
Li Shang Yue bersenandung kecil saat melewati hutan bersama dua orang pengawal di belakangnya. Senyum indah tidak pernah runtuh semenjak keluar dari kediaman jendral.
“Kau lihat Nona kecil sangat bahagia sekali,” bisik pengawal pertama.
“Kau bear, hanya karena bisa jalan-jalan Nona kecil sudah bahagia. Kaisar itu sangat bodoh sampai melepaskan putri sepertinya,”
“Kau lupa jika Nona kecil terkenal karena rumor cacat kultivasi dan juga wajah buruk rupa,”
“Tapi dia cantik kok lagipula walaupun dia cacat kultivasi kita harus menerimanya bukan?”
“Kita harus extra menjaga Nona Keci, Jendral berpesan agar tak jauh dari Nona,”
“Kita memang harus menjaganya jika bukan kita siapa lagi? Di dunia ini orang yang tak bisa berkultivasi di anggap cacat dan sampah masyarakat. Kita harus melindungi Nona kecil dengan nyawa kita,”
“Itu pasti..! Selama ini Tuan Besar dan Tuan muda selalu acuh pada segala hal namun semenjak Nona kecil hadir Tuan dan Tuan muda mulai berubah,”
Li Shang Yue yang berjalan di depan sana hanya abai dan tak peduli apa yang sedang di bicarakan oleh penjaga itu. Tanpa di ketahui siapa pun jika gerakan-gerakan-nya tadi seperti memutar dan melompot merupakan gerakan yang dia pelajari yang berada di buku Tebasan seribu pedang yang bagian Jurus kedua yaitu Tebasan kematian.
Hap
Li Shang Yue mendarat sempurna di tanah dengan pelipis yang berkeringat. Sedangkan kedua pengawal yang sedikit jauh darinya langsung berlari ke arahnya.
“Nona kecil, anda tidak apa-apa?” kedua penjaga itu bertanya dengan panik. Kepala mereka akan langsung di penggal jika Nona yang mereka jaga itu terluka.
Li Shang Yue hanya mengangguk sebagai jawaban, “Aku baik-baik saja paman pengawal.” jawab Li Shang Yue dengan memberikan senyum polos.
“Berhati-hatilah Nona, Jendral akan sangat khawatir jika anda terluka,” pesan pengawal pertama.
“Benar Nona lebih baik Nona jangan lompat-lompat lagi,” sahut pengawal kedua.
“Walaupun Nona terlihat lucu dengan aksi iotu tapi kami lebih mengkhawatirkan Nona terluka,” kata kedua pengawal itu di dalam hati.
“Baiklah, Yue’er tidak akan lagi lompat-lompat,” ujar Li Shang Yue dengan melanjutkan kembali jalannya.
Li Shang YU emelanjutkan langkahnya menuju ke pasar kembali dengan kedua pengawal itu yang terus mengikuti dan memperhatikannya karena saat ini dia benar-benar berjaln cepat.
“Nona jalannya pelan0pelan nanti anda terjatuh,” tegur salah satuh pengawal itu karena takut melihat jalan Li Shang Yue yang sangat cepat.
“Cepatlah paman pengawal..! Aku sudah mencium bau gulali aku ingin memakannya segera..!” teriak Li SHang Yue yang langsung berlari.
“NONA…..!”
Sontak saja aksi tersebut memvbuat kedua pengawalnya langsung kaget becampur cemas. Kedua pengawal itu tak punya waktu untuk saling bertanya karena mereka langsung berlari menyusul Li Shang Yue.
“WOW AMAZING,” pekik Li Shang Yue yang menatap keadaan pasar yang ramai.
__ADS_1
Li Shang Yue berjalan di kerumunan rakyat dengan wajah yang berseri-seri. Para rakyat maupun bangsawan yang melihat Li Shang Yue sangat terpesona akan karena kecantikannya itu.
Tak ada yang menduga jika gadis cantik yang mereka kagumi itu adalah Li Shang Yue putri yang mereka anggap sampah masyarakat karena cacat kultivasi dan juga berwajah buruk rupa.
LI Shang Yue memang tidak memakai cadar seperti orang lain karena menurutnya wajah cantiknya kenapa harus di sembunyikan.
“Lihatlah Putri Li Shang Yue orang-orang yang dulu menceemoh dan menghina anda kini mereka semua berbalik memuji kecantikan anda. Senua ini karena bakal Clara Devinson yang sangat jenius, cantik, ramah, imut, menggemaskan, manis, dan rajin menabung,” kata Li Shang Yue dalam hatinya.
Jika ada yang mendengar ungkapan percaya diri Li Shang Yue pasti mereka akan muntah darah. Siapa yang dengan beraninya memuji dirinya dengan senarsis itu.
“Paman aku mau gulalinya 5,” teriak Li Shang Yue di depan penjual gulali.
Pengawal yang mengawal Li Shang Yue sedari tadi hanya bisa menutup mata dan menepuk jidat mereka. Gadis itu Nona muda mereka itu terlihat tanpa beban berteriak-teriak seperti itu tidak mencerminkan seorang putri.
“Jadi ini alasan Jendral sering memanggilnya gadis nakal?” batin kedua pengawal itu yang saling melirik lalu menganggukan kepalanya dengan samar.
“Nona benar-benar nakal,” guman kedua pengawal itu.
Selesai membayar Li Shang Yue kembali melanjutkan langkahnya mengelilingi pasar. Gadis itu bahkan tak segan membeli apapun yang dia sukai termaksud berbagai cemilan dan makanan. Bahkan kedua pengawal yang mengawalnya sejak tadi juga ikut makan bersamanya.
“Nyam nyam enak, paman pengawal ayo kita cari makanan lain lagi,” ajak Li Shang Yue yang menarik tangn kedua pengawal itu.
“LAGI…?” pekik kedua pengawal itu dengan mata melotot.
“Iya paman pengawal, aku belum kenyang. Jadi kita cari makanan lain lagi,” jawab Li Shang Yue yang langsung menarik keduanya pergi.
“Kemana perginya makanan itu? Perut Nona sangatlah kecil lalu makanan sebanyak itu Nona bawah kemana?” batin pengawal dengan rasa yang penasaran.
Ckitttt
“Tunggu dulu Paman Pengawal,” kata Li Shang Yue yang mengendus-endus udara hingga matanya berbinar.
“Roti panggang isi daging..!” pekik Li Shang Yue dengan mata yang berbintang-bintang.
Perlu di ketahui Clara asli adalah gadis yang manja dan kenak-kanakan jika sudah dengan orang yang dia sayang. Ada juga dia akan seperti anak kecil jika sudah di hadapkan dengan makanan.
“Ayo paman..!”
Tanpa ba-bi-bu Li Shang Yue langsung menarik kedua pengawal itu dengan kecepatan cepat menuju asal bau harum yang saat mengundah selera.
“Paman Roti panggang isi dagingnya tiga…!” teriak Li Shang Yue yang masih agak jauh dari penjual roti itu.
Sontak saja orang-orang di sana langsung menatap ke arahnya yang sedang menyeret pengawalnya.
“Apa dia seorang putri? Dia sangat cantik sekali,”
__ADS_1
“Ku rasa bukan tapi sepertinya mereka dari kediaman Jendral Feng lihat ada plakat pengenal di pinggang gadis itu,”
“Tapi siapa gadis itu dan lihat bahkan dia memegang tangan pengawalnya dengan seperti memegang tangan ayah saja,”
“Di dunia ini mana ada seorang putri bangsawan memiliki karakter seperti itu?”
“Itu benar tapi lihatlah gadis itu, dia menyeret pengawalnya seperti menyeret ayahnya yang ingin kabur,”
“Benar-benar lucu,”
“Eh apa kita mengantri? Tapi aku sudah sangat lap[ar dan ingin makan itu Paman Pengawal,” rengek Li Shang Yue yang menarik-narik zirah pengawal itu.
“Nona kita harus mengantri dulu, Nona sabar saja sebentar lagi,” pengawal pertama mencoba menghibur Li Shang Yue.
Namun yang tak di sangka-sangka para antrian itu langsung bubar memberi jalan untuk Li Shang Yue.
“Nona kecil segera maju dan ambil Roti panggangnya jika tidak nanti habis loh,” ucap salah satu wanita yang sepertinya seorang bangsawan karena pakaiannya yang tak biasa.
Sedangkan Li Shang Yue yang mendengarnya langsung membulatkan mata. Matanya melotot dengan mengedip-ngedip lucu dengan detik berikutnya gadis itu telah berlari ke arah penjual Roti.
“PAMAN AKU MAU TIGA..!” teriak Li Shang Yue yang berdiri di depan penjual.
Penjual yang melihat gadis kecil di depannya hanya bisa tersenyum tipis. Gadis polos itulah yang penjual lihat di dalam diri Li Shang Yue.
“Nyonya maafkan Nona kami yang telah mengganggu kalian. Nona kami baru ke pasar dan dia sangat menyukai makanan jadi dia seperti itu,” pengawal Li Shang Yue meminta maaf kepada wanita dewasa di depannya itu.
“Tak apa, hanya saja Nona kalian terlihat berbeda dengan Nona yang lain,” ujar wanita itu yang menatap Li Shang Yue yang sedang menunggu pesanannya.
“Sekali lagi maafkan sikap Nona saya, Nyonya, Tuan-Tuan,” pengawal itu membungkukkan badannya.
“Tak apa Nona mu masih anak kecil,” sahut pria paruh baya.
“Jika boleh tahu kalian dari keluarga mana? Kenapa gadis itu keluar hanya kalian berdua yang mengawasinya? Aku yakin kalian akan kerepotan mengawasi gadis yang kelebihan aktif itu,” kata wanita itu lagi dengan senyum lucu.
“Kami memang sudah kelelahan tapi kami menyukainya,” jawab sang pengawal itu.
“Kami dari Kediaman Jendral Feng dan dia adalah Nona kecil kami Putri dari Jendral Feng namanya Feng Shang Yue,”
“Eh bukankah jendral hanya punya satu Putra?”
“Apa Jendral Feng memiliki istri lain?”
“Itu tidak mungkin.Jendral Feng sangat mencintai istrinya dia hanya memiliki satu istri dan setia kepada istrinya,”
“Paman ini untuk kalian,” Li Shang Yue Menyodorkan dua roti panggang kepada kedua pengawal itu.
__ADS_1
“UNtuk Nona saja, kita harus segera pulang nona ini sudah mau sore,” kata pengawal yang langsung menarik lembut lengan Li Shang Yue.