Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 64


__ADS_3

“Dimana aku harus berjalan hingga sampai di hutan iblis?” guman LI SHang Yue.


Lelah berpikir akhirnya Li Shang Yue duduk di bawah sebuah pohon yang begitu rindang. Tanpa Li SHang Yue tahu jika di atas pohon berdiri sebuah sosok yang sedang memperhatikannya dengan tatapan yang sulit di artikan.`


“Harusnya tadi aku tanya dulu menuju ke sana harus lewat apa, ckc ck ck,” Li Shang Yue berdecak kesal karena dirinya yang tidak mengetahui letak hutan itu.


Tak


“SIAPA?” teriak Li SHang Yue yang langsung berdiri memasang siaga.


Gadis itu memandang ke segala arah namun tidak menemukan siapapun disana. Tatapannya jauh pada buah di tangannya itu yang ternyata sebuah apel.


“Masa jatuh sendiri, itu tidak mungkin kan?” guman Li Shang Yue yang menatap aneh apel di tangannya.


“Makan saja itu tidak beracun,”


Li SHang Yue yang mendengar suara itu segera mentap ke arah asal suara yang berada di atas pohon tempat ia bersandar.


“Siapa kamu?” Li Shang Yue menatap sosok di depannya itu dengan wajah datar.


Tak


Seorang pria mendarat sempurna di depan Li Shang Yue membuat gadis itu bertambah waspada. Li Shang Yue menatap aneh sosok di depannya itu dengan rambut panjang yang hitam, mata yang merah dan sebuah cadar hitam di wajahnya.


“Siapa kamu?” tanya Li Shang Yue dengan menatap tajam sosok di depannya itu.


“Kamu tak perlu tahu sekarang karena di masa depan kamu akan mengetahuinya.” Balas sosok itu dengan menyipitkan mata yang berarti sedang tersenyum.


“Lalu untuk apa kamu kemari?”


“Kamu ingin ke hutan kematian bukan? Akan aku antarkan agar kamu cepat sampai disana.”


“Apa yang kamu inginkan?” Li SHang Yue menatap sinis sosok di depannya itu dengan datar.


Li Shang Yue tidak pernah percaya ada yang gratis di dunia ini tanpa adanya imbalan yang sepadan. Baik di kehidupan dulu ataupun kehidupan sekarang semuanya sama saja. Bahkan dunia kuno ini lebih mengerikan di bandingkan dengan dunia modernnya dulu.


“Tidak ada,” jawab sosok itu dengan suara lembut.

__ADS_1


“Jangan bercanda, aku tidak percaya ada yang gratis di dunia ini.”


“Baiklah, aku hanya ingin mengetahui namamu saja.”


Li SHang Yue yang mendengarnya mengerutkan dahi sebelum menganggukan kepalanya dengan samar.


“Baiklah,”


“Ayo kemari,” sosok itu merentangkan tangannya ke arah Li SHang Yue membuat gadis itu menatapnya dengan penuh tanda tanya yang besar.


“Untuk apa?”


“Tentu saja untuk membawamu kesana, aku akan menggunakan teleportasi agar sampai disana dengan cepat,” kata sosok itu dengan tenang.


“Teleportasi?” guman Li SHang Yue yang berfikir keras memikirkan apa itu teleportasi. HIngga beberapa saat kemudian Li Shang Yue mengetahui jika teleportasi adalah berpindah tempat.


LI Shang Yue dengan langkah ringan mendekat ke arah sosok itu tanpa ragu segera mendekat ke arahnya.


“Pejamkan matamu,” bisik sosok itu yang langsung menarik pinggang ramping Li Shang Yue .


Li Shang Yue yang merasakan pinggangnya sedang di peluk oleh pria bercadar itu ingin memberontak tapi saat akan membuka mulutnya pria itu l;ebih dulu membungkam mulutnya.


“Baiklah,” Li Shang Yue langsung menutup matanya.


Pria itu tersenyum tipis sangat tipis saat melihat wajah Li Shang Yue dari jareak yang sedekat ini. Bulu mata yang lembut, alis yang tajam, hidung yang mancung, bibir yang tipis dan kulit wajah yang sangat halus seperti kulit bayi.


Sempurna itulah gambaran pria itu di dalam hatinya saat menilai Li SHang Yue. Tak ingin membuang waktu pria itu segera menutup matanya lalu mulutnya komat-kamit hingga detik berikutnya mereka telah menghilang dari tem,pat itu.


“Kita sudah sampai,” bisik pria itu dengan pelan di telinga Li SHang Yue.


Li Sahng Yue yang mendengar bisikan itu segera membuka matanya menatap pria itu yang masih di dekatnya dan masih terus memeluk pinggangnya. Merasa tak nyaman akan hal itu Li Shang Yue langsung mendorong pria itu lalu menjauh darinya dengan cepat.


“Sial dia ketakutan!” umpat pria itu dalam hati.


“Maaf aku membuatmu takut, aku hanya takut kamu pusing karena efek teleportasi karena orang yang melakukan itu biasanya akan seperti pusing atau bahkan muntah saat melakukan teloportasi pertama kalinya.” Terang pria itu yang berbicara setengah jujur setengah juga berbohong.


Kenapa seperti itu karena memang kenyataannya banyak orang yang mengalami pusing atau muntah jika melakukan teloportasi pertama kalinya. Bahkan ada yang lebih parah akan hal itu yang seperti Pingsan di tempat tujuan karena tidak tahan dengan efek Teleportasi sendiri. Sedangkan setengah berbohong adalah karena dia memang sengaja tidak melepaskan pelukannya di pinggang Li Shang Yue merasa nyaman dengan posisi akan itu.

__ADS_1


“Hm, bisakah kamu memberitahuku letak keberadaan bunga melati darah?” tanya Li Shang Yue dengan penuh harap.


Pria yang berada di depan Li Shang YUe langsung kaaget saat Li Shang Yue bertanya seperti itu.


“Ah bunga melati darah berada di lapisan ketiga hutan iblis dan berada di sebuah tebing curam.” Balas pria itu dengan serius.


“Baiklah terima kasih,” Li Shang Yue berbalik berlari masuk ke dalam hutan.


Namun baru beberapa langkah pria yang tadinya ada di belakang tiba-tiba berada di depan Li Shang Yue membuat gadis itu langsung menabraknya.


Bruk


“Hey kenapa kamu ada disini?” tanya Li SHang Yue dengan kesal karena menurutnya pria itu menghalangi jalannya.


“Nona jangan lupa apa yang saya inginkan sebagai bayaran saya tadi,” bisik pria itu dengan suara lembut.


Li Shang Yue terdiam beberapa saat sebelum berdehem kecil saat mengingat apa yang di inginkan pria itu sebagai bayarannya.


“Baiklah namaku…,”


“Aku ingin nama asli bukan nama samaran! Kamu tidak akan menipu ku kan gadis kecil?”


“Sial, licik sekali dia.” Li Shang Yue hanya bisa mengumpat dalam hati lantaran karena merasa tak punya pilihan lain.


“Li Shang Yue! Ingat itu, aku pergi dulu.” Li Shang Yue langsung kembali berlari masuk ke dalam hutan.


Kali ini Li Shang Yue tidak di hentikan lagi karena apa yang di inginkan pria itu sudah ia dapatkan. Tanpa di ketahui oleh Li Shang Yue kalau saat ini puluhan mata merah sedang menatap tajam ke arahnya.


“Li Shang Yue akan selalu ku ingat Permaisuriku,” guman Pria itu yang menatap punggung Li Shang Yue di depan sana dengan mata merahnya.


“Hentikan tatapan kalian! Jangan mengganggu calon Ratu kalian. Biarkan dia melakukan apapun yang dia mau termaksud mengambil apapun di dalam hutan ini.” Ucap pria itu dengan lantang hingga semua pemilik mata mereah itu bisa m3ndengarnya.


“Baik Yang Mulia,” jawab mereka serentak.


“Ternyata kau terlahir lebih cantik Permaisuriku, hanya saja kali ini aku akan kesulitan mendapatkan kamu.” Guman sosok itu yang langsung menghilang begitu saja seperti di terpa angin malam.


Di sisi lain Li Shang Yue terus berlari ke arah dalam hutan menuju lapisan ketiga yang di maksud oleh pria asing itu.

__ADS_1


GOARRRRRR


__ADS_2