Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 149


__ADS_3

“Ayah, Yue pergi dulu…!” ucap Li Shang Yue yang langsung terbang menjauh.


Jendral Feng dan juga Xin Qion hanya bisa menatap Li Shang Yue yang terbang menjauh dari kediaman mereka.


“Ayah hanya berharap dimana dan kemanapun kamu pergi kamu akan selalu baik-baik saja Nak. Terima kasih sudah membuat orang tua ini mengerti bagaimana tertawa dan juga punya tujuan hidup,” kata Jendral Feng dalam hati.


“Yue’er, gege akan menunggu kepulanganmu. Tak tahu kau akan pulang dalam waktu kapan. Namun Gege akan tetap menunggu kau kembali. Kau akan menjadi gadis kecil kesayangan Gege selamanya,” kata Xin Qion dengan menatap Li Shang Yue yang sudah menghilang.


Sedangkan di sisi lain Li Shang Yue terbang menuju sebuah pasar tradisional kekaisaran Li untuk menjalankan misi yang pertama.


Hap


Li Shang Yue mendarat sempurna di sebuah tanah lapang dalam hutan yang sedikit jauh dari pasar. Li Shang yue mengayunkan tangannya hingga 53 anggotanya langsung keluar semua dengan di pimpin langsung ketiga orang pria yang tak lain dan tak bukan adalah Lay, May Yun, dan juga Chan Si.


“Kalian semua menyebarlah ke pasar dan mulai menyebarkan rumor yang aku katakan. Jangan lupa tugas kalian untuk menempelkan gulungan itu setiap tiang atau bangunan yang ramai. Pastikan kalian melakukannya dengan baik. Aku akan menunggu kalian di hutan kematian,” kata Li Shang Yue dengan tegas.


“Baik nona,” jawab mereka dengan serentak.


“Sekarang pergilah, pastikan kalian semua akan segera kembali,” kata Li Shang Yue yang memerintahkan anak buahnya untuk bergerak cepat.


“Nona biarkan aku bersamamu,” ucap Lay tiba-tiba membuat Li Shang Yue dan juga yang lain pada bingung.

__ADS_1


“Kenapa?” tanya Li Shang Yue.


“Saya bersama Nona saja menuju hutan kematian. Untuk anggota yang lain sudah ada Chan Si dan juga May Yun yang mengaturnya,” kata Lay dengan panjang kali lebar.


“Baiklah, Lay akan ikut denganku kalian kerjakan tugas kalian…!”


“Baik Nona,” 


Mereka semua mulai mencar dengan memasuki pasar dari segala arah. Sedangkan Li Shang Yue hanya menatap mereka dengan sebuah senyum licik di bibirnya.


“Kalian pikir penderitaan kalian sudah cukup? Tentu saja tidak..! Kalian juga harus merasakan bagaimana rasanya di kucilkan, di hina, dan di campakan karena menjadi sampah. Kalian membuat menjadi sampah maka kini aku juga akan membuat kalian sama seperti sampah,” kata Li Shang yue dalam hati.


Keadaan Selir Hua Rong dan juga Putri Wei Rong memang sudah sangat memprihatinkan namun semua yang terjadi pada mereka berdua tidak bocor keluar. Hanya orang-orang istana yang tahu keadaan keduanya karena Kaisar Li mengancam akan membunuh dan menghanguskan keluarga mereka jika mereka berani menyebarkan kabar itu ke luar masyarakat.


“Lay ayo kita berangkat menuju hutan kematian…!” ucap Li Shang Yue yang langsung bergerak melompat dari satu pohon  ke pohon yang lainnya.


Lay yang melihat jika Li Shang Yue sudah berangkat langsung berbalik lalu mengejar Li Shang Yue yang sudah sedikit jauh di depan sana.


Setelah melakukan perjalan beberapa saat akhirnya Li Shang Yue dan Lay sampai di pinggir hutan kematian. Li Shang ye segera menyuruh Lay untuk membangunkannya sebuah tenda kecil karena dia ingin beristirahat.


Lay yang mendengar perintah dari sang Nona langsung dengan semangat mulai mencari apa saja bahan yang akan dia gunakan untuk membangun tenda yang di inginkan oleh Li Shang Yue. Sedangkan Li Shang Yue  duduk di bawah pohon dengan berdiskusi dengan hewan kontraknya.

__ADS_1


“Nona, jika anda ingin melepaskan rantai keempat dan menghidupkan dantian emas anda maka anda harus mencari tempat yang memiliki energi spiritual yang sangat pekat. Lebih tepatnya harus menyerap energi kegelepan agar membantu anda melepaskan rantai itu. Karena hanya dengan adanya elemen atau energi kegelapan yang akan membuat Nona lebih mudah memutuskannya. Selain itu ada kebenaran lain yang belum Nona ketahui tentang tubuh yang Nona tempati itu,” ucapan Nino menggema di pikiran Li Shang Yue membuat Li Shang Yue semakin bingun dengan semuanya.


“Apa elemen kegelapan dan juga adanya pedang kematian tidak mampu mematahkan rantasi itu?” tanya Li Shang Yue.


‘‘Aku tidak yakin Nona, karena semakin kuat fisik Nona maka Rantai uitu juga semakin kuat,” jawab Nino dengan tegas.


“Maksudmu semakin aku kuat maka semakin kuat pula juga rantai itu?”


“Benar Nona, setelah aku pelajari ternyata semakin kuat Nona rantai itu juga akan begitu. Akan tetapi jika kekuatan energi spiritual Nona kuat maka rantai itu akan menyerapnya. Jika Nona menyerap elemen kegelapan ketika dia menyerapnya maka ada saatnya dia membutuhkan waktu untuk mengolahnya sedang Nona tidak perlu mengolahnya hanya memasukannya saja. Ketiga elemen kegelapan saling bertabrakan dan memaksanya untuk terus menyerap maka ada kemungkinan di akan melemah dan putus. Namun setelah putus maka Nona akan menghadapi bagian diri Nona yang lain,” terang Nino dengan panjang kali lebar.


Li Shang Yue yang mendnegar apa yang dijelaskan oleh Nino hany a bisa memijit kepalanya saja. Jujur saja Li Shang Yue justru semakin bingun dengan kisah hidup dan jalan takdir yang dia jalani. Kenapa seakan-akan dia benar-benar merasa jika itu memang adalah dirinya sendiri bukan tubuh orang lain. Tubuh yang di tempatinya sekarang Li Shang Yue bisa menggerakan sesuka hatinya tanpa ada sebuah seperti keterpaksaan saat masih di tubuhnya yang Clara dulu.


“Kenapa kisah hidupku menjadi rumit seperti ini?” guman Li Shang Yue.


“Nona tendanya sudah jadi…!” seru Lay yang mengagetkan Li Shang Yue.


Li Shang yue yang mendengar seruan Lay langsung menoleh ke arah Lay dan melihat sebuah tenda kecil sudah jadi.


“Terima kasih, aku istirahat sebentar ya,” kata Li Shang Yue yang masuk ke dalam tenda itu dan membaringkan diri di atas itu.


Lay hanya menatap Li Shang Yue dengan sendu. Gadis kecil itu pasti memikul tanggung jawab yang besar di pundaknya.

__ADS_1


“Maaf gege yang belum bisa menjaga dan melindungi kamu hingga sampai seperti ini.  Namun kami semua menantikan kamu selama bertahun-tahun. Aku hanya berharap kamu tidak membenci kami semua,” kata Lay dalam hati.


__ADS_2