Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 85


__ADS_3

“Nona pedang biru ini darimana anda dapatkan?” tanya Nino dengan menundukan kepalanya.


Deg


Li Shang Yue yang mendapat pertanyaan seperti itu tentu saja kaget dan bingung harus menjawab seperti apa. Apa dia harus menceritakan siapa dirinya yang sebenarnya kepada Nino tapi memang sepertinya LI Shang Yue tak punya pilihan lain selain bercerita akan hal itu.


Haaah


Li Shang Yue menarik napas dan membuangnya dengan secara pelan-pelan. Matanya menatap ke depan sana dengan tatapan dalam yang sangat sulit di artikan.


“Nino apa kau percaya reinkarnasi?” Li Shang Yue bertanya dengan menatap Nino dengan pandangan dalam.


“Aku percaya,” sahut Nino dengan cepat yang terdengar tegas dan yakin.


Li Shang Yue yang mendengrnya hanya terdiam karena ia tak menyangka Nino akan menjawab secepat dan seyakin itu padanya.


“Lalu apa kamu percaya dengan melintasi waktu?”


“Sulit dipercaya tapi aku8 percaya jika itu memang ada,” 


“Yah itu memang sulit dipercaya tapi aku adalah buktinya. Aku dari zaman modern kehidupan di masa depan yang dimana disana semuanya telah berubah menjadi era baru yang serbah canggih,” terus terang Li Shang Yue.


“Lalu dimana kau mendapatkan pedang biru itu?” tanya Nino yang sepertinya sangat penasaran dengan pedang biru di depan Li Shang YUe.


“Aku mendapatkannya saat di pelelangan, dulu nya pedang ini sangat jelek tapi aku tidak tahu apa yang terjadi di malam aku membelinya saat itu juga kelompok lain menyerangku. Saat itu umurku baru 14 tahundi saat aku terdesak entah kenapa pedang yang berkarat berubah menjadi pedang yang sangat cantik dengan sinar biru yang mengelilinginya dan juga begitu tajam. Akan tetapi setelah alu berpindah di dunia ini ternyata dia juga ikut dan yang lebih mencengankannya lagi pedang ini lagi-lagi berevolusi menjadi semakin tajam dan kuat dibandingkan saat di dunia modern,”


“Celaka…! Aku semakin yakin jika gadis ini benar-benar memiliki identitas yang lain. Kepindahannya disini adalah sudah takdirnya atau bisa juga dia memang berasal dari sini. Dewa, entah dendam apa yang di bawahnya membuatnya berada disini. Apapun yang terjadi aku harus menjaganya walau bagaimanapun dia tetap junjunganku terlebih aku merasakan aura yang aku kenal dalam dirinya walaupun samar-samar,” kata Ninoa dalam hatinya dengan menatap sang junjungan dengan pandangan yang penuh hormat.


“Nona pedang hitam itu bukan pedang biasa, dia adalah Pedang Kematian,” terang Nino dengan suara yang bergetar.


“APA…? JANGAN BERCANDA MASA PEDANG IN…,”

__ADS_1


Kalimat Li Shang Yue tidak selesai karena Nino kembali memotongnya lagi.


“Nona saya tidak mungkin lupa pedang ini memang Pedang Kematian,” jelas Nino dengan sangat yakin.


“Itu artinya aku ada kemungkinan memiliki dantian emas?” guman Li Shang Yue yang semakin yakin jika dia memiliki dantian emas.


“Saya juga sepertinya yakin Nona,” sahut Nino.


Di tempat lain dunia nyata terlihat Jendral Feng dan juga Jendral Xin menatap nyalang ke arah pria di depan mereka itu yang tak lain adalah Aron yang mereka ketahui adalah pengawal bayangan sang Kaisar.


“Untuk apa kamu datang menemuiku?” tanya Jendral Feng dengan datar dan dingin.


“Saya tidak datang menemui anda Jendral, saya datang ingin menemui Putri Li Shang Yue,” baas Aron dengan datar pula.


“Ingat Tuan dia bukan lagi Putri LI Shang Yue tapi Feng Shang Yue. Mulai saat ini dia adalah putriku tanpa embel-embel seorang putri apalagi putri Kaisar bodoh itu,” kesal Jendral Feng.


“Bukankah anda terdengar egois Jendral Feng karena membuat Putri LI Shang Yue berada di kediaman kecil ini?” sinis Aroon yang menatap tajam kedua ayah dan anak di depannya itu.


“Kecil? Kediaman saya memang kecil Tuan tapi saya akan memberikan surga untuk putriku. Lagipula selama 14 tahun di istana apa Yue’er penah bahagia? Jangankan bahagia bahkan dia harus menahan lapar sekalian. Lalu apa ayng kau banggakan jika Yue’er kami hidup di istana ayng kediamannya luas tapi hidup Yue’er kami seperti neraka?”


Saat ini Aron tak tahu harus menjawab seperti apa lagi. Mulutnya seperti di paksa berhenti oleh kenyataan yang memang mengatakan jika saat ini apa yang dikatakan oleh Jendral Feng itu benar.


“Jika Tuan hanya kemari untuk mengambil Yue’er kami membawanya kembali di iastana maka anda harus melangkahi dulu mayatku. Aku tidak akan pernah membiarkan Yue’er di ambil oleh siapapun itu..!” tekan Jendral Xin yang membuka suara tak lupa juga melemparkan aura intimidasi yang berada di level Jendral petarung.


“Anak ini, apa dia sengaja sok jagoan agar bisa pamer kepada Yue’er? Enak saja tak akan aku biarkan dia lebih unggul dariku,” kata Jendral Feng yang merasa kesal karena beranggapan jika jendral Xin sok jago.


“Pulanglah Tuan, kami tidak aan menyerahkan Yue’er kami pada siapapun bahkan jika aku harus mati seklipun,”


Aron  yang mendengarnya pun tertegun karena ia tak menyangka jika Jendral yang terdengar akan rumornya yang berdarah dingin tanpa ampun pada siapapun bahkan anak buahnya sendiri kini dengan sukarela memberikan nyawanya hanya untuk anak yang bukan darah dagingnya. Lebih gilanya lagi anak itu baru dia angkat beberapa hari lalu.


“Jendral tak perlu khawatir, saya kesini bukan untuk membawa Putri…,”

__ADS_1


“PANGGIL DIA SHANG YUE..!” sentak Jendral Feng dan Jendral Xin secara bersamaan.


“Astaga aku merasakan hawa-hawa posesif pada dua orang di depan ini. Pasti mereka sangat menyayanginya Putri, aku jadi merasa bersalah karena selama ini ku hanya  menjaga dan mengawasi Putri dari jarak jauh yang bahkan berulang kali Putri mendapat masalah dan aku selalu datang terlambat,” kata Aron dalam hati.


“Jendral tidak perlu khawatir kedatangan saya kemari bukan untuk datang mengambil Shang Yue tapi kedatangan saya disini adalah untuk datang mengajukan diri sebagai pengawal pribadi Nona Shang Yue,” kata Aron dengan tenang.


Jendral Feng dan juga Jendral Xin yang mendengarnya sampai bungkam dengan wajah yang tampang bodoh. Pasangan ayah dan anak itu dengan kompak saling melirik satu sama lain sebelum menggelengkan kepala dengan cepat.


“TIDAK BISA..!” pekik keduanya yang langsung berdiri menatap nyalang Aron.


“Astaga mereka lebih sulit di hadapi dibandingkan menghadapi Kaisar. Aku yakin suatu saat Kaisar bodoh itu akan menangis darah karena sejak Putri masuk ke dalam kediaman ini akan sangat susah untuk keluar. Kedua pria di depanku ini akan menghalangi siapapun yang akan mendekati Putri. Aku baru sadar jika mereka juga sangatlah penyayang walau terkesan posesif,”  kata Aron dalam hati.


“Saya hanya aan menjadi pengawal pribadi Nona Shang Yue Jendral,” kata Aron yang sepertinya harus menyediakan kesabaran untuk menghadapi kedua pria posesif di depannya itu.


“Tidak, kmu pasti akan menculik Yue’er kami di saat kami lengah. Ayah jangan dengarkan dia cepat usir jika tida dia aan mengambil Yue’er kita,” kata Jendral Xin menggebu-gebu tak lupa juga memberikan provokasi kepada sang Ayah.


“Astaga kenapa mereka sangat pelit?” kesal Aron dalam hati.


Tok


Tok


Jendral Feng menatap pintu ayng sepertinya di ketuk dari luar dengan terburu-buru.


“Masuk..!” sahut Jendral Feng dari dalam.


“Ada apa?” tanya Jendral feng pada pelayan di depannya itu.


“Salam Tuan, salah Tuan muda, saya hanya ingin melapor jika saat ini Nona muda sedang tertidur di gazebo Tuan,”


“APA…,”

__ADS_1


Wusssh


“Tunggu mereka menghilang…?


__ADS_2