Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 74


__ADS_3

“Yang Mulia, apa Yang Mulia masih ingat perkataan saya 15 tahun yang lalu?” bukannya menjawab Aron justru bertanya balik.


“Perkataan yang mana Aron? Jangan membuat aku marah hingga membunuhmu disini.” Marah Kaisar Li yang merasa di permainkan.


“Saya berada di sisi Yang Mulia karena perintah dari Permaisuri, Yang Mulia Permaisuri berpesan untuk melindungi orang yang dia sayangi dan cintainya selama ini saya berusaha melindungi Yang Mulia dan juga Yang Mulia Putri Li Shang Yue secara diam-diam. Namun, melihat sikap anda pada Putri Li Shang Yue hari ini membuat saya sadar bahwasannya saat ini yang harus saya lindungi bukan lagi anda melainkan Putri Li Shang Yue. Jika Yang Mulia Permaisuri masih hidup dia juga akan memilih Yang Mulia Putri LI Shang Yue daripada Anda.”


Deg


Kaisar Li yang mendengar penuturan dari sang Pengawal pribadi langsung tersadar jika saat ini dia benar-benar telah gagal menjadi seorang ayahanda untuk putrinya Li Shang Yue,


‘Sial, apa-apaan pengawal rendahan ini berani sekali dia mempengaruhi Yang Mulia? Tidak..! Aku harus membuat rencana,,’ kata Selir Hua Rong yang ternyata tidak benran pingsan.


Uhuk uhukk


Selir Hua Rong berpura-pura batuk dan tersadar dari pingsannya untuk membuat Kaisar Li menatap ke arahnya dan itu berhasil.


Kaisar Li yang mendengar suara batuk dari Selir Hua Rong segera menghampiri selirnya itu. Terlihat wajah pucat Selir Hua Rong dan juga sisa-sisa darah dari bibir selir Hua Rong.


“Li Shang Yue lihat karena ulahmu ibumu menjadi seperti ini,” benta Kaisar Li yang menatap tajam Li SHang Yue yang tersenyum miring.


“Harusnya Yang Mulia bersyukur karena aku tidak membunuh selirmu itu,” balas Li SHang Yue dengan datar dan juga santai.


“Li Shang Yue kamu benar-benar…” Kaisar Li menatap Li SHang Yue yang hanya diam.


“MULAI SAAT INI KAMU PERGI DARI ISTANA INI..! KAMU BUKAN LAGI PUTRIKU.”


Jedarrrr

__ADS_1


Petir menyambar keras saat ucapan Kaisar Li berakhir yang menandakan jika saat ini ucapan Kaisar di jawab oleh alam.


“Saya juga mana mau punya ayah seperti anda, lagipula saya sudah punya ayah baru,” balas Li Shang Yue dengan sinis.


“Jika kamu keluar maka kamu tidak akan menjadi Putri Mahkota kekaisaran ini lagi.”


“Maka aku tidak peduli karena suatu saat nanti anda sendiri yang akan datang memohon padaku untuk memimpin kerajaan ini karena rakyat tidak akan menerima Ratu yang bodoh dan cacat menjadi pemimpin mereka.”


“Apa maksudmu?” teriak Selir Hua Rong.


“Selamat datang di zona balas dendamku..!” ucap Li SHang Yue dengan lantang.


Deg


“Balas dendam?” guman Kaisar Li yang menatap tak percaya kepada Li Shang Yue.


‘Balas dendam? Jadi dia melakukan semua untuk balas dendam? Berarti posisiku dan posisi Wei Rong sedang terancam.’ Kata Selir Hua Rong dalam hati yang menatap Li SHang Yue penuh akan kebencian.


“Putriku apa sekarang kau akan tinggal bersama kami di kediaman Feng?” tanya Jendral Feng dengan segera menghampiri Li Shang Yue tanpa memperdulikan jika saat ini masih ada Kaisar Li.


Lebih parahnya lagi Jendral Feng bahkan tidak memperdulikan Jendral Xin sang putra yang sedang terluka.


“Kau akan tinggal bersama kami kan mei mei?” tanya Jendral Xin dengan penuh harap.


“Kau tenang saja disana kami akan di sayang, di kasih makan enak, pakaian baru, koin emas banyak, perhiasan akan ayah belikan, dan kasih sayang kamu tidak akan kekurangan kasih sayang namun…,, uuntuk kasih sayang ibu ayah tidak bisa memberikannya karena ayah tidak memiliki selir.” Kata Jendral Feng.


“Tak apa aku akan menjadi ibu untuk Yuyu,” sahut Jendral Xin yang ikut menimpali apa yang dikataklan oleh Jendral Feng sang AYah.

__ADS_1


‘Tinggal di kediaman Feng? Lebih baik aku benar-benar pindah disana. Jika aku kembali pada hutan kematian itu tidak mungkin karena saat ini orang-orang ku bahkan sekarat semua terutama Snake.’ Kata Li Shang Yue dalam hati.


“Baiklah tapi aku membutuhkan halam yang besar dan kediaman yang luas karena aku membawa orang-orang ku yang sedang sekarat karena ulah dari manusia bejat ini. Aku membutuhkan ruang untuk mengobati mereka semua,” kata Li Shang Yue yang sangat berterus terang akan keadaannya yang sekarang ini untuk membawa banyak orang.


“Tak apa akan ayah siapkan untukmu,” kata Jendral Feng yang menyanggupi tanpa berpikir dulu.


“Baiklah Yuyu akan tinggal bersama Ayah da gege Xin.” Kata Li Shang Yue dengan senyum tipis di bibirnya.


‘Hahaha aku punya putri, putriku akan tinggal di kediamanku. Bukankah ini akan sangat menyenangkan? Setiap hari aku akan melihat putriku tidak lagi akan terus melihat wajah datar anak bandel ini.’ kata Jendral Feng dalam hati karena memikirkan jika dia akan bangun pagi dan melihat sang anak perempuannya yang sangat lucu.


‘Aku harus memikirkan barang apa yang di sukai oleh Yuyu atau makanan apa yang paling di sukai dengan begitu Yuyu akan lebih menyayangiku ketimbang pak tua ini. Tak akan aku biarkan si pak tua ini memonopoli adikku.’ kata Jendral Xin dalam hati.


Tanpa mereka sadari jika apa saja yang mereka katakan dan lakukan di perhatikan langsung oleh Kaisar Li.


Kaisar Li mereba dadanya yang terasa sesak dan sakit secara bersamaan karena melihat pemandangan di depannya itu. Putri yang tak di anggapnya kini justru sangat di sayang oleh orang lain yang bahkan tanpa ragu menunjukan rasa sayang itu secara terang-terangan padanya.


“Kenapa aku merasakan kesakitan yang begitu menyakitkan dan juga sesak secara bersamaan. Permaisuriku apa kau juga merasakan kekecewaan padaku? Aku hanya ingin mengajari putri kita agar ia tidak menjadi pembrontak tapi kenapa justru aku yang di buang?’ kata Kaisar Li dalam hati.


Secara nyata memang dirinya yang meresmikan putusnya hubungan darah antara dirinya dan Li Shang Yue namun disini Kaisar Li merasa jika bukan dia yang membuang Li Shang Yue tapi Li Shang Yue lah yang membuangnya.


“Ayo kita jemput teman-temanmu,” kata Jendral Feng yang menyadarkan semua orang.


“Baiklah, mari Ayah gege kita akan pergi menuju ke kediaman Yuyu.” Li Shang Yue segera menarik Jendral Xin dan Jendral Feng untuk mengikutinya menuju ke kediamannya.


Di luar gerbang kediaman Putri Wei Rong sudah menunggu Long yang sepertinya sedang menunggu Li Shang Yue. Terbukti saat Li SHang Yue muncul LOng langsung berjalan menghampiri Li SHang Yue yang sedang di apit oleh kedua jendral di kekaisaran itu.


“Apa yang kalian lakukan pada Yuyu-ku apa kalian ingin membawanya di penjara? Jika seperti itu maka akan aku bunuh kalian berdua.” Kata Long yang sudah mengambil ancang-ancang untuk menyerang kedua Jendral itu.

__ADS_1


Andai saja jika LI Shang Yue tidak menghentikan Long mungkin saat ini Jendral Xin dan Jendral Feng sudah muntah darah.


“BERHENTI LONG…!”


__ADS_2