Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 33


__ADS_3

"Apa yang di katakan oleh Long benar, aku memang kuat. Akan tetapi, saat ini aku tidak memiliki pendungkung yang kuat. Jika begitu…, maka aku akan membangun kembali kelompokku. Aku akan membangun kembali Black Rose di zaman ini, aku akan membela kebenaran seperti di dunia sebelumnya." Kata Li Shang Yue dalam hati.


Li Shang Yue awal datang di dunia berantah itu berfikir untuk hidup tenang. Setelah membalaskan dendam Li Shang Yue yang asli gadis itu hanya ingin memimpin Kerajaan dengan tenang dan damai. Namun, setelah mendengar ucapan Long tadi Li Shang Yue langsung tersadar jika semuanya tidak semudah yang ada di pikirannya.


"Gunakan para budak itu untuk membangun kelompok kamu.” 


Li Shang Yue yang mendengar apa yang di katakan Long tentu saja merasa kaget karena Long mengetahui apa yang ada di pikiranya. Namun, saat menyadari jika dirinya dan Long adalah Tuan dan bawahan Li Shang Yue memahami itu.


“Baiklah, pertama-tama aku akan membangun kelompok dulu dan membalaskan dendam Li Shang Yue yang asli. Setelah itu aku akan merebut kerajaan ini jika Kaisar Tua itu juga belum beruba.


Hosh hosh hosh


Li Shang Yue menoleh ke arah pintu saat melihat ketiga pemuda itu telah kembali dengan napas yang ngos-ngosan.


“Ada apa dengan kalian? Kenapa kalian sampai ngos-ngosan seperti itu?” tanya Li Shang Yue kepada ketiga pria itu.


“Dengar Putri, untuk ke depannya anda harus memastikan keadaan dulu sebelum mengucapkan sesuatu.” Ucap pria pertama.


“Itu benar Putri, bisa bahaya jika ada yang mendengar apa yang Putri katakan. Bisa saja mereka menghukum Putri dengan hukuman mati dengan tuduhan anda pemberontak.” Timpal pria kedua.


“Jadi, kalian keluar hanya karena ingin memastikan jika aman atau tidak?” tanya Li Shang Yue dengan wajah polos tanpa dosa sama sekali.


“Benar Putri,” jawab ketiganya yang secara bersamaan.


Deg


Lagi lagi apa yang ketiga pria di depannya itu mengingatkannya pada seseorang yang berada di kehidupan sebelumnya. Ketiga pria di depannya itu bagaikan satu orang untuknya di kehidupan masa lalu. Sifat Cuek namun peduli dan selalu menomor satukan dirinya sama seperti ketiga pria di depannya itu. Hanya saja, jika di masa depan itu adalah satu orang maka di kehidupannya yang sekarang mereka terbagi tiga orang namun bagi Li Shang Yue mereka seperti diri orang di masa lalunya.


“Kalian tidak perlu khawatirkan aku sebegitunya, aku akan belajar dengan giat agar aku semakin kuat dan tidak ada yang membahayakanku.” Balas Li Shang Yue dengan senyum tipis.


Walaupun tipis mereka tentu dapat merasakan ketulusan di balik senyum tipis itu.

__ADS_1


“Kini cemilan untuk kalian, kalian istrahatlah karena besok pagi-pagi kita akan latihan bersama. Aku sendiri yang akan melatih kalian, menjadi pengikutku memang tak harus kuat. Akan tetapi, menjadi pengikutku berarti harus siap berperang. Sebagai pemimpin aku juga tidak hanya mengharapkan kemenangan tapi aku juga mengharapkan setiap anggota dan pengikutku haruslah pulang dengan nyawa yang masih melekat di raga.” Ucap Li Shang Yue dengan tegas.


Ketiga pemuda itu merasa terharu dengan ucapan Li Shang Yue barusan. Mereka bertiga yakin jika di masa depan Li Shang Yue pasti berkembang dengan caranya sendiri.


“Setelah sekian lama, akhirnya gegemu ini menemukanmu meimei. Walaupun kamu tidak mengingat gege tapi gege tetap mengingatmu. Jika kamu memang menginginkan kerajaan ini maka akan gege rebut untukmu. Jika Ibunda permaisuri masih hidup dan melihatmu tumbuh dengan berani seperti ini aku yakin Ibunda juga akan jauh lebih bangga padamu.” 


“Lebih baik kalian perkenalkan diri kalian masing-masing, aku tidak mengetahui nama kalian sama sekali.” kata Li Shang Yue yang meminta mereka untuk memperkenalkan diri mereka masing-masing.


“Nama saya Yun.” Pria pertama memperkenalkan diri dengan lembut.


“Nama saya Chan Si, putri bisa memanggil saya Chan.” Pria kedua juga menyebutkan namanya.


“Nama saya Lay.” Pria ketiga menyebutkan namanya dengan nada datar dan dingin.


“Baiklah Kalian bertiga bisa memanggilku Yuyu.” Balas Li Shang Yue.


Setelah perkenalan singkat itu Li Shang Yue memutuskan untuk kembali ke tempatnya atau kamarnya. Li Shang Yue cepat kembali karena ada hal yang harus dia selesaikan lebih dulu.


“Apa kamu menemukan keanehan disana?” Tanya Kaisar Li dengan nada datar kepada orang di depanya itu.


“Semua terlihat normal saja Yang Mulia, selain ketiga orang pria yang Putri Li Shang Yue di area latihan tadi pagi.” jawab sang bawahan kepada Kaisar Li.


“Tiga orang pria?”


“Benar Yang Mulia, menurut yang saya dapat Putri Li Shang Yue habis bertarung melawan Jendral Xin..,”


“APA…? BAGAIMANA BISA?”


“Saya juga tidak tahu bagaimana cerita aslinya hanya saja mereka mengatakan jika mereka berada di pihak Putri Li Shang Yue. Putri Li Shang Yue menang melawan Jendral Xin memutuskan untuk mengambil mereka bertiga sebagai pengikutnya.” imbuh orang itu.


“Tunggu! Menang? Artinya Li Shang Yue menang melawan Jendral Xin?”

__ADS_1


“Benar Yang Mulia, bahkan Putri Li Shang Yue tidak menggunakan kekuatan apapun selain ilmubeladiri yang di padukan dengan ilmu pedang.”


Deg


Kaisar Li yang mendengar hal itu tentu saja merasa kaget. Jendral Xin bukanlah lawan yang bisa di anggap remeh apalagi pria itu terus berada di medan perang seperti ayahnya. Sulit di percaya jika Li Shang Yue gadis itu bisa menang melawan Jendral Xin yang berada di Ranah Petarung tingkah menengah.


Namun tiba-tiba ingatan Kaisar Li langsung berputar pada sosok yang pernah menjadi Kaisar di Benua Li ini. Sosok itu sangat hebat dan selalu membawa kemenangan dalam perang.


“Apa tidak ada lagi yang kamu dapatkan?”


“Apa aku juga harus memberitahu Yag Mulia jika Putri Li Shang Yue ingin merebut tahta kerajaan? Tapi daripada Putri Wei Rong yang menjadi Ratu di daratan in lebih baik Putri Li Shang Yue. Entah kenapa aku merasa akan ada kedamaian besar jika gadis kecil itu yang menjadi pemimpin.” Batin sosok itu yang memang mendengar apa yang di katakan Li Shang Yue tadi.


Kaisar Li yang melihat keterdiaman orang kepercayaannya itu langsung saja kesal.


“Aron!” sentak Kaisar Li yang membuat yang di depannya itu kaget.


“Maaf Yang Mulia,” pria yang bernama Aron itu segera membungkukkan badannya.


“Apa ada lagi?”


“Itu Putri Li Shang Yue berencana untuk membeli budak untuk ia dijadikan prajurit dan pelayan di kediamannya.”


Kaisar Li yang mendengar itu hanya mengangguk-anggukan kepalanya lalu menunduk mengambil sebuah kotak persegi. Di letakkannya kotak itu di atas meja lalu di bukannya yag ternyata isinya adalah Koin emas atau mata uang di zaman itu.


“Ambil ini.” Kaisar Li langsung melemparkannya 2 kantung koin emas kepada Aron.


“Berikan koin itu kepada Putri Li Shang Yue!” titah Kaisar Li dengan datar dan tanpa ekspresi.


“Baik Yang Mulia.”


“Pergilah,” Kaisar Li segera mengibaskan tangannya mengusir Aron untuk keluar dari ruangannya.

__ADS_1


__ADS_2