
Waktu terus berlalu dengan hari yang terus berganti setelah menjalani perjalanan selama 3 hari 3 malam akhirnya Li Shang yue sampai di benua Ming.
LI Shang Yue yang berada di dalam kereta langsung membuka tirai hingga kepalanya muncul menatap ke arah keluar.
‘Nona…! Masuk kembali nanti Nona terluka bagaimana?” pekik Pelayan Se se yang ikut panik.
“Husss diam dulu pelayan se se, aku mencium bau makanan lezat,” kata Li Shang yue.
‘Nona…! Kenapa Nona selalu saja lupa diri jika sudah menyangkut makanan. Jika Nona tidak bisa menjaga pola makanan Nona maka Nona akan mengalami berat badan 7ang berlebihan hingga menjadi gemuk,” terang Pelayan Se se dengan menarik-narik Li Shang Yue.
“Bodoh amat, EGP..!” balas Li SHang Yue yang malah mengeluarkan kata-kata gaul di dunia modern.
“EGP? Apa itu Nona?” tanya Pelayan Se se yang tidak tahu apa arti darti kata EGP.
“Diam saja napa? Diam sana..!” sentak Li Shang Yue kesal karena pelayan se se menarik kakinya .
“Yue’er kenapa kamu mengeluarkan kepalamu seperti itu? Masuk kembali ini berbahaya..!” ucap Jendral Xin yang baru menyadari jika sang adik kini berulah lagi.
“Apalagi yang membuat gadis kecil ini keluar dari kereta?” kata Jendral Xin dalam hati yang penuh tanda tanya.
“Gege aku mau itu…!” teriak Li Shang Yue yang menunjuk sebuah penjualnya yang entah apa namanya namun jika di dunia modern di sebut bakso bakar.
Jendral Xin yang melihat arah yang di tunjuk oleh Li Shang Yue hanya bisa geleng-geleng kepala.
“Baiklah akan gege belikan tapi kamu kembali masuk ke dalam tenda,” kata Jendral Xin yang langsung turun dari kudanya lalu menghampiri penjual itu.
Li Shang yue dengan santai menunggu pesanannya hingga beberapa saat kemudian tirai kereta terbuka lalu muncullah tangan Jendral Xin.
“Ambillah,” ucap Jendral Xin yang menyodorkan bakso bakar tersebut ke arah Li Shang Yue.
“Terima kasih gege,” LI Shang Yue langsung membuka tempat bakso bakar lalu mulai makan dengan tenang.
Sepanjang jalan Li Shang Yue selalu meminta makanan membuat rombongan Jendral Feng tidak lagi beriringan dengan rombongan Kaisar Li. Tanpa mereka ketahui jika Li Shang Yue sengaja membuat mereka menjauh dari rombongan Kaisar.
__ADS_1
“Yue’er apa kamu belum kenyang juga? Kita sudah ketinggalan jauh dengan rombongan Kaisar,” ungkap Jendral Feng. Walau begitu tak ada nada kesal di setiap kata Jendral Feng.
“Ku rasa Kaisar bodoh itu sudah sampai di istana lebih baik kami juga berangkat,” kata Li Shang Yue dalam hati.
“Sudah ayah, Yue’er sudah kenyang,” kata Li Shang Yue dengan menatap lembut ke arah sang Jendral.
“Cih pak tua ini mencuri perhatian Yue’er dariku. Aku yang memesan makanan dia yang dengan enak menerima senyuman dari Yue’er,” Jendral Xin menggeram kesal dalam hati.
Rombongan Jendral Feng segera berangkat menuju istana hingga beberapa saat kemudian mereka sampai di istana kerajaan Ming.
Terlihat banyak sekali kereta yang datang untuk menghadiri ulang tahun sang putra mahkota. Li Shang Yue yang dapat melihat pemandangan di sekitar lewat celah dari tirai hanya bisa menghembuskan anpas kesal.
“Ada apa Nona?” tanya Pelayan Se se.
“Ini pasti akan lama, benar-benar membuatku kesal saja,” kata Li Shang Yue dengan kesal.
“Namanya juga ulang tahun Putra Mahkota pasti akan sangat meriah dan mewah. Di tambah lagi ini adalah kerajaan yang terkuat di dunia tengah pestanya akan semakin meriah,” terang Pelayan Se se.
“Jelas saja ada gunanya Nona, banyak para Putri atau pun Nona Muda bangsawan lainnya untuk menunjukan diri mereka dengan harapan bisa menjadi istri sah atau selir Yang Mulia putra Mahkota,”
“Ck ck aku tak akan menikah dengan pria yang memiliki pangkat yang tinggi seperti itu,”
“Kenapa Nona?”
“Yah karena aku hanya ingin hidup dengan orang yang aku cintai dan dia juga mencintaiku tanpa adanya orang ketiga atau keempat di dalam pernikahan kami. Cinta sejati adalah cinta antara dua orang bukan antara 3 atau 4 orang sekaligus,”
Pelayan Se yse yang mendengar penjelasan sang Nona muda hanya bisa terdiam kaku. Akan tetapi, di dunia ini mencari pria yang benar-benar akan seperti yang dikatan sang Nona Muda yang dimana hanya akan setiap pada satu istri apalagi seorang Putra Mahkota yang memang sudah hal biasa untuk memiliki banyak istri sangat mustahil bagi Nona mudanya itu mendapatkan pria seperti itu.
“Yue’er ayo turun,”
Terdengar suara Jendral Feng yang menyuruh Li Shang Yue untuk turun dari kereta. Jendral Feng mengulurkan tangannya ke arah Li Shang Yue yang masih berada di dalam kereta kuda. Sontak saja hal itu membuat orang-orang di sana langsung saling berbisik melihat Jendral Feng seperti menjemput seseorang di kereta kuda.
“Itu Jendral Feng bukan? Kenapa dia ke arah kereta itu?”
__ADS_1
“Apa Jendral Feng memiliki seorang Selir?”
“Bukannya Jendral Feng sangat mencintai istrinya? Jendral Feng tidak pernah mengangkat seorang selir,”
“Aku penasaran siapa yang ebrada di dalam kereta sana?”
“Aku rasa siapapun itu memiliki ruang tersendiri bagi Jendral. Lihat Jendral sendiri yang menjemput orang itu,”
“Hel lihat ada tangan mungil dan cantik..!”
Bisik-bisik orang dalam kerumunan iotu mulai semakin panas saat melihat sebuah tangan lentik dan putih yang menyambut tangan Jendral Feng.
Semua orang seperti menahan napas saat melihat kaki sosok itu keluar dari kereta hingga terpampanglah wajah cantik dengan mata yang tajam, alis yang tajam, hidung mancung, dan bibir yang tipis membuat semua orang seperti terhipnotis olehnya.
“Cantik sekali dia,”
“Apa itu tunangan Jendral muda Xin Qion?”
“Jika dia belum menikah aku ingin melamarnya menjadikannya selirku,”
“Aku akan melamarnya untuk menjadi permaisuriku,”
“Dewi, kecantikannya seperti Dewi..!”
Li Shang Yue yang mendengar teriakan pelan orang-orang di sekitarnya mendengus dingin. Wajah yang tadinya penuh senyuman kini luntus dalam sekejam mata menjadi wajah datar dan dingin.
“Menjijikan sekali, aku tahu aku memang cantik, manis, imut, dan sangat sempurna tapi mereka tak seharusnya seperti itu juga bukan? Benar-benar menjijikan,” kata Li Shang Yue dalam hati.
“Cih jika tahu seperti ini lebih baik tadi aku suruh Yue’er menggunakan cadar saja. Ingin melapar putri kesayanganku? Ciha ku akan menolak kalian dengan mentah-mentah,” batin Jendral Feng.
Jendral Feng tidak tahu harus bersyukur atau tidak mendapatkan putri secantik Li Shang Yue yang bisa mengguncangkan kekaisaran.
Di saat banyak bisik-bisik orang memuji kecantikan yang di miliki Li Shang YUe ada satu orang yang mentap Li Shang Yue penuh akan kebencian. Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah Putri Wei Rong.
__ADS_1
“Anak si4l4n beraninya kau merebut semua perhatian dan pujian yang harusnya menjadi milikkku,”