
''Yang Mulia bukankah Ratu Iblis bisa memunculkan matahari? Bagaimana jika Yang Mulia memberikan saya kesempatan untuk membuktikan diri,'' ucap sosok bertudung sosok itu.
''Tidak perlu...!'' tolak Kaisar iblis langsung dengan nada pedasnya.
''Yang Mulia bukannya kau harus memberi kesempatan kepada Yang Mulia Ratu iblis untuk membuktikan diri,'' kata Pangeran Loung yang membuat semua warga langsung bersorak menyetujuinya.
''Haha aku yakin kamu tidak akan bisa menolak keinginan rakyatmu bukan. Dengan adanya dia sebagai Ratu iblis makan jalanku menuju tahta akan semakin dekat dan mudah. Ah aku sudah tidak sabar menjadi Kaisar menggantikan bodoh ini menjadi Kaisar,'' kata Pangeran Long dalam hati.
Sedangkan Kaisar iblis yang mendengar akan apa yang di katakan oleh Pangeran Loung langsung mengepalkan tangannya dengan kuat menahan amarahnya yang meledak-ledak dalam dirinya menatap neyalang ke arah sepupunya itu.
''Keparat sialan ini, apa yang dia inginkan? Apa dia kiran aku bodoh hingga tak mengenali Ratuku sendiri? Tapi aku penasaran bagaimana dia sangat yakin jika dia bisa memunculkan matahari?" kata Kaisar iblis dalam hati.
''Baiklahh silahkan saja,'' Kaisar duduk di kursinya dengan menatap dingin ke arah pangeran Loung dan juga sosok yang menggunakan tudung kepala itu.
''Terima kasih Yang Mulia, saya akan membuktikan diri saya jika saya adalag Ratu iblis,'' ucap sosok itu dengan penuh percaya diri.
''Cih ingin sekali aku mencekik wanita ini. Aku berharap Ratu ku berada di sini biar wanita jahanan ini segera di musnahkan,'' kesal Kaisar Iblis dalam hati menatap kesal wanita yang menurutnya sok sok itu.
''Salam para rakyatku, para rakyat alam bawah. Aku akan memunculkan matahari hanya hari ini saja karena kekuatanku yang belum cukup kuat membuat aku bellum bisa menahan matahari agar tetap ada di alam kita ini. Untuk itu aku memintansebuah persembahan,''' ucap sosok tu dengan lantang.
Sontak saja apa yang dikatakan oleh sang wanita bertudung membuat semua rakyat saling berbisik satu sama lain. Mereka tidak menyangka jika Ratu mereka meminta akan hal itu.
''Tidak perlu takut, aku tidak akn mengorbankan kalian, aku sudah mendapatkan persembahannya. Bwah mereka masuk...!'' ucap sang wanita bertudung.
Setelah berkata seperti itu tiba-tiba saja muncul beberapa orang yang berpakaian hitam membawa dua orang asing di atas panggung itu.
''Mereka adalah manusia yang menyusup di alam bawah ini. Sebagai Ratu maka aku berhak menghukum mereka berdua karena sudah berani masuk ke dalam alam bawah ini,'' terang sang wanita dengan suara lantang.
Sedangkan di bawah Li Shang yue dan yang lain yang sejak tadi sibuk mencari keberadaan Yuren dan Chan Si langsung menatap ke arah panggung saat mendengar jika yang akan di persembahkan adalah manusia. Mata Li Shang yue lamgsung membulat sempurna saat melihat Yuren yang di tahan di atas sana bersama Chan Si.
''Yuren..!''
''Chan Si...!''
''Karena mereka adalah manusia yang lancang masuk di wilayah kekuasaan iblis aku memutuskan untuk menjadikan wanita ini sebagai persembahan...!'' ucap wanita itu membuat semua orang langsung terdiam.
__ADS_1
Tanpa semua orang sadari di kerumunan warga itu ada beberapa orang yang mengepalkan tangan menahan amarah dengan apa yang dilakukan oleh orang di depan sana. Terutama Li Shang Yue gadis itu menatap sosok bertudung di depanny aitu dengan mandangan memrah menahan amarah yang meluap-luap dalam dirinya.
''Ambil darahnya...!'' perintah sosok itu dengan suara lembutnya.
''Baik Yang Mulia,'' sosok berbaju hitamm itu langsung mengeluarkan belati di tangannya lalu di arahkan pada pergelangan tangan wanita di depannya itu yang tak lain dan tak bukan adalah Yuren.
Yuren yang di sumbul mulutnya hanya bisa terus memberontak berusaha lepas dan menjauhkan tangannya dari belati yang di pegang sosok berbaju hitam itu.
''Nona jika aku mati disini, aku berharap anda melihatnya. Lebih baik anda segera pergi dari dunia bawah ini,,'' kata Yuren dalam hati dengan mengedarkan pandangannya mencari sosok yang dia khawatirkan.
Srettt
AAAAAAA
Semua orang kaget bukan main saat melihat tangan pria yang mengenakan pakaian hitam itu tiba-tiba berteriak kesakitan. Namun, saat melihat sebuah tangan yang terletak di atas lantai membuat mereka semua langsung membulatkan mata.
''BERANI MENYENTUHNYA AKAN AKU PENGGAL KEPALA KALIAN SEMUA...!'' teriak sosok yang melayang di udara.
Semua orang langsung mendongak ke atas hingga mereka bisa melihat seorang wanita dengan cadar hitam di wajahnya melayang di udara dengan sebuah pedang biru di tangannya. Mereka semua langsung terkagum-kagum dengan gadis itu yang terlihat begitu mempesona. Akan tetapi, keterpesonaan mereka langsung tersadar saat mendengar apa yang dikatan oleh sang Ratu mereka itu.
''Cih jika ingin memunculkan matahari maka lakukan saja. Jangan menyentuh orang-orangku jika tidak maka pedang ini yang akan secara langsung merampas nyawamu dari badanmu,'' teriak Li Shang yue dengan amarah yang meluap-luap.
''Oh jadi kau juga manusia? Jadi kau ketua komplotan ini...;!'' teriak sosok itu juga yang sepertinya mulai murka.
''Halah banyak bacot kau, bertarung saja...!'' ucap Li Shang Yue yang langsung menebaskan pedang birunya ke arah depan.
Wuzzzh
Bruk
''BERANINYA KAU MENYERANG SEORANG RATU IBLIS?"
''Ratu iblis? Heleh banyak bacot saja. Emang aku perfuli mau Ratu iblis kek mau Ratu semut kek tetap akan aku tebas,'' kata Li Shang yue yang mendarat di panggung yang sama dengan wanita bertudung itu.
''Yuyu, hati-hati. Dia bukan wanita sembarangan. Aku merasakan aura kuat dan samar-samar dalam tubuh wanita itu,'' ucap Snake pada Li Shang yue.
__ADS_1
''Dia penyihir,'' sahut Long dengan tenang.
''Apa artinya bacot itu?'
''Kama mau tahu mau tahu artinya? Baiklah akan aku beritahu apa artinya. Artinya bacot adalah kamu penyihir berwajah jelek dan tua,'' ucap Li Shang Yue dengan lantang tak lupa dengan nada mengejek.
Sontak saja apa yang dikatakan oleh Li Shang yue mengundang tawa orang-orang yang ada di sekitar itu. Mata mereka menatap sang waniuta bertudung drngan pandangan yang penuh tanda tanya. Akan tetapi, sedetik kemudia mereka langsung memalingkan wajah saat ingin tertawa membayangkan wajah tua di belakanng tusung kepala itu.
Sedangkan wanita bertudung itu sudah menahan napas untuk meredahkan amaranya yang meluap-luap. Jika saja dia tidak ingin menjaga citra nya sebagai sang Rati iblis sudah dia cabik-cabik tubuh wanita kecil itu.
''Yuyu seriuslah sedikit, kita dalam bahaya tapi aku malah melakukan lelucon seperti ini. Long atur anakmu ini,'' kata Snake dengan menggerakan kepalanya yang berbentuk gelang itu.
''Tenang saja, si nenek sihir ini tidak akan mnegalahkan aku yang cantik purnah ini,'' kata Li Shang yue dengan santai berjalan ke arah sang wanita bertudung.
''Hei nenek tua, apa wajahmu masih cantik atau sudah jadi nenek-nenek keriput, peot, dan bauh tanah?' tanya Li Shang Yue yang semakin emnyulut amarah sang wanita.
''Apa maksudnya dengan bauh tanah?" geram sosok wanita itu yang benar-benar sudah tidak tahan dengan apa yang dilakukan oleh Li Shang yue yang snagat merendahkannya.
''Nenek bauh tanah alias sebentar lagi mati alias Dead,'' kata Li Shang Yue yang menggerakan tangannya seperti sedang megorok seseorang.
''Ayolah nenek peot cepatlah mengamuk,'' guman Li Shang Yue menatap dan tersemyum menyebalkan ke arah lawannya.
Srettt
Ingatan tangan Yuren terlepas hingga wanita itu langsung terbebas. Li Shang Yue langsung melirik Yuren dari ujung kaki sampai ujung rambut.
''Syukurlah kamu tidak terluka, bebaskan Chan Si juga,'' kata Li Shang Yue pada Yuren.
''Nenek peot aku punya penawaran untukmu,'' ucap Li Shang Yue dengan serius.
''Apa?" jawab acuh dari sang wanita bertudung.
''Daripada menjadi ratu dengan umurmu yang sudah bauh tanah itu lebih baik kau biarkan aku saja yang menjadi Ratu iblis dan bersanding dengan pria tampan itu. Kamu tenang saja, aku akan menjadikan kamu ibu suri. Bukabkah itu sangat bagus?" kata Li Shang Yue dengan senyum manis.
''WANITA SIALAN....!
__ADS_1