Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 157


__ADS_3

“Jadi kamu kemana selama ini Yuyu?” tanya Bonzhu pada Li Shang Yue.`


‘Kalian tahu Jendral Feng?” 


Keempat pria itu langsung menganggukan kepala mereka dengan serentak. Siapa yang tida akan mengenal Jendral Feng Jendral besar kekaisaran Li yang sangat terkenal di medan perang bersama putranya Xin Qion yang juga sekarang adalah Jendral muda di kekaisaran Li.


“Aku di angkat anak olehnya sehingga setelah keluar dari istana aku tinggal di kediaman Feng bersama ayah dan juga gege Xin. Selama itu pula u memutuskan untuk melakukan kultivasi tertutup dan juga meracik obat. Aku memutuskan untuk berpetualang,” 


“Jadi selama ini kamu tinggal disana?”


‘Iya”


“Lalu sekarang kamu ingin kemana?” tanya Fan Hu dengan memberikan sepotong roti lagi pada Li Shang Yue.


“Aku harus ke alam bawah dulu, aku ada keperluan yang harus aku tangani disana,” kata Li Shang Yue dengan memakan roti pemberian Fan Hu.


“Jika begitu kami ikut…!” seru Fan Hu dan yang lainnya.


Lay yang mendengar itu langsung melototkan matanya dengan menatap mereka semua dengan tajam.


“Apa-apaan mereka ini? Sebenarnya siapa mereka ini, datang-datang malah memonopoli Yue’er?” kesal Lay dalam hati dengan menatap mereka kesal bukan main.


Yuren yang melihat Lay yang menatap keempat orang asing yang datang menemui Li Shang Yue mengangkat alisnya satu.


“Apa Lay menyukai Nona? Jika iya aku tidak tahu harus bagaimana. Mungkin Nona tidak akan masalah apapun status pria yang dia cintai. Akan tetapi, bagaimana jika ada pria lain yang di cintai oleh Nona? Aku yakin Lay pasti akan tersakiti tapi aku juga tidak punya hak untuk ikut campur. Lebih baik aku biarkan saja semuanya mengalir seperti air. Tugasku hanya melindungi nona sampai dia mencapai puncak yang dia inginkan,” kata Yuren dalam hati.


“Kalian ingin ikut denganku?” Li Shang Yue menatap mereka berempat dengan wajah tak percaya.


“Yah kami akan ikut dengan kamu Yuyu, kita bisa ke alam bawah dengan bersama-sama. Kebetulan sekali Fan Hu pernah turun di dunia bawah. Dia pasti tahu sedikit tentang alam bawah,” terang Hi An dengan heboh.


Sontak saja mereka semua langsung menatap Fan Hu dengan wajah yang penasaran. Terutama li Shang Yue gadis kecil itu menatap Fan Hu seperti menatap sebuah harta karun yang sangat berharga harganya.

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain ada Lay yang menatap Fan Hu dengan perasaan penuh curiga. Lay tentu saja tahu untuk ke dunia bawah benar-benar membutuhkan tekad dan keyakinan yang kuat. Bahkan di alam bawah nyawa manusia seperti mereka adalah sangat kecil kemungkinannya mereka bisa kembali hidup-hidup. Disana bahkan energi kehidupan manusia adalah makanan mereka. Memikirkan semua itu membuat Lay semakin menatap tajam Fan Hu.


“Siapa kau?” Lay bertanya dengan mengarahkan pedangnya pada leher Fan Hu.


Semua yang melihat apa yang dilakukan oleh Lay langsung kaget karena bagaimana bisa Lay dengan begitu berani dan juga ceroboh mencelakai orang yang baru ditemui.


“Lay apa yang kau lakukan?” tanya Li Shang Yue yang melihat  Lay dengan tajam.


“Nona anda harus tahu, untuk turun di alam bawah memerlukan  kekuatan yang tak sedikit. Selain itu, disana sangat berbahaya bahkan energi kehidupan manusia sama seperti makanan untuk mereka. Bahkan manusia yang turun ke alam bawa sangat kecil kemungkinannya untuk kembali ke alam tengah dengan selamat,” ucap Lay dengan tegas.


“Aku memang kesana karena keluargaku mati akibat ulang bangsa iblis,” kata Fan Hu dengan datar.


Lou Yi, Hi An dan Bonzhu kaget mendengar pengakuan dari Fan Hu. Mereka snagat tahu bagaimana kepribadian Fan Hu yang sangat tertutup dan tidak mempercayai orang lain selain dirinya sendiri. Namun kenapa saat ini pria itu dengan mudah mengatakan rahasia kelam yang sangat menyakitkan itu.


“Aku memang pernah ke alam bawah untuk mencari adik perempuanku. Namun sampai disana aku hanya bisa melihat mereka mati di depan mataku sendiri. Aku tak punya cukup kekuatan bahkan untuk melumpuhkan 1 iblis pun. Aku hanya bisa menjadi saksi bisu melihat adikku di cabik-cabik oleh iblis-iblis itu. Selama bertahun-tahun  aku berlatih dengan kuat bahkan selalu mencari tahu pergerakan mereka. Aku berada di kekaisaran Ming bukan tanpa alasan. Aku kemari karena mendapat kabar jika ada beberapa gadis desa yang tinggal di dekat hutan iblis selalu menghilang misterius. Tadi malam aku keluar dan aku mengejar sala satu mereka sayangnya mereka lolos,” terang Fan Hu dengan datar.


“Tunggu…!” Bonzhu berdiri menatap tajam Fan Hu.


“Maaf, aku tidak ingin membawa kalian masuk dalam balas dendamku,” ucap Fan Hu dengan menundukan kepalanya.


‘‘Apa semua iblis itu jahat?” tanya Li Shang yue dengan dingin.


“Nona, namanya iblis tetaplah iblis. Berapa pun mereka mencoba seperti manusia atau berusaha terlihat baik namun pada akhirnya mereka tetaplah iblis. Mereka akan kehilangan kendali jika mereka lapar. Iblis tetaplah iblis dan akan selalu berada di lingkaran gelap,” kata Lay dengan nada yang penuh kebencian.


“Tidak juga, tidak semua hal yang kau lihat hitam akan semuanya hitam. Walau mereka berpakaian hitam namu tidak ada yang menentukan jika di dalamnya juga hitam. Hal itu tidak ada jaminannya. Justru karena aku berada di sini karena waktu itu aku di selamatkan oleh seorang iblis muda. Kepergianku juga di alam bawah adalah mencari sosok itu,” terang Fan hu dengan dingin.


“Apa dia wanita?” tanya Li Shang Yue dengan tatapan yang sulit di artikan.


‘Hm,” Fan Hu hanya menganggukan kepalanya dengan wajah datar.


“Aku menebak pasti dia membuat perjanjian denganmu bukan?” tanya Lay dengan sinis.

__ADS_1


“Ya itu memang ada, tapi bukan dia yang membuat perjanjian tapi aku. Jika aku hidup, aku akan menjemputnya,”


“Jika begitu kita bisa menjalankan balas Fan gege bersama-sama. Akan tetapi sebelum itu bantu aku untuk membasmikan kelompok kalajengking merah,” ucap Li Shang Yue dengan tegas.


“Kalajengking merah? Untuk apa Nona/Yuyu?” mereka dengan serentak menatap ke arah Li Shang Yue yang sedang tersenyum aneh.


“Membersihkan hama yang merusak masyarakat,” jawab Li Shang Yue dengan padat dan jelas.


“Baiklah, kapan kita akan melakukannya?” tanya Fan Hu dengan santai./


“Nanti malam, nanti malam kita akan langsung bereaksi dan juga besok paginya kita akan langsung menuju desa di dekat hutan iblis. Aku yakin para iblis itu akan bergerak pada malam hari bersamaan dengan itu kita juga akan jadi mengikuti mereka nantinya,” terang Li Shang Yue dengan senyum miring.


“Baik, kami akan bersiap…!” ucap mereka dengan serentak.


“Sudah lama rasanya aku tidak main semenarik ini. Setelah aku memutuskan rantai terakhir aku harus segera mencari tahu siapa aku sebenarnya. Lalu apa maksud dari aku adalah kamu tetapi kamu bukanlah aku. Aku harus mencari tahu semua ini sebelum terjadi semakin rumit,” kata Li Shang Yue dalam hati dengan dengan mengepalkan tangannya penuh tekad yang kuat.


“Yuren, siapkan aku air mandi, yang lain silahkan keluar dan bersihkan diri masing-masing. Ingat untuk mempertajam dulu senjata kalian sebelum sebentar malam,” pesan Li Shang Yue.


“Baik Nona,” mereka semua langsung bergerak keluar dari kamar inap Li Shang Yue hingga kini hanya Li Shang Yue dalam kamarnya.


Di belahan dunia lain seorang pria dengan tatapan teduh dan perasaan lembutnya menatap gambaran Li Shang Yue di depan cermin ajaibnya. Walau tidak bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Li Shang Yue namun sosok itu bahagia karena Li Shang Yue baik-baik saja. 


“Permaisuriku, aku sangat merindukanmu. Aku tidak sabar menantikan pertemuan kita nantinya. Sebenarnya apa maksud dari ramalan itu yang mengatakan jika kelahiranmu juga menjadi perpecahan darah antar Ras? Lalu apa maksudnya dengan jika hanya kamu juga yang bisa mendamaikannya? Apa kamu harus berkorban lagi seperti ribuan tahun lalu? Apa kisah kita hanya akan seperti ini terus? Saling mencintai tapi tak saling memiliki? Tidak…! Cukup dulu aku kehilanganmu dengan kamu yang mengorbankan dirimu, di kehidupan ini aku pastikan kita akan bersama selamanya,” ucap sosok itu dengan mengelus wajah Li Shang Yue lewat cermin ajaibnya.


“Yang Mulia panggoda ketujuh sudah bisa di buka Yang Mulia?” lapor seseorang yang sudah langsung berlutut di depan pria itu.


“Rang Li…!”


“Hamba Yang Mulia,” pria yang berlutut itu langsung bersuara lagi.


‘’Jaga tahta selagi aku melakukan pelatihan tertutup. Jangan ikut campur dunia luar hanya saja pastikan anggota kita tidak membuat ulang dengan manusia…!””

__ADS_1


‘‘Baik Yang Mulia,”


__ADS_2