Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 107


__ADS_3

“Blue Moon..!” teriak Li Shang Yue lantang yang memanggil pedang birunya.


Wushhhhh


Sebuah cahaya biru terang datang mengelilingi hingga berakhir di tangan letik Li Shang Yue. Terlihatlah sebuah pedang biru yang sangat indah dengan sinar biru di sekitarnya.


“Pedang itu..,”


Terlihat jika sosok itu terkejut melihat pedang yang ada di tangan Li Shang Yue. Namun keterkejutannya langsung bertambah saat melihat sebuah sinar biru yang meleset ke arahnya. Sosok itu segera menghindar dengan melompat ke kiri namun belum mendarat sempurna kakinya di tanah serangan dari Li Shang Yue kambali lagi menyerang.


Tidak seperti pertarungan pertama pertarungan kedua ini terlihat Li Shang Yue yang menyerang sosok yang menyerupai dirinya dengan begitu bertubi-tubi. Tebasan pedang di kombinasi dengan tendangan yang selalu mengenai titik vital membuat sosok itu tak berapa lama langsung tersungkur ke tanah dengan luka dan darah yang keluar dari mulutnya.


Bruakkk


Uuhuuuk uhukk


Sosok itu memuntahkan seteguk darah dari mulutnya karena tendangan Li Shang Yue yang sangat kuat menghantam dadanya. Selain itu Li Shang Yue hanya terus mengincar-incar dadanya sebagai sasaran membuat sosok itu terluka parah.


“Menyerah atau…,”


“Aku menyerah,” potong sosok itu.


Li Shang Yue langsung menerbitkan senyum manis saat mendengar apa yang dikatakan oleh sosok itu. Keduanya berjalan di tengah-tengah labirin langsung duduk

__ADS_1


Tubuh Li Shang Yue dan sosok itu langsung terangkat di udara sana dengan cahaya emas yang mengelilingi mereka berdua. Sedangkan di samping Li Shang Yue Pedang Blue Moon juga sedang melayang-layang dengan pedang emas milik sosok tadi.


Li Shang Yue dapat merasakan energi spiritual yang begitu besar masuk ke dalam dirinya membuatnya sedikit merasa sakit. Hingga beberapa saat kemudian Li Shang Yue bisa menyerap semua energi itu hingga sosok itu berubah menjadi cahaya emas yang langsung masuk ke dalam badan Li Shang Yue.


Hal yang sama juga terjadi pada pedang Blue moon milik Li Shang Yue yang bersatu dengan pedang emas itu.. Terlihat pedang emas itu berubah menjadi cahaya kecil yang berwarna emas lalu masuk ke dalam pedang Blue Moon.


Li Shang Yue langsung menarik pedangnya lalu keluar dari labirin itu menuju labirin ketiga. Li Shang Yue tanpa ragu langsung masuk ke dalam labirin tiga ternyata di labirin tiga berbeda dengan labirin yang pertama dan labirin yang kedua. Jika labirin pertama dan Labirin kedua penghuninya akan langsung menantangnya tau meremehkannya maka di labirin ketiga ini sosok yang menyerupai dirinya itu terlihat sedang duduk bersemedi di dalam dengan sebuah cahaya yang berwarna warni di sekitarnya.


Sontak saja Li Shang Yue yang melihatnya menjadi bingung karena sosok itu yang sedang lotus.


“Apa yang dia serap? Disini tidak ada energi spiritual,” guman Li Shang Yue.


Namun tak ayal Li Shang Yue justru duduk di depan sosok itu dengan meletakan pedangnya di sampingnya lalu melakukan hal yang sama seperti di lakukan sosok di depannya itu.


Tanpa Li Shang Yue sadari jika sosok itu tersenyum melihat Li Shang Yue yang tak menyerang dirinya. Hingga beberapa saat kemudian Li Shang Yue membuka matanya dan menatap jam pasir yang isinya tinggal sedikit lagi.


Melihat waktunya yang tinggal sedikit lagi Li Shang Yue langsung mengambil pedangnya lalu berdiri berbalik berjalan keluar labirin. Namun Li Shang Yue di hentikan dengan suara yang tiba-tiba muncul dalam pikirannya.


“Tunggu…!”


Li Shang yue yang mendnegar suara itu langsung berbalik tapi sosok itu masih tetap bersemedi seperti sejak awal dia masuk.


“Aku ingin bertanya?” suara itu terdengar lagi di dalam pikiran Li Shang Yue. Namun kali ini sepertinya gadis itu sudah menyadari akanhal itu.

__ADS_1


“Di antara kekuatan hitam dan kekuatan putih manakah yang akan kau ambil?”


Li Shang Yue terdiam memikirkan makna dari pertanyaan itu. Hingga membuka mulutnya untukm menjawab.


“Jika aku tidak di beri pilihan maka aku akan mengambil keduanya,” jawab Li Shang Yue tegas dan yakin.


“Kenapa kamu memilih keduanya? Kamu tahu bukan jika kekuatan hitam itu selalumengarah ke hal jahat dan kekuatan putih itu selalu kebaikan?”


“Saya tahu kekuatan hitam dan kekuatan putih tak akan bisa bersatu aan tetapi kedua kekuatan itu bisa saling berdampingan. Saya tidak pernah memandang sebuah kekuatan hitam atau putih sebuah aliran hitam dan aliran putih karena bagi saya baik kekuatan hitam maupun kekuatan putih akan berubah tergantung dengan orang yang menggunakannya. Tak selama hitam menjadi hitam begitu pula putih yang selamanya putih. Saya menyakini jika kekuatan jahatpun bisa saya bawah ke jalan kebenaran walaupun mungkin jalannya sedikit salah karena memang dari awal saya bukanlah orang yang suci,” jawab Li Shang Yue dengan lantang.


“Jika suatu saat terjadi perang besar dimana kau sebagai pemimpinnya. Apa yang akan kau lakukan di saat kau di beri pilihan antara melepaskan orang yang kau cintai dengan mengorbankan banyak orang atau menyelamatkan banyak orang dengan menyelamatkan orang yang kau cintai?”


Deg


Li Shang Yue yang mendengarnya menjadi tertegun karenanya. Li Shang Yue tahu pertanyaan ini bukanlah pertanyaan biasa karena pertanyaan ini bisa terjadi di masa depan. Oleh karena itu Li Shang Yue tidak langsung menjawab melainkan berpikir dengan matang agar nanti apa yang dia jawabkan itu di masa depan bisa dia buat tanggung jawabkan.


“Aku tahu mungkin ini akan terjadi di masa depan nanti namun aku akan mengatakan jika aku akan menyelamatkan semuanya tanpa adanya korban dari siapapun. Jika pun ada pengorbanan maka itu akan berasal dariku yang sebagai seorang pemimpin. Sebagai seorang pemimpin maka aku harus bila sewaktu-waktu harus mengorbankan diriku sendiri agar anak buahku bisa selamat. Karena seorang pemimpin sejati tidak akan menarik anak buahnya atau pasukannya ke dalam jurang kematian. Oleh karena itu aku berlatih dengan keras agar di masa depan aku bisa menghindari akan hal itu,” ucap Li Shang Yue dengan sorot mata tajam dan penuh ketegasan dalam setiap katanya.


“Baiklah, sekarang duduk di depanku kita harus segera bersatu,”


Li Shang Yue yang mendengarnya tentu saja merasa senang hingga dengan penuh senyuman berjalan mendekat ke arah sosok itu.


"Baik..!" Seru Li Shang Yue.

__ADS_1


Li Shang Yue duduk lotus hingga sinar warna warni itu mengelilingi LI Shang Yue dengan sosok itu hingga membuat mereka melayang-layang ke udara. Satu persatu cahaya itu masuk ke dalam badan Li Shang Yue membuat gadis itu menahan sakit.


Uhukk uhukkk


__ADS_2