Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 84


__ADS_3

“Nino ayo antar aku ke perpustakan, aku ingin mencari sesuatu,” kata Li SHang Yue dengan mengangkat White ke punggungnya.


“Baik Nona,” Nino segera berjalan memimpin jalan menuju perpustakan.


Sampai disana Li Shang YUe segera mencari buku yang sudah dia pikirkan sebelumnya. Namun sudah mencari beberapa saat tapi dia tidak menemukan apapun.


“Sebenarnya dimana aku harus mencari buku itu, Nino bilang semua buku ada di perpustakaan ini. Akan tetapi aku tidak menemukan buku yang aku cari,” guman Li Shang Yue frustasi.


Saat akan menyerah sebuah buku terjatuh mengenai kepala Li Shang Yue membuat gadis itu semakin kesal karena kepalanya yang sakit.


“Ini juga bukan kenapa jatuh tiba-tiba sih? Mana sakit lagi tapi eh DANTIAN EMAS…! Astaga buku ini yang aku cari,” seru Li Shang Yue yang langsung berjongkok mengambil buku itu.


Li SHang Yue pergi meninggalkan perpustakaan lalu menuju ke sebuah pohon yang di bawahnya ternyata ada Nino dan White. White yang melihat jika Li Shang Yue menuju ke arah mereka segera berdiri melolong kecil.


“Aku hanya ingin membaca ini White,” ucap Li Shang Yue yang langsung duduk bersandar di tubuh White.


Li Shang Yue sangat suka bersandar di badan White karena memiliki bulu yang halus dan lembut membuat Li Shang Yue nyaman. Li Shang Yue membuka buku itu lalu mulai membacanya.


“Seseorang yang memiliki dantian emas memiliki 5 dantian pusat qi yang setiap 4 dantian lainnya akan terpasang rantai emas. Jika rantai emas tidak di putuskan maka orang itu tidak akan bisa mencapai tahap selanjutnya,” 


Li Shang Yue terdiam saat menyadari arti dari apa yang di bacanya itu. Dirinya meraba dadanya yang memang sebanyak apapun ia menyerap qi namun saat masuk ke dalam tubuhnya tiba-tiba aliran qi itu menghilang. 


“Apa yang aku alami sama seperti yang di tuliskan di buku ini,” guman Li Shang Yue namun masih bisa di dengar oleh Nino.


“Entah kenapa aku merasa jika Nona memang memiliki dantian emas. Akan tetapi, jika memang seperti itu Nona harusnya memiliki elemen ungu juga yaitu elemen petir karena pemilik dari dantian emas di identik dengan elemen petir,” terang Nino dengan tenang.


“Bukankah kau mengatakan jika aku punya semua elemen?” heran Li SHang Yue karena dulu saat ia menguji elemennya Nino mengatakan jika ia memiliki semua elemen.


“Elemen petir memang jarang ada Nona hanya keturunan Dewa Dewi yang memiliki elemen petir. Walaupun ada yang memilikinya namun hanya segelintir orang bahkan 4 kaisar di benua ini tidak ada yang memiliki elemen petir,”


Li Shang Yue yang mendengar itu semakin heran dan juga bingung secara bersamaan.

__ADS_1


“Untuk saat ini tak perlu memikirkan itu dulu Nona, saat ini pikirkan saja jika benar Nona memiliki dantian emas Nona harus segera melepaskan setiap rantai yang mengikat dantian Nona. Jika Nona tidak melepaskannya maka Nona tidak akan pernah naik level lagi bahkan lebih parahnya Nona hanya akan terus melemah karena kekuatan inti Nona di tarik oleh ke 4 dantian lain terikat,” kata Nino yang memberi tahu Li SHang Yue.


“Ah benar aku harus segera menyelesaikan ini semua. Pantas saja saat aku menyerang kediaman ulat bulu itu aku merasa sedikit lemah ternyata ini efek sampingnya,” guman Li SHang Yue yang kembali lagi membuka halaman buku itu.


Li Shang Yue langsung membacanya dengan teliti dan juga pelan-pelan agar dia pahami dengan baik. Nino dan White hanya membiarkan Nona mereka melakukan apapun yang dia mau. Hingga setelah beberapa saat terlihat Li Shang Yue yang membuang napas kasar.


Huhhhh


“Ini sedikit sulit,” kata Li Shang Yue dengan nada yang sedikit redup.


“Ada apa Yuyu?” Nino bertanya dan memanggil nama Yuyu bukan lagi Nona.


“Disini di jelaskan jika aku ingin memutuskan rantai itu maka aku harus bisa masuk ke dalam alam bawah sadarku hingga bisa mencari ke 4 dantian itu,” terang Li SHang Yue.


“Memang akan seperti itu yuyu, sebelum masuk kamu harus mempersiapkan diri dulu karena rantai yang mengikat mereka bukanlah rantai biasa,” terang Nino yang memberikan peringatan kepada Li Shang Yue.


“Hm yang penting aku sudah mengetahuinya,” kata Li Shang YUe yang melanjutkan lagi bacaannya hingga dahinya mengerut membentuk sebuah kerutan yang cukup dalam di dahinya.


“Nino apa rantai yang mengikat dantian itu berwarna warni?” Bukannya menjawab Li Shang Yue justru bertanya balik kepada Nino tanpa mengalihkan pandangannya pada buku di tangannya.


“Setahuku hanya satu warna Yuyu, semuanya warna emas seperti namanya yang rantai emas,”


“Di buku ini di tulis jika ada warna lain yang mengikat dantian emas dengan rantai hitam. Rantai itu merupakan `rantai terkuat di bandingkan dengan rantai emas lainnya karena membukanya harus menggunakan pedang kematian,” terang KLi Shang yUe yang membaca buku itu dengan keras.


Nino yang mendengarnya langsung terdiam makhluk itu beberapa kali mengetuk-ngetuk dagunya seperti sedang memikirkan sesuatu dengan usaha yang keras. Hingga tiba-tiba Nino membelalakan mata saat menyadari satu hal.


“Yuyu apa kau mempunyai pedang Kematian itu?” tanya Nino dengan wajah serius namun  terlihat tegang.


“Pedang kematian yang mana? Aku tak punya pedang kematian aku hanya punya pedang biru dan juga pedang hitam yang aku temukan di hutan kematian,” kata Li Shang Yue yang merasa tak memiliki pedang yang dimaksud Nino.


“Apa di dalam buku itu tidak di jelaskan seperti apa Pedang Kematian itu?” Nino menatap penuh harap kepada Li SHang Yue yang entah apa maksudnya.

__ADS_1


“Tidak, disini hanya di jelaskan untuk mematahkan rantai itu harus menggunakan bantuan dari Pedang Kematian jika tidak maka pemilik atau seseorang itu tak akan sepenuhnya bisa membuka rantai itu,”


“No..Nona apa darah anda beracun?”


“Aku tidak tahu, tapi Long bilang aku kebal akan racun,”


Nino yang mendengarnya semakin tegang keringat dingin mulai membasahi tubuhnya yang kecil itu dengan mata yang sepertinya mulai tak berani menatap Li Shang Yue.


“Sebenarnya siapa gadis kecil ini, ini tidak sesederhana yang aku lihat. Jika dia memang reinkarnasi dari dia tapi kenapa aku juga merasakan aura yang berbeda tetapi menyatu di dalam jiwa gadis ini. Aku merasakan merek orang yang sama tapi itu mustahil, jika aura ini dari dia maka aura satunya uini dari mana?” 


Nino menatap Li Shang Yue dengan pandangan yang sulit di artikan. Tanpa Li Shang Yue ketahui Nino telah mengetahui jika dirinya berasal dari dunia lain bukan dari dunia saat ini.


“Nona bisakah saya melihat kedua pedang anda?” tanya Nino hati-hati.


“Baiklah aku akan menunjukkannya,” Li Shang Yue menutup matanya dengan rapat-rapat seperti sedang menggumankan sesuatu.


 “Semoga saja bukan,” doa Nino dalam hati.


Sring


Dua cahaya berbeda mendekat ke arah Li Shang Yue dengan pelan membentuk sebuah pedang lalu terlihatlah pedang hitam dan juga pedang biru yang Li Shang Yue beri nama Black dan juga Blue Moon.


Nino yang melihat kedua pedang di depannya langsung berdiri tubuhnya bahkan sampai bergetar ketakutan karena melihat dua hal di depannya itu.


“Pedang kematian..! Pedang Kehancuran? Ya Dewa petaka apa yang akan di bawah gadis ini jika berjalan di jalan yang salah? Dia akan benar-benar menghancurkan dunia ini dengan adanya kedua pedang ini di tangannya,” kata Nino dalam hati dengan wajah yang semakin pucat pasi.


Sedangkan Li Shang Yue yang melihat keterdiaman Nino dan sepertinya sedang berpikir mencoba membaca pikiran Nino tapi Li Shang Yue tidak bisa.


“Aneh, aku tidak bisa membaca pikiran Nino padahal Long memberitahu ku jika sesama binatang kontrak aku bisa membaca pikiran mereka begitu sebaliknya. Tapi kenapa Nino tidak bisa? Jika dia tidak berpikir apa-apa itu sangat mustahil jelas-jelas dia sedang berpikir keras,” batin Li Shang Yue yang ikut penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh Nino kenapa sampai seperti itu.


“Nona pedang biru ini darimana anda dapatkan?” tanya Nino dengan menundukan kepalanya.

__ADS_1


Deg


__ADS_2