Rebirth Of Queen Needles

Rebirth Of Queen Needles
bab 48


__ADS_3

"Bagaimana rasanya?" Tanya Jendral Fend dengan nada mengejek.


"Ayah menertawakanku?" Kesal Jendral Xin karena sang ayah yang menertawakannya.


"Bukankah kamu kuat, kenapa hanya pukulan dari tangan kecil Yuyu bisa membuatmu sakit?"


"Cih ayah tidak tahu saja jika kekuatan Yuyu itu sangatlah di luar nalar." Gerutu jendral Xin.


Kedua Jendral itu terus saling berisik satu sama lain tanpa menyadari jika sang Kaisar masih memperhatikan mereka berdua.


"Ehem…"


Jendral Feng dan Jendral Xin yang mendengar itu langsung terhadap jika masih ada Kaisar Li di depan mereka berdua.


"Maafkan kami Yang Mulia,"


Kaisar Li hanya mengabaikan tangannya sebelum langsung pergi. Kaisar berjalan dengan tatapan kosong, ucapan Li Shang Yue tadi terus menari-nari di pikirannya. Ternyata Kaisar Li menuju Paviliun Selir Hua Rong.


"Salam Yang Mulia,"


Beberapa pelayan dan penjaga yang melihat kedatangan Kaisar Li langsung membungkukkan badan mereka 90 derajat.


"Dimana Selir Hua Rong?" Tanya sang Kaisar dengan nada datar.


"Yang Mulia Selir berada di kamarnya yang Mulia,"


Mendengar balasan itu Kaisar Li langsung berlalu begitu saja menunggu tempat yang menjadi kamar Selir Hua Rong. Sampai disana Kaisar Li langsung masuk ke dalam kamar itu tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


Brak


Selir Hua Rong yang sedang santai di dalam kamarnya sampai terperanjat kaget saat pintunya di buka secara kasar dari luar.


"Siapa…, Salam Yang Mulia." Selir Hua Rong segera membungkuk hormat saat menyadari jika yang datang adalah Kaisar Li.`

__ADS_1


“Apa kamu tidak bisa menertibkan pelayan kamu sendiri Selir Hua Rong!” ucap Kaisar Li dengan penuh penekanan setiap katanya.


Selir Hua Rong yang mendengar hal itu tentu saja merasa heran dengan apa yang di katakan oleh Kaisar Li.


“Maksud Yang Mulia apa? Saya benar-benar tidak mengerti apa yang Yang Mulia katakan.” Kata Selir Hua Rong dengan tenang.


“Bagaimana para pelayan membuat rumor jika Putri Li Shang Yue bukan lagi Putri Mahkota di saat saya belum mengumumkan pengangkatan putri baru.”


“Tapi kenapa Yang Mulia bukankah…,”


“Dengar Selir Hua Rong, Putri Li Shang Yue adalah Putriku dengan Permaisuri sudah sepantasnya dia menjadi Putri Mahkota. Lagipula saya tidak akan mengangkat Putri Mahkota lain selain dia atau selagi dia ada.”


Deg


Mendengar apa yang dikatakan Kaisar Li secara langsung membuat Selir Hua Rong merasa sakit dan juga kecewa secara bersamaan. Kenapa Kaisar Li bisa mengatakan hal kejam seperti itu padanya.


“Yang Mulia aku benar-benar tidak mengerti apa yang Yang Mulia katakan,” Selir Hua Rong memilih berpura-pura tidak mengetahui apa-apa arti dari perkataan dari Kaisar Li sendiri.


“Apa yang kamu tidak ketahui atau kau berpura-pura tidak mengetahui jika pelayanmu menyebarkan rumor jika Putri Li Shang Yue bukan lagi Putri Mahkota. Karena rumor itu membuat Putri Li Shang Yue marah dan menghukum cambuk pelayanmu. Lebih baik kamu lihat sendiri pelayan kamu yang berada di dapur istana entah masih hidup atau sudah mati.”


Selir Hua Rong kaget bukan karena pelayannya di siksa melainkan kaget karena yang melakukan hukuman cambukan pada pelayannya adalah Li Shang Yue. Jika seperti itu maka sangat jelas jika rencana mereka untuk menghabisi Li Shang Yue sudah gagal total.


“Ada apa? Kaget? Saya tidak mau tahu jiika sampai saya mendengar masih ada rumor itu maka jangan salahkan saya jika saya akan menghukum kalian berdua ke istana dingin.”


“Istana dingin? Berdua?” beo Selir Hua Rong yang tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh mulut Kaisar Li.


“Yah, kau dan Putri Wei Rong. Bukankah hanya kalian yang mengetahui akan hal itu, jangan mengira jika saya akan diam kali ini.”


Setelah mengatakan apa yang ingin di sampaikan Kaisar Li langsung berbalik pergi dari kamar Selir Hua Rong. Namun, baru saja keluar dari pintu kamar Kaisar Li menghentikan langkah kakinya saat mendengar pertanyaan Selir Hua Rong.


“Yang Mulia, apa Yang Mulia tidak lagi menyayangi Wei'er? Yang Mulia sendiri tahu jika Wei'er sangat ingin menjadi Putri Mahkota…,”


“Itu karena ajaranmu yang terus mengajarinya ingin menjadi Putri Mahkota. Setelah di pikir-pikir semua ini memang salahmu dalam mendidik hingga Putri Wei Rong selalu ingin memiliki apapun yang dia inginkan bahkan sampai harus merebut. Jangan membuatku bertambah kesal hingga kamu sendiri yang terima akibatnya. Segera urus pelayanmu,”

__ADS_1


“Sial,”


Selir Hua Rong mengepalkan tangannya dengan kesal. Ucapan Kaisar Li barusan menandakan jika pria tua itu mulai melirik Li Shang Yue.


“Gadis gadis pembawa sial itu masih hidup? Bagaimana kerja mereka sebenarnya? Apa mereka tidak menjalankan perintah dariku?” gerutu Selir Hua Rong yang merasa kesal karena merasa di bohongi oleh para sekutunya yang tidak menjalankan rencana mereka.


Dengan rasa kesal Selir Hua Rong segera keluar dari kamarnya menuju suatu tempat. Sedangkan di tempat lain khususnya di kediaman Li Shang Yue beberapa pelayan datang dengan membawa berbagai menu makanan.Saat memasuki kediaman sang Putri terlihat beberapa pelayan itu kaget karena di tempat itu banyak orang yang sedang duduk di halaman belakang kediaman Li Shang Yue.


“Mari makan…!” teriakan Li Shang Yue dengan lantang.


Setelah mendengar izin dari sang ketua mereka semua mulai makan dengan lahapnya tanpa memperdulikan beberapa pelayan yang masih berada di sekitar tempat itu. Li Shang Yue bahkan tanpa sungkan duduk di rumput lalu mulai makan dengan seadanya karena memang tidak bisa berbuat apapun karena dia tidak mungkin memasak dengan sebanyak ini.


“Sepertinya aku harus mulai mencari pegangan sendiri, aku tidak mungkin terus bergantungan pada istana ini. Aku harus punya pegangan sendiri untuk membuat anggotaku sejahtera. Oleh karena itu aku harus bisa menghasilkan uang. Tapi di dunia seperti ini dimana aku harus mencari kerja selain membunuh orang?”


Li SHang Yue terus memikirkan cara untuk bisa menghasilkan banyak uang untuk hidupnya dan hidup anggotanya di masa depan.


“Yuyu kamu bisa mengambil tugas misi yang berada di pusat kota, kemarin aku tidak sengaja melihatnya jika di pusat kota ada balai tempat mengambil misi.” Kata Snake di dalam pikiran Li Shang Yue.


“Baiklah aku akan kesana nanti,” jawab Li Shang Yue lewat pikiran.


Setelah menyelesaikan acara makan mereka Li Shang Yue langsung menyuruh mereka untuk istrahat sejenak dan latihan sendiri. Li Shang Yue kembali ke kamarnya karena berencana untuk pergi ke pusat kota untuk melihat informasi yang di berikan oleh Snake padanya tadi.


Sampai di kamar Li Shang Yue harus mendesah kasar saat melihat jika semua pakaiannya tidak ada yang layak di pake. Pakaian yang di berikan kakak angkatnya Jendral Xin hanya 2 dan keduanya sudah ia pakai dan tidak dia cuci karena dia tidak mengerti cara cucinya.


“Nona anda bisa mencari hanfu yang berada di dalam ruang dimensi disini lengkap Nona,”


Li Shang Yue yang mendengar suara itu segera mengernyitkan alis sebelum sadar jika suara itu pasti suara dari Nino penjaga ruang dimensi miliknya.


“Apa disana ada?” tanya Li Shang Yue dengan mata yang berbinar.


“Banyak Nona,” jawab Nino.


“YESSSS!”

__ADS_1


Li Shang Yue langsung berjalan dan duduk lotus di atas ranjang memusatkan diri untuk masuk ke dalam ruang dimensi miliknya.


__ADS_2