Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 99


__ADS_3

Di malam yang sunyi di dalam tengah hutan berdiri seorang pria yang menggunakan jubah hitam. Seorang pria yang memiliki kesempurnaan yang hampir tiada taranya. Mata yang tajam, Alis setajam mata pedang, hidung mancung, dan bibir sedikit tebal membuat pesona pria itu luar biasa. Namun hanya wajahnya yang sempurna karena saat ini pria itu hanya menampilkan wajah datar dan penuh aura membunuh yang kuat. 


“Maju kalian binatang berekor sialan…! Beraninya kalian membuat Ratu-ku menangis akan aku bantai abngsa kalian..!” teriak sosok pria berjubah hitam itu yang langsung menerjang kelompok serigala itu.


Sosok berjubah hitam itu terus membunuh serigala-serigala yang berada di hutan itu. Pakaian sosok itu telah bercampur dengan hewan hewan yang ia bunuh. Wajah tampannya telah terciprat darah para kumpulan serigala tapi tidak membuat sosok itu risih.


“Yang Mulia para serigala di tempat ini sepertinya sudah habis,”ucap pria yang sejak tadi mengikuti sosok berjubah hitam itu.


“Hm kita kembali,” ucap jubah hitam itu yang langsung menghilang bagai disapu angin.


“Yang Mulia semakin hari semakin kejam,” guman sosok itu yang mengikuti Tuannya menghilang.


Sedangkan di sisi lain semenjak selesai bertarung Li Shang Yue tak ingin berpisah dari Jendral Feng. Alhasil seperti inilah yang terjadi, Jendral Feng dengan penuh kelembutan membersihkan darah serigala dari kulit Li Shang Yue menggunakan kain yang sudah di celupkan di dalam air.


“Apa mereka orang yang beda? Gerakan mereka sama, lembut dan penuh kehati-hatian. Walau mereka orang berbeda sekalipun aku akan menjaganya. Aku tak akan membiarkan dia pergi meninggalkanku karena hanya padanya aku mendapat kasih sayang,” kata Li Shang Yue yang menatap Jendral Feng yang sedang membersihkan kakinya.


Banyak yang memandang Jendral kaget saat melihat sang Jendral mengangkat kaki Li Shang Yue. Di zaman sekarang seorang pria di larang menyentuh kaki wanita apalagi sampai mengangkatnya dan membersihkan kakinya. Perbuatan seperti itu di anggap tak menghargai dan menginjak-injak harga diri seorang pria. 


“JENDRAL…!”


“Diam..! Dia putriku tak perlu di pernasalahkan,” ucap Jendral Feng dengan lantang.


SEmua orang yang mendengarnya langsung tertegun di tempatnya. Bagaimana Jendral Feng mengatakan hal itu. Bahkan Kaisar Li yang melihatnya sedari tadi ikut tertegun, kaisar dapat melihat bagaimana kasih sayang yang diberikan jendral Feng pada Li Shang Yue.


“Sekarang sudah bersih, masuk ke tenda dan tidur ini masih dini hari,” kata Jendral Feng walau terdengar lembut tapi mengandung nada perintah.


Li Shang Yue yang tak punya pilihan lain hanya bisa menurut menganggukkan kepalanya dengan pelan. Dengan di bantu pelayannya Li Shang Yue segera berdiri lalu masuk ke dalam tendanya.


Li Shang Yue tertidur dengan begitu nyenyak namun tak ada yang menyadari jika di sudut matanya sebuah air mata jatuh disana.

__ADS_1


Sinar matahari yang masuk di pepohonan mulai terlihat serta kicauan burung yang saling bersahutan membuat Li Shang Yue terbangun dari tidurnya.


“Nona anda sudah bangun?” Pelayan Se se yang baru masuk kaget karena melihat Li Shang Yue sudah terbangun.


“Dimana ayah?” tanya Li Shang Yue yang langsung menanyakan keberadaan Jendral Feng.


“Jendral sedang mengambil air bersama pengawal lainnya Nona,” jawab Pelayan Se Se.


Baru saja Li Shang Yue ingin membuka mulutnya tiba-tiba terdengar suara dari luar yang memanggil Li Shang Yue. Li Shang Yue yang mendengarnya langsung saja keluar karena suara itu adalah suara dari Jendral Feng.


“Yue’er…!”


“Ayah..,” Li SHang Yue melihat Jendral Feng yang bermandikan keringat padahal hari masih pagi.


“Ayah kenapa ayah berkeringat? Apa ayah habis bertarung lagi?” tanya Li Shang Yue dengan cemas.


“Tidak, ayah baik-baik saja. Yue’er segera ambil pakaianmu lalu masuk ke dalam tenda itu. Ayah sudah mengisi bak mandi untukmu mandi,” kata Jendral Feng yang mengelap jidatnya yang berkeringat.


“Jangan hanya bengong, ayo bersiap,” kata Jendral lagi yang langsung mendorong pelan Li Shang Yue.


Li Shang Yue masuk ke dalam tenda lalu keluar dari dengan membawa sebuah buntalan kain di tangannya. Namun saat keluar Li Shang Yue melihat ayahnya sedang berdebat dengan Putri Wei Rong. Li Shang Yue yang melihat Putri Wei memarahi ayahnya langsung saja naik pinta.


“Maaf Putri Wei Rong tapi permandian di dalam sana untuk putriku,” kata Jendral Feng yang masih dengan sabar.


“AKU TIDAK PEDULI..! JIKA AKU INGIN MANDI DI DALAM SANA AMKA AKU HARUS MANDI. PERINTAHKAN SAJA ANAKMU ITU UNTUK MANDI DI TENGAH HUTAN..!” bentak Putri Wei Rong.


“Putri Wei Rong..! Jangan pernah membentak ayah saya. Ayah saya sudah bersusah payah mengambil air untuk meimei ku mandi bukan untuk putri. Jika Putri ingin mandi maka mandi saja di tengah hutan,” ucap Jendral Xin dengan dingin.


“Sialan aku adalah seorang putri Kaisar alian ini hanyalah sampah dan buda…,” ucapan Putri Wei Rong langsung terhenti saat sebuah tamparan melayang di wajahnya.

__ADS_1


PLAK


Semua orang kaget saat melihat Putri Wei Rong yang mendapatkan tamparan. Akan terlebih, mereka semakin kaget saat menyadari siapa yang menjadi dalam penamparan Putri Wei Rong.


Li Shang Yue…,


Sosok yang menampar Putri Wei Rong tak lain dan tak bukan adalah Li Shang Yue.


“Dengar Putri Wei Rong, aku tak peduli kau anak Kaisar, anak penguasa daratan ini, atau bahkan jika anak Dewa sekalipun sekali kau menyentuh keluargaku maka kau akan berhadapan denganku,” ucap Li Shang Yue yang penuh penekanan setiap katanya.


Putri Wei Rong yang melihat Li Shang Yue di depannya langsung mengepalkan tangan dengan erat hingga bergetar. Bukan bergetar karena ketakutan tetapi bergetar karena menahan amarah.


“Kau…, beraninya kau menamparku…!” bentak Putri Wei Rong dengan menatap tajam Li Shang Yue.


“Kenapa tidak? Aku bahkan berani membunuhmu,” sinis Li Shang Yue.


“Dasar j4l4ng..! Kamu sama saja seperti ibumu yang ja…,”


PLAK


PLAK


“JANGAN PERNAH MENGHINA IBUKU SI4LAN…!” bentak Li SHang Yue yang menatap nyalang Putri Wei Rong.


“Ada apa ini?”


Semua orang langsung menoleh ke arah belakang asal suara yang ternyata adalah Kaisar Li bersama Seli Hua Rong. Sontak saja Jendral Feng langsung menarik Li Shang Yue ke belakang tubuhnya.


“Salam Yang Mulia,”

__ADS_1


“Kaisar Li yang terhormat, apa sudah kebiasaan anda mengajari Putri anda yang terhormat ini untuk merebut milik orang lain?” sinis Li Shang Yue yang menatap langsung kepada Kaisar Li dengan wajah datar dan dingin.


__ADS_2