
Malam yang gelap dengan suasana yang sunyi karena orang pada tidur tapi berbeda dengan Li Shang Yue yang sedari tadi hanya mondar mandir di dalam kamarnya. Saat ini, gadis itu begitu terlihat gelisah hingga wajahnya di tekuk sedemikian rupa olehnya.
Di saat semua orang terlelap tidur maka berbeda dengan Li Shang Yue yang [punya satu masalah dan masalahnya ada perut. Gadis itu kelaparan karena melewatkan makan malamnya tadi sekarang ia tak bisa tidur karena merasa lapar.
“Sudahlah aku keluar saja cari makanan, Se se juga tidak akan terbangun,” ucap Li Shang Yue dengan suara pelan yang melirik pelayan Se Se yang merupakan pelayan pribadi miliknya.
Pelayan Se se tidur di atas kursi panjang yang terbuat dari rotan itu. Terlihat sekali jika sang pelayan itu tertidur lelap sekali. Li Shang Yue yang melihat itu tentu saja merasa senang karena bisa keluar mencari makan.
“Hehehe pelayan Se se silahkan tidur aku cari amkan dulu ya,” bisik li Shang Yue yang hanya bisa di dengar dia sendiri.
Li Shang Yue mengambil jubah luarnya lalu menuju jendela melompat dan mendarat sempurna di tanah. Li Shang Yue segera berjalan di lorong-lorong istana mencari dapur istana Ming.
Wussshh
“Yuyu kau mau kemana malam-malam seperti ini?” tanya Long yang tiba-tiba muncul di samping Li Shang Yue.
Long kau membuatku kaget tahu…!” kesal Li Shang Yue yang kembali melanjutkan angkah kakinya mencari dapur istana.
“Kau mau kemana Yuyu?” tanya Long lagi dengan berjalan mendekati Li Shang Yue.
“Mau ke dapur istana cari makanan,” jawab Li Shang Yue enteng.
Long yang mendengarnya ahnya bisa geleng-geleng kepala karena emang dari awal ia sudah curiga dengan apa yang akan di lakukan gadis itu jika dia jalan sendirian seperti ini.
“Yuyu kau tak bisa ke dapur istana..!” kata Long tegas dan jangan lupa mencekal tangan Li Shang Yue.
“Kenapa?” tanya Li Shang Yue polos.
“Yuyu kamu tak boleh bergerak sesukamu disini. Ini bukan kediaman Jendral Feng yang kamu bisa dengan mudah keluar masuk ke dalam dapur. Bagaimana jika ada yang melihatmu mengambil makanan di dapur maka bukan hanya nama kamu yang akan rusak tapi nama Jendral Feng juga akan terbawa-bawa. Apa kamu mau reputasi ayahmu rusak?” tanya Long dengan menatap serius gadis kecil di depannya itu.
“Tidak..!”
“Jika begitu jangan ke dapur..!” kata Long dengan datar.
Mendengar hal itu tentu saja Li Shang Yue langsung cemberrut dan berwajah masam. Gadis itu hanya diam dengan menunduk mengusap perutnya yang memang sudah kelaparan.
__ADS_1
Long yang melihatnya tentu saja merasa kasihan. Long tahu sejak tinggal di hutan Li Shang Yue tak bisa menahan lapar bahkan gadis itu akan keluar dari gua untuk mencari makanan walau tengah malam.
“Sudah, jangan cemberut ayo kita berburu,” Long dengan cepat menarik Li Shang Yue untuk terbang.
“Long hilangkan auramu jika u terus mengeluarkan auramu itu maka tak ada hewan yang mendekat tahu…!” kesal Li Shang Yue.
“Baik,” Long segera berubah menjadi gelang nada yang melingkar di tangan Li Shang Yue.
“Gini kek dari tadi,” guman Li Shng Yue yang langsung masuk ke dalam hutan.
Hingga beberapa saat berjalan Li Shang Yue melihat dua sosok di depan sana yang sedang memegang sesuatu. Saat melihat apa yang akan di lakukan oleh kedua sosok itu Li Shang Yue langsung berlari kencang.
Sretttt
“HEY…!” teriak sosok itu yang memiliki mata berwarna merah.
Li Shang Yue berbalik menatap kedua sosol di depannya itu yang memiliki tampilan yang sedikit menyeramkan dengan mata merah dan taring di mulut mereka.
“Apa…? Rusa ini milikku..! Kalin sudah menghisap darah serigala itu kan? Jadi rusa ini milikku, aku sedang lapar,” ucap Li Shang Yue dengan santai.
“Kau lapar? tanya sosok pria yang memiliki wajah yang bigitu tampan.
“Hm, aku tidak makan seharian. Aku sangat lemah sat ini,” jawab Li Shang Yue dengan menganggukan kepalanya dengan lemah.
“Apa ada tidak salah bicara Nona? Anda mengatakan lemah tapi anda bahkan berani mengangkat hidup-hidup rusah yang masih hidup itu?” kata sosok di samping pria tampan itu.
“Eh…,” Li Shang Yue melirik rusa di bahunya yang emang masih hidup dan dia baru sadar jika rusa itu sedang hamil saat melihat perutnya yang membesar.
“Eh kau rusa betina ternyata…!” seru Li Shang Yue yang langsung menurunkan hewan rusa itu dari gendongannya.
“Pergilah…1 Aku akan melindungimu,” ucap Li Shang Yue yang memberikan jalan pada rusa itu untuk pergi.
“Nona kau melepaskannya? Kami sudah sangat susah payah menangkap rusa itu…!” kesal pria itu,.
“Kenapa? Dia sedang hamil jadi tak boleh di makan,” kata Li Shang Yue dengan tegas.
__ADS_1
“Bukankah anda sedang lapar Nona?” tanya pria tampan yang memakai hanfu putih.
“Hm aku memng sedang lapar tapi aku juga tak bisa merenggut nyawa bayi yang tak berdosa di dalam perut si Rusa,” terang Li Shang Yue yang menatap rusa itu yang menjauh dari sana.
“Lalu kau akan makan apa Nona? tidak mungkin kau memakan daging serigala bukan?” kata sosok tampan itu dengan senyum di bibirnya yang terlihat tanpan walau dengan dua taring di mulutnya.
“Tak apa aku akan mencari di dalam hutan lagi, mungkin aku mendapatkan seekor ular,”kata Li Shang Yue yang langsung berbalik pergi.
“Baize serang dia..!” perintah sosok itu.
“Baik Yang Mulia,”
Baize yang ternyata pengawal pria itu langsung menyerang Li Shang Yue dari belakang akan tetapi ada sosk lain yang menghalangi serangan Baize.
Brukkk
Sebuah energi yang berbeda saling bertabrakan membuat kedua sosok itu mundur beberapa langka kebelakang.
“Long…!” seru Li Shang Yue yang langsung menghampiri Long yang berubah menadi manusia.
“Dasar demon sialan….! Berani sekali au menyerang Nona ku?” teriak Long marah.
“Aku tak peduli, karena dia berani merampas makanan junjunganku maka akan aku abwah dia sebagai makanan Tuanku..!” ucap Baize dengan lantang.
“Kau ingin menjadikan aku makanan?” teriak Li Shang Yue yang kesal.
“Benar, darah manusia lebih nikmat di bandingkan darah hewan,” sinis sosok itu.
Li Shang Yue yang mendengar apa yang diakatan oleh Baize sangat kesal. Perutnya minta di isi tapi orang di depannya itu justru membuatnya benar-benar kesal. Dalam sekejap mata aura membunuh Li Shang Yue memancar keluar dari tubuhnya.
Long yang berada di samping Li Shang Yue langsung menyunggingkan senyum miring. Matanya emnatap Baize dengan tatapan mengejek.
“Tanggung sendiri akibatnya membangunkan sisi kejam gadis kecil ini,” kata Long dalam hati menyeringai dingin.
“Long, apa sayapnya bisa di makan?” tanya Li Shang Yue datar menunjuk sayap yang berada di punggung Baize.
__ADS_1
Glek