masih ada hal lain yang harus aku kerjakan salah satunya mencari sesuatu jati diriku yang sebenarnya,'' terang Li Shang Yue.
''Sesuatu apalagi Yuyu. Bukannya sudah jelas jika jati diri kamu yang sebenarnya adalah Ratu iblis?'' tanya Tianhzi dengan wajah bingungnya.
''Tidak, aku harus mencari siapa orang tua kandungku. Aku juga selalu memiliki ingatan tentang kematian dimana aku menggunakan zirah perang berwarna putih dengan sebuah pedang biru di tanganku. Aku juga melihat kilas balik seorang pria yang aku cintai tapi bukan kalian berdua. Aku jelas melihat kematian aku sendiri dengan seseorang yang menusukku dari belakang seorang wanita yang menggunakan zirah yang sama sepertiku,'' teranng Li Shang Yue dengan memijir kepalanya.
''Menggunakan zirah yang sama artinya dia pengkhianat atau kamu yang adalah musuh mereka,'' terang Tianzhi dengan datar.
''Tidak mungkin. Aku tidak mungkin penghianat aku merasa dia adalah penghianat. Namun, sebelum menemukan jati diriku yang sebenarnya aku ingin menemukan kedua orang tuaku yang asli. Kenapa aku di buang dan dijadikan anak oleh Kaisar Li dan permaisurinya?" kata Li Shang Yue dengan wajah datar namun matanya tidak bisa menyembuyikan jika dia juga merasa sakit secara bersamaan.
''Bukannya Kaisar Li adalah orang tua aslimu?" tanya Yang Hong yang tidak emngerti dengan jalan cerita Li Shang Yue.
''Tidak. Menurut data rahasia yang aku dapatkan dari kamar Kaisar Li aku hanya anak titipan saja itu sebabnya Kaisar sialan itu tidak menyayangiku,'' jawab Li Shang Yue dengan perasaan dongkol dan benci.
__ADS_1
''Lalu kamu akan memulai dari mana perjalananmu?"
''Alam tengah. Masih ada salah satu perguruan yang harus aku kunjungi karena disana ibunda permaisuri tinggal. Aku sudah mencari tahu data ibunda permaisuri tapi sampai saat ini semua jalan buntu. Hal yang aku bisa harapkan hanya perguruan elang putih yang berada di kekaisaran Ming,''
''Lalu bagaimana denganku? Kau akan meninggalkan aku disini?'' ucap Tianzhi dengan nada datar dan dingin menatap tajam Li Shang Yue.
''Jangan mengekang Tian Ge...! Bagaimana pun kalian hanya orang baru yang hadis di saat aku dewasa dengan mengatas namakan Ratu atau pun Mate yang telah di takdirkan untuk kalian. Lalu di saat selama ini aku menderita pernahkah kalian ada dan membantu ku menyelesaikan masalah? Menolong-ku di saat aku dalam bahaya? Tidak ada. Kau yang sibuk memperkuat dirimu dengan melakukan pelatihan tertutup selama bertahun-tahun. Lalu kau Hong Ge, kau hanya sibuk dengan pekerjaanmu yang berada di istana mu dengan tanpa mencari-ku,'' ucap Li Shang Yue menohok.
''Aku mencarimu Yuyu aku ..., ''
''Apa kau pernah turun tangan langsung? Kau hanya mengandalkan orang kepercayaan kamu dan para peramalmu untuk menccari keberadaanku tanpa kamu sendiri tidak mau berusaha? Jangan membuat alasan yang malah akan berakhir aku membuat kalian berdua merasakan kemarahan-ku,'' sentak Li Shang Yue.
Deg
Yang Hong dan Tianzhi yang mendengar akan nada bicara Li Shang Yue yang meninggi langsung menganggukkan kepala mereka berdua. Bukan merasa takut atau tidak memiliki harga diri tapi mereka sadar. Apa yang Li Shang Yue katakan adalah kebenaran yang harus mereka terima dengan diam. Mereka memang hanya orang baru yang muncul dengan langsung mengklaim Li Shang Yue sebagai milik mereka tanpa bertanya apakah gadis itu menyukai mereka atau tidak. Lalu apa yang mereka lakukan dengan menahan Li Shang Yue untuk tidak mencari jati dirinya yang sebenarnya. Mereka sadar jika keinginan mereka itu terkesan egois dan juga hanya mementingkan keinginan diri sendiri.
''Sudahlah lupakan saja,'' Li Shang Yue langsung berdiri berbalik pergi namun baru beberapa langkah saja tiba-tiba saja sebuah tangan memeluknya dari belakang.
''Maafkan aku jika keinginanku membuat mu terbebani. Kamu bisa melakukan apapun yang kau inginkan asalkan kamu membawaku juga,'' bisik Tianzhi yang memeluk Li Shang Yue dari belakang.
''Lalu bagaimana dengan kerajaan ini?" tanya LLi Shang Yue.
''Semua akan di urus oleh orang keperccayaan ku yang terpenting aku selalu ada di sampingmu,'' jawab Tianzhi dengan memeluk erat Li Shang Yue.
__ADS_1
''Benarkah?''
''Apapun itu akan aku lakukan asal berada di samping mu Ratu-ku,'' bisik Tianzhi dengan mengecup pucuk kepala Li Shang Yue dengan sayang.
Yang Hong yang melihat bagaimana Tianzhi memeluk Li Shang Yue langsung berdecak kesal tidak menerima akan hal itu dengan ikhlas. Dengan perasaan dongkolnya Yang Hong berjalan mendekati Tianzhi dan Li Shang Yue yang masih belum sadar jika dirinya juga ada disana.
Srekk
''Tidak ada pelukan lagi. Enak sekali kalian melupakanku,'' kesal Yang Hong yang berhasil melepaskan peluakan Tanzhi dari Li Shang Yue.
''Dasar pelit. Aku hanya memeluknya sedikit saja bagaimana bisa kamu sudah marah-marah?" ucap Tianzhi yang ikutan kesal juga sepertinya.
''Sudahlah lebih baik kita kembali di paviliun tadi. Aku merasakan firasat tidak enak sama-sama teman-temanku. Mereka pasti sekarang sedang kalang kabut mencari ku,'' terang Li Shang Yue dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
''Apa kau kabur lagi dari mereka semua?'' tanya Yang Hong yang menatap Li Shang Yue dengan pandangan tajam penuh selidiki.
Sedangkan Li Shang Yue yang melihat tatapan tajam dari Yang Hong langsung cengengesan sendiri saja dengan memamerkan giginya yang putih menatap ke arah Yang Hong yangs edang menatap nya tajam.
''Ehem aku tadi sebenarnya tidak kabur Hong Ge. Akku tadi mau ke kamar mandi gitu loh eh aku lihat ikan yang terbang-terbang jadi aku hempiri ikannya lalu aku bakar,'' terang Li Shang Yue dengan wajah tak berdosanya sama sekali.
Sedangkan Tianzhi yang mendengar cerita Li Shang Yue hanya bisa menghela napas merelakan ikan yang sudah dia rawat selama 400 ratus tahun malah jadi makanan gadis kecil di depannya yang sialnya lagi adalah Ratunya sendiri.
''Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Yang Hong. Yuyu bisa menjadi sosok yang dewasa namun pada akhirnya dia tetap gadis kecil yang masih dalam pertumbuhan. Aku tidak boleh terlalu keras padanya di masa depan. Mungkin karena kurangnya kasih sayang membuatnya menjadi sosok yang dewasa sebelumn waktunya,'' kata Tianzhi dalam hati.
__ADS_1
''Ya sudah ayo kita temui mereka setelah itu kamu ikut aku untuk menemui beberapa orang saja,'' ucap Tianzhi yang langsung menggandeng tanga Li Shang Yue.
Lagi-lagi Yang Hong yang melihatnya hanya bisa mendengus kesal akan ula dari Li Shang Yue dan Tianzhi yang melupakannya. Tak ingin ketinggalan terlalu jauh Yang Hong langsung berlari cpat lalu menggandengan tangan kanan Li Shang Yue karena tanngan kiri Li Shang Yue sudah di gabdengn oleh Tiianzhi.