Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 58


__ADS_3

Li Shang Yue dengan lainnya berjalan menelusuri hutan itu menggunakan peta yang ada pada mereka.


“Apa desanya masih jauh?” tanya Li Shang Yue kepada mereka.


Bukan apa-apa Li Shang Yue bertanya seperti itu karena gadis itu memang sangat buta akan arah peta. Dia akan berjalan sesuai instingnya saja. Jika mereka mengatakan arah barat maka Li Shang Yue akan berjalan ke arah urat terus sampai menemukan apa yang dia cari.


“Sekitar 1-2 kilo lagi,” jawab Hi An selaku pemegang peta.


Yuyu jika kamu lelah kamu bisa naik di punggungku dan serigala itu kamu bisa melepaskannya agar bisa mengikuti kita,” saran Fan Hu kepada Li Shang Yue.


Pasalnya sejak berpisah dengan kedua vampir itu Li Shang Yue terus menggendong serigala itu sepanjang jalan tanpa mau melepaskannya sedikitpun.


“Aku tidak lelah tapi aku lapar,” cicit Li Shang Yue dengan suara pelan namun masih di dengar oleh Fan Hu dan Lou Yi yang berada di samping kiri kanannya.


“Kamu lapar? Kalau begitu kita istrahat saja dulu sembari mencari kayu bakar lalu membakar sisa daging yang Yuyu bawah tadi.” Kata Lou Yi.


“Ada apa?” tanya Bonzhu yang berada di barisan pertama.


“Itu Yuyu lapar,” jawab Hi An yang menjawab pertanyaan dari Bonzhu,.


Sontak Bonzhu yang mendengar akan hal itu segera menatap ke arah Li Shang Yue yang memang sepertinya tidak bersemangat mungkin karena gadis itu kelaparan pikir Bonzhu.


“Ya sudah kita istirahat saja dulu sejenak kalau begitu,” timpal Bonzhu namun langsung di tentang oleh Li Shang Yue.


“Tidak perlu! Kita lanjutkan saja perjalan kita, aku hanya cukup memakan buah-buahan saja. Jadi kita cari saja buah untuk kita makan.” Tolak LI Shang Yue.


Li Shang Yue tidak mau membuat mereka repot karena terus menuruti keinginannya. Bagaimanapun juga hanya mereka yang menerima dia di saat orang-orang menghinanya. Oleh karena itu, LI Shang Yue juga berusaha sekuat tenaga untuk tidak membuat mereka repot nantinya.

__ADS_1


Tadinya Li Shang Yue sengaja menuju kawanan para serigala itu untuk menguji mereka memang menerimanya ataukah hanya pura-pura saja. Namun Li Shang Yue tidak menduga jika mereka tetap ngotot mengikutinya. Bahkan saat Li Shang Yue berhadapan dengan kedua vampir itu mereka juga tidak pergi. Apa yang Li Shang Yue lihat sangat jauh dari apa yang di pikirkannya.


Bukannya pergi atau menyelamatkan diri masing-masing mereka bahan masih berusaha untuk melindunginya. Sejak saat itu juga Li Shang Yue memutuskan untuk menerima mereka dan tidak merepotkan mereka semua.


“Makanlah,” Hi An memberikan sebuah apel kepada Li Shang Yue begitu pula dengan yang lainnya.


“White kamun turun dulu ya, tapi jangan kabur jika tidak aku akan menjadikan kamu serigala panggang!” ancam Li Shang Yue yang menurunkan Serigala putih itu di tanah.


White adalah nama yang disematkan oleh Li Shang Yue kepada serigala yang di ambilnya dengan menukarnya dengan dua ekir kelinci dari sang Vampir.


Serigala itu terlihat menggerak-gerakan badanya hingga bulunya yang lebat dan halus terlihat indah.


“Aku baru sadar serigala ini begitu indah,” ucap Lou Yi yang mengulurkan tangannya ingin mengelus bulu halus serigala putih itu.


Roaaaaar


“Dia…, dia tidak mau..?” guman Lou Yi yang berwajah pucat menatap tangannya.


Andaikan saja dia tidak bergerak cepat dalam menarik tangannya maka dapat di pastikan tangannya akan buntung karena di gigit gigi tajam sang serigala.


Bukan hanya Lou Yi yang kaget tapi mereka semua juga merasa kaget terutama Li Shang Yue. Serigala itu sangat terlihat jinak seperti kucing sama seperti apa yang di katakan oleh Li Shang Yue jika itu kucing. Bahkan mereka percaya jika Li Shang Yue mengatakan kucing tapi mengingat kejadian barusan membuat mereka semua sadar satu hal.


Sang serigala putih hanya akan tunduk dan jinak pada Li Shang Yue saja selebihnya mereka hanya musuhnya. Li Shang Yue menatap Lou Yi yang masih get dengan kejadian tadi dan menatap sang serigala putih yang sedang menggesekkan kepalanya di hanfu yang dia kenakan. Bahkan saking besarnya Serigala itu sampai mencapai pinggang Li Shang Yue.


“Dia…,” Li Shang Yue tidak melanjutkan ucapannya melainkan menatap Lou Yi dengan rasa bersalah.


“Maaf aku membahayakan kalian semua,” ucap Li Shang Yue dengan menundukan kepalanya.

__ADS_1


“Hei tak merasa sedih, kami semua tidak terganggu kok kami malah merasa senang karena kami seperti punya meimei.” kata Lou Yi dengan senyum lebar dan tulus di bibirnya.


“Itu benar, kamu sudah seperti meimei bagi kami jadi jangan bersedih.” sahut Bonzhu tiba-tiba yang ikut menyetujui apa yang di katakan Lou Yi.


“Benarkan\h?” Li Shang Yue menatap mereka penuh dengan binar cahaya keceriaan.


“Benar, jadi mulai saat ini kamu adalah meimei kami semua.” Jawab Fan Hu dengan tegas.


“Baik Gege,” balas Li Shang Yue dengan senyum indah dan mata yang berkaca-kaca.


Lagi-lagi hanya orang asing yang mau menerimanya apa adanya bahkan tanpa mengetahui dia siapa sebenarnya. Baik di kehidupan dulu ataupun di kehidupan yang saat ini semua menurut Li Shang Yue sama saja. Bedanya hanya Li Shang Yue yang ini hidup dengan kekuasaan yang kuat tapi terlalu bodoh untuk membalas apa yang mereka lakukan padanya. Sedangkan di kehidupan dulu Clara bahkan tidak sampai mengetahui siapa nama orang tua kandung Clara, bagaimana wajah kedua orang tuanya, apa alasan sebenarnya dia di lahirkan lalu di buang begitu saja. Semua itu Li Shang Yue terus memikirkannya namun tak pernah bisa menemukan jawabannya.


Clara tak pernah mengharapkan mereka kembali namun Clara mencari mereka hanya untuk menjawab 3 pertanyaan itu yang terus merantai kepalanya namun sampai Clara matipun ternyata ketiga pertanyaan itu tidak terjawab.


“White jangan menakuti mereka, mulai saat ini mereka semua adalah gegeku dan juga keluargaku kamu harus menerima dan meperlakukan mereka dengan baik.” Kata Li Shang Yue dengan baik.


Roarrr


Terlihat serigala itu yang mengaung kecil sebagai balasan kepada Li Shang Yue.


“Makanlah,” seperti biasa Fan Hu hanya akan memakan setengah makannya lalu di berikannya kepada Li Shang Yue sebagai penambah makanan untuk gadis itu.


Disini mereka saling melirik dan mengerti satu hal jika Li Shang Yue adalah gadis yang suka makan. Mereka melanjutkan perjalan mereka dengan Li Shang Yue yang memakan apel di tangannya dan di pegang oleh Fan Hu agar dia tidak terjatuh.


“Apa itu desanya!” seru Li Shang Yue yang setelah melihat desa di depan sana.


“Itu benar, itu adalah desanya.” Sahut Bonzhu dengan yakin.

__ADS_1


__ADS_2