
“Mana makanannya?” tanya Lou Yi saat pintu di buka namun hanya Hi An yang muncul.
“Lagi di masak,” jawab acuh Hi An.
“Mereka…, untuk apa mereka disini?” Fan Hu menatap tajam dua orang yang masuk ke dalam kamar mereka.
“Mereka ingin bertemu dengan kita semua,”
Mendengar itu bukannya tenang mereka semua justru menatap tajam kepala desa dan putrinya. Jika saja sedari pertemuan awal mereka baik dan menerima mereka tanpa menghina Li SHang Yue mungkin mereka akan tidak akan seperti ini. Namun, mengingat bagaimana di pertemuan awal mereka yang menghina Li Shang Yue membuat mereka kesal dengan kedua orang di depan mereka itu.
“Untuk apa kalian datang kemari?” Fan Hu bertanya dengan suara datar miliknya.
“Tuan Tuan kami kesini ingin mengucapkan terima kasih banyak karena sudah membunuh monster itu. Saya sangat senang karna Tuan Tuan berhasil memusnahkan monster pengganggu warga desa itu.”
Kali ini yang berbicara bukanlah Kepala desa melainkan putrinya. Gadis itu mengoceh panjang kali lebar membuat Fan HU dan yang lainnya hanya bisa mengorek-ngorek telinga mendengar ocehan gadis itu.
“Saya sangat….,”
“Apa belum selesai juga?” datar Bonzhu yang menatap tajam gadis di depannya itu. Itu bukan gadis tapi nenek sihir dandanannya benar-benar menggelikan.
“Ah itu saya terlalu senang hingga…,”
“JIka ingin berterima kasih maka berterima kasihlah pada saudari perempuan kami karna dia yang telah membunuh monster itu.” Ungkap Bonzhu dengan dingin.
“Itu benar,”
“Yuyu yang membunuh monster itu,”
“Benar,”
“Itu benar jadi berterima kasihlah padanya.”
Gadis yang mendengar apa yang di katakan oleh keempat pria itu segera melirik gadis kecil yang sedang terbaring di atas kasur itu di samping Bonzhu. Melihat jika gadis yang di bencinya di kelilingi oleh para pria tampan putri kepala desa itu tentu merasa tidak terima akan dengan hal itu.
“Tuan harusnya saudari anda itu tidur di kamar terpisah. Walaupun kalian saudara tapi tetap saja dia sudah dewasa tak pantas dia tidur bersama kalian para lelaki apalagi di satu kamar seperti ini dengan pria yang lebih dari satu. Bukankah ini sifat seorang p3l4c…,”
Brak
__ADS_1
Uhukk uhukk
Belum selesai berbicara putri kepala desa itu sudah melayang dan menghantam dinding penginapan itu. Tak hanya itu karena pukulan yang keras membuat gadis itu memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.
Kepala desa yang melihat putri kesayangannya di serang hanya bisa diam menahan amarahnya. Mau bagaimana lagi untuk melawan sangat tidak masuk akal karena kekuatan mereka tidak sebanding.
“Saya sudah memperingati anda Tuan kepala desa! Anda pikir saya tidak berni membunuh putri manja anda ini? Bahkan jika saya mau maka saya dengan sekali tebasan kepalanya akan langsung berpisah dari badannya. Kenapa anda menjadi orang tua yang bahkan tidak bisa mendidik putri anda sendiri Tuan KEPALA DESA?” sarkasme Hi AN yang menatap tajam kepala desa itu.
“Tuan saya rasa kali ini Tuan Tuan juga salah putri saya…,” ucapan kepala desa tidak selesaI SAAT Fan Hu memotong ucapannya.
“LEBIH BAIK KALIAN PERGI SEBELUM AKU CABUT PEDANGKU!”
Glek
Kepala desa dan putrinya langsung menelan ludah dengan susah payah saat melihat gagang pedang di tangan Fan Hu. Kepala desa tahu jika pria muda di depannya itu tidak main-main pada ucapannya yang benar-benar akan memotong kepala mereka.
“Jika bukan karena tugas misi kami maka kami tidak akan pernah menolong orang seperti kalian. Jadi mau keluar sendiri atau saya yang seret!” Lou Yi yang dari tadi diam akhirnya membuka suara.
Kepala desa yang merasakan tekanan yang kuat di dalam kamar itu akhirnya menghampiri Putrinya membawanya dengan sedikit paksa keluar dari kamar itu.
"Mereka selalu membuatku marah dan ingin membunuh mereka," guman Lou Yi dengan membuang napas.
"Hoammmmn,"
Li Shang yue membuka matanya merentangkan otot-ototnya.
Keempat pria itu segera menoleh ke arah li shang yue yang baru saja bangun. Namun mereka mengerutkan dahi saat sadar jika luka di tangan Li Shang Yue semuanya sudah sembuh sedia kala bahkan bekasnya pun tak ada.
"Bagaimana bisa!" Seru mereka semua menatap Li Shang Yue dengan pandangan yang sulit di artikan.`
“Apanya?” tanya LI Shan Yue balik ke arah keempat pria itu.
“Lukamu bagaimana bisa sembuh sendiri?” tanya Hi An dengan kerutan di dahi yang dalam.
“Eh,” LI Shang Yue yang mendengar itu tentu saja segera melihat tangannya.
Namun seperti respon Hi An dan yang lainnya Li Shang Yue juga berekpresi seperti itu. Matanya menatap telapak tangannya yang sangat yakin jika tadi malam luka itu benar-benar ada tapi kenapa sekarang sudah tidak ada. Bahkan dirinya tidak masuk ke dalam ruang dimensinya sama sekali.
__ADS_1
“Lukaku ada dimana? Aku ingat tadi malam aku punya luka disini dan disini tapi kenapa tidak ada tanda apapun disini?” guman Li Shang YUe.
“Mungkin obat kamu yang ajaib An gege,” kata Li Shang Yue kepapada Hi An.
“Tidak! Jika obatku yang ajaib maka semestinya luka Bonzhu juga sembuh tapi tidak hanya di kamu saja yang aneh Yuyu.” Balas Hi An dengan wajah masih syok.
Atau mungkin keanehannya ada pada diri kamu sendiri Yuyu?” Fan Hu menatap Yuyu dengan pandangan yang sulit di artikan.
“Aneh bagaimana Fan GEGE?”
“Kamu bisa mengobati diri kamu sendiri tapi dalam kurung waktu satu malam. Dulu aku tak sengaja membaca buku milik kakekku yang mengatakan jika ada manusia yang memiliki keistimewaan yaitu bisa menyembuhkan apapun sendiri.” Terang Fan Hu dengan dengan yakin.
“Ah sudahlah aku tidak mengerti, aku lapar aku ingin makan.” ucap Li Shang Yue dengan riang.
Deg
Fan Hu berserta Lou Yi dan Bonzhu segera menatap tajam Hi An karena dirinya yang bertanggung jawab atas makanan.
“Mana amakanannya?” tanya Li Shang Yue dengan senyum manis di bibirnya.
“Itu….,”
Tok
Tok
“Tuan ini pesanannya,” suara pelayan di luar kamar.
Sontak hal itu membuat Hi AN menarik napas lega karena makanan yang mereka pesan datang tepat waktu. Dengan langkah cepat Hi An segera membuka pintu mempersilahkan 2 orang pelayan masuk ke dalam kamar itu.
“Selamat makan Tuan Tuan Nona,”
“Ini bayarean kalian ambillah,” Li Shang Yue langsung memberikan mereka 5 koin emas membuat kedua pelayan itu kaget.
“Nona ini kelebihan, harga semuanya hanya 3 koin saja.”
“Maka 2 koinnya untuk kalian saja.” Jawab Li Shang Yue dengan ringan duduk di lantai.
__ADS_1
“Terima kasih banyak Nona,” Kedua pelayan itu membungkukkan badan mereka lalu segera pergi.
“Ayo makan!”