Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 147


__ADS_3

“CELAKA…!”  teriak Nino dari dalam ruang dimensi membuat Long yang sedang mau menutup mata langsung bangun kembali.


“Ada apa?” kesal Long karena di ganggu lagi.


“Pria itu menikahi Nona dengan pernikahan darah..!” seru Nino dengan wajah pucat pasi.


Long yang tadi matanya sudah mau tertutup langsung terbuka sempurna dengan melotot ke arah Nino dan langsung menatap ke cermin yang langsung membuat mereka melihat langsung ke arah Li Shang Yue yang masih ada dengan pria itu.


“Pria itu Siapa pria itu? Berani sekali dia menikahi Nona kecilku,” raung Long marah ingin keluar dari ruang dimensi namun tidak bisa karena mereka memerlukan izin Li Shang Yue untuk keluar.


“Dasar bodoh, bagaimana kau tidak tahu pria itu,” umpat Nino yang ikutan kesal kepada Long.


‘Hey makhluk jadi-jadian jika aku tahu aku tidak mungkin bertanya sialan?” kesal Long yang sudah berada di ubun-ubun.


“Pria itu adalah pria yang kalian bebaskan beberapa saat lalu. Sekarang kau sudah ingat atau sudah paham atau masih belum juga?” balas Nino tak kalah kesal setengah mati.


“Pria yang di tolong Yuyu? Tapi dia tidak seperti itu. Mata pria itu emas dan juga memiliki sayap dan tanduk sedangkan dia tidak,” 


“Karena itu wujud manusianya. Sudah kau Naga mitologi kenapa sangat bodoh,” umpat Nino yang mengatai Long bodoh.


“Tunggu jadi dia bukan manusia?” tanya Long yang sepertinya baru bisa berfikir jernih.


‘‘Ya memang bukan manusia bodoh. Kau itu hewan Mitologi bagaimana soal beginian kamu tidak tahu. Tentu saja dia bukan manusia, mana ada manusia punya sayap,”


“Jangan mengatai aku bodoh terus. Aku sangat mengantuk tapi Yuyu justru menyeretku dari hutan sampai disini hingga aku tidak bisa tidur nyenyak,’


“Dasar naga bodoh..!’’


“Hey…! Aku bilang berhenti mengatakan aku bodoh. Aku adalah naga agung yang berkuasa dan juga perkasa..!”


“Percuma perkasa kalau otak bodoh,” ejek Nino menatap kesal ke arah Long.


“Sudah, cepat beritahu aku tentang pernikahan darah. Jangan mengatai aku bodoh lagi. Aku malas berdiskusi,” kata Long yang menatap tajam Nino.


Nino yang melihat tatapan tajam dan menusuk Long tidak berani lagi untuk mengejek naga itu.


“Pernikahan darah adalah pernikahan yang biasa di lakukan oleh dua bangsa. Pertama yang melakukan pernikahan darah adalah bangsa Demon atau Vampir. Bisa menggabungkan darah keduanya baru minum atau bisa juga langsung pada pasangan masing-masing. Kedua yang melakukan pernikahan seperti itu adalah bangsa iblis akan tetapi ritualnya tidak seperti itu. Bangsa iblis hanya akan menampung darah pasangan itu ke sebuah gelas lalu mereka akan meminum darah pasangan mereka masing-masing. Pernikahan darah di anggap sebagai pernikahan di hadapan bangsa mereka sendiri tanpa perlu untuk memberitahu siapapun juga bisa. Pernikahan darah terkenal juga akan sumpah mereka yang akan hidup bersama hanya dengan satu orang saja sebagai pasangan hidup. Namun untuk bangsa iblis hanya iblis tertentu yang melakukan sumpah pernikahan ini. Sedangkan bangsa Demon mereka memang di kenal dengan makhluk abadi yang paling setiap pada pasangan mereka karena mereka mempercayai yang dimana mereka akan mencari mate. Mate adalah seseorang yang sudah di takdirkan sejak lahir untuk mereka. Jika pasangan atau mate mereka mati maka mereka tidak akan menikah kecuali pasangan mereka itu melakukan reinkarnasi,” 


‘‘Tunggu…! Jadi bisa jadi pria itu ada di kedua bangsa itu?” tanya Long dengan berpikir keras.


“Benar, pria itu pasti antara bangsa iblis dan juga bangsa demon. Hanya saja jika di lihat dari ritualnya sepertinya itu bangsa demon. Akan tetapi bangsa demon memiliki mata merah sama seperti iblis bukan mata emas seperti itu,” kata Nino juga yang ikut bingung.


‘‘Apa kau yakin jika bangsa Demon tidak memiliki mata emas?”


“Tidak ada sejarahnya bangsa demon memiliki mata emas. Jika pun ada yang memiliki mata lain yaitu mata silver. Bangsa demon yang memiliki mata silver adalah dia yang paling terkuat dari bangsa lainnya biasanya keturunan Kaisar atau disana bisa di katakan Lord,”

__ADS_1


“Tunggu…!” seru Long yang langsung bangun dari duduknya.


‘‘Ada apa? Kau selalu membuatku kaget..!”


“Bukankah mata seorang Dewa itu emas?” kata Long dengan wajah pucat.


Deg


Nino yang mendengarnya langsung mematung dengan menatap Long.Makhluk aneh itu lupa jika memang mata seorang Dewa atau keturunan Dewa Dewi memiliki mata emas.


“Jadi maksud kau adalah…,”


‘‘Bisa jadi ia adalah keturunan Dewa/Dewi,’ seru keduanya dengan mata membulat.


“Tapi pernikahan Dewa/Dewi tidak seperti itu," kata Nino dengan bingung.


"Sudahlah terserah, masalah ini membuat kepalaku mau meledak saja," gerutu Long yang langsung berdiri dan beranjak pergi.


"Long jangan beritahu` Nona tentang hal ini. Biarkan semuanya berjalan dengan mestinya,” kata Nino yan mengingatkan Long untuk tidak ember.


Sedangkan di dunia nyata Li Shang Yue masih tertidur lelap dengan Zhing Young yang masih berada di sampingnya.


“Aku pergi istriku, kamu harus berhati-hati,” bisik Zhing Young yang langsung menghilang begitu saja menjadi kumpulan asap hitam.


Sinar matahari telah keluar dari persembunyiannya dengan suara kicauan burung yang saling bersahutan membuat Jendral Feng dan juga Xin Qion terbangun dari tidur mereka. Saat keduanya bangun mereka di kagetkan dengan adanya Li Shang Yue yang sedang tertidur di atas kayu rotan dengan meringkuk disana.


“Ya Dewa kita membuat Yue’er tidur di kursi keras itu..!” seru Jendral Feng dengan suara kecilnya.


“Kenapa pria itu tidak mengatakan jika Yue’er pulag cepat,” geram Xin Qiion terhadap Snake karena tidak mengatakan jika Li Shang Yue akan pulang malam itu.


“Sudah, jangan terus mengoceh. Cepat pindahkan Yue’er di atas kasur. Pasti tubuh putri kesakitan karena tidur dalam posisi seperti tiu,” kata Jendral Feng yang menyuruh sang putra Xin Qion untuk mengangkat Li Shang Yue dari kursi rotan itu.


Xin Qion yang mendengar perintah sang ayah langsung turun dari ranjang lalu mengahmpiri sang adik. Dengan penuh kelembutan Xin Qio menunduk lalu menggendong sang adik ala bridal style.


Sampai di ranjang Xin Qion menurunkan  Li Shang Yue di tengah-tengah ranjang lalu menyelimutinya sampai dada.


“Sudah, ayo kita keluar. Jangan sampai kau membuat tidurnya terganggu maka kamu tanggung sendiri akibatnya,” kata Jendral Feng yang mengecup kening Li Shang YUe sebelum beranjak pergi dari kamar Li Shang Yue.


Xin Qion yang tak ingin mendapatkan masalah langsung mengikuti sang ayah. Namun sebelum pergi seperti yang dilakukan oleh sang ayah Xin Qion juga emnunduk lalu mengecup sayang kening Li Shang Yue.


Di tempat lain seorang pria yang sedang melakukan meditasi memuntahkan darah saat merasakan sesuatu di dadanya sangat menusuknya.


Uhukk uhukkk


“Ada apa ini? Kenapa aku merasakan perasaan sakit seperti ini?” guman Zhou Yang yang meremas dada kirinya.

__ADS_1


“Apa terjadi sesuatu padanya? Sial, aku tidak menyuruh Baize untuk menjaganya. Harusnya aku tidak membiarkan dia sendirian tanpa ada perlindungan,” guman Zhou Yang.


Zhou Yang langsung berdiri dari duduk semedinya lalu berjalan keluar dari ruangan itu mencari keberadaan Baize.


Setelah mencari beberapa saat akhirnya Zhou Yang sampai menemukan Baize yang berada di ruang kerjanya. Karena memang selama dia melakukan pelatihan tertutup Baizelah yang menggantikan semua pekerjaannya sebagai Lord.


Ceklek


Baize yang sedang mengerjakan berkas istana langsung bangun saat mendengar suara pintu yang di bukan dari luar.


‘’Lord…,”


Baize langsung berdiri lalu memberi penghormatan pada Zhou Yang sebagai pemimpin mereka.


“Sudah, jangan seperti itu. Kita ini sepupu jadi jangan terlalu sungkan lagipula disini juga tidak banyak orang bukan?” ucap Zhou Yang dengan santainya.


“Maaf Lord,” Baize langsung kembali duduk kembali ke kursinya.


“Bagaimaa? Apa semua baik-baik saja?” tanya Zhou Yang yang duduk di depan Baize.


“Semua beres, hanya saja selama kau melakukan pelatihan tertutup au tidak bisa untuk selalu memantau gadis tiu. Aku hanay melihatnya 2 kali tapi dia baik-baik saja. Kekuatannya sudah mulai naik dan sedikit menakutkan,” terang Baize dengan bergidik ngeri jika mengingat abgaimana Li Shang Yue memberi pelatihan setan untuk anak buah dan juga beberapa prajurit milik Jendral Feng.


“Ada apa? Kenapa kau ketakutan seperti itu sepertinya?” tana Zhou Yang yang cukup penasaran dengan apa yang di lihat oleh sang bawahan itu.


“Kau tahu, wanitamu itu sangat menakutkan. Dia membuat pelatihan setan untuk prajurit dan juga anggotanya. Di suruh kelilingi kediaman Jendral selama 100 kali putaran, Lalu mengikat batu di kaki mereka dengan masing-masing bebannya 50 kilo gram. lalu di beri pundak juga batu dengan berat seratus kilo gram sebagai beban, Tak hanya itu bahkan wanita itu melakukan beberapa gerakan aneh yang sangat aneh akan tetapi sangat sulit di lakukan,”terang Baize denga menggebu-gebu.


Gerakan aneh yang di maksud Baize adalah gerakan di zaman modern ya seperti push up, sit up dan lain-lain.


“Aku yakin jika prajurit kita beri pelatihan seperti itu mereka akan langsug mati kehabisan napas,” lanjut Baize dengan bergidik ngeri.


“Syukurlah jika dia baik-baik saja, tapi pertanda apa yang aku rasakan itu? Tunggu…! Itu bukannya tanda jika pasangan kita.., sial aku harus memastikannya sendiri,” kata Zhou Yang dalam hati.


“Lnjutkan pekerjaanmu aku harus memastikan sesuatu terlebih dahulu,” kata Zhou Yang, yang langsung menghilang dari hadapan Baize.


“Ck Lord ada-ada saja, harusnya dia yang mengerjakan semua ini bukan aku,” gerutu Baize dengan menatap tumbukan pekerjaan yang menggunung di depannya itu.


Sedangkan di tempat lain Zhou Yang sampai di sebuah perpustakan kerajaan. Tanpa ba-bi-bu Zhou Yang langsung mencari buku yang dia inginkan hingga sampai dia temukan.


Zhou Yang membuka buku itu yang tak lain adalah buku sejarah tentang bangsa mereka dan juga pasangan mereka


Deg


Zhou Yang mematung saat mendapatkan ciri-ciri yang sama persis dia alami ada di buku itu.


“Putus hubungan atau menikah dengan orang lain?” guman Zhou Yang dengan suara tercekat di tenggorokan.

__ADS_1


Zhou Yang menutup matanya lalu mulai berkonsentrasi keras hingga beberapa saat kemudian  Zhou Yang membuka amtanya dengan sebuah senyum tipis muncul di sudut bibirnya.


“Syukurlah jika tidak putus, tapi siapa yang berani menikahi wanitaku?” geram Zhou Yang.


__ADS_2