Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 133


__ADS_3

“Apa maksudmu?”


“Kami menemukan orang seperti mereka di sekitar Putri Wei Rong,” 


Prajurit itu menunjuk salah satu tandu yang membawa mayat orang yang di duga menyerang Putri Wei Rong. Namun Selir Hua Rong yang melihat orang-orang itu langsung membulatkan mata dengan mengepalkan kedua tangannya.


“Bagaimana bisa? Mereka…,” Selir Hua Rong tidak bisa berkata apa-apa karena sangat yakin jika mereka adalah komplotan yang di sewa untuk membunuh Li Shang yue lalu bagaimana bisa menyerang putrinya sendiri.


“Bagaimana bisa mereka menyerang Wei rong seperti ini? Aku mengatakan jika mereka harus membunuh Li Shang Yue bukan Wei Rong. Apa karena mereka tidak mengenali wajah dari putri sampah itu hingga menyerang Wei Rong? Sial, jika seperti ini senjata makan tuan,” gerutu Selir Hua Rong yang mengepalkan tangannya dengan kuat.


Selir Hua Rong masih menganggap jika anak buahnya salah sasaran. Bagaimana jadinya nanti saat dia mengetahui kebenarannya jika semua itu adalah ulah dari Li Shang Yue.


“Cepat panggilkan tabib dan pastikan putriku mendapatkan perawatan yang sangat baik,” kata Selir Hua Rong dengan nada arogan.


“Baik Selir,” 


Para prajurit langsung mengangkat kembali tandi Putri Wei Rong membawanya di tenda pengobatan. Sedangkan Selir Hua Rong memutuskan untuk tetap tinggal di posisi itu melihat acara yang sedang berlangsung. Namun alasan yang sebenarnya adalah melihat keadaan Li Shang Yue yang belum juga keluar dari hutan padahal sebentar lagi matahari akan tenggelam.


Disisi lain Jendral Xin hanya bisa gigit jari saat melihat ke arah hutan sepertinya tanda-tanda keberadaan sang adik belum juga muncul. Hal itu membuat Jendral Xin bertambah panik saja.


“Yue’er kamu dimana? Kenapa kamu belum kembali juga?” gusar Jendral Xin yang ber mondar mandir kesana kemari./


“Harusnya tadi kamu mengikuti kemana Yue’er pergi Xin’er. Kamu lupa jika Yue’er itu sangat nakal dan selalu penasaran sama hal baru yang dia lihat?” kata Jendral Feng yang memijit kepalanya yang berdenyut sakit.


Memikirkan bagaimana saja nakalnya Li Shang Yue sudah membuat pusing kepala. Bagaimana jika gadis itu terjebak dalam hutan karena terlalu bersemangat.


Sedangkan biang masalah kini dengan brutal menghajar banteng yang membuatnya terlempar menabrak pohon dengan begitu brutal.


“Kau menendangku dengan kaki jelekmu ini…, maka rasakan ini…!” teriak Li Shang Yue yang langsung memotong kaki si banteng.


Slasssh


Slasssh


Semua kaki banteng itu kini sudah di potong Li Shang Yue membuat banteng itu langsung sekarat karena kakinya di potong.

__ADS_1


“Ngomong-ngomong ini daging banteng bisa di makan nggak sih? Kalau nggak bisa di makan sia-sia donk aku potong-potong kek gini,” kata Li Shang Yue yang masih juga memikirkan makanan.


Ketiga pria yang di tolong oleh Li Shang Yue tadi hanya bisa meringkuk di bawah pohon. Mereka tidak menduga tubuh kecil dan mungil seperti Li Shang Yue memiliki kekuatan layaknya monster.


“Bersyukur kita tidak menyinggungnya, jika ia maka habis sudah riwayat kita,” kata pria pertama yang bergidik ngeri melihat kekuatan Li Shang Yue.


“Benar, syukur saja kita nggak cari masalah sama dia. Kalau saja kita cari masalah sama dia sudah pasti kita akan bernasib sama dengan banteng itu. Padahal banteng itu adalah banteng api yang sudah tingkat 7 akan tetapi di dia hanya menjadi mainannya saja,” sahut pria kedua.


Balik lagi ke Li Shang Yue dengan senang memotong-motong kaki banteng itu hingga keempat kakinya langsung terpisah dari badannya. Setelah memotong kakinya Li Shang Yue langsung menuju ke arah kepala si banteng. Tak lupa mengambil tanduknya yang bisa ia jadikan senjata nanti.


“Kalian tidak ambil?” teriak Li Shang Yue yang menunjuk ketiga pria yang dia tolong tadi.


“Ambilah, aku sudah membaginya menjadi empat bagian. Kita bisa mengambilnya satu persatu,” lanjut Li Shang Yue dengan mengambil 1 kaki si banteng.


Mereka mengambil satu per orang kaki banteng itu lalu menaiki kuda mereka masing-masing kembali ke tempat awal mereka tadi.


Di tempat Jendral baru saja memberi perintah pada Aron untuk masuk ke dalam hutan mencari keberadaan Li Shang Yue. Namun belum bergerak suara kaki kuda terdengar nyaring bersamaan dengan kuda putih milik Li Shang Yue melaju kencang ke arah mereka.


“Anak nakal kau membuat ayah hampir mati di tempat,” guman Jendral Feng yang melihat Li Shang Yue mendekat ke arah mereka.


Li Shang Yue langsung turun dari kudanya lalu menghampiri Xin Qion.


“Gege aku punya hadiah untukmu…!” seru Li Shang Yue dengan mendekati sang Jendral Xin.


“Hadiah apa?” tanya Jendral Xin yang penasaran.


“Taraa….! AKu menangkapkan harimau yang sangat kuat ini untuk Gege. Gege bisa meneteskan darah gege di kepalanya lalu mahluk ini kan menjadi hewan kontrak Gege,” ucap Li Shang Yue dengan riang.


Jendral Xin yang melihat makhluk gembul di tangan Li Shang Yue rasanya ingin tertawa apalagi saat mendengar jika Li Shang Yue mengatakan akan jika itu harimau. Padahal yang di lihat Jendral Xin saat ini makhluk di tangan LI Shang Yue sama seperti kucing saja. Walau begitu Jendral Xin tidak menertawakan sang adik karena sang Jendral tahu jika adik kecilnya itu pasti berusaha untuk mendapatkan makhluk mungil itu dengan susah payah.


Baru saja Jendral Xin ingin mengambil hewan itu terdengar ocehan burung beo yang membuat kedua telinganya menjadi panas.


“Harimau? Apa Nona Feng sedang bercanda? Lihat…! Makhluk itu hanya seperti kucing besar,” ucap salah satu Nona muda bangsawan dengan lantang.


“Benar…! Bagaimana bisa kucing seperti itu di katakan harimau. Apa mata Nona Feng sudah buta?” sahut yang lain yang ikut-ikut menghina Li Shang Yue.

__ADS_1


“Bagaimana bisa makhluk lemah sepertinya di samakan dengan harimau yang kuat. Aku rasa Nona Feng sangatlah kurang otak sama seperti si Putri sampah Li Shang Yue,”


Hahahaha


Li Shang Yue yang mendengar penghinaan itu langsung mengepalkan tangannya dengan kuat. Matanya menatap dengan tajam ke arah orang-orang yang menghinanya.


Bruk


Brak


Dugh


Orang yang menghina Li Shang Yue tadi langsung saja terbang menghantam tanah dengan kuat.


“JIKA BERANI LAGI MENGHINAKU MAKA JANGAN SALAHKAN AKU JIKA AKU BERBUAT KASAR DAN TANPA MORAL…!” ucap Li Shang yue dengan tenang namun lantang.


Semua orang langsung menelan ludah melihat bagaimana Li Shang Yue yang menerbangkan ketiga orang itu hanya menggunakan lambaian tangan sudah membuktikan jika Li Shang Yue bukanlah lawan yang mudah. Di tambah dengan sifat keras kepala dan bar-bar gadis itu membuat mereka enggan untuk berhadapan langsung dengan Li Shang Yue.


Di atas sana terlihat Pangerang kedua Ming Jian mendengus kesal terhadap orang-orang yang menghina Li Shang Yue.


“Harusnya dia bunuh saja, aku akan berada di belakangnya,” gerutu Pangeran kedua.


“Jangan mencari masalah lagi Pangeran kedua. Apa kau mau wajah tampanmu itu kembali di hajar oleh gadis itu?” kata Permaisuri yang menegur sang Putra.


“Sudah jangan marah, kemarikan biar aku meneteskan darahku,” ucap Jendral Xin dengan lantang membuat semua orang kaget bukan main.


“Gege mau mengontraknya walau hanya seekor kucing biasa?” Li Shang Yue menatap Xin Qion dengan pandangan mata berkaca-kaca.


Jendral Xin tersenyum tipis lalu berkata. “Tak peduli apapun yang kau bawah jikapun itu haya seekor semut pun sekalipun. Selagi kamu katakan itu kuat maka Gege mu ini akan percaya. Apapun yang di bawakan Meimeiku yang cantik ini maka itulah kebenarannya,” 


Semua orang langsung menganga tak percaya mendengar apa yang dikatakan oleh sang jendral mereka.


Sedangkan Li Shang Yue dengan semangat memberikan kucing gembul di tangannya kepada Jendral Xin. Jendral Xin dengan segera melukai jarinya lalu meneteskan darahnya di atas ubun-ubun sang kucing.


Wusshhhh

__ADS_1


__ADS_2